Paus Benedict XVI berdoa kepada Maria sebagai penuntun umat Katolik


Paus memimpin doa di hadapan umat Katolik di  Castel Gandolfo, tidak jauh dari timur laut kota Roma. Dalam doanya Paus memohon semua umat Katolik meminta kepada Maria menjadi bintang penuntun mereka untuk bertemu Putra ilahinya (her Divine Son), media Vatikan melaporkan (15 Agustus 2012). Dan saat yang sama mengakui bahwa ajaran (dokma) Maria tidak meninggal tetapi tubuhnya terangkat ke Sorga baru dibuat di tahun 1950 oleh Paus Pius XII.

Paus Benedict XVI berdoa kepada patung Maria bukanlah hal yang baru, ini satu contoh doanya di Roma tahun 2006, memanggil Maria dengan julukan ”Perawan,”  ”Tidak memiliki dosa,” ”Penuh kasih,” ”All Holy Mother” dan ”Ibu dari semuanya.” Dan Gereja Roma Katolik juga menyebut Maria sebagai  ”Mother of God” dan “Queen of Heaven.” Paus Yohanes II, pendahulu Benedict XVI lebih terang-terangan lagi di dalam beriman kepada Maria.

Sementara sebagian umat Katolik menolak mengakui bahwa mereka menyembah (memuliakan, berdoa dan berharap) kepada Maria, pada saat yang bersamaat para pemimpin Gereja Katolik bukan saja mengajar tetapi juga melakukan penyembahan kepada Maria dan patungnya secara terang-terangan. Diakui atau tidak itu tidak penting bagi orang lain, yang penting ialah teguran Alkitab, bahwa penyembah berhala tidak akan mewarisi Kerajaan Sorga sangatlah jelas.

Penganalisaan doktrin Alkitab:

  • Menurut Alkitab siapakah Penuntun kita kepada Yeshua Ha Mashiah, Roh Kudus atau Maria? Baca Yohanes 14, 16.
  • Tidakkah Alkitab berkata bahwa Maria memiliki juga anak-anak laki dan perempuan? Bagaimana ia masih tetap perawan?
  • Jika Maria tidak pernah berdosa, mengapa ia mempersembahkan korban penebusan dosa?
  • Apakah doktrin yang dibuat oleh Paus Pius XII “Maria tidak mati” telah membawa umat Katolik semakin menjadikan Maria sebagai deiti (dewi)?
  • Jika Maria adalah Elohim (Ratu Sorga, Ibu, bagian dari Trinitas) seperti yang gereja Katolik percayai, mengapa Maria sendiri menyebut dirinya hamba Elohim?
  • Jika titel-titel Maria ini hanyalah buatan gereja Roma Katolik, siapakah sebenarnya “Mother of God” atau “Queen of Heaven” ini?
  • Dapatkah tradisi manusia menyelamatkan orang dari hukuman YAHWEH?

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog
Iklan