Ayatollah Khomeini kardus kembali ke Iran dari pembuangan


Berita hangat dari Persian Letters.blog tentang Iran.

Para tentar Iran memperingati kemenangan Ayatollah Khomeini kembali ke Iran tahun 1979 dengan kardus potongan bergambar pemimpin revolusi Islam Iran tersebut.

Tanggal 1 Febuari 1979, Ayatollah Ruhollah Khomeini – pemimpin Iran Revolusi Iran 1979 kembali dengan kemenangan ke Tehran dengan kapal terbang Air France dari Paris setelah 14 tahun di pembuangan.

Sekarang, 33 tahun kemudian, hari bersejarah itu diperingati lagi dengan dua tentara membawa potongan kardus besar berwajah Khomeini turun dari tangga pesawat dan di tunggu barisan tentara  untuk memberi penghomatan resmi  diiringi pasukan band kepada kardus Khomeini.

Khomeini kardus lainnya – satu ini tersenyum dan sedang duduk – muncul pada sebuah perayaan yang dihadiri oleh Hamid Reza Haji Babayi Menteri Pendidikan dan orang-orang penting lainnya untuk menandai kembalinya ayatollah ke Sekolah Refah, diaman ia telah membuka kantor 33 tahun yang lalu. Kardus Khomeini ini duduk disana sementara orang-orang lainnya  – beberapa nampak tidak nyaman disebelahnya – minum teh dan bercakap-cakap.

Perayaan-perayaan dengan Khomeini kardus bertujuan membangkitkan saat penting  di dalam sejarah modern Iran. Tetapi nampaknya menimbulkan efek yang berlawanan, menghasilkan beberapa humor dan komentar-komentar penghinaan di antara orang Iran sendiri.

Khomeini potongan kardus ditanya bagaimana perasaanya kembali ke Iran. ”Khomeini adalah (was) manusia dan namun dia tidak memiliki perasaan. Saya hanyalah sebuah potongan kardus,” dia berkata.

Satu humor pada media menambahkan foto kardus Khomeini dengan kalimat:

A. R. Khomeini: ”Hallo semuanya. Sangat menyenangkan bertemu kalian. Tetapi sudahkah kamu sempat melihat Akbar? Hashemi?. Mereka yang duduk di sebelahnya berpura-pura tidak mengenal siapakah ”Akbar” dan mencoba merubah pembicaraan. ”Kita tidak mendapatkan Akbar di tempat ini.” Mereka menambahkan: ”Kita tidak juga mendapatkan Mir Hossein Musavi dan Mehdi Karrubi. Mari rubah pembicaraan. Apa kabar dengan Anda?” 
Kedua nama terakhir adalah narapidana politik dari pemerintah Iran saat ini.

Komentar: Muhammad nabi Islam mengajar tidak boleh membuat dan menyembah patung (Surah 7:188-192), namun pemimpin Islam Shia mempunyai cara lain yang sangat kreatif bagaimana dapat menghidupkan kembali pujaan pemimpin agama mereka, Ayatollah Ruhollah Khomeini, untuk generasi modern Iran.

Bacaan berkait:

Referensi:

 

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

 

 

Tulis komentar Anda di sini - dengan etika dan integrity. Thanks!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: