Mengapa mata uang Euro tidak diminati di Skandinavia?


Euro mata uang Uni EropaNegara Skandinavia – Denmark, Norwegia dan Swedia – dikenal sebagai negara-negara Eropa Utara, termasuk juga Finlandia dan Iceland. Dari kelima negara Eropa Utara ini dua tidak bergabung ke dalam Uni Eropa (European Union). Dari ketiga negara Skandinavia, Norwegia menolak mengganti mata uang mereka menjadi Euro.

Denmark (1973) dan Swedia (1995) sekalipun bergabung ke UE (EU) keduanya tetap memakai mata uang mereka sendiri. Dua anggota negara UE kuat lainnya yang tidak bersedia memakai Euro sebagai mata uang negara mereka adalah Britania Raya (UK; 1973) dan Republik Czeko (Czech Republic; 2004).

”Kurang dari satu di dalam sepuluh [< dari 10%] orang Swedia ingin mengganti mata uang (Swedia) Krona dengan Euro,” koran Swedia menulis sehubungan degan pengumpulan pendapat  (poll) terakhir dari sikap orang Swedia terhadap Uni Eropa dan institusi-institusinya. Poll ini dibuat oleh Universitas Gothenberg.

”Entah itu ditemukan atau tidak ditemukan, Euro disalahkan atas apa yang telah terjadi dengan ekonomi Eropa,” Sören Holmberg, political science professor pada Gothenburg University, berkata kepada Radio Swedia (Sveriges Radio).

Poll ini juga menunjukan masyarakat Swedia yang secara umum positip terhadap UE ternyata tidak lagi di dalam jumlah mayoritas; 53% di tahun 2011 turun menjadi 42% di tahun 2012.

Koran tersebut juga menulis bahwa masyarakat Swedia telah lama bersikap skeptik ke setiap tendensi merubah Uni Eropa ke dalam sebuah federasi, hanya 11% orang Swedia yang mendukung terbentuknya ’United States of Europe (USE).’ Hans-Werner Sinn, pakar Ekonomi Jerman, juga skaptik atas terbentuknya USE ini. Ia berkata di koran Guardian bahwa para pendukung ide Herman Van Rompuy,  President of European Council, adalah negara-negara yang bermasalah dengan ekonomi. Pakar Ekonomi ini bahkan menyatakan “proposal Van Rompuy (tersebut) sangatlah berbahaya dan akanlah dapat menghancurkan Eropa.”

Ide terbentuknya USE ini adalah bagian dari perencanaan global terbentuknya 10 (sepuluh) persatuan negara-negara sedunia – ‘United States of The World’ yang diprakarsai oleh Gereja Roma Katolik; sehingga genaplah nubuatan Alkitab  yang ditulis nabi Daniel dan rasul Yohanes di kitab Wahyu!! Alkitab terbukti murni Firman Elohim: tahu segala peristiwa besar di dunia sebelum semuanya terjadi, itulah sebabnya Setan / Iblis / Bapa Pendusta mencoba berbagai cara untuk menghancurkan Alkitab (melarang diterjemahkan ke bahasa ibu, melarang membacanya, menuduh telah dikorupsi, memperlunak isinya dan tipuan majik lainnya); tetapi Firman Elohim tetap tersebar dan berdiri teguh kekal selamanya!

Negara-negara Uni Eropa yang menderita masalah ekonomi yang cukup berat adalah Itali, Yunani, Spanyol, Irlandia. Bekas pemimpin Dewan Para Penasehat Ekonomi President Ronald Reagan menanggapi krisis Euro zone ini berkata bahwa satu-satunya jalan untuk mencegah pecahnya Euro zone dengan jalan menurunkan secara drastis nilai Euro terhadap dollar dan mata-mata uang lainnya.

Sangat menarik membaca komentar di artikel “Part 2: Massive Euro Devaluation.” Dua bahkan tiga hal penting para komentar tersebut saya pikir lupa menyatakannya:

  1. Negara-negara Uni Eropa yang ekonominya kuat (makmur) hampir sebagian besar adalah negara-negara mayoritas Protestan (bukan Roma Katolik): Skandinavia, Finlandia, Jerman, Belanda. Non-anggota UE yang juga makmur dan Protestant di Eropa adalah Iceland, Switzerland, Norwegia.
  2. Anggota UE (EU) yang menolak memakai Euro adalah negara-negara kerajaan dimana mayoritas penduduknya adalah Protestan: Denmark, Swedia, Britania Raya (UK).
  3. Semua negara Skandinavia, Finlandia, Jerman, Belanda misalnya adalah pendukung Israel yang kuat. Tiap tahunnya banyak anggota gerejanya pergi dan bekerja di Israel sebagai sukarelawan.

Bisa dikatakan makmur dan mundurnya negara-negara Eropa ini berkaitan langsung dan tidak langsung dengan ayat-ayat ini: Kej 12: 1-3 & 22:15-18 dan Yoh 10:10b & 15:1-17. Hal ini diteguhkan oleh Loren Cunningham tentang negara-negara makmur di abad modern ini dalam bukunya “The Book that Transforms Nations: The Power of the Bible to Change Any Country

Dari peristiwa kehidupan sehati-hari – sosial, budaya, politik, ekonomi dan ilmu pengetahuan – dapatlah terlihat jelas bahwa “pemikiran tidak adanya Elohim / God adalah suatu kebodohan” tepat seperti raja Daud telah berkata (Maz 14:1 &  10:4).

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Satu Tanggapan

  1. I’m not sure where you’re getting your info, but good topic.
    I needs to spend some time learning more or understanding more.
    Thanks for wonderful info I was looking for this info for my mission.

Tulis komentar Anda di sini - dengan etika dan integrity. Thanks!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: