Negara-negara Islam menuju Demokrasi?


Tahun 2011 diawali dengan memanasnya Jalan Arab (aksi turun kejalan orang Arab) di banyak negara Afrika Utara dan Timur Tengah (Bahrain) terlihat semakin panas, membangkitkan banyak korban jiwa dan perang antar suku. Slogan ”Kami ingin Demokrasi!” diploklamasikan oleh para Jalan Arab ini. Dengan bantuan Barat melalui media dan tekanan politikus, serta kekuatan militer (terhadap Libya; berawal 19 Maret) para Jalan Arab telah berhasil menggulingkan president Tunisia, dan Mesir.

Pergolakan politik Jalan Arab ini adalah ketidak puasan para Islam Shia kepada kepemimpinan politik dan agama yang dikuasai oleh Islam Suuni (republik maupun monarki) di satu sisi, dan protes mereka kepada para president dan raja yang bekerja sama dengan Barat; di lain sisi. Hal ini bisa terlihat pada bantuan moril dari pemerintah Iran (Shia) kepada para Jalan Arab tersebut dan jeritan minta bantuan raja Bahrain (Suuni) kepada Raja Arab Saudi (Suuni), tergulingnya president Mesir Hosni Mubarak oleh kekuatan politik Muslim Brotherhood, dan pemberontakan bersenjata militan Islam (Al Qaida) terhadap president Libia Moamar Qadhafi (teman bisnis Itali dan Perancis)[i], serta secara politis di Yaman (teman USA di dalam memerangi Al Qaida).

Jalan Arab merembet ke negara Syria – kerajaan Shia (president Asad, berasal dari suku beragama Shia). Mayoritas rakyat Syria (Suuni) ingin menumbangkan kerajaan Shia – dukungan Iran, Russia dan RRC. Jalan Arab Syria telah berlangsung satu tahun, 6000 jiwa telah tewas (awal Januari 2012). PBB masih berdiam diri sebab ketiga kekuaan dunia masing-masing memiliki kepentingan politik dan ekonomi sendiri.

Bantuan Barat pada Jalan Arab yang dimotori oleh Amerika Serikat (USA), Perancis, Britania (UK) yakin bahwa mereka sedang menegakkan terciptanya sistem pemerintahan seperti Barat, yakni Demokrasi di negara-negara Islam.

Segudang bukti menunjukkan kepada kita bahwa kelompok-kelompok Islam fundamental dan negara Iran sangat anti kepada negara USA khususnya dan kepada sistem pemerintahan Demokrasi Barat pada umumnya.

Apa yang terjadi di dunia politik internasional dan kerusuhan di Negara-negara Islam semakin membingungkan masyarakat awam sedunia, Dua reaksi dunia yang ekstrim adalah mereka sama sekali tidak mau mendengar atau perduli dengan peristiwa tersebut dan esktrim lainnya mereka menjadi sangat panik akan masa depan mereka khususnya anak dan cucu mereka di masa mendatang.

Beberapa pertanyaan memerlukan jawaban yang jujur:

1. Mungkinkah negara-negara berfaham Islam dapat menjadi negara berfaham Demokrasi?

2. Dapatkah Hukum Islam yang menuntut penundukkan penuh kepada Allah saja sesuai ajaran Kuran dapat berjalan bergandengan tangan dengan Kebebasan berpendapat dan hak individu adalah raja dan tuan di dalam faham Demokrasi Barat?

3. Jika pertanyaan 1 dan 2 jawabannya ”tidak,” maka mengapa negara-negara Barat di atas sangat giat menolong para Islam fundamental dan Iran Shia untuk menggulingkan kepemimpinan Islam monarki dan moderat, yang adalah sesungguhnya teman kerja mereka sendiri?

4. Dapatkah Islam Shia mendominasi Sunni di dalam ajaran Islam? Imam Mahdi dari Shia atau Sunni?

5. Jika Islam Shia berhasil mendominasi dunia Islam melalui Jalan Arab ini, dapatkah itu diterima oleh Islam Sunni?

6. Jika Islam Shia berhasil mendominasi dunia Islam, efek apa yang Barat akan terima, menguntungkan atau merugikan?

Dari kaca mata orang Kristen, perang antar suku dan negara di atas adalah pekerjaan Setan, melalui manusia yang bersedia dipakai Setan. Kerugian ekonomi, kehancuran infra struktur dan terlebih nyawa manusia menyedihkan Elohim Pencipta manusia dan alam semesta. Bagaimananpun orang Kristen tidak terkejut dengan peristiwa ini, sebab Yeshua Ha Mashiah telah mengatakannya dua ribu tahun yang lalu ”tanda-tanda akhir jaman,” Yeshua berkata: ”Kamu akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang. Namun berawas-awaslah jangan kamu gelisah; sebab semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya. Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat. (Mat 24:6-7)

Tetai pesan terpenting Yeshua kepada setiap orang tentang ”tanda-tanda akhir jaman” ini bukanlah masalah perang dan gempa bumi, tetapi: Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu!” Sebab mesias-mesias palsu [pemimpin rohani palsu yang mengaku dirinya sebagai Juru selamat, Yeshua Ha Mashiah] dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga. (Mat 24:4, 24)

Jadi peristiwa-peristiwa yang terjadi di dunia saat ini sungguh telah membuktikan bahwa kita berada di ujung akhir jaman, dengan kata lain Hari Kiamat sudah dekat. Sudahkan setiap kita siap berhadapatan dengan Meja Pengadilan Akhir Jaman? Siapkah kita berhadapan muka dengan Hakim Agung Yeshua Ha Mashiah, Buku Kehidupan setiap kita (setiap perbuatan yang kita lakukan di dalam terang maupun tersembunyi, dan setiap motifasi dari perbuatan kita (yang tidak diketahui manusia) tidak tersembunyi di hadapan YAHWEH) akan dibacakan oleh malaikat-malaikat-Nya. Elohim akan memberi upah kepada kita sesuai dengan perbuatan kita. Namun yang terpenting ialah apakah NAMA kita tertulis di Buku Kehidupan YAHWEH atau tidak. Jika NAMA kita tidak ada di Buku-Nya itu, Neraka adalah tempat akhir dari perjalanan hidup kekal kita (Mat 25:26-30), Sebaliknya jika ada tertulis, kita akan hidup selamanya di Sorga dan menerima upah kerja kita, seperti tertulis: Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu. (Mat 25:21, 23)

Bacaan berkait:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

[i] Libya adalah penghasil minyak terbesar di negara Afrika (46,4%).  Negara-negara pengimport minyak Libya ialah Negara Barat; Italy (28%), Perancis (15%), Jerman  (10%), Spanyol (10%), UK (4%), USA (3%). China (11%) dan Lainnya (14%).  Kasarnya 75% minyak Libya dinikmati oleh ketujuh negara Barat  di atas. Laporan EIA Febuari 2011.  http://www.eia.doe.gov/cabs/libya/pdf.pdf

Iklan

Tulis komentar Anda di sini - dengan etika dan integrity. Thanks!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: