Roma: Kritik sex abuse disamakan Anti-Yahudi oleh pengkotbah Vatikan


Berbicara di St. Peter’s Basilica, Roma, Rev. Raniero Cantalamessa berkotbah di depan Paus Benedictus XVI dan umat Katolik. Ia mempersamakan kritik-kritik dunia atas Gereja Roma Katolik  – sehubungan dengan ribuaan pastornya yang terlibat di dalam skandal pelecehan sex anak – dengan anti-Semitism atau anti-Yahudi. Pernyataan ini memicu kemarahan orang-orang Israel dan para korban (dan keluarga korban) sex abuse.

Rev. Raniero pada kotbah  perayaan ”Good Friday” tanggal 2 April 2010, yang mana Gereja Roma percaya secara tradisi bahwa Yahshua Ha Mashiah / Yesus Kristus tersalib pada hari Jumat, mengutip sebuah surat yang ia ”mengaku” dapat dari ”seorang teman Yahudinya” berbunyi:  “Saya mengikuti serangan-serangan kekerasan dan konsentris terhadap gereja [Roma Katolik], Paus dan semua orang beriman oleh seluruh dunia, … Penggunaan stereotip, berjalannya dari tanggung jawab pribadi dan rasa bersalah ke kesalahan kolektif, mengingatkan saya tentang aspek yang lebih memalukan dari anti-Semitisme.” Dengan kata lain kalimat ”temannya” ini berkata bahwa, ”rasa bersalah dan malu yang dialami oleh anak-anak korban skandal sex anak (yang sekarang sudah dewasa)  yang dilakukan oleh para pastor gereja Roma adalah bukan kesalahan kolektif dari Gereja Roma Katolik, tetapi tanggung jawab para korban skandal sex abuse itu sendiri.”

Pengkotbah ini adalah satu-satunya orang yang boleh berkotbah dan memberi meditasi kepada Paus dan petinggi-petinggi Vatikan. Ia dilantik tahun 1980 sebagai pengkotbah Vatikan oleh Paus Yohanes II.

Pengkotbah senior Vatikan ini lupa sama sekali pesan Yahshua ini:

Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya. Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka. (Mat 5:27-29)

Komentar kemarahan atas penyamaan antara “kritik kepada Vatikan” dan “korban Holokos Yahudi”:

Kristine Ward, jurubicara the National Survivor Advocates Coalition sebuah badan yang menolong para korban skandal di USA: ”Dia memilih untuk menyamakan fitnah terhadap orang-orang Yahudi sebagai sama dengan kritik terhadap Paus Benedictus.”

Peter Isely, jurubicara Snap untuk menopang korban USA, berkata kotbah tersebut “tidak hati-hati dan tidak bertanggung jawab.” Ia berkata: ”Mereka duduk di istana paus, mereka mengalami sedikit tidak nyaman, dan mereka memperbandingkan mereka sendiri dikumpulkan atau dibarikan dan dikirim dengan gerobak-gerobak binatang ke Auschwitz? … You cannot be serious.”

David Clohessy, penasehat hukum untuk para korban pelecehan sex di US, menyebut memperbandingkan kritik kepada gereja Katolik dengan holokos Yahudi adalah ”sangat tidak berperasaan dan salah arah.” “Orang-orang yang dengan sengaja dan terus-menerus menyembunyikan kejahatan seks anak ialah sama sekali bukan para korban,” katanya.

Rabbi Riccardo Di Segni, ketua rabbi untuk Roma, tertawa dengan tidak percaya ketika ditanya tentang  pernyataan Rev. Cantalomessa. Rabbi ini berkata: ”Dengan sedikit ironi, saya akan mengatakan hari ini adalah Jumat Agung, ketika mereka (pemimpin Katolik) berdoa agar Yahweh menerangi hati kami sehingga kami mengenal Yahshua,” rabbi ini berkata, merefer kepada sebuah doa tradisi liturgi Katolik meminta para Yahudi berpindah ke Katolik, ”Kami juga berdoa Yahweh menerangi hati-hati mereka.”

Abraham Foxman, nasional direktur dari the Anti-Defamation League in US, berkata: “Anda dapat berpikir bahwa seorang pastor senior di gereja [Katolik] seharusnya  telah memiliki pemahaman yang lebih baik tentang anti-Semitism daripada membuat perbandingan yang mengerikan ini.”

Stephan Kramer, Sekretaris Jendral dari the Central Council of Jews di Jerman, itu adalah ”kurang ajar dan sebuah penghinaan kepada para korban pelecehan sexual dan juga para korban Holokos.” Ia menambahkan bahwa Vatikan ”adalah jatuh kembali keatas methode-methode umum yang telah biasa digunakan selama beberapa dekade untuk menekan dan menyembunyikan masalah-masalah yang dikompromikan” Gereja Katolik.”

”Sejauh ini saya belum pernah melihat St. Peter terbakar, tidak juga ada ledakan kekerasan melawan imam-imam Katolik,” dia berkata. ”Saya tanpa kata-kata. Vatikan sekarang mencoba merubah para pelaku jadi para korban.”

David Willey dari BBC, di Roma, berkata komentar-komentar menunjukan Gereja [Roma Katolik] terus membela diri-sendiri secara ketat dan terbuka melawan tuduhan-tuduhan secara sistematik menutupi perkara-perkara pelecehan sexual oleh imam-imannya dalam beberapa dekade terakhir.

Anti-Semitism atau Anti-Yahudi dalam kontek di sini ialah seringnya dunia internasional menuduh dan menyerang orang Yahudi dibalik semua kekacauan dunia, menjadikan orang Yahudi sebagai kambing-hitam.

Bukti-bukti terakhir menunjukkan bahwa sumber Anti-Semitism sesungguhnya ialah Gereja Roma Katolik – ingin menguasai kota Zion / Yerusalem yang adalah lambang dari tempat ”kediaman” Raja Damai.

Dr. Derek Prince menyatakan dengan tegas bahwa ”akar dari anti-Semitism adalah anti-Kristus.”

Para korban ini sampai sekarang mengalami troma rasa malu dan kotor terhadap diri mereka sendiri atas apa yang para pemimpin rohani tersebut telah lakukan terhadap mereka di masa kanak-kanak mereka. Banyak gadis-gadis dan anak-anak laki yang dilecehkan oleh pastor ini tidak berani bicara kepada orang tua mereka, andaikan orang tua mereka mengetahuinya, orang tua mereka lebih merasa aman untuk tutup mulut daripada menerima hukuman ”excommunication” yakni dikucilkan oleh pastor dan komunitas mereka – bayangkan sebuah keluarga Kristen yang tinggal di propinsi Aceh.

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog
Iklan

Tulis komentar Anda di sini - dengan etika dan integrity. Thanks!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: