President Sarkozy bertanggung jawab atas perang sipil di Ivory Cost dan Libya


Perancis dibawah pimpinan president Sarkozy sangat aktif mengambil posisi kepemimpinan politik internasional dari USA. Ini nampak jelas setelah president Bush junior digantikan oleh Mr. Obama, president USA Islam pertama.

Ivory Cost, Afrika. Perancis membantu mempersenjatai partai oposisi yang dipimpin oleh Ouattara (president yang sekarang) untuk memberontak kepada Laurent Gbagbo, president resmi dan terpilih kembali melalui pemilihan suara. Ditengah aksi pemberontakan militer ini, tentara Perancis membuka jalan bagi oposisi gerakan Islam yang datang dari utara Ivory Cost melalui serangan-serangan bom dari angkatan udara. Perancis menbomi tempat pertahanan militer president terpilih Laurent Gbagbo.

Human Right Watch melaporkan pasukan milisia pimpinan Ouattara membunuhi banyak penduduk Ivory Cost Kristen pendukung Laurent Gbagbo, memperkosa wanita dan membakari gedung saat merebut wilayah pusat kepemimpinan L. Gbagbo.

Saksi-saksi mata mengatakan bahwa penduduk yang dibunuh ini adalah orang-orang yang dalam posisi menyerah atau tanpa perlawanan. Sedikitnya 3000 orang meninggal, dan lebih dari 100 laporan pemerkosaan. Korban jiwa terjadi juga di pihak oposisi.

Team pengadilan dari International Criminal Court (ICC) yang berpusat di Europe telah dikirim ke Avory Cost. Pengadilan memutuskan: “Kedua pihak bersalah.” Teori Darwin “natural selection” (hukum yang kuat tetap hidup alias hukum rimba) telah diterapkan di Ivory Cost.

Libya, Afrika Utara. President Sarkozy kembali aktif, ia memimpin tentara Sekutu dan NATO memerangi Libya untuk menggulingkan president Muammar Qaddafi.   Di Libya, Pemerintah Barat memakai suku-suku dari Timur Libya dan mempersenjatai para oposisi Qaddafi. Intelegent Barat mengakui hadirnya orang-orang Al-Qaida diantara para tentara oposisi, dan pada waktu yang besamaan tentara Barat meroketi benteng-benteng pertahanan dan kendaraan-kendaraan perang Libya dari udara dan laut. BBC pada laporannya tertanggal 20 Maret 2011 menyatakan bahwa sedikitnya USA dan UK telah meluncurkan 110 missilnya. Belum terhitung missil dari negara Sekutu lainnya (Perancis, Italy, Kanada dsb.). Tripoli beberapa minggu ini juga di serang oleh Sekutu dan NATO dari udara. Jumlah korban jiwa penduduk sipil dan tentara Libya tidak diberitakan, namun pastilah ratusan.

Persatuan Arab telah mengeritik serangan Barat khususnya atas penduduk sipil, “Apa yang sedang terjadi di Libya berbedar dari tujuan menerapkan sebuah wilayah bebas terbang (hanya bagi tentara Libya tentunya), dan apa yang kami inginkan adalah perlindungan atas masyarakat sipil, bukan pemboman lagi atas orang-orang sipil,” kata Amr Moussa, seketaris jendral Persatuan Arab.

Tanggal 28 Juni, Perancis mengakui telah mensuplai bom-bom untuk pasukan pemberontak Libya, TV Perancis melaporkan.

Saif al-Islam, putra dari Qaddafi kepada reporter dari ABC, Christiane Amanpour menyatakan bahwa tindakan Barat ini suatu kesalahan besar. ”Percaya saya, suatu hari kalian akan tersadar dan kalian akan menemukan bahwa kalian telah membela orang yang salah dan kalian telah melakukan kesalahan yang besar dalam membela orang-orang ini. Itu seperti WMD [weapon of mass destruction] di Irak.”
Libya adalah pengekport minyak terbesar di Afrika.

Qaddafi bekata melalui TV permerintah bahwa pasukan Barat tidak punya hak menyerang Libya, yang tidak berbuat apa-apa kepada mereka. Sampai saat ini tidak ada laporan bahwa tentara Libya balas menyerang serangan dari Sekutu atau NATO.

Koran Guardian (2 Maret 2011), UK, melaporkan bahwa negara-negara besar EU telah melakukan penjualan senjata kepada Libya sebesar 834,5 juta € (Euro) selama periode tahun 2005-2009.
Angka-angka dalam jutaan euro. Italy: 276,7  €; Perancis: 210,2 €; Britania Raya (UK): 119,4 €; Jerman: 83,5 € dan negara EU lainnya: 144,7 €.

Mr. Sarkozy adalah juga President Persatuan Eropa (European Union)

Sarkozy artinya dalam bahasa Hungaria, beliau berasal dari Hungaria, ialah ”diantara lumpur.” Dalam bahasa Assur atau Assyria ialah “Sar” artinya “Pangeran/ Prince” dan ”kozy”  atau ”Kusi” merefer kepada penduduk Kush artinya ”Gelap / Dark,” digabungkan menjadi Pangeran Kegelapan atau Prince of Darkness. Kush atau  adalah suku Arab di selatan Mesir, orang Ethiopia berasal dari keturunan Kush, saudara dari Put (Libya) keduanya adalah anak Ham (Kej 10:6).

Dari nama ini beberapa orang menduga bahwa President Nicolas Sarkozy adalah antikristus, sebab Nicolas berarti juga ”penguasa masyarakat.” Saya meragukan dugaan ini, sebab Antikristus tidak memiliki napsu sex terhadap para wanita (Dan 11:36-38, KJV), sedangkan Mr.  Sarkozy sudah menikah tiga kali dan namanya tidak mengandung angka “666.” Ia seorang politikus Roma Katolik. Paus Benedict XVI secara resmi memberikan titel Honorary Chanoine of the Basilica of St. John Lateran kepada Sarkozy ke Roma tanggal 20 Desember 2007.  Chanoine adalah sebuah jabatan ke-imaman di gereja Roma Katolik.

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Tulis komentar Anda di sini - dengan etika dan integrity. Thanks!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: