Itali: kontroversi icon salib mengguncang Roma Katolik


Kehadiran crucifixes (benda-benda salib dengan tubuh Yahshua tergantung) di kantor hakim dan sekolah menjadi perdebatan sengit kembali di Itali baru-baru ini. Itali adalah negara sekuler namun memiliki sejarah yang kental dengan Gereja Roma Katolik.  Ikon Yahshua tersalib

Tahun 2006 seorang hakim Itali, Luigi Tosti menolak memiliki benda-benda salib tergantung di ruang pengadilannya dan juga seorang guru sekolah di Padua telah membawa kepengadilan untuk memindahkan keluar icon-icon Yahshua tergantung di salib dari sekolah dimana guru ini bertugas. Namun kedua masalah ini di tolak oleh Majelis hakim pemerintah.

Tahun 2009, bulan ini guru sekolah ini memenangkan perkara ini dipengadilan. Argumentasi guru ini ialah kehadiran icon penyaliban Yahshua tersebut di kelas-kelas tidak sesuai dengan kebebasan beragama, mengingat bahwa tidak semua yang ada di sekolah tersebut adalah orang-orang Katolik, dan Itali adalah negara sekuler; agama dan politik terpisah.

Kemenangan guru sekolah ini membuat orang-orang Katolik di Itali, bahkan Vatikan, menjadi sangat cemas dan marah, mereka ini berpendapat bahwa benda-benda salib tersebut adalah bagian dari tradisi orang Italia.

Masalah ini bukanlah sekedar masalah dalam negara Itali semata,  tetapi EU juga, sebab Itali adalah anggota EU (European Union). Untuk Anda sadari baik-baik, kemenangan wanita ini justru diberikan oleh Pengadilan Europa untuk Hak Asasi Manusia (ECHR).
Saya ragu apakah Anda benar-benar mengerti arti dari berita di paragraf ini. Baik, saya jelaskan itu untuk Anda. Ini adalah awal dari penggenapan nubuatan rasul Yohanes di Pulau Patmos hampir 2000 tahun yang lalu! Bacalah kitab Wahyu pasal 17 dan 18!! Alkitab akan sekali lagi membuktikan bahwa isinya bukan hanya up-to-date tetapi juga selalu ahead-of-date!!

Kontroversi kehadiran crucifixes di sekolah Itali bukanlah hal baru. Tahun 2003 di Ofena, konflik kehadiran salib Katolik di segala tempat terjadi ketika seorang pria Muslim Mesir, Abel Smith, keberatan hadirnya patung Yahshua tersalib di taman kanak-kanak dimana putranya berada. Pria pendiri Union of Muslims Italia meminta petugas sekolah memajang simbol yang bersifat Islam. Singkat cerita kepala sekolah menginjikan permohonan orang tua murid ini, maka terpasanglah ayat Alkuran sura 112 di tembok kelas tersebut: “There is no God, but ALLAH.”

Apa mau dikata, masalah tidak selesai di situ, orang-orang tua Katolik menghancurkan gambar ayat Alkuran tersebut. Abel Smith membawa masalah ini ke pengadilan, dan hakim Mario Montanaro berpihak kepadanya dan memerintahkan taman kanak-kanak di Ofena tersebut mengeluarkan crucifixes dari kelas-kelasnya. Hakim ini menyebut penampakan tubuh Yahshua pada salib-salib di ruang-ruang kelas sebagai “anachonistic” (cocok untuk jaman kuno).

Tahun 1924 Benito Mussolini meloloskan sebuah hukum bahwa setiap sekolah haruslah memasang patung Yahshua tersalib, peraturan ini juga termasuk di kelas-kelas sekolah, di pengadilan dan di setiap rumah-sakit. Setelah Itali dikalahkan pada Perang Dunia  II, konstitusi monarki Mussolini digantikan oleh republik yang bersifat demokrasi. Dan tahun 1948 konstitusi berubah menjadi sekuler.

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Tulis komentar Anda di sini - dengan etika dan integrity. Thanks!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: