Deman ”Jalan Arab” semakin menakutkan banyak pemimpin Negara Arab Suuni


President Ben-Ali, dan Mubarak telah tumbang oleh kekuatan ”Jalan Arab,” dan sekarang deman ini telah menjangkit ke Yamen, Bahrain, Jordania, Syria. Dan beberapa hari belakangan ini president Libya Muammar el-Qaddafi dan raja Moroko terserang deman ”Jalan Arab” ini.

Istilah ”Jalan Arab” sebagaimana media Arab sering pakai adalah suatu istilah yang berarti ”pendapat masyarakat populer Arab.” Sebutan ”Jalan Arab” ini pernah muncul di media Arab Libanon tahun 1950. Menurut The Oxford English Dictionary kata ”jalan” diartikan sebagai ”pendapat masyarakat populer” dipakai oleh penulis dan pelukis Inggris, Wyndham Lewis yang menyatakan bahwa Adolf Hitler tidak bisa ditekan oleh para politikus Demokrat oleh sebab Hitler adalah ”Master Jalanan.” Hitler terkenal sebagai orang yang sangat ahli mempengaruhi pendapat masyarakat atau sebagai orang yang ahli propaganda.

Libya: Kelompok Human Right Watch (HRW) mengabarkan hari Minggu (20/2, hari kelima Jalan Arab) sedikitnya 223 orang yang turun ke jalan ditembak mati dan lebih dari 800 luka-luka. 90% dari yang korban jiwa, mereka mati tertembak pada bagian kepala, hati, dada dan leher.  HRW berkesmpulan bahwa pihak pemerintah Qaddafi memang sengaja menembak untuk membunuh. Kolonel Qaddafi menjadi president sejak 1969. Pemerintah menuduh kekuatan asing dan “Islamists” berdiri dibelakang “Jalan Arab” ini.

Bahrain: Jalan Arab dimulai tanggal 16 Febuary, ribuan Shia menguasai Pearl Square (menerima cara Jalan Arab Mesir). Bahrain yang penduduknya 70% Shia tidak puas dengan raja mereka yang beraliran Sunni. Besoknya jam tiga pagi waktu setempat (saat waktu tidur lelap) ratusan polisi bersenjata berat menyerang para demontran tersebut. Sedikitnya lima meninggal dan 200 luka-luka. Sekarang “Jalan Arab” Shia kembali memenuhi Pearl Square.

Deman ini juga bahkan sampai ke Cina. Melalui internet, panggilan turun ke jalan menyebar. Liu Xiaobai turun kejalan untuk membangkitkan masyarakat, namun tidak banyak yang berani. Ia segera ditangkap oleh para polisi  berbaju sipil. Pemerintah RCC sejak awal telah memblok berita-berita demontrasi di Timur Tengah masuk negaranya. Pemerintah Komunis RCC sejak berkuasa sangat ketat mengontrol rakyatnya, namun karena kuatnya pengaruh bisnis Cina terhadap Europe dan USA, kedua Negara serikat ini tidak bisa berbuat banyak.

Kejatuhan Mubarak (11/2), disambut meriah oleh pemimpin Islam Iran. Sebelum kejatuhan Mubarak, pemimpin agama Iran Ahmad Khatami berkata: ”Sebuah Timur Tengah Islam sedang tercipta, berdasarkan pada Islam (Shia), agama, dan demokrasi agama.” Dan Pembicara Parlemen Iran berkata: “Waktunya telah tiba untuk mengatasi para regim boneka autokrasi melalui keyakinan pada pengajaran-pengajaran Islam.”

Akankah kepemimpinan Timur Tengah berpindah dari faham Sunni ke faham Shia? Benarkan Islam Shia adalah agama Islam yang lebih demokrasi dibanding Islam Sunni?
Tanda akhir jaman pada Matius 24 semakin nyata!

Bacaan berkait:

 

Referensi:

Tulis komentar Anda di sini - dengan etika dan integrity. Thanks!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: