Keselamatan Kekal, anugerah YAHWEH atau hasil pekerjaan baik manusia?


Segala tulisan yang diilhamkan Elohim memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Elohim diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik. (2Ti 3:16-17)

Konsep ”Jaminan keselamatan kekal” terdapat silang pendapat di antara orang-orang   beragama, termasuk orang Kristen sendiri.

  • Benarkah jaminan keselamatan kekal hanya anugerah Elohim  (God) semata kepada setiap manusia, sekalipun orang tersebut tidak bermoral dan jahat? Atau
  • Benarkah perbuatan baik manusia dapat membuat orang tersebut memiliki jaminan keselamatan kekal, terlepas dari agama apapun yang ia anut? Atau
  • Benarkah bahwa jaminan keselamatan kekal itu sudah ditentukan oleh Yang Mahakuasa bahkan sebelum orang tersebut lahir; (teori predistinasi)?

Jawaban apa yang benar atas ketiga pertanyaan di atas?

Setiap agama dan kepercayaan memiliki jawaban sendiri dari pertanyaan di atas. Tetapi apa kata firman YAHWEH, yakni Alkitab, tentang perkara yang sangat penting ini?

Teori predestinasi (ditetapkan dari awalnya) jaminan keselamatan kekal dengan jelas ditolak oleh Alkitab. Itu jelas pada ayat ini: Tetapi jikalau orang fasik bertobat dari segala dosa yang dilakukannya dan berpegang pada segala ketetapan-Ku serta melakukan keadilan dan kebenaran, ia pasti hidup, ia tidak akan mati. Segala durhaka yang dibuatnya tidak akan diingat-ingat lagi terhadap dia; ia akan hidup karena kebenaran yang dilakukannya. Apakah Aku berkenan kepada kematian orang fasik? demikianlah firman Adonai YAHWEH. Bukankah kepada pertobatannya supaya ia hidup? Namun sebaliknya, Jikalau orang benar berbalik dari kebenarannya dan melakukan kecurangan seperti segala kekejian yang dilakukan oleh orang fasik–apakah ia akan hidup? Segala kebenaran yang dilakukannya tidak akan diingat-ingat lagi. Ia harus mati karena ia berobah setia dan karena dosa yang dilakukannya. (Yeh 18:21-24)

Di sini YAHWEH sendiri berkata, bahwa keselamatan kekal itu tergantung pribadi orang itu sendiri, maukah ia menerima atau menolak pemberian Elohim yang indah ini. Untuk lebih jelas bisa baca “Iblis berkata: Sekali selamat tetap selamat, sahabatku!”

Kita kembali kepada pertanyaan ”Keselamatan kekal, anugerah YAHWEH atau hasil pekerjaan baik manusia?”

  • Orang yang setuju kepada doktrin ”Keselamatan kekal adalah anugerah Elohim semata kepada manusia” mendasarkan doktrinnya pada: (Ef 2:8-9) Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Elohim, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.
  • Dan orang yang percaya kepada doktrin ”Keselamatn kekal adalah hasil perbuatan manusia” mendasarkan doktrinnya pada: (Rom 2:6-7) Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya, yaitu hidup kekal kepada mereka yang dengan tekun berbuat baik, mencari kemuliaan, kehormatan dan ketidakbinasaan,

David Pawson, seorang pengajar Alkitab dari Inggris berkata, “Setiap orang dapat mempertahankan apapun argumentnya dengan mengutip ayat-ayat Alkitab keluar dari konteknya.”

Sekarang ambil Alkitab Anda, dan kita selidiki ayat-ayat tentang keselamatan kekal menurut konteknya dan hubungannya dengan kitab-kitab lainnya di Alkitab. Yehezkiel 18:21-24 di atas telah menjelaskan bahwa faktor terakhir dari keselamatan kekal manusia tergantung dari manusia itu sendiri, maka penting untuk mengerti posisi kita sebagai manusia di hadapan Pencipta kita.

Posisi manusia di hadapan Elohim.
”… bahwa mereka semua ada di bawah kuasa dosa, seperti ada tertulis: “Tidak ada yang benar, seorangpun tidak. Tidak ada seorangpun yang berakal budi, tidak ada seorangpun yang mencari Elohim. Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak. (Rom 3:9-12). Paulus merefer kepada tulisan di kitab Mazmur 14:1-3 dan 53:1-3. Dan ayat seterusnya sampai ayat 18 pada Roma 3 adalah daftar kejahatan manusia yang diceriminkan kepada hukum Taurat Elohim yang sempurna  dan kudus (19-20; Roma 7:12) dan tetap berlaku selama bumi dan langit yang kita lihat ini masih ada (Mat 5:18).

Sesungguhnya, di bumi tidak ada orang yang saleh: yang berbuat baik dan tak pernah berbuat dosa! (Pengkotbah 7:20)

Dari mana Daud (penulis kitab Mazmur) dan Salomo, putera Daud, (penulis kitab Pengkotbah)  mendapat pemikiran seperti ini? Kejahatan manusia telah disesali oleh YAHWEH sejak jaman nabi Nuh (Kej 6:5-7), dan ini berakar dari pemberontakan manusia pertama, Adam dan Hawa kepada Pencipta mereka (Kej pasal 3).

Sebagaimana komputer robot tidak bisa menjadi manusia, demikianlah manusia yang sudah memiliki dosa keturunan (dari Adam) tidak bisa kembali menjadi manusia Adam-yang bersih sebelum ia makan buah terlarang) melalui perbuatan baik apapun. YAHWEH itu Mahasuci dan Mahasempurna, demikian pula dengan hukum-hukum-Nya. Karena posisi manusia inilah ia dapat menulis: ”Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Elohim oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa. (Rom 3:20; juga Gal 2:16). Taurat YAHWEH itu seperti cermin untuk manusia, semakin kita menyelidiki hati kita di hadapan ”cermin” ini, semakin kita tahu betapa kotornya kita. Jadi semakin kita berusaha melakukan perintah-perintah hukum Taurat, yakni berbuat baik, semakin kita tahu bahwa kita berada di bawah kutuk! Mengapa???

Karena Alkitab telah berkata: Karena semua orang, yang hidup dari pekerjaan hukum Taurat, berada di bawah kutuk. Sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang tidak setia melakukan segala sesuatu yang tertulis dalam kitab hukum Taurat.” (Gal 3:10 dari Ul 27:26).

Artinya, sekali lagi itu, bukan karena salah hukum Tauratnya, tetapi salah manusianya, yakni tidak ada satu orangpun yang mampu melakukan SEMUA (segala sesuatu) perintah Taurat tersebut. Anggaplah Anda orang hebat dan sangat baik, Anda bisa melakukan delepan dari 10 Perintah YAHWEH, maka hasilnya adalah Anda tetap terkutuk, sebab Anda telah gagal melakukan segala sesuatu yang tertulis di dalam kitab hukum Taurat.”

Jadi apa maksudnya dengan ayat(Rom 2:6-7) di atas?  Itu akan dijelaskan kemudian.

Jalan satu-satunya manusia bisa diampuni dosanya.

Sejak jatuhnya manusia pertama, sampai dipanggilnya Abraham menjadi bapa segala bangsa kepercayaan monoteism (Israel, Kristen, Ismail) tahu bahwa ”penebusan dosa harus dibayar dengan menyembelih binatang hidup (domba, kambing, burung tekukur), lalu imam besar dengan jarinya sendiri membubuhkan darah dari binatang korban penghapus dosa pada tanduk-tanduk mezbah korban bakaran. Darah yang tersisa dicurahkan ke bagian bawah mezbah korban bakaran (Imam 4). Inilah ketetapan YAHWEH kepada setiap umat-Nya melalui nabi Musa: Korban darah adalah jalan satu-satunya bagi penebusan dosa-dosa manusia. Setiap kali umat-Nya berbuat dosa, ia harus membawa binatang korban tertentu kepada imam besar (Ibr 5:1).

YAHWEH adalah Roh, dan bukan daging. Ketetapan di atas, Alkitab katakan adalah gambaran jasmani dari penebusan dosa yang sesungguhnya, yang saat itu (jaman Musa dan para nabi) belum dinyatakan.

Ketika Yahshua Ha Mashiah / Yesus Kristus/ Isa Al Massih,  putra tunggal Elohim datang ke bumi, itulah waktu dari penggenapan “korban penebusan dosa yang sesungguhnya,” yaitu: Yahshua, Putra tunggal YAHWEH itu sendiri. Perhatikan ayat-ayat ini:

  • Segera ketika Yohanes Pembaptis melihat Yahshua ia berkata kepada para pendengarnya: “Lihatlah Anak domba Elohim, yang menghapus dosa dunia.” (Yoh 1:29)
  • Dan Filipus menerangkap Injil Yahshua kepada pembesar Etiopia: ”Seperti seekor domba Ia dibawa ke pembantaian; dan seperti anak domba yang kelu di depan orang yang menggunting bulunya, demikianlah Ia tidak membuka mulut-Nya.” (Kis 8:32; Yes 53:7)
  • Penulis kitab Ibrani menerangkannya sebagai berikut: Tetapi Mashiah telah datang  sebagai Imam Besar untuk hal-hal yang baik yang akan datang: Ia telah melintasi kemah yang lebih besar dan yang lebih sempurna, yang bukan dibuat oleh tangan manusia, –artinya yang tidak termasuk ciptaan ini, — dan Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri. Dan dengan itu Ia telah mendapat kelepasan yang kekal. (Ibr 9:11-12)
  • Dan rasul Petrus: Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia … dengan darah yang mahal, yaitu darah Mashiah yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat. Ia telah dipilih sebelum dunia dijadikan, tetapi karena kamu baru menyatakan diri-Nya pada zaman akhir. (1Pet 1:18-20)
  • Juga rasul Yohanes di dalam penglihatan supernaturalnya: Maka aku melihat di tengah-tengah takhta dan keempat makhluk itu dan di tengah-tengah tua-tua itu berdiri seekor Anak Domba seperti telah disembelih, bertanduk tujuh dan bermata tujuh: itulah ketujuh Roh Elohim yang diutus ke seluruh bumi.” (Wah 5:6)

Yahshua Ha Mashiah adalah satu-satunya jalan menuju Sorga.
Di kayu salib, kalimat terakhirnya sebelum Ia menyerahkan roh-Nya kepada Bapa-Nya ialah: ”Sudah selesai.” (Yoh 19:30).

Ia berkata demikian bukan karena penderitaan dan sakit yang Ia tanggung sudah selesai, ya, sakit fisik berakhir ketika seorang meninggal dunia, namun bukan ini yang Ia maksudkan. Kalimat ”sudah selesai” di sini ialah tugas yang Bapa Sorga berikan kepada-Nya sebagai ”korban penebus dosa manusia” yang sempuna dan sekali untuk selamanya itu adalah sudah selesai. Dan ”…Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi [kedatangan-Nya yang kedua kalinya sebagai Hakim] tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia. (Ibr 9:26-28)

Sesungguhnya (setiap orang yang menghargai dan menerima) kematianNya di salib inilah yang dimaksud Alkitab pada Efesus 2:8-9 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Elohim, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.

Dan ayat pada Roma 2:6-7: Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya, yaitu hidup kekal kepada mereka yang dengan tekun berbuat baik, mencari kemuliaan, kehormatan dan ketidakbinasaan, adalah upah hidup benar dan kudus dari orang-orang yang TELAH diselamatkan oleh iman dalam Efesus 2:8-9 tersebut. Ayat pada kitab Roma ini ditulis oleh rasul Paulus kepada jemaat (orang Kristen) di Roma sehubungan dengan kerinduan Paulus untuk memberitakan Injil – yaitu: keselamatan melalui iman dan hidup oleh iman – kepada orang Yahudi maupun non-Yahudi khususnya orang Yunani, seperti tertulis: Itulah sebabnya aku ingin untuk memberitakan Injil kepada kamu juga yang diam di Roma. Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Elohim yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani. Sebab di dalamnya nyata kebenaran Elohim, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: “Orang benar akan hidup oleh iman.” (Rom 1:15-17)

Pada pasal dua ia mengalamatkan hal itu kepada orang-orang Yahudi yang TELAH percaya kepada ajaran Musa dan kitab Tauratnya, tetapi hidup diluar kebenaran hukum Taurat (17-25). Jadi jelas bahwa ayat 6-7 tersebut adalah perintah Paulus untuk orang Yahudi di Roma itu bertobat, kembali kepada ajaran YAHWEH, atau binasa, kehilangan hidup kekal.

Jika kita menaruh ayat-ayat Alkitab pada konteknya, maka tidak akan terdapat kontradiksi di dalam Alkitab!

Mengerti bahwa Yahshua adalah satu-satunya Jalan menuju Sorga adalah sangat essensial. Berpikir bahwa Anda bisa masuk Sorga dengan perbuatan baik Anda itu sama artinya menolak pengorban darah-Nya di kayu salib, itu adalah suatu penghinaan besar kepada Bapa Sorgawi. Seorang berkata, ”lebih baik tidak terlahir di bumi daripada terlahir dan menolak pengorbanan Yahshua, sebab besarlah hukuman bagi orang yang telah menghina Dia yang kudus dan benar namun bersedia mati untuk orang berdosa.”

Paket urutan ”keselamatan kekal adalah anugerah” kemudian ”keharusan berbuat baik sesuai perintah YAHWEH” adalah sangat jelas di seluruh Alkitab, beberapa contoh:

  • Yeh 18:21-24 , Elohim berbicara kepada Israel, umat-Nya
  • 1Kor 5:1-13, buanglah ragi yang lama: percabulan, peyembahan berhala, fitnah dll.diperintahkan kepada Kristen, umat-Nya
  • Ulangan 28:1-14, 15-68, adalah upah berkat (14 ayat) dan upah kutuk yang panjang (53 ayat) yang dibacakan Musa kepada bangsa Israel, umat-Nya
  • 1Tim 6:14, adalah amanat untuk menuruti perintah Elohim, dengan tidak bercacat dan tidak bercela hingga pada saat YAHWEH kita, Yahshua Ha Mashiah menyatakan diri-Nya di tujukan kepada orang Kristen
  • Wahyu 3:1-5, perintah bangunlah dan sempurnakan pekerjaan diperintahkan Yahshua kepada jemaat di Sardis, umat tebusan-Nya

Perintah “hidup benar (berbuat  baik sesuai perintah-Nya)” mengikuti langkah ”setelah diselamatkan oleh iman melalui anugerah pengorbanan darah Yahshua di kayu salib” kita bisa pelajari dari kitab Ibrani pasal 12 dan 13 di bawah ini:

Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yahshua, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Elohim. (Ibr 12:1-2)

Ayat 4 sampai 11 bicara tentang ”Bapa (jasmani, terlebih rohani) yang mengasihi anak-anaknya” pastilah mendisiplin mereka dengan tujuan membuat mereka memiliki karakter yang serupa dengan karakter bapanya, perhatikan kata-kata perintah/ kata kerja (verb) seperti nampak pada ayat-ayat selanjutnya:

Sebab itu kuatkanlah tangan yang lemah dan lutut yang goyah; dan luruskanlah jalan bagi kakimu, sehingga yang pincang jangan terpelecok, tetapi menjadi sembuh.
Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat YAHWEH.
Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Elohim, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.

Janganlah ada orang yang menjadi cabul atau yang mempunyai nafsu yang rendah seperti Esau [putra pertama Ishak; Ishak adalah anak perjanjian], yang menjual hak kesulungannya untuk sepiring makanan. Sebab kamu tahu, bahwa kemudian, ketika ia hendak menerima berkat itu, ia ditolak, sebab ia tidak beroleh kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya, sekalipun ia mencarinya dengan mencucurkan air mata.

Sebab kamu tidak datang kepada gunung yang dapat disentuh dan api yang menyala-nyala, kepada kekelaman, kegelapan dan angin badai, kepada bunyi sangkakala dan bunyi suara yang membuat mereka yang mendengarnya memohon, supaya jangan lagi berbicara kepada mereka, sebab mereka tidak tahan mendengar perintah ini: “Bahkan jika binatangpun yang menyentuh gunung, ia harus dilempari dengan batu.” Dan sangat mengerikan pemandangan itu, sehingga Musa berkata: “Aku sangat ketakutan dan sangat gemetar.” Tetapi kamu sudah datang ke Bukit Sion, ke kota Elohim yang hidup, Yerusalem sorgawi dan kepada beribu-ribu malaikat, suatu kumpulan yang meriah, dan kepada jemaat anak-anak sulung, yang namanya terdaftar di sorga, dan kepada Elohim, yang menghakimi semua orang, dan kepada roh-roh orang-orang benar yang telah menjadi sempurna, dan kepada Yahshua, Pengantara perjanjian baru, dan kepada darah pemercikan, yang berbicara lebih kuat dari pada darah Habel.

Jagalah supaya kamu jangan menolak Dia, yang berfirman. Sebab jikalau mereka, yang menolak Dia yang menyampaikan firman Elohim di bumi, tidak luput, apa lagi kita, jika kita berpaling dari Dia yang berbicara dari sorga? Waktu itu suara-Nya menggoncangkan bumi, tetapi sekarang Ia memberikan janji: “Satu kali lagi Aku akan menggoncangkan bukan hanya bumi saja, melainkan langit juga.” Ungkapan “Satu kali lagi” menunjuk kepada perubahan pada apa yang dapat digoncangkan, karena ia dijadikan supaya tinggal tetap apa yang tidak tergoncangkan. Perintah dan ajaran Yahshua ialah melakukan hukum YAHWEH; Ia sendiri berkata: “Aku tidak meniadakan hukum!” Tepatnya, mentaati hukum YAHWEH adalah gaya hidup Yahshua, juga Paulus dan para rasul Alkitab.

Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Elohim menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut. Sebab Elohim kita adalah api yang menghanguskan. (Ibr 12:12-29).  Putra-Nya, Yahshua, telah memberi contoh kepada kita bagaimana melakukan cara beribadah yang benar, yang berkenan kepada-Nya. Alkitab adalah petunjuk ibadah yang berkenan, doktrin gereja dan tradisi gereja adalah sampingan dan tidak penting.

Berlanjut sampai Ibrani 13:1-17. Lalu penulis kitab Ibrani ini menyimpulkan tujuan suratnya tersebut dengan kalimat ini:

Maka Elohim damai sejahtera, yang oleh darah perjanjian yang kekal telah membawa kembali dari antara orang mati Gembala Agung segala domba, yaitu Yahshua, Yahweh, kiranya memperlengkapi kamu dengan segala yang baik untuk melakukan kehendak-Nya, dan mengerjakan di dalam kita apa yang berkenan kepada-Nya, oleh Yahshua Ha Mashiah. Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya! Amin. (Ibr 13:20-21)

Jadi, kita bisa menarik sebuah kesimpulan dari uraian di atas yang berdasarkan pertanyaan ”Keselamatan Kekal, anugerah YAHWEH atau hasil pekerjaan manusia?” dengan  kalimat ini:

  1. Bahwa manusia hanya dan hanya dapat diselamatkan, dibenarkan, masuk kedalam Kerajaan Sorga dan  hidup yang kekal melalui iman kepada Yahshua Ha Mashiah, yang telah menganugerahkan penebusan dosa manusia melalui pengorbanan darah-Nya sendiri di kayu salib – Yohanes 14:6KEMUDIAN
  2. bagi mereka yang mau dan sudah menerima anugerah tersebut, mereka diwajibkan oleh YAHWEH untuk hidup kudus dan benar, sebagaimana Bapa mereka ada, yakni kudus dan benar.”

Urutan di atas sama tepat dengan urutan “Bertobatlah dan beri dirimu dibaptis” (Kis 2:38; 13:24; 19:4), bukan “dibaptis lalu bertobat.” Doktrin perbuatan baik untuk menebus dosa sana nilainya dengan doktrin pembaptisan bayi untuk bebas dari dosa turunan, kedua doktrin ini adalah ibadah yang tidak berkenan kepada-Nya (Ibr 12:29).

Singkat kata: “Pertama ialah Efesus 2:8-9 lalu kemudian setelah itu yang kedua Roma 2:6-7. Keduanya penting dan harus dimiliki, namun urutannya tidak bisa dibalik!”

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Tulis komentar Anda di sini - dengan etika dan integrity. Thanks!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: