Parlement EU membuang hari raya Kristen pada kalendernya, liburan agama lainnya dimasukkan


Hari-hari libur Kristen termasuk Easter dan Christmas tidak dimasukkan sebagai hari libur di kalender Diary Uni Eropa (European Union/ EU) 2011, sebagai gantinya dimasukkan hari-hari libur agama Hindu, Islam, Yahudi dan hari besar China. 3,2 juta Diary ini telah dibagikan kepada murid-murid sekolah kelas dua di negara-negara EU, berita mengatakan.

Dibuangnya hari-hari besar Kristen, seperti Easter dan Christmas, namun hadirnya hari raya Sikh Baisakhi (Hindu) dan Idul Korban (Islam) serta Yom Kippur (Yahudi) dan hari raya European Day merupakan hal yang tidak bisa diterima tulis pemimpin Christine Boutin, Pemimpin Partai Demokrasi Kristen Perancis  (PDKP). ”Keterlibatan agama Kristen di dalam membentuk Europa tidaklah dapat dihindari dari fakta sejarah yang Uni Eropa (EU) tidak dapat buang,” tulis pemimpin PDKP ini. Hadirnya kalender seperti ini, Parlement EU telah membuat Kristianiti ”jatuh kedalam ketidak pastian kumpulan pengabaian,” ia menandaskan.

Martin Callanan,  pemimpin dari European Consevatives, berkata ‘kesalahan’ ini sungguh lebih sebagai propaganda daripada hal lainnya.

Paus Benedict XVI dalam komentarnya pada orang Kristen yang teraniaya dan penolakan kepada Kristianiti: “Apakah ini contoh lebih lanjut dari pola pikir tersebut di dalam Uni Eropa? “

Christine Boutin telah membuat petisi kepada Parlement EU untuk memperbaiki ’kesalahan cetak’ tersebut. Jose M. Barroso, President European Commission (EC) telah meminta John Dalli (personal yang bertanggung jawab atas pembuatan Diary ‘salah cetak’) untuk bertemu Christine Boutin untuk masalah ini. Pertemuan (jika tidak ada pembatalan) terjadi pada tanggal 20 April.

P. Nikiforos Diamandouros, EC Investigator, dalam surat pernyataanya menulis bahwa “kesalahan” (error) tersebut sebagai suatu yang disesalkan dan “perbaikan” telah dikirim kepada sekolah-sekolah. Perbaikan kesalahan dipandang oleh EC sebagai masuk akal, tambahnya.

Komentar: Gereja Roma Katolik, umum dikenal sebagai Gereja Barat telah mempengaruhi budaya Eropa lebih dari 1700 tahun lamanya adalah fakta, bahkan gereja ini merupakan ’otak’ pendiri dari Persatuan Eropa dan perencana dari New World Order, dimana dunia akan terbagi ke dalam 10 (sepuluh) Persatuan kekuasaan politik, yang dipimpin oleh satu pemimpin tunggal.
Beberapa tahun belakangan ini, para pemimpin EU nampak semakin ingin bebas dari pengaruh – atau kendali, jika Anda suka – gereja Roma, Vatikan yang dipimpin oleh Paus. Skandal sex, berskala internasional,  di antara para pemimpin gereja Roma Katolik telah membuat agama Kristen di Eropa semakin tersudut, di Jerman banyak jemaatnya Katolik angkat kaki. Di media Roma Katolik semakin disorot. Yang menjadi pertanyaan:

  • Apakah “kesalahan kalender EU ini sekedar ketidak sengajaan atau merupakan “pre-text,” (peringatan awal) untuk mengetest bagaimana reaksi orang-orang Kristen di Eropa, tepat seperti yang pemerintah Perancis telah lakukan terhadap hukum larangan memakai burga?
  • Apakah kalender tanpa hari raya Kristen buatan parlement EU ini merupakan tindakan anti-Kristianiti atau hanyalah anti-gereja Roma Katolik?

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog


Tulis komentar Anda di sini - dengan etika dan integrity. Thanks!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: