Bajing vs Ular


Tapi kamu, saudara-saudara, kamu tidak hidup di dalam kegelapan, sehingga hari itu tiba-tiba mendatangi kamu seperti pencuri, karena kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan. Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar. (1Tsk 5:4-6)

Gambar pertarungan antara bajing dan ular ini diambil dari kisah nyata yang direkam dalam sebuah camcorder yang terjadi di pantai suatu negara bagian Amerika Serikat.

Pertarungan kedua binatang ini dapat menggambarkan pertarungan rohani setiap pengikut Yahshua di dalam kehidupan sehari-hari. Kita akan pelajari di sini hubungan karakter alamiah bajing dengan karakter alamiah umat YAHWEH.

Alkitab menerangkan kepada kita karakter Iblis atau Setan yang dipanggil dengan nama ular naga/ ular tua (dalam bahasa Inggrisnya ”dragon.” Cerita tentang Ular tua ini ada sejak hadirnya manusia pertama di Taman Eden pada kitab Kejadian sampai akhir hadirnya manusia di Bumi ini seperti yang dinubuatkan di dalam kitab Wahyu. Setan yang digambarkan sebagai ular adalah musuh utama bagi setiap manusia yang rindu hidup dalam kebenaran dan kekudusan YAHWEH.

Yang menjadi bahasan utama di sini adalah binatang bajing dan bukan ular. Ada sedikit informasi yang membahas karekter binatang bajing yang kecil dan nampak lemah ini, sebaliknya binatang ular telah terkenal dan dipakai sebagai lambang kebesaran kerajaan, seperti kerajaan Babel kuno, Mesir Kuno, Yunani, negara China, Vatikan. Ular naga / dragon merupakan simbol kekuasaan, kekuatan dan khususnya untuk Republik China itu juga sebagai lambang keberuntungan.

Bajing adalah binatang yang kecil dan lembut, namun ajaibnya ialah ia berani bertarung menghadapi seekor ular. Beberapa ilmuwan Amerika Serikat telah menemukan sesuatu karekter yang unik dari binatang bajing ini. Didapatkan bahwa ketika bajing diperhadapkan dengan seekor ular, bajing ini akan memanaskan buntutnya dan menggoyang-goyangkannya. Ular ini yang dapat merasakan panas dari buntut bajing tersebut biasanya akan berlalu dari mangsanya tanpa menyerang. Uniknya lagi bahwa bajing kebal terhadap bisa ular beracun.

Saran saya kepada Anda ialah sangatlah bagus jika Anda menonton rekaman video pertarungan ini sebelum meneruskan membaca artikel ini. Anda akan terpesona dengan binatang  bajing ini dan … akan lebih mudah mengerti isi tulisan ini.

Bajing mengillustrasikan kewaspadaan kepada bahaya di dalam kehidupan di sekitarnya. Kewaspadaan dan kemampuannya mengeluarkan suara peringatan (bisa terdengar sejauh 450 meter) menjadikan ia sebagai ”penjaga hutan-hutan”. Keahliannya ini bukan saja berguna untuk melindungi teman-temannya dari bahaya sedang mengancam, tetapi juga binatang-binatang besar lainnya seperti elk, rusa, moose.

Binatang kecil ini adalah petarung yang tangguh, bajing menjaga wilayah kekuasaannya dan anak-anak-nya dengan sikap pantang mundur, ia tidak akan membiarkan lawannya menang tanpa membayar harga yang tinggi, tidak jarang ditemukan bangkai bajing yang luka parah tergeletak bersama-sama dengan bangkai ular yang penuh dengan gigitan.

Buntunya, seperti tertulis di atas, berfungsi sebagai alat bela diri dan juga sebagai keseimbangan badannya dan penambah kekuatan meloncat, ini yang membuat ia pandai memanjat dan melompat dari satu ranting-keranting lainnya. Tanpa buntut, ia menjadi binatang yang lumpuh. Reflek bajing sangat cepat dan gigi-giginya cukup tajam untuk menghancurkan buah dan biji yang keras.

Pepatah berkata, ”sepintar-pintarnya bajing meloncat, sekali waktu akan jatuh juga,” namun ajaibnya sekalipun ia jatuh dari pohon itu tidak akan membuat dia luka, dengan sekejap ia akan naik pohon itu kembali, bagaimana mungkin? Bajing ketika ia jatuh secara reflek akan memutar badannya sampai pada posisi horisontalnya dan dengan cepat membentangkan ke empat kakinya lebar-lebar dan menghorisontalkan juga buntutnya, ia akan berusaha sebanyak mungkin membuat dirinya seperti parasut.

Bajing sering kali berdiri dengan kedua kakinya untuk memampukan dia melihat jarak yang lebih jauh, ketika ia melihat musuhnya dikejauhan, ia akan mengangguk-anggukan kepalanya dengan tujuan mengukur secara tepat jarak objek tersebut.

Ular, lynx (sejenis kucing gunung), hawk (sejenis burung elang) adalah sebagian dari musuh-musuhnya, namun kemungkinan besar musuh utamanya yang terbesar adalah KETAKUTAN. Ketika ia terkejut, ini bisa membuat dia seperti binatang lumpuh dan mudah menjadi mangsa musuhnya. TETAPI ketika ia siap bertarung, ia mampu mematikan seekor ular yang lebih besar dari dirinya sendiri. Seorang yang tinggal di kepulauan Hawaii bercerita kepada saya mengapa di Hawaii tidak ada ular, ia berkata bahwa sebelumnnya kepulauan tersebut banyak terdapat ular. Sejak didatangkan bajing-bajing kepulau tersebut, ular-ular tidak lagi berkeliaran di kepulauan tersebut.

Alkitab sering kali mengkaitkan karakter-karakter manusia dengan karakter binatang tertentu, ini hanyalah satu dari sekian banyak cara Elohim berbicara kepada manusia, supaya manusia bisa mengerti pemikiran Pencipta mereka. Umat-Nya digambarkan sebagai domba-domba, sedangkan orang yang tidak suka perintah dan firman-Nya sebagai kambing-kambing (Mat 25:31-41). Penjaga umat-Nya yang malas disebutnya sebagai anjing bisu (Yes 56:19-12). Dan umat-Nya yang mengandalkan dan senang mencari hadirat-Nya disamakan seperti burung rajawali (Yes 40:28-31). Raja Salomo berkata “pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak” (Ams 6:6-11; 30:25). Pelajaran apa yang kita bisa pelajari dari karekter binatang bajing?

Anda pernah membaca atau mendengar cerita tentang dua belas pengintai yang ditugaskan nabi Musa untuk mengintai tanah Kanaan? Itu terdapat pada kitab Bilangan 13 dan 14. Singkat ceritanya sebagai berikut: YAHWEH, di padang gurun Paran, memerintahkan nabi Musa memilih 12 kepala suku Israel untuk tugas pengintaian tanah Kanaan.  Setelah 40 hari kembalilah mereka membawa laporan termasuk buah-buah dari tanah tersebut kepada Musa. 12 orang ini melihat tempat-tempat dan bangsa-bangsa yang sama dan pada waktu yang sama, tetapi terdapat dua laporan yang sangat berbeda. 10 orang berkata, bahwa benar tanahnya subur namun menambahkan, ”Hanya, bangsa yang diam di negeri itu kuat-kuat dan kota-kotanya berkubu dan sangat besar, juga keturunan Enak telah kami lihat di sana. Juga kami lihat di sana orang-orang raksasa, orang Enak yang berasal dari orang-orang raksasa, dan kami lihat diri kami seperti belalang, dan demikian juga mereka terhadap kami.” (Bil 13:28, 33).

Sisanya, yang dua orang, hanya mengatakan bahwa bangsa Israel pasti bisa mengalahkan dan menduduki tanah tersebut. Rasa takut yang sangat besar dari suara mayoritas ini (10 saksi), menganggap diri mereka belalang, dan parahnya lagi bisa memiliki kesimpulan bahwa musuh mereka telah berpikir bahwa mereka adalah seperti belalang. Berita yang sangat negatif ini mengakibatkan kepanikan dan ketakutan yang sangat luar biasa di antara orang-orang Israel. Musa mencatat bahwa umat Israel menangis dengan sedih disertai rasa takut yang dalam malam itu juga, mereka berkata lebih baik kembali ke Mesir (jadi budak) atau mati di padang gurun Paran. Mereka sudah bersepakat untuk mencari pemimpin baru untuk pulang ke Mesir. Ketika dua pengintai (Yoshua  dan Kaleb) dari 12 ini kembali mengingatkan bangsanya untuk tidak perlu takut sebab YAHWEH akan menyertai mereka, kedua orang ini terancam mati melalui lemparan baru, namun tiba-tiba kemulian YAHWEH nampak di perkemahan mereka. Kedua orang beriman ini diselamatkan. Elohim saat itu membuat keputusan, yaitu 10 pemimpin dan semua rakyat yang turut bersungut-sungut tidak akan memasuki tanah Perjanjian, mereka akan mati di padang belantara, hanya Kaleb, Yoshua dan anak-anak kecil dari bangsa Israel yang akan memasuki tanah Kanaan itu.

Beberapa hal kita bisa belajar dari peristiwa alam dan sejarah Alkitab di atas:

  • Ketakutan yang besar bukan saja melumpuhkan iman Anda tapi itu bisa menjalar seperti kangker kepada saudara-saudari seiman di sekitar Anda. Ketika iman Anda lumpuh, Anda menghalangi kuasa YAHWEH bekerja di dalam Anda dan teman kerja Anda. Ketakutan adalah musuh orang beriman yang sangat berbahaya, ketakutan adalah jebakkan! Ahli jiwa berkata 80% dari ketakutan manusia hanyalah angan-angan belaka. Lumpuhnya iman berarti lumpuhnya kelayakan kita dihadapan-Nya (Ibr 11:6)
  • Suara mayoritas adalah sering kali salah; seperti menguduskan hari Minggu, dan bukan hari Saptu; merayakan hari kelahiran Yahshua pada tanggal 25 Desember. [K]arena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; (Mat 7:13)
  • Orang beriman harus berpegang kepada janji-janji YAHWEH. Sekalipun musuh atau rintangan kita itu jauh lebih besar dari kita, sikap pantang mundur binatang bajing haruslah dipertahankan. Jika kita di dalam ha Mashiah, sesungguhnya kemenangan ada di pihak kita. Milikilah roh Kaleb, sekalipun ia sudah berumur 80 tahun ia tetap ingin mendapatkan pengunungan Hebron yang dijanjikan nabi Musa kepadanya Anda tahu suku apa yang tinggal di Hebron saat itu? Suku raksaksa Arba! Arba ialah orang yang paling besar di antara orang Enak. (Yos 14:9-15; 15:13-14). Dan Kaleb menang! (Hak 1:20; 1Taw 2:42). Karen  roh Kaleb inilah pemimpin Israel Yosua mencatat dalam kitabnya: ”…Dan amanlah negeri itu, berhenti berperang. ” (Yos 14:15)
  • Merenungkan dan melakukan firman YAHWEH terus menerus akan membuat kita tahu posisi kerohanian kita. Melepaskan kita dari ancaman dan jebakan musuh. (Yos 1:7-8; Maz 119:92-106)
  • Semoga kitapun dapat dikenal sebagai ”penjaga-penjaga sesama kita” di mana kita ditempatkan (Yeh 3:18; 33:8; Yes 62:6).
  • Musuh kita boleh saja membunuh tubuh kita, tapi kita harus pastikan kebenaran firman YAHWEH di dalam jiwa kita menghancurkan selubung mata rohani dan rantai-rantai Iblis yang mengikat musuh kita. Besar kemungkinan bahwa sikat Stefanus dan martyr-martyr Kristen mula-mula yang mempersiapkan Saulus menjadi rasul Paulus. (2Kor 11:23-33)

Berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya berjaga-jaga ketika ia datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilakan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka. (Luk 12:37)

Referensi:

  • Cautiousness … is recognizing that the majority is often wrong. Illustrated in the World of Nature. Institute In Basic Life Principles
  • Alkitab

Bacaan berkait:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Tulis komentar Anda di sini - dengan etika dan integrity. Thanks!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: