Calon Hakim Agung Muhammad D. Sanusi melecehkan hak dan martabat kaum wanita


Calon hakim agung Muhammad Daming SanusiDalam pertemuan uji kelayakan dan kepatutan para calon Hakim Agung, Daming yang juga Ketua Pengadilan Tinggi Barnjarmasin berkelakar saat menjawab pertanyaan anggota Komisi Hukum DPR tentang hukuman bagi pemerkosa.

Dalam pertemuan resmi tersebut (14 Januari 2013) Daming menjawab tak setuju memberi hukuman mati kepada pemerkosa, ”Karena yang diperkosa dengan yang memperkosa sama-sama menikmati,” ujar calon Hakim Agung tersebut. (penekanan ditambahkan).

Wakil Ketua Komisi Yudisial, Imam Anshori, berkata, ”KY (Komisi Yudisial) sangat menyesalkan pernyataan tidak senonoh  itu.” Imam menuturkan, calon hakim agung harulah menyampaikan pernyataan bijak dalam proses uji kelayakaan dan kepatutan. Bukan malah membuat pernyataan yang memicu polemik. (penekanan ditambahkan). [Pernyataan tidak senonoh ini tentunya bukanlah “menolak memberi hukuman mati bagi para pemerkosa, tetapi  pernyataan “karena yang diperkosa menikmati” hubungan sex paksa tersebut].

Sumber tidak menjelaskan apakah pertanyaan uji kelayakaan dan kepatutan yang diberikan oleh Komisi Hukum DPR tersebut berkaitan dengan hebobnya kasus gang pemerkosaan di New Delhi, India, yang dilakukan oleh enam pria di dalam sebuah bis terhadap wanita 23 tahun pada tanggal 16 Desember dan kasus gang pemerkosaan di Stockholm, Swedia, yang dilakukan oleh lima pria di pinggir jalan terhadap wanita 22 tahun pada taggal 13 Januari.

Kasus gang pemerkosaan di kota New Delhi, telah menjadi polemik nasional India, Ribuan wanita berdemo melawan gang pemerkosaan dilakukan di depan teman pria dari wanita korban. Wanita malang ini ditelanjangi, diperkosa dan dipukuli dengan tongkat besi selama selang waktu 2½ jam oleh gang tersebut, sedangkan teman pria dari wanita ini yang mencoba membela juga kena pukul tongkat besi. Ketika salah satu dari pelaku pemerkosa berkata bahwa wanita tersebut telah mati, kedua korban ini dibuang ditepi jalan. Wanita yang luka berat ini meninggal dirumah sakit dan teman prianya menderita patah kaki. Demo para wanita yang juga didukung oleh banyak pria menuntut para terdakwa dihukum mati.

Kasus gang pemerkosaan di Stockholm, terjadi Minggu pukul 4 pagi, wanita ini sedang jalan kaki pulang kerumah dari stasiun kereta di Sundbyberg, ia diserang dari belakang, diperkosa di kaki-lima dimana saat itu suhu beku minus 10 derajat Celcius. Polisi menyatakan para pelakunya adalah remaja dewasa.

Data kasus pemerkosaan dan tidak dilaporkan ke polisi. Di Amerika Serikat (USA) kasus yang dilaporkan ke polisi tercatat 194.270 wanita kulit putih dan 17.920 wanita kulit hitam diperkosa di tahun 2006, (etnis lainnya belum dimasukkan); dengan periancian 44% korban adalah dibawah usia 18 tahun dan 80% dibawah usia 30 tahun. Di Inggris (UK) untuk tahun yang sama tercatat 85.000 wanita, atau sedikitnya 230 wanita menjadi korban pemerkosaan setiap hari. Di India data menyatakan total pemerkosaan tahun kemarin (2012) berjumlah 23.582, satu setiap 20 menit.

Data mengatakan diperkirakan sekitar 54% korban di USA tidak melaporkan ke polisi, sedangkan di UK lebih tinggi lagi, diperkirakan antara 75-95%. Di negara-negara Islam kasus pemerkosaan umumnya tidak dilaporkan ke polisi. Alasan korban atau keluarga korban tidak melaporkan kepada polisi umumnya adalah:

  • Si korban takut kepada orang tuanya, khusunya di keluarga Islam si korban akan mengalami honor killing; jalan yang korban  lakukan adalah menanggung beban jiwa tersebut seorang diri atau bunuh diri seperti kejadian pada orang-orang Irak di Turki saat Perang Teluk.
  • Korban takut jika nantinya malah ia yang dipersalahkan, kasus ini terjadi umumnya di negara-negara Islam.
  • Korban merasa pihak pemerintah tidak perduli akan hak dan nasip mereka; contoh di dua negara maju: 97 dari 100 pelaku pemerkosaan di US menurut RAINN bebas tanpa tuntutan, dan sisanya 3 dari 100 tersebut hanyalah dipenjarakan satu hari saja. Bisa dibayangkan kasus yang sama di negara-negara yang mana hak wanita masih belum diperhatikan atau nilai wanita hanya seperempat dari pria.
  • Terburuk dari hal-hal diatas mengapa korban tidak mau melapor adalah bukan hanya polisi menolak klaim pemerkosaan terhadap korban, lebih jauh polisi meng-abuse para korban tersebut, laporan mengatakan. Mungkin ini tidak pernah (sedikit) terjadi di Indonesia, tetapi di India telah terjadi menurut Daily Mirror.

Kasus gang pemerkosaan juga pernah terjadi di Jakarta (dan kota-kota lainnya) dimana sedikitnya 200 (dua ratus) wanita (keturunan) Cina antara tanggal 13-15 Mai 1998 telah diperkosa secara berganti-ganti dan sebagian dari mereka dibakar ke dalam gedung-gedung yang dibakar oleh para gang tersebut. Dari yang selamat, tidak sedikit yang sakit jiwa dan bunuh diri. Laporan dari sebuah badan yang menangani para korban yang masih hidup menceritakan alasan dari gang pemerkosaan terencana ini, ”Beberapa pemerkosa berkata, ‘Kamu harus diperkosa sebab kamu Cina dan bukan Muslim.’”
Total korban dari ”Penyerangan etnis Cina Mei 1998” ini adalah 1.188 orang meninggal, 40 pusat pertokoan, 4083 toko dan 1026 rumah pribadi telah dirusak, dibakar atau dirampok isinya. Pemimpin Pusat Kepolisian Jakarta berkata kepada para wartawan untuk para korban melapor namun tidak ada laporan pemerkosaan selama kerusuhan tersebut. Ketidak percayaan para korban dan badan-badan pembela HAM terhadap badan-badan keamanan membuat mereka tidak melapor, namun laporan-laporan pemerkosaan telah dikumpulkan dua pekerja wanita dari pembela HAM.

INDIA-RAPE-PROTESTTelah diterima umum bahwa persetubuhan diluar nikah adalah perjinahan, dan mengambil milik orang lain adalah pencurian. Pemerkosaan adalah tindak kejahatan perjinahan ditambah pencurian.  Difinisi perjinahan menurut Adonai Yeshua Ha Mashiah (Tuhan Yesus Kristus) adalah sebagai berikut: Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya. (Mat 5:27-28). Dan Yeshua sebagai Hakim di Akhir Jaman bagi semua manusia memperingatkan: Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau , cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka. Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau , penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka. (29-30).

PENTING: Artikel ini ditulis BUKAN untuk mengerik siapapun, tetapi untuk menyadarkan setiap pria dan khususnya penegak hukum bahwa kelak pada Hari YAHWEH (TUHAN) setiap perbuatan kejahatan akan dibawa kemeja pengadilan YAHWEH. Baiklah kita bertobat hari ini juga, sebab kita tidak tahu kapan saatnya nyawa kita dicabut oleh Dia dari tubuh kita yang fana ini.

Evaluasi:

  • Apakah pemikiran  calon Hakim Muhammad D. Sanusi ini berasal dari atas atau dari lubang yang dalam?
  • Berapa persenkah ’pemikiran calon Hakim Agung Muhammad D. Sanusi’ mewakili para penegak hukum di Indonesia?
  • Apakah kasus pelecehan hak dan martabat wanita Indonesia pada ”uji kelayakan dan kepatutan para calon Hakim Agung 2013” di atas cermin murdurnya hak-hak asasi wanita Indonesia yang sesunguhnya telah dibangkitkan oleh Raden Ayu Kartini di akhir abad ke 19?
  • Jika R.A. Kartini (1879-1904) telah mengerti bahwa pernikahan poligamy adalah pelecehan terhadap martabat wanita, tidakkah seharusnya pembela hukum Indonesia di jaman ini mengerti bahwa pemerkosaan jauh lebih buruk dari pernikahan poligamy?
  • Inikah saatnya bagi para wanita dan pria yang beradab bangkit untuk membela kaum wanita?
  • Pertanyaan kami kepada Bapak Hakim Muhammad D. Sanusi: Jika isteri atau puteri Anda diperkosa orang lain di depan mata Anda, apakah isteri Anda menikmati persetubuhan yang dilakukan oleh (para) pria berjiwa binatang tersebut? Apakah Anda juga turut menikmati pemandang yang tidak beradab tersebut?

Bacaan berkait:

Referensi:

 

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

 

Tulis komentar Anda di sini - dengan etika dan integrity. Thanks!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: