Kematin Osama bin Laden membawa Pemerintah Pakistan kedalam spotlight


Media internasional ramai kembali sehubungan dengan terbunuhnya Osama bin Laden pemimpin Al-Qaida di dalam negara Pakistan.

MEMRI, Media Timur Tengah terkenal di dalam menyoroti gerakan Islam radikal, dan media India menyoroti keterlibatan pemerintah Pakistan dengan   kelompok-kelompok Islam radikal seperti Al-Qaida, Taliban dan Haqqani Network; tempat tinggal dimana Osama terbunuh semakin menguatkan pendapat mereka, lapor WND.com.

Rumah besar  yang dikelilingi tembok pertahanan lebih dari lima meter, dimana tentara USA berhasil membunuh Osama, terletak hanya 115 Km dari ibukota Pakistan, Islamabad. Rumah ini adalah rumah perlindungan milik badan intel Pakistan yang bernama Pakistan’s Inter-Services Intelligence (ISI), dan rumah besar ini tidak jauh dari sekolah militer. Dikatakan perlu melewati dua post keamanan untuk bisa masuk ke gedung tersebut. Rumah ini dibangun tahun 2005 bernilai 1 juta US Dollar.

MEMRI menyatakan bahwa pemimpin Al-Qaida tidak mungkin dapat bersembunyi di Abbottabad tampa sepengetahuan para petinggi militer Pakistan, dan ISI merupakan pemain yang sangat berkuasa di Pakistan di dalam mempengaruhi kebijaksanaan luar negeri Pakistan dengan Afganistan, India dan USA. Pernyataan yang sama juga dikatakan oleh tentara Pakistan kepada surat kabar India Today.

The Times of India berkata, ”Jari kecurigaan sekarang menunjuk dengan jelas pada militer dan intelligen Pakistan karena menaungi dan melindungi Osama bin Laden sebelum tentara US memburu dan menembak kepalanya.”

USA sudah berspekulasi bertahun-tahun bahwa bin Laden lari ke Pakistan setelah USA masuk ke Afganistan setelah serangan terror 9 Septerber. Dan sebulan sebelum kematian Osama, Mike Mullen, pemimpin dari US Joint Chiefs of Staff berkata bahwa ISI mendukung radikal Haqqani Network, kelompok kedua militan terbesar di antara Taliban di Afgan.

Berita terbaru (Selasa), laporan resmi USA mengatakan Osama diperkirakan telah tinggal si rumah milik ISI ini  sekitar 5 tahun lamanya. Kedua pembawa berita Osama juga tewas saat itu, keduanya dikenal sebagai Arshad dan  Tareq Khan dan merupakan orang-orang kepercayaan Osama, dari suku Pasthun. Keduanya sepupu menurut orang setempat. Pemerintah Pakistan mengamankan 9 anak yang tinggal di gedung tersebut,  dua diantaranya adalah anak-anak  dari putri Osama, – Rabu: ternyata wanita isteri termuda Osama, umurnya separuh dari Osama; orang Yamen – yang sekarang di RS karena kakinya tertembak. Arshad (al-Kuwait, nama panggilannya diantara para Al-Qaida) adalah orang yang telah juga dicari oleh CIA bertahun-tahun. John Brennan, orang penting dari badan conter-terrorist Amerika berkata, “hampir mendekati imposible bahwa pemerintah Pakistan tidak mengetahui tempat sembunyi Osama tersebut.”

Pemerinah Pakistan menolak tuduhan telah melindungi para terrorist Islam.  Media lainnya menulis: PM Pakistan Yousuf Raza Gilani hari Senin pada suatu interview menyambut gembira mengatakan itu sebagai suatu kemenangan yang besar: “Kami tidak akan mengijinkan tanah kami ada digunakan melawan negara lainnya untuk terrorism dan karenanya saya pikir itu adalah suatu kemenangan besar, … Saya mengucapkan selamat untuk operasi ini.”

Komentar:
Dua pertanyaan muncul di dalam pikiran saya: 1. Bagaimana mungkin militer Pakistan tidak mengetahui bahwa ada helikopter militer USA dari Afganistan masuk  jauh kedalam wilayah Pakistan, dan tidak ada serangan balik dari militer Pakistan atas ”tamu asing yang merusak komplek rumahnya?” 2. Mungkinkah ISI membocorkan keberadaan Osama atas permintaan (langsung dan tidak langsung) dari president Obama untuk memperkuat pencalonan president USA berikutnya yang sudah diambang pintu? Saya mendapat jawaban dari siaran Reporter FranceTV (Rabu ini): Pemerintah Pakistan sepertinya lebih memaikan kartu “ketidak mampuan militernya” ketimbang kartu “anti-terroris” dalam kasus ini. Pakistan banyak mendapat uang bantuan (termasuk militer) dari USA pertahunnya, dan tentu Pakistan tidak ingin kehilangan bantuan tersebut, kata reporter tersebut. Kesimpulan: Pemerintah Pakistan adalah Double-Agent; melayani Barat (untuk uang) dan sekaligus melayani kelompok Islam  Radikal (untuk agama). Tuduhan PM Inggris D. Cameron (Juli 2010), bahwa Pakistan double dealing dan mengexport terrorism terbukti  benar.

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Tulis komentar Anda di sini - dengan etika dan integrity. Thanks!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: