Syria: Dari demontrasi menuju perang antar suku?


Gejolok politik dalam negeri Syria kelihatannya semakin parah. Imbas dari Jalan Arab atau Revolusi Arab yang berawal di Afrika Utara menyebar ke negara-negara Islam Timur Tengah seperti Bahrain, Yaman, Arab Saudi, dan banyak lagi lainnya, dan Syria serta banyak negara Islam lainnya.

Jalan Arab adalah suatu gelombang revolusi orang-orang Arab melawan pemerintah negara Islam yang dianggap diktator oleh rakyatnya. Gerakan Revolusi Arab ini diujung tombaki oleh dua kekuatan pendorong;  yang pertama adalah kehausan untuk memiliki kebebasan hidup (persamaan hak) seperti orang di negara Demokrasi, dan kekuatan yang kedua adalah, kebalikan dari yang pertama, kerinduan untuk lahirnya negara Islam yang benar-benar menerapkan Hukum Islam (Sariah) sebagai dasar hukum negaranya.

Barat menyebut gelombang revolusi Arab ini  sebagai ”Arab Bersemi” (Arab Spring), dengan anggapan bahwa Jalan Arab ini adalah gelombong menuju lahirnya negara-negara demokrasi (atau sedikitnya campuran “Islam+Demokrasi,” seperti yang Barat lihat pada negara Indonesia atau Turkey.

Hari Saptu kemarin, 2 Oktober 2011, di Istambul, Turkey, telah lahir suatu badan pemerintahan Syria yang baru yang dinamai Badan Nasional Syria (Syrian National Council; SNC). BNS ini berfungsi untuk menggantikan pemerintahan Syria yang ada sekarang dibawah President Bashar al-Assad. BNS sejenis dengan Badan Nasional Transisi  Libya (BNTL)  yang sekarang  merebut kursi kepresidentan Qaddafi. Badan ini terdiri dari kelompok pro-Demokrasi, Muslim Persaudaraan Syria, suku Kurdi dan suku-suku lainnya. Muslim Persaudaraan ialah partai agama terlarang di Syria, juga di Mesir; dikenal sebagai ibu dari organisasi Islam radikal seperti Al-Qaida, Hisbolah (Libanon), Hamas (Palestina), Al-Shabab (Somalia).

Gerakan Jalan Arab di Syria diawali dengan demontrasi turun kejalan, sama seperti yang telah terjadi di negara-negara Afrika Utara. Laporan PBB baru-baru ini menegatakan 2700 orang telah meninggal dunia.

Hari Senin ini dikabarkan telah meletus bentrokan senjata berapi antara pendukung BNS dengan pro president B. al-Assad. Belum diketahui berapa banyak orang yang tewas pada bentrokan senjata antara kedua partai politik Syria. Saya menguatirkan terbentuknya pemerintahan BN (Transisi) Syria akan menyebabkan perang sipil (tepatnya perang antar suku) di Syria, sama seperti apa yang telah dan masih berlangsung di Libya dan Yaman yang telah menelan ribuan jiwa.

M. Yaser Tabbara, salah satu pendukung BNS ini menyatakan kepada sebuah media Barat sehubungan dengan hadirnya pemerintahan oposisi yang disebut BNS sebagai ”Inilah apa yang masyarakat internasional sudah tunggu-tunggu. Lebih penting lagi, itu adalah apa yang orang-orang Syria di sana sudah tunggu-tunggu.”

Tentu “masyarakat internasional” ini tidak termasuk Russia dan RRC, pendukung B. al-Assad. Kedua negara ini penyebab mengapa sampai sekarang EU, USA dan sekutu lainnya tidak berani bertindak seperti mereka telah lakukan terhadap president Qaddafi, sekalipun korban jiwa di pihak demontran sudah mencapai 2700 orang mati.

Doakan: Berdoalah agar rakyat dan pemerintah Syria menemukan kebebasan yang sesungguhnya, yakni yang hanya bisa didapat dari “Raja Damai” Yeshua Ha Mashiah (Yesaya 9:5). Kebebasan hidup yang sesungguhnya tidak dihasilkan dari kebebasan “semau gue” dan juga tidak bisa didapatkan dari kebebasan “di bawah hukum.” Itu hanya bisa dimiliki dari kebebasan yang bertanggung jawab yang berdasarkan “hukum kasih” yang ada di dalam hati yang telah diperbarui oleh Roh Elohim.

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

 

Tulis komentar Anda di sini - dengan etika dan integrity. Thanks!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: