Umat Islam, Jangan baca Alkitab!


Lakukanlah kebajikan kepada hamba-Mu ini, supaya aku hidup, dan aku hendak berpegang pada firman-Mu. Singkapkanlah mataku, supaya aku memandang keajaiban-keajaiban dari Taurat-Mu. Aku ini orang asing di dunia, janganlah sembunyikan perintah-perintah-Mu terhadap aku. (Mazmur Daud 119:17-19)

Jika Anda seorang Muslim, maka Anda telah tiba pada artikel yang tepat! Anda perlu mengetahui fakta-fakta penting ini yang berkaitan dengan Alkitab. Tahukan Anda bahwa Alkitab adalah kitab atau buku yang terlarang dibaca oleh masyarakat di banyak negara-negara Roma Katolik di Eropa sebelum diterjemahkan dari Latin ke Inggris dan Jerman oleh para Reformator Gereja. Baca sejarah terjemahan Alkitab. Alkitab sampai saat ini juga masih salah-satu kitab atau buku yang masih sangat terlarang di banyak negara Islam dan Komunis (seperti di Korea Utara misalnya).

Pernahkah Anda berpikir dan bertanya, seperti:

  • Mengapa hanya Alkitab satu-satunya kitab suci keagamaan yang terlarang dibaca oleh masyarakat di negara-negara seperti di sebut di atas?
  • Apa alasan sesungguhnya yang membuat para pemimpin agama dan politik tertentu melarangan jemaat atau rakyatnya membaca Alkitab?

Jawabannya ialah, dalam satu kalimat singkat, “Sebab mereka ingin masyarakat tetap berada di bawah kontrol mereka.”

Alkitab memiliki kuasa bukan hanya mampu merubah hidup pembacanya lebih dari itu ia mampu merubah seluruh bangsa dalam sebuah negara. Loren Cunningham,[1] yang aktif keliling dunia mengamati mengapa sebuah negara sukses dan lainnya tidak, dalam bukunya “The BOOK that Transforms Nations; The Power of the BIBLE to change any country,” menyatakan, “Alkitab tidaklah ditulis seperti buku-buku lainnya. Itu telah ditulis oleh orang-orang yang pikirannya telah digerakkan secara supernatural oleh Roh Kudus. [2] Itu haruslah ada dibaca dengan cara yang sama. Lebih banyak Anda memberi waktu kepada Firman dengan Roh Elohim mengurapi pikiran Anda, akanlah Anda lebih menemukan Yeshua di seluruh Firman Elohim tersebut.” [3]

Di bawah ini beberapa contoh orang Muslim yang telah memberanikan diri mereka membaca Alkitab dan hidup mereka berubah total.

Mark A. Gabriel Ph.D. Ex-dosen dan professor dalam Sejarah Islam lulusan Universitas Al-Azhar Kairo.
Sejak kecil ia sudah mampu menghafal seluruh isi Kuran, pada kesaksiannya ia menulis, “Saya telah meneliti ke setiap interpretasi Kuran mencoba untuk menghindari jihad dan membunuh para non-Muslim, namun saya tetap menemukan dukungan dari praktis (jihad) tersebut.” Pertanyaan tentang Islam dan sikap anti-jihad professor ini telah membawa dirinya dilempar ke penjara yang paling sadis di Mesir.
Setelah keluar dari penjara, karena pamannya pejabat tinggi, ia diberi Alkitab oleh pemilik apotik yang ia kunjungi untuk membeli obat. Apoteker tersebut memberi petunjuk pemakaian obat, “Bacalah Kitab tersebut sebelum meminum obat.” Pada bukunya ia mengutip dua pernyataan nilai hidup yang diajar Yeshua di Injil Matius; “Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya? (Mat 16:26) Dan setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal. (Mat 19:29)

Kyai Haji Saifuddin Ibrahim, ex-Guru Besar Universitas Muhammadiah Surakarta. Asal Bima, Indonesia.
Sejak kecil sampai usia dewasa ia selalu tekun mendalami ajaran Kuran. Keluarganya dan juga mertuanya adalah tokoh Islam. Sampai suatu kali Kyai ini dikunjungi oleh utusan penerbitan Alkitab Gideon di kampus dimana ia bertugas, dan diberikan sejumlah Alkitab untuk studi banding agama bagi para mahasiswanya. Pembacaan Alkitab telah membuat ia sadar bahwa gelar keagamaan dan keterannya tidaklah bisa mengisi kehampaan hatinya.
Bapa Abraham (nama barunya) sekarang adalah seorang pengikut dan sekaligus hamba Yeshua Ha Mashiah. Kesaksian lengkap dan karya tulisnya bisa di baca pada judul.

Mutee’a Al-Fadilah, dari Saudi Arabia
Sebelumnya: Ia siap berjihad bersama Osama bin Laden di Afganistan.
Setelah membaca Alkitab: Selama waktu 6 bulan dan melalui pelajaran Injil Yohanes di Gereja setiap hari Minggu, saya belajar siapakah Ha Mashiah sebenarnya. … Akhirnya, dan tanpa bayangan keraguan, saya menerima Ha Mashiah sebagai Adonai (Tuan) dan Juruselamat pribadiku.”

Steven Masood, dari Pakistan. Sebelumnya: seorang pemberita Kuran
Setelah membaca Alkitab: Desember 1971, ditengah-tengah perang antara India dengan Pakistan, seorang pendeta memberi dia sebuah Alkitab dan Masood menghabiskan dua tahun mempelayarinya. “Saya membaca dan memeriksa bagi diriku sendiri.” Saya melihat jawabannya di Injil Yohanes 1:17, “Sebab Torat telah diberikan melalui Musa, anugerah dan kebenaran telah datang melalui Yeshua Ha Mashiah.” Saya berkata, Oh, saya telah mencari-cari anugerah ini.” Sejak itu, April 1973, Steven Masood menjadi pengikut Yeshua.

Walid Shoebat, dari Palestina
Sebelumnya: Ia anggota terrorist PLO, pindah ke Amerika untuk mengislamkan Amerika.
Setelah membaca Alkitab: Walid ditantang isterinya, seorang Katolik Meksiko, untuk menunjukkan beberapa contoh bukti, setelah ia berkata, “Alkitab telah dipalsukan oleh orang Yahudi.”
Pada saat itu saya harus pergi membeli Alkitab dan saya mulai membacanya … Saya akan begadang sampai larut malam dan membaca dengan tekun kitab suci orang Yahudi dan Kristen ini. Saya membaca Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.
Sekarang, saya adalah pendiri Yayasan Walid Shoebat Misi hidup saya dan cita-cita saya adalah membawa kebenaran tentang orang Yahudi dan Israel ke seluruh dunia, sambil mengijinkan Ha Mashiah untuk menyembuhkan jiwa saya melalui pertobatan dan mengupayakan rekonsiliasi.

Hassan (nomor 62). Lahir di sebuah Negara Islam dimana penduduknya 99% Muslim.
Sebelumnya: Sekembali dari perang, hatinya semakin gelap dan tanpa harapan.
Setelah membaca Alkitab: Ketika ia mulai membaca sebuah buku yang mengutip ayat Alkitab, ia segera mencari dari satu toko buku ke toko buku lainnya untuk membeli Alkitab, ia tidak temukannya. Alkitab adalah buku terlarang di negaranya. Ia pindah ke Turky, di negara baru ini, ia membaca kitab pertama dari Alkitab Perjanjian Baru. Ketika pembacaannya baru saja tiba di Matius pasal 11, segera ia mampu melihat terang dan harapan untuk masa depannya.

Mohsen (nomor 60), dari Iran
Sebelumnya: Putra seorang Imam. Ketika ia berada di jalan buntu dalam perjalanan mencari Jalan Lurus,
Setelah membaca Alkitab: Ia mulai membaca Alkitab. Suatu hari ketika ia tidur, ia bermimpi dan ada suara yang menjawab pertanyaan bapak Hasan ini. Sejak mimpi ini pengembaraan panjang jiwanya di padang pasir yang tidak berwadi tersebut segera berakhir.

Bilquis Sheikh, bekas isteri Departement Dalam Negeri Pakistan.
Sebelumnya: Rajin membaca Kuran dan di situ ia menemukan kata Isa al-Masih (Yeshua Ha Mashiah, di Alkitab).
Setelah membaca Alkitab: Ia ingin mengetahui lebih banyak tentang Yeshua, maka ia mulai menyelidiki Alkitab. Yeshua kemudian memberinya mimpi-mimpi bahkan mengajari dia berdoa. Dia menjadi Kristen, dan tetap Kristen sekalipun harta dan jabatan bahkan ancaman mati di depan matanya. Semua tekanan tersebut tidak dapat melepaskan dia dari Yeshuanya.

Abdullah dari Saudi Arabia Setelah membaca Alkitab: Segera setelah ia menemukan Alkitab dan mulai membacanya, ia segera memberikan hidupnya kepada Yeshua. Dipengadilan ia disuruh menyangkal Yeshua atau digorok lehernya. Ia tetap memilih Yeshua.

Ex-Muslims Unveiling Islam Dr. Ergun and Dr. Emir Ergun; Video interview
Part 1 ; Part 2 ; Part 3

Tass Saada, ex-pejuang Palestina asal Gaza. Ketika Taas sangat ingin tahu kunci kesuka citaan dan kerendah hatian dari yang tamu restorant diman ia bekerja. Tamu tersebut menyodorkan Alkitab untuk ia baca. Taas, sebagai orang Muslim, tidak berani menyentuh Alkitab tersebut apalagi membacanya, sebab ia telah diajar bahwa ”Alkitab telah dipalsukan.” Lalu tamu ini membacakan Injil Yohanes pasal 1 baginya, “Pada awalnya adalah Firman, dan Firman itu ada bersama Elohim, dan Firman itu adalah Elohim. …” Taas mengingat kejadian itu ia berkata, “Dan saya mulai bergetar dan menjadi pucat. Saya temukan bahwa saya sedang berlutut pada dengkulku dengan kedua tangan terangkat ke atas meminta Yeshua menjadi YAHWEHku dan Rajaku.”
Sekarang seluruh keluarganya adalah orang Kristen, dan ia dan istrinya menjadi pekabar Injil. Buku kesaksiannya: Once an Arafat Man: The True Story of How a PLO Sniper Found a New Life

Bacaan berkait:

Catatan kaki:1. Loren Cunningham adalah pendiri dari organisasi Youth With A Mission, yang memiliki kantor-kantor hampir di seluruh negara. 2.  2 Tim 3:16-17 –  Segala tulisan yang diilhamkan Elohim memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Elohim diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik. (2 Tim 3:16-17)3. Jesus, the Living Word, Ch 31, pg 217.

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog.

2 Tanggapan

  1. kebenaran hanya milik allah swt

  2. artikel yg jujur… bacalah alkitab…

Tulis komentar Anda di sini - dengan etika dan integrity. Thanks!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: