Perancis: Generasi Indentitas memerangi Pengislaman Perancis


Sekitar 60 anak-anak muda menyerbu mesjid di kota Portiers, lalu naik ke atapnya dan membuka sebuah spanduk  dan menyuarakan keinginan mereka,  meminta sebuah referendum nasional atas imigrasi orang Islam di Perancis.Generasi Indentitas Charles Martel 732

Pada spanduk tertulis bilangan 732, itu adalah tahun dimana panglima perang Charles Martel mengalahkan penjajahan Islam di Portiers. Charles Martel VS Abdul Rachman. Peristiwa yang bersejarah ini terjadi pada pada hari Saptu pagi 21 Oktober 2012.

Kelompok anak muda ini memanggil dirinya sendiri Generation Identitaire (Generation Identity/ Generasi Indentitas), mereka berkata mereka sedang berperang dengan “masyarakat 68”, yakni para baby boomers yang lahir tahun 1968  yang sedang mengendalikan Perancis untuk menenggelamkan masa depan mereka dengan kebijakan-kebijakan multibudaya yang mereka takuti merubah Perancis kedalam sebuah negara orang Islam. Mereka membuat video disebut “Sebuah Pernyataan  Perang” (A Declaration of War).

CBN News mewawancarai seorang dari pemimpin group tersebut, Julien Langella, yang berkata: “Itu bukanlah tentang membenci orang lain. Itu adalah tentang warisan. Itu tentang mengasihi orang dan tanah kami. Dan kami bertarung untuk ini.”

Pertukaran yang besar. Republik Perancis yang biasanya ada sebagai sekuler yang keras, telah menolong secara aktif para orang Islam membangun menjid-mesjid dan menyebarkan hukum Sharia (Hukum Islam).

Renaud Camus, seorang  penulis Perancis yang terkenal, berkata secara datar bahwa Perancis sedang  ada dikolonisasi oleh imigran-imigran Islam dengan pertolongan dari pemerintah dan media. Renoud menyebut itu sebagai “Pertukaran yang Besar” (The Great Replacement). Camus menyalahi media Perancis yang menutupi aktivitas Islamisasi yang didepan mata sebagai tidak terjadi; ia memberi contoh: secara praktek setiap hari gereja-gereja Katolik diserang dan orang-orang di lempari batu menurut tradisi kuno Islam, kelahiran bayi yang besar dari keluarga Islam.

Seorang anggota group ini berkata, “Kami tidak dapat hidup bersama sebab kami tidak sama secara etnis, kami tidak memiliki agama yang sama. Kami tidak punya cara hidup yang sama, nilai-nilai yang berbeda. Kami tidak memeliki sesuatu yang sama secara umum. Tidak ada.”

“Elite secara politik (pemimpin politik) haruslah mengerti bahwa ini adalah petarungan mati sebab ini adalah masalah survival,” Langella berkata.

Aksi para pemuda ini jelas ditentang oleh elit politikus Perancis dan organisasi Islam Perancis.

Namun kejadian anti-imigran Islam seperti pendudukan mesjid ini telah dinubuatkan Elohim dalam bentuk penglihatan rohani  kepada seorang Norwegia beberapa puluh tahun yang lampu, sebagai tanda-tanda datangnya Perang Dunia III.

Bacaan berkait:

Referensi:

‘Generation Identity’ Wages War on France Islamization

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Tulis komentar Anda di sini - dengan etika dan integrity. Thanks!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: