Afganistan: Taliban membunuh 10 NGO team medis


Sebuah team medis, yang terdiri dari dokter, perawat dan penterjemah diserang dan ditembak mati satu persatu oleh pasukan Taliban yang terdiri dari 10 orang bersenjata.

Penyerangan terjadi ketika team ini sedang dalam perjalanan kembali ke Kabul setelah menyelesaikan perawatan mata dan kesehatan lainnya di desa-desa terpencil utara Afganistan yang hanya bisa dijangkau dengan berjalan kaki, seorang pembicara untuk team ini bercerita.

Dirk Frans, pemimpin dari International Assistance Mission. berkata team yang terbunuh ialah team expedisi optometric, unit pelayan periksa mata  yang berpindah-pindah.

Mereka adalah 6 berkewarganegaraan USA (5 pria dan 1 wanita), seorang Inggris, (wanita, dokter operasi dari organisasi Bridge Afganistan), seorang Jerman (wanita) dan 2 Afganistan (pria, sebagai penterjemah). Tom  Little (USA), salah satu korban, adalah ketua team tersebut, ia telah bekerja di Afganistan lebih dari 30 tahun.

Anggota Team yang malang ini seluruhnya berjumlah 12 orang. 4 dari mereka orang Afganistan. Satu dari dua orang Afganistan yang tidak terbunuh ini adalah supir. Supir mereka ini, pria Afganistan, selamat karena ia berteriak dan melafal ayat-ayat Alkuran dan berkata, ”Saya Muslim sungguhan. Jangan bunuh saya,” menurut pengakuannya sebagaimana dikutip oleh pemimpin polisi. Pria Afgan lainnya yang selamat karena ia meninggalkan kelompok diperjalanan dan pergi pulang.

Polisi menemukan mayat mereka, 7 pria dan 3 wanita pada hari Jumat, di Profinsi Badakhshan, kata laporan resmi pemerintah hari Saptu, 7 Agustus.

Taliban mengklaim pembunuhan tersebut, dengan alasan NGO ini adalah ”mata-mata” dan ”berkotbah Kristianiti.”

Mr. Frans menolak keras tuduhan mata-mata atau penyebaran agama, ia berkata: ”Itu pastilah melawan hukum negeri ini dan peraturan-peraturan organisasi kami. Meskipun kami adalah sebuah yayasan sosial Kristen, kami dengan pasti tidak memurtadkan orang lain.”

Polisi meneguhkan bahwa team medis IAM adalah NGO (organisasi sosial) Kristen yang sudah dikenal baik oleh pemerintah, telah beroperasi di Afganistan sejak 1966.

Washingtonpost menambahkan bahwa Taliban telah melibatkan sasaran mereka kepada pekerja-pekerja sosial, Agustus 2008 kelompok Islam Taliban ini membunuh 3 wanita dari The International Rescue Committee dan juga pengemudi mereka, orang Afganistan. Empat tahun lebih awal, 11 pekerja pembuat jalan dari Cina ditembak mati di Kunduz.

Apa yang Islam Taliban Afganistan inginkan untuk orang Afganistan? Musik tidak boleh, pendidikan untuk kaum wanita tidak boleh, bantuan kesehatan dari luar tidak boleh.

Sebuah film yang didasari cerita nyata, tentang kehidupan remaja di Afganistan, saya lupa judulnya, menceritakan remaja-remaja pria diambil dari rumah-rumah orang tua merek (jika mereka tidak mengirim anak-anak mereka ini ke ‘sekolah’ untuk di ‘didik’ menjadi ‘orang-orang yang saleh dan benar’ dimana mereka dicuci otak mereka untuk membenci apapun di luar kepercayaan Islam. Seorang gadis remaja, pemeran utama film ini, terpaksa memberikan dirinya menjadi seorang pria: melalui bantuan ibunya ia memotong rambut dan berbaju seperti pria, oleh sebab ayah mereka mati dalam peperangan (melawan Rusia?) dan kakak kandung dari gadis ini juga telah ‘hilang’ dari rumah berjuang untuk Taliban, dan sementara ibunya sudah tua tidak dapat mencari nafkah untuk mereka lagi. Gadis kecil cantik in bertindak demikian agar ia bisa sedikit ‘bebas’ keluar rumah sendirian untuk mengumpulkan ranting pohon untuk kayu bakar dan bekerja apapun. Di banyak negara Islam, gadis kecil harus ditemani orang tua mereka atau kakak kandung atau paman mereka jika ingin keluar rumah. Inikah yang pemimpin militer Islam inginkan untuk bangsa mereka sendiri?

Bapa Sorgawi, kami berdoa meminta belas kasihan-Mu untuk penduduk negara Afganistan ini. Kiranya mata-Mu tertuju kepada mereka dan tangan-Mu terulur bagi mereka. Bebaskanlah mereka dari belenggu-belenggu orang jahat ini. Kiranya terang kemulian-Mu bersinar atas negeri ini, mengusir setiap awan gelap yang sudah menutupi negeri dan bangsa ini selama bertahun-tahun. Dalam nama putera-Mu yang tunggal kami berdoa, yaitu hanya di dalam satu  nama yang oleh-Nya manusia dapat beroleh selamat, yakni di dalam nama Yeshua Ha Mashiah. Amin!

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Tulis komentar Anda di sini - dengan etika dan integrity. Thanks!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: