Negara-negara Islam bergejolak; Tanda kebangkitan Islam atau kehancuran? Up-dated 19/8/2013.


Berita manca negara; Senjata RohaniQadhafi telah tumbang, oleh kekuatan NATO,  PM Rusia V. Putin (sekarang jadi president lagi) menyebut serangan tersebut sebagai “Panggilan perang Crusade.” Mubarak ditumbangkan Mohammad Morsi dari Muslim Brotherhood, Setahun kemudian Morsi ditumbangkan oleh rakyat Mesir. Sekarang giliran president Syria, Assad dicoba untuk disingkirkan. Perang di Syria ini jelas memecah Islam Sunni dengan Islam Shia. Dapatkah demokrasi Barat dianut oleh negar Islam? Baca: Negara-negara Islam menuju Demokrasi?

Selama bulan Ramadan 2013 saja korban jiwa mencapai 1651 jiwa, akitab konflik antara Islam dan melukai 3048 lainnya. Setelah Ramadan, di Mesir saja pada Rabu 14/8 bentrokkan antara tentara dengan pengikut Muslim Brotherhood menewaskan sedikitnya 600 jiwa dan diikuti 173 jiwa lainnya setelah sembayang Jumat 16/8.

Syria: Juni 2012 ini Jalan Arab telah berubah menjadi perang agama: Sunni (pemberontak degan nama Free Syrian Army; FSA) lawan Shia (pemerintah al-Assad). Korban di kedua belah pihak telah mencapai 10.000 jiwa, tidak terhitung kerugian ekonomi. Guardian.co.uk melaporkan bahwa para activist HAM menyatakan aksi militer kepada Jalan Arab Rabu minggu ini sebagai “pembantaian.” Mereka memperkirakan 100 orang terbunuh, oleh karena militer menembaki para Jalan Arab, yang terjadi di sebuah mesjid, yang dipakai sebagai pusat anti-pemerintah – juga terjadi di negara Islam lainnya.  Saksi mata mengatakan bahwa tentara melarang ambulan untuk membantu yang terluka. Lebih dari 300 pemerotes telah ditahan. Slogan Jalan Arab di Syria: “Allah, Syria, Kebebasan.” Hari Jumat setelah sembayang, pemimpin demo berharap lebih banyak orang turun ke jalan. Pemerintah Syria membunuh 200 tentara di Jisr al-Shoughour pada Juni ini karena menolak perintah untuk menembaki para demontran. Korban jiwa terhitung tanggal 15 September 2011 telah mencapai 2600 jiwa. Barat masih tetap berdiam diri. Dikuatirkan perang sipil akan timbul di Syria.

Oman: Senin, 17/01/2011, 200 orang turun kejalan melawan korupsi dan harga-harga makanan yang tinggi dengan slogan: ”Naiknya harga-harga telah menghancurkan mimpi-mimpi masyarakat umum.” Pemimpin Oman, Sultan Qaboos bin Said (memerintah sejak 1970) pada pertengahan Pebuari telah meningkatkan gaji pekerja (untuk sektor pribadi) menjadi 43% (menjadi 520 USD/bulan), namun demontrasi terus berlangsung, dan semakin besar. Tgl 27 Pebuari pihak rumah sakit mengatakan 6 meninggal setelah polisi melepaskan peluru karet. Para Jalan Arab di Oman ini sekarang juga menuntut reformasi politik, selain kenaikkan gaji.

Iran: Senin 14 Pebuari ratusan ribu demontran membanjiri pusat kota Tehran, yang dibalas dengan pukulan dan gas air-mata. Dua pemimpin demo ditahan. Pihak oposisi menyatakan lebih dari 80 teman mereka meninggal, sementara pemerintah hanya mengatakan 30 jiwa.

Libya: 25/3. Qadhafi masih dihujani roket oleh pasukan Sekutu, yang sejak kemarin kepemimpinan diambil alih oleh NATO dari USA. Negara UAE (Emirat Arab) turut mengirim 12 kapal terbangnya membantu Sekutu. Tanggal 22 September, ibukota Tripoli jatuh ketangan para pemberontak, setelah pasukkan NATO menghujani roket-roket ke pertahanan Qaddafi, membuka jalan bagi pasukan pemberontak.

Senin, 28 Pebuari, President Qaddafi diwawancarai oleh tiga jurnalist. Ia berkata bahwa para pemimpin Barat telah menghianati dirinya. Al-Qaida adalah sumber kekuatan Jalan Arab di Libya.

Tunisia: Diawali dengan matinya seorang pemuda yang membakar dirinya sendiri, telah mengakibatkan demontrasi massal yang meruntuhkan tatatan pemerintahan negaraTunisia yang dipimpin oleh Zine Ben Ali (23 tahun) di tanggal 14 Januari 2011. Korban jiwa 78 orang dan 33 keluarga dekat Ben Ali ditahan oleh pemerintahan yang baru.

Mesir: Meniru keberhasilan kekuatan rakyak Tunisia, orang-orang Mesir juga turun kejalan. Demontrasi massal yang baru berjalan 7 hari (berawal 25 Januari) sekarang telah menelan korban lebih dari 100 jiwa. Puluhan narapidana anggota Islam fanatic “Islam Brotherhood” telah melarikan diri dari penjara dan sekarang bergabung untuk menggulingkan President  Hosni Mubarak. Organisasi Islam Brotherhood merupakan organisasi Islam yang mengasasinasi president Anwar Sadat di hari parade militer, oleh sebab ia mengadakan perjanjian damai dengan Israel. Dan penggantinya, Hosni Mubarak, sejak itu secara militer dan hukum melarang kegiatan organisasi ini beroperasi di Mesir. Organisasi ini juga salah satu motor dari ”aksi sosial” membuka blokade Israel atas laut Gaza melalui kapal frotila berbendera Turky. Mubarak telah mendapat hukuman seumur hidup, tapi kelompok tertentu tidak puas dgn putusan hakim, sehingga sampai hari ini kerusuhan tetap terjadi; 7 Juni 2012.

Libanon: Terpilihnya Najib Mikat , PM yang baru, dukungan Hezbollah (organisasi Islam Shiah, yang dipercayai kepanjangan dari kaki-tangan negara Islam Iran di Libanon) tidak saja menguatirkan orang-orang Kristen Libanon, namun lebih lagi tidak dapat diterima oleh Islam Sunni Libanon.

Yaman: 25/3. Pertengahan Maret, para Jalan Arab yang tidak bersenjata ditembaki oleh penembak rahasia. Mengapa aksi militer Sekutu tidak cepat dilakukan di sini? Sementara Jalan Arab yang bersenjata di Libya ditolong (kekuatan militer langsung dan persenjataan) dengan segera? Munkin karena alasan tambang minyak. #. Demontrasi juga mulai merebak menentang president Ali Abullah Saleh, yang dituduh oleh para Islam fanatik sebagai teman penting USA untuk memerangi al-Qaida di negara Yaman dan di Timur Tengah. Mr. Saleh telah tumbang, namun kelompok fanatik Islam masih hadir, awal Juni 2012 pemerintah Yaman berhasil membunuh 23 militan Al-Qaida.

Para pemimpin keamanan negara Timur Tengah dan Israel mengatakan bahwa gejolak demonstrasi massal menumbangkan para president yang sedang terjadi di atas adalah pekerjaan para pemimpin agama Islam, atau sedikitnya mengambil keuntungan politik dari para demontrasi yang mengatas namakan kemiskinan dan susahnya lapangan pekerjaan untuk kaum muda.  ”Mereka (para Islam) memprovokasi protes-protes dibelakang layar,” kata seorang petugas keamanan Mesir.

Kekuatiran tumbangnya pemerintahan negara di atas dikabarkan telah juga berjangkit ke Algeria, Yordania, Maroko, Bahrain, dan Libya. Sejauh ini Pemimpin Arab Saudi belum terjamah oleh tangan para Islam fanatik. Para Pemimpin dunia Arab sedang mengalami guncangan yang besar.

Pada satu sisi, nampaknya para pemimpin agama Islam setempat tidak puas dengan para pemimpin negara mereka, yang juga adalah Islam. Mungkin mereka memandang para pemimpin negara mereka kurang fanatik dibanding president Iran, sama seperti para pemimpin Hamas memandang pemimpin resmi Palestina, Mahmoad Abbas (Fatah). Mereka menuduh para pemimpin negara tersebut sebagai sekutu dari Barat, khususnya USA.

Pada sisi lainnya, negara-negara yang sedang digoncang tersebut sudah lama dikenal sebagai negara Islam penganiaya orang-orang Kristen. Algeria misalnya, beberapa bulan lalu puluhan orang Kristen luar negeri diusir keluar dengan tuduhan “melakukan pekerjaan misi Kristen” dan orang asli Algeria ditangkapi dan dipenjara jika ketahuan mengunjungi ibadah Kristen orang asing dan melakukan Pendalaman Alkitab. Pemerintah Mesir turut mendukung aksi pelanggaran HAM para Islam fanatik menganiaya orang Kristen Koptik Mesir.  Pada tutup tahun 2010 puluhan meninggal dunia oleh ledakan dasyat dari sebuah bom mobil yang ditaruh di depan gedung gereja. Pemerintah Mesir tidak mengambil tindakan yang cukup untuk membela rakyatnya sendiri yang minoritas ini, bahkan memberi dukungan moril terbukti dari pengakuan beberapa orang yang ditahan pemerintah atas peristiwa penganiayaan tersebut: mereka diperlakukan dengan sangat baik dipenjara layaknya seperit pahlawan bangsa.

Jadi sesungguhnya aksi perubuhan kekuasaan para president (para Islam memanggil mereka sebagai “rejim, diktator“) di atas bukanlah kurang fanatik, tetapi penyebab utamanya ialah generasi muda (60% dari populasi) yang tidak mendapat lapangan pekerjaan. Dan ditambah “masalah” bertumbuhnya Kekristenan yang sangat pesat – di Afrika saja 6 juta Muslim per tahun pindah ke Kristen – meskipun di bayangi oleh aniaya fisik yang berat (baik untuk orang Kristen terlebih mereka yang pindah dari agama Islam).

Menurut Anda, apakah bergejolaknya negara-negara Islam di Afrika Utara dan sekitarnya ini merupakan tanda kebangkitan agama Islam atau keruntuhan agama Islam?

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog
Iklan