Libya: Demontran di bomin dari udara


Pemerintah Qaddafi memakai jalan keras untuk menghentikan para demontrant. Bom dilepaskan oleh jet-jet tempur dan helikopter lapor saksi mata. Belum diketahui pasti berapa banyak korban jiwa kali ini.

Sehari sebelumnya, Senin, dua pilot menerbangkan pesawat jetnya ke Malta, menolok perintah pemerintah. Keduanya adalah kolonel.

Libya berpenduduk lebih dari 6 juta penduduk, yang mana suku Barber dan Arab adalah mayoritas, 97%. Baragama Sunni (97%).

Pemerintah Europe menolak tuduhan Qaddafi, bahwa “Jalan Arab” ini dimotori oleh Barat. Mereka berkata bahwa ini murni dari bangsanya sendiri yang tidak puas dengan kepimpinan Qaddafi.

Seorang Libya pernah berkata kepada wartawan Barat, bahwa di negara Libya rakyat bisa menghina ALLAH tetapi jangan coba-coba menghina Qaddafi.

Bacaan berkait:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Iklan

2 Tanggapan

  1. Salam Anggur Baru,
    Saya mencari pelajaran dari saudara berkaitan dengan makanan dan minuman yang halal dan haram menurut Alkitab. Boleh recomend pada saya? Terima kasih.

    • Salam sejahtera Lingko Agung,

      Tentang makanan dan minuman halal, saya memang ada terpikir untuk membuat sebuah artikel untuk hal ini. Namun sampai saat ini saya belum punya waktu. Dalam Kristianiti, masalah makan dan minum adalah masalah yang tidak penting, jika dibanding dengan masalah dosa, kekudusan hati dan pikiran, pendalaman Alkitab dsb. Makan dan minum akan menjadi penting jika yang makan dikaitkan dengan orang lain, silahkan baca: Roma 4:17-23 dan 1 Korintus 8:8-13
      Bagaimanapun hal boleh atau tidak “makan yang bersih dan kotor” Alkitab mempunyai dua kebijaksanaan. Bagi orang Yahudi keturunan asli Abraham merekat terikat dengan hukum Musa, sama seperti masalah sunat daging. Bagi pengikut Yeshua, non-Yahudi, mereka mendapat keringanan dari para rasul, baca Kisah Para Rasul 15.
      Pada dasarnya pengikut Yeshua Ha Mashiah tidak “barjalan di bawah hukum agama” tetapi “berjalan di bawah pimpinan Roh Kudus.” Dan “menerapan hukum untuk diri sendiri” dan “menerapkan belas kasihan untuk orang lain” artinya, orang Kristen tidak memaksakan apa yang ia yakini tersebut harus dilakukan kepada orang lain. Ajaran rasul Paulus pada orang Roma dan Korintus di atas sungguh sangat bijaksana.
      Itu dari saya secara garis besarnya. Anggur Baru

Tulis komentar Anda di sini - dengan etika dan integrity. Thanks!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: