Minaret di Swiss; Komentar Para Pemimpin Islam dan Vatikan


Pemerintah Swiss melalui pemungutan suara nasional telah memutuskan bahwa pembangunan Mesjid dengan arsitektur minaret dilarang. Yang menarik dari larangan pembangunan gedung ibadah bukanlah hasil dari pemungutan suara tersebut, tetapi komentar-komentar negara-negara di luar Swiss, termasuk perkataan keras Vatikan terhadap pelarangan pembangunan minaret tersebut.

Swiss adalah negara lahirnya Palang Merah Internasional, Henry Dunant pendirinya terinpirasi dari banyaknya korban perang yang tidak terawat dan melalui kekayaannya sendiri ia mengadakan aksi pertolongan pertama pada para korban perang ini.

Swiss adalah rumah bagi Ulric Zwingli, satu dari bapa-bapa reformator Gereja, Swiss adalah salah satu kubu pertahanan Protestan di jaman Martin Luther (Ulric hanya lebih muda beberapa minggu dari Martin). Ketika tradisi Roma Katolik ingin diterapkan secara paksa di negerinya, Ulric Zwingli berkata: ”Tradisi tidak punya kekuatan di Swiss kita, kecuali itu ada sebagai konstitusi; sekarang, di dalam masalah iman, Alkitab adalah konstitusi kita.” Bagaimanapun Swiss adalah Negara demokrasi, itulah sebabnya mereka voting untuk banyak hal, termasuk masalah pendirian minarat ini. Dari 2,67 juta suara 57,5% mendukung pelarangan pembangunan menjid minarat (22 dari 26 distrik).

Penganut agama Islam di Swiss sekitar 5% dari seluruh jumlah populasi Swiss, yaitu sekitar 400 000 (4 ratus ribu) Muslim, yang mayoritas terbesar adalah pendatang. Saat ini telah terdapat 200 bangunan mesjid termasuk 4 diantaranya berarsitektur minaret.

Komentar-komentar negatif atas hasil pemungutan suara di Swiss terhadap pembangunan mesjid minaret:

  • Ali Gomaa, Mesir, guru besar agama Islam, menjelaskan bahwa pelarangan sebagai sebuah penghinaan kepada masyarakat Muslim di Swiss dan di manapun dan sebuah serangan pada kebebasan beragama.
  • Mohammed Shafiq, UK, pemimpin executive Ramadhan Foundation berkata itu adalah “sebuah hari sedih untuk kebebasan beragama.”
  • Maskuri Abdillah, Indonesia, ketua NU berkata bahwa hasil suara mendemonstrasikan kebencian terhadap para Muslim oleh Swiss. “Mereka tidak ingin melihat seorang Muslim hadir di dalam Negara mereka dan ketidak sukaan yang exstrim ini telah membuat mereka tidak toleran,” ia berkata
  • Ayatollah Mohammad H. Fadllallah, Libanon, imam Shiah, memanggil pemungutan suara tersebut sebagai racist.
  • Vatikan mendukung para bishop Katolik dari Swiss, dalam suara bersama berkata, “Keputusan masyarakat mewakili suatu hambatan dan suatu tangtangan besar pada jalan integrasi di dalam dialog dan penghormatan kedua belah pihak.” Melarang pembangunan minaret-minaret “menambahi masalah-masalah keberadaan antara agama-agama dan budaya-budaya” mereka menambahkan.
  • William Kenney, UK, bishop Katolik dan anggota dari Holy land Coordinator Group, berkat: “Saya akanlah setuju secara pasti dengan Vatikan dan saya secara serius setuju dengan konsep kebebasan beragama, dan jika itu adalah masalahnya maka para Muslim seharusnyalah diijinkan tempat-tempat mereka untuk beribadah.”

Para pemimpin Islam ini jika mereka membaca Injil pasti terkejut karena Isa Al-Masih yang mereka kenal sebagai nabi yang tidak berbuat dosa menegur sifat mereka ini dengan perkaatan yang sangat keras: Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui? Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu. Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu.” (Mat 7:3-5)

Seluruh dunia tahu bahwa orang-orang Kristen di Negara-negara Islam atau mayoritas Muslim mendapat perlakuan yang sangat buruk dari kaum Muslim, sekalipun orang-orang Kristen ini adalah penduduk asli Negara-negara tersebut, bahkan ada lebih dahulu sebelum masuknya ajaran Islam ke Libanon dan Mesir misalnya. Silahkan baca Daftar Negara Penganiaya Kristen 2009.

Namun yang lebih menari dari komentar pemimpin Islam di atas adalah komentar dari para pemimpin Roma Katolik. Beberapa tahun lalu Paus Benedik membangkitkan kemarahan umat Islam internasional dengan berkata bahwa ”Muhammad menyebarkan Islam melalui pedang.”

Tahun 1930 ketika umat Islam meminta sebuah mesjid dibangun di Itali, presiden Mussolini menolak ”dengan halus” dengan menyatakan bahwa permohonan mereka disetujui dengan sebuah kondisi bahwa sebuah gereja Katolik juga dapat di bangun di Mekkah. Dan ketika tahun 1973 pembangunan mesjid diijinkan, ketika pembukaan mesjid tersebut Paus Yohanes Paulus II mengirim sebuah pesan selamat, tetapi disertai pesan: ”… para Muslim boleh  datang bersama di dalam doa di dalam mesjid yang baru di Roma, saya juga menyatakan pengharapan  bahwa orang-orang Kristen berhak untuk mengungkapkan iman mereka sendiri di setiap sudut dunia.”

Sejarah Gereja membuktikan, ratusan tahun lamanya pada masa abad pertengahan ketika Gereja Roma Katolik mempunyai kekuatan militer dan pengaruh yang kuat atas raja-raja di Europa, kata ”toleransi” dan ”kebebasan beragama” tidak terdapat pada kamus Vatikan. Siapapun yang tidak setuju dengan doktrin Roma Katolik akan disiksa berat atau dibakar hidup-hidup. Systim Katolik yang sangat intolerance terhadap para pengikut ajaran Alkitab dikenal sebagai Inkuisisi

Jadi banyak orang berpikir bahwa ”angin dukungan” Vatikan atas umat Islam di atas hanyalah taktik political correct Vatikan untuk merebut hati umat Muslim; kompromi untuk menang. Dunia telah lebih tahu dengan baik siapa sesungguhnya Vatikan atau Gereja Roma Katolik ini, lihat Debat BBC: Gereja Katolik adalah sebuah kekuatan untuk kebaikan di dunia?

Nicolas Sarkozy, presiden Perancis mengkomentari kritik-kritik di dalam negaranya sendiri terhadap pemungutan suara di Swiss sebagai: ”Sebagai ganti mencela diluar batas kepada Swiss, kita sebaiknya mencoba mengerti apa yang mereka maksud dengan pengungkapan [voting tersebut] dan apa yang begitu banyak orang di Europa rasakan, termasuk orang-orang di Perancis,” dia menulis di koran Le Monde. Presiden ini berkata, ”Tidak akan ada yang lebih buruk daripada menyangkali.”

Geert Wilders, Nederland, ketua partai politik sayap kanan, menyambut positif hasil referendum di Swiss dan berkata: ”Apapun yang mungkin di Swiss dapat juga ada dilakukan di sini secara sama.”

Para pemimpin agama dan politik mencoba menjadi pendamai di bumi, namun damai semakin menjauh dari bumi ini, sebab cara mereka adalah cara-cara untuk keuntungan kelompoknya sendiri, persis seperti dalam permainan Catur, mengorbankan bidak-bidak (kelompok lain) untuk tujuan keuntungan dan kemenangan kelompoknya sendiri. Cara ini tidak akan pernah membawa damai di manapun juga di bumi ini.

Inilah cara Yahshua Ha Mashiah memperdamaikan bumi:

Karena seluruh kepenuhan Elohim berkenan diam di dalam Dia, dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Mashiah. (Kol 1:19-20)

Yahshua mengorbankan diri-Nya sendiri untuk perdamaian kekal!!

Bacaan berkait:

Referenci:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Tulis komentar Anda di sini - dengan etika dan integrity. Thanks!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: