Perayaan Islam Shia Ashura banjir darah di Afganistan dan Irak


Ashura adalah hari perayaan penting bagi pengikut Islam Shia, memperingati kematian imam Hossein,  cucu laki-laki dari nabi Muhammad, dan sejumlah pengikutnya yang dibunuh secara brutal sementara berjuang untuk keadilan di Karbala, Irak, 1.300 tahun yang lalu.

Afganistan. Sedikitnya 54 orang meninggal (updated 12/11: 80 meninggal ) dan 150 lainnya luka-luka oleh dua ledakan bom yang terpisah.
Bom pertama meledak di pusat Kabul, dimana para Shia berkumpul di sebuah tempat siarah. 48 orang mati langsung dan 150 luka-luka. Diantara korban termasuk para wanita dan anak-anak. Saksi mata berkata seorang pria meledakkan bomnya di barisan belakang kumpulan orang yang sedang bersiarah tersebut.
Sedang bom kedua yang hampir bersamaan meledak di kota Mazar-i-Sharif, utara Afganistan. 4 tewas, termasuk seorang tentara.

Irak. ledakan bom berantai membunuh sedikitnya 50 jiwa. Sebuah bom meledak diakhir ibadah duka di kota Hilla, 16 meninggal, kebanyakan wanita dan anak-anak, dan 45 luka-luka; meninggalkan banjir darah, sepatu dan pakaian di jalanan polisi berkata.  Ledakan kedua terjadi dari bom-bom yang dipasang di jalan, 6 meninggal dan luka-luka 18 orang. Di Bangdad, bom-bom di sisi jalan yang mentargetkan para pesiara Shia membunuh 11 dan melukai 38 orang
Perayaan yang sama di bulan 2 Maret 2004 di Irak membunuh sedikitnya 178 jiwa dan melukai sedikitnya 500 Shia di berbagai kota Irak. Pembantaian ini melibatkan bom bunuh diri, bom-bom mobil dan senjata tangan dan roket. Al-Qaeda yang menganggap Islam Shia sebagai Islam sesat, segera menyatakan bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Sejak nabi Muhammad meninggal, pertumpahan darah memperebutkan status “penerus ajaran Muhammad yang benar” antara keturunan Muhammad (Shia), yakni Ali (suami dari Fatimah) dengan para pengikut Muhammad (Sunni) terus berlanjut sampai hari ini. Perang Shia-Sunni yang paling panjang dan sangat menelan korban jiwa adalah “perang 8 tahun Iran-Irak.”

Setelah USA menarik pasukannya keluar dari Irak, pengikut Islam Sunni semakin merajarela menyerang pengikut Islam Shia.

YAHWEH: ”Aku telah mengatakannya kepada mu!” Nubuatan tentang keturunan Ismail:

  • Karakternya: Kej 16:1112; 17:2021; Yoh 10:10.
  • Terang bagi keturunan Ismail: Tetapi tidak selamanya akan ada kesuraman untuk negeri yang terimpit itu. Kalau dahulu YAHWEH merendahkan tanah Zebulon dan tanah Naftali, maka di kemudian hari Ia akan memuliakan jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, wilayah bangsa-bangsa lain. Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar; mereka yang diam di negeri kekelaman, atasnya terang telah bersinar. (Yes 9:1-2; LAI 8:23 dan 9:1) Terang yang besar ini adalah Yeshua Ha Mashiah (lihat ayat 6-7 atau 5-6 pada LAI) Janji ini telah tergenapi! Lihat Matius 4:15-16. Tugas anak-anak Ismail hanyalah MENERIMA dan MENGAKUI Yeshua Ha Mashiah sebagai Terang hidup mereka!

Referensi:

Tulis komentar Anda di sini - dengan etika dan integrity. Thanks!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: