Doa syafaat untuk bangsa Haiti


Haiti, Januari 2010. Gempa bumi terjadi pada 12 Januari 2010 pada jam 4.53 waktu setempat yang berkekuatan 7,0 skala Richter, melumpuhkan hampir seluruh wilayah ibukota Haiti, Port-au-Prince, menewaskan sedikitnya 50 ribu jiwa dan sedikitnya 300 ribu jiwa tampa rumah.

Updated 2/2/2010: meninggal sekitar 170 000 jiwa, 200 000 luka-luka dan 1000 000 jiwa tanpa rumah.

Negeri ini yang sebelum gempa telah kekurangan pusat-pusat kesehatan dan lemahnya infrastructur, merupakan negara termiskin di benua Amerika dan menempati ranking ke 146 dari 177 negara menurut Index Perkembangan Manusia yang dikeluarkan oleh Program Pengembangan PBB.

70% dari rakyat Haiti hidup di bawah 2,15 USD sehari dan separuh dari 8,5 juta jiwa adalah tanpa pekerjaan. Dengan ditambahnya gempa ini maka beban yang ditanggung terlalu berat bagi rakyatnya. ABC News video: Bodies line streets of the Capital, online untill 14 April 2010

Pusat gempa ini berlokasi hanya 16 kilometer dari ibukota yang sangat padat penduduknya merubuhkan istana presiden, hotel-hotel, kantor bangunan PBB (pemimpin PBB untuk Haiti salah satu korban) serta kantor-kantor pemerintah lainnya, dan termasuk gereja Cathedral.

Penduduk Haiti 80% adalah Roma Katolik, Protestant 16%. Secara kasar separuh dari penduduknya mempraktekan ilmu Vood00 (ilmu gelap yang berasal dari benua Afrika; berkomunikasi dengan orang mati); History Central/haiti population

Bilamana Aku menutup langit, sehingga tidak ada hujan, dan bilamana Aku menyuruh belalang memakan habis hasil bumi, dan bilamana Aku melepaskan penyakit sampar di antara umat-Ku, dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka. (2Taw 7:13-14)

Bangsa Haiti sangat memerlukan bantuan kesehatan, dan lima bahan kehidupan pokok, terlebih lagi kebutuhan berdamai dengan Pencipta mereka. Mari kita berdoa syafaat untuk mereka. Harap baca: Doa syafaat yang efektif dan peperangan rohani.

Updated 19/01/10. Kemarin 50 ribu (dari 70 ribu yang dikubur massal) mayat telah dibakar secara massal. Hari dikabarkan bahwa di tempat-tempat korban gemba bumi berkeliaran banyak perampok, mereka megambil keuntungan di dalam kesusahan hidup saudara mereka sendiri. Para orang jahat ini membuat bisnis dengan barang rampasan tersebut, termasuk barang makanan bantuan dari luar negeri. Tentara dari luar perlu ditambah untuk membuat kondisi terkendali. Kurangnya air dan rumah-rumah sakit ditambah dengan kondisi kehidupan setelah gempa, beberapa pekerja sosial kuatir bahwa korban kematian setelah gempa akan lebih besar dari pada meninggal langsung karena gempa itu sendiri.

Pola hidup manusia telah berubah banyak di dalam 20 tahun terakhir ini. Hati dan pikiran banyak manusia semakin dingin dan egois. Peristiwa perampokan antar sesama korban di Haiti mengulang apa yang terjadi di Louisiana, USA beberapa tahun lalu. Orang-orang mengambil keuntungan saat sesama bangsanya kehilangan keluarga dan harta benda seperti di atas juga terjadi di Aceh saat Tsunami menewaskan kurang lebih 120 ribu jiwa.Yahshua menjawab murid-murid-Nya “apa tanda akhir jaman dan kedatangan Engkau yang kedua kali?”,  Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin.” (Mat 24:12). Artinya: bertambahnya orang-orang yang durhaka terhadap perintah dan hukum-hukum-Nya membuat kasih mereka kepada sesamanya hilang. Sungguh kita telah tiba pada akhir jaman.

Sejarah singkat negara Haiti:

“Haiti  telah mengalami perbudakan, revolusi, hutang, penghancuran hutan, korupsi, perlakuan yan g salah dan kekerasan,” kata Alex von Tunzelmann, seorang sejarawan dan penulis yang sedang menulis sebuah buku tentang negara Haiti (bagian barat dari pulai ini) dan negara-negara tetangganya; Republik Dominika (bagian timur pulau Haiti) dan pulau tetangganya, Kuba.

Haiti, atau Ayiti suku Taino (penduduk asli pulau ini) memanggilnya,  C. Columbus ’menemukan’ pulau ini  (Deseber 1492) dan mengklaimnya untuk Spanyol memberinya nama: La Isla Espanola. Penguasa ini kemudian berpindah ke bagian timurnya melepaskan ’negara’ Heiti ketangan Inggris, Belanda dan Perancis. Dan 1665 sepenuhnya dikuasai oleh Perancis.

Haiti dahulunya ialah Mutiara dari Antilles, satu dari sekian pulau-pulau terkaya dalam penguasa Perancis. Emas dan perak telah ditambang di sini. Tahun 1780an, Haiti mengexport 60% dari semua kebutuhan kopi seluruh Europe dan gula 40%: lebih dari semua gabungan hasil dari tanah koloni Barat India milik Britania. Perancis mengirim 40 ribu budak pertahun ke pulau ini. Akhir abad 18, di Haiti terdapat satu pertiga dari semua pasar perbudakan di Atlantik.

Penderitaan panjang orang Haiti. Kehidupan budak sangatlah berat, dan menyedihkan, seorang budak dikemudian hari menulis: “Tidakkah mereka sudah menggantung pria-pria dengan kepala dibawah, … mengubur mereka hidup-hidup? … Tidakkah mereka sudah menaruh pria-pria dan wanita-wanita kedalam drum-drum yang dalamnya dibungkus dengan benda-benda tajam dan menggulingkannya dari sisi gunung ke dalam teluk-teluk?”

1791 lahirlah pemberontakan para budak atas tuan mereka yang brutal ini, mengakibatkan perang sipil yang berdarah. ribuan dari ‘pemberontak’ ini dihukum mati.
1803 Britania mengalahkan Perancis, dan tahun 1804 Haiti memproklamasikan kemerdekaannya.
Haiti harus membayar sekitar 150 juta Franc dalam bentuk emas, suatu harga yang sangat mahal. Negara ini membayar dengan meminjam uang dari bank-bank USA, Jerman dan Perancis. Pada tahun 1900, 80% dari seluruh pengeluaran negara Haiti hanyalah untuk membayar hutang.
1911 USA menjajah Haiti, selama hampir 20 tahun. Dan setelah itu diikuti problem-problem politik dalam negeri.

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Tulis komentar Anda di sini - dengan etika dan integrity. Thanks!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: