Komisi penyelidik skandal sex anak Roma Katolik di Belanda dipertanyakan


Peringatan: Artikel ini ditulis untuk memurnikan umat Kristen dari cacat dan noda, jika ada orang yang memakai artikel ini secara sengaja untuk menyesatkan orang Kristen (terutama) dan orang lain (secara umum), yakni menyebabkan mereka menjadi semakin jauh dari iman mereka akan YAHWEH dan Putra-Nya, Yashua Ha Mashiah, yakni iman Kristen yang bersumber dari Alkitab, maka penyesat tersebut bertanggung jawab atas dirinya sendiri.

Uni Eropa (European Union), dibangun oleh gereja Roma Katolik, Vatikan, namun di abad 21 ini, negara-negara yang tergabung di dalam Uni Eropa semakin berani membongkar kejahatan penguasa mereka. Jerman, Irlandia dan sekarang giliran Belanda menyingkap kemeja rok  dari ibu dari wanita-wanita pelacur yang mengendarai mereka (Wahyu 17)

Wim Deetman, ex-menteri kabinet Belanda yang diangkat menjadi ketua Komisi penyelidikan skandal sex gereja Roma Katolik di negara Belanda kredibilitas laporannya diragukan oleh media.

Pada tahun 2010 di Belanda dibentuk suatu badan independent  yang disebut ”komisi penyelidik pelanggaran sex Roma Katolik di Belanda.” Bertujuan meneliti kejahatan sex yang telah dilakukan oleh institusi-institusi Katolik di Belanda terhitung sejak  tahun 1945 (Perand Dunia II) sampai 1981.

Laporan Komisi. Komisi penyelidik dalam laporan tertulisnya (1200 halaman) yang berdasarkan 18 bulan penelitian menemukan banyak hal. Diantarnya:

  • Uskup Katolik Philippe Bär bertugas di Rotterdam antara 1983-1993  dan para orang penting lainnya bertanggung jawab atas sejumlah besar pemerkosaan yang terjadi di tahun 1980an.
  • Komisi melaporkan (Radio Netherlands Worldwide, 16 Agustus 2011) bahwa para biarawan Roma Katolik bertanggung jawab atas meninggalnya 34 anak laki-laki di awal tahun 1950 di perawatan mental Saint Joseph, Limburg. Tingkat kematian di tempat tersebut bertambah di 1952, 1953, dan 1954. Itu tidak jelas mengapa tingkat kematian turun setelah 1954. Semua kasus tersebut adalah laki-laki berumur 18 tahun  kebawah. Rumah mental ini di jalankan oleh gereja Katolik sampai tahun 1969, sebelum diambil alih oleh the Daelzicht foundation.
  • Wim Deetman, dalam laporannya (Guardian tertanggal 16/12/2011) mengatakan ribuan anak-anak menderita akibat permerkosaan (sexual abuse) di institusi-institusi Katolik Belanda. Jumlah korban berada antara 10.000 dan 20.000 anak.
  • Komisi telah mengenali sekitar 800 orang (imam, pendeta, karyawan) yang pernah bekerja di gereja Roma Katolik Belanda. Sekitar 105 dari pelaku masih hidup.
  • Laporan tersebut menyatakan para pemimpin Katolik telah gagal menghentikan penyebaran pemerkosaan ”untuk mencegah skandal-skandal.”
  • Yang sangat disesali oleh komisi ini ialah Roma Katolik melihat para pekerjanya tersebut hanya sebagai ”penghianat” gereja dan bukan sebagai ”pelanggar hukum.”

Kredibilitas Laporan Komisi dipertanyakan. Laporan Mr. Deetman di atas dinyatakan oleh koran Guardian sebagai “tidak menyentuh dasar dari skandal pemerkosaan atau membuka semua kengerian (horrors) yang telah terjadi di belakang pintu-pintu gereja Katolik di negara Belanda.”

Joep Dohman, jurnalis dari koran NRC Handelsblad, baru-baru ini melaporkan hasil penelitiannya untuk kasus serupa di atas. Jurnalis ini menulis tentang seorang murid pria yang dikebiri secara paksa di klinik psikiatri Katolik setelah ia melaporkan ke polisi  (tahun 1956) kasus pemerkosaan yang di lakukan oleh seorang biarawan Katolik Belanda terhadap dirinya. Dengan menuduh korban sebagai homosex, remaja pria ini dikebiri secara paksa. [Maling teriak maling]. Pengebirian paksa sejenis juga telah terjadi kepada sedikitnya 10 (sepuluh) teman kelas dari korban yang juga telah mencoba membongkar kasus pemerkosaan.

Ahli-ahli sejarah Belanda, bersaksi dipengadilan, bahwa gereja Roma Katolik secara aktif melakukan kebiri baik bagi pria-remaja maupun dewasa antara 1950-1960. Pengebirian terkadang dilakukan sebagai sebuah hukuman di dalam doktrin Roma Katolik [Fakta: pengebirian adalah praktek umum gereja Roma Katolik yang sudah berlangsung ratusan tahun khusunya bagi mereka yang ingin menjadi pendeta. Larangan menikah bagi pemimpin rohani tetap berlaku di gereja Katolik sampai sekarang di seluruh dunia, baca online buku 50 years in the church of Rome].

Politikus Senior telah terlibat. Tetapi Dohman telah menemukan sesuatu yang lebih penting lagi, Guardian menulis. Dia menemukan bahwa laporan Mr. Deetman gagal menyebutkan seorang figure politikus, yang telah mencoba menyelamatkan Gregorius (tertuduh utama) dan para pria Katolik yang tertuduh dari Harreveld.

Figure politikus tersebut adalah Mr. Victor Marijnen, ex-Perdana Menteri Belanda dan sekaligus anggota pimpinan Partai Masyarakat Katolik (KVP). Partai KV ini dikemudian bergabung dengan partai-partai Protestant membentuk partai Kristen Demokrat (the Christian Democrat  disingkat CDA). Mr. Deetman berasal dari partai ini. [Inilah alasannya mengapa Oikumene tidak dianjurkan bagi orang-orang Kristen Protestant dan Injili2 Kor 6:13-18 ]

Mr. Marijen juga pernah menjadi wakil-pemimpin dari badan perlindungan anak Katolik Belanda, dan – langsung kesasaran- direktur dari penginapan sekolah Katolik Harreveld. Ia, atas nama para pemerkosa tersebut, menulis surat kepada Ratu Belanda untuk memaafkan mereka.

Radio Nederland New menyimpulkan, ”Itu sekarang menjadi jelas bahwa kritik-kritik adalah benar ketika mereka komplain bahwa sebuah komisi peneliti yang dibuat oleh gereja [Katolik] tidaklah mampu atau tidak akan dapat, mencapai dasar dari skandal pemerkosaan. Hanya parlement mampu  memenuhi tugas ini. Dan mungkin saksi pertama yang dipanggil untuk bersaksi dibawa hukum haruslah ada Wim Deetman sendiri.”

Kasus skandal di atas adalah kasus-kasus pengaduan setelah 1980, kasus-kasus laporan yang lebih tua dikatakan telah dihancurkan.

 

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

 

Tulis komentar Anda di sini - dengan etika dan integrity. Thanks!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: