Paus dan Kondom


Pernyataan Paus Benediktus di Afrika tanggal 17 Maret 2009 bahwa ”penyebaran kondom bukanlah pemecahan untuk memerangi AIDS” dan ”sebaliknya, itu menambah masalah.” Pernyataannya ini membuat bukan saja para organisasi kesehatan yang memerangi AIDS  marah tapi juga para politikus European Union.

Menurut UNAIDS.org sekitar 22 juta orang di sub-Sahara Afrika terinfeksi dengan HIV. Pada 2007, tiga-perempat dari semua kematian AIDS seluruh dunia adalah di Afrika, yang mana dua-pertiga dari orang yang ada hidup dengan HIV.

Kebijaksanaan pelarangan memakai kondom bukanlah hal baru di dalam ajaran gereja Roma Katolik, pada Juli 1968 Paus Paulus VI pada Pertemuan Vatikan II meneguhkan ajaran tradisi Roma Katolik: pemakaian kontrasepsi (kondom dan sejenisnya) adalah menolak kehendak Pencipta yang ingin melihat manusia ada berbuah dan berlipat kali ganda. Jujurnya kebijaksanaan ini bukan saja dianut oleh Roma Katolik saja, tapi juga pada banyak denominasi Kristen, dan agama Islam dan tentunya bangsa Israel secara umum. Kebijaksanaan ini berakar dari: ”Elohim memberkati mereka, lalu Elohim berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.” (Kej 1:28). Lihat komentar saya di bawah mengenai ayat ini.

Paus sebelum Benediktus, yaitu Yohanes Paulus II, menyatakan hal yang sama.

Paus Benediktus menjawab pertanyaan wartawan sebelum pesawatnya take-off untuk ke Afrika berkata, “Pengajaran Gereja  [Roma Katolik] adalah jelas tentang kontracepsi. Kita harus berfokus kepada pendidikan , abstinence [tidak melakukan sex] dan merawat mereka yang sudah terinfeksi.”

Di Berlin, Menteri Kesehatan Jerman, Ulla Schmids dan Menteri Pengembangan Heidemarie Wieczorek-Zeul berkata pada pernyataan bersama: Kondom-komdom menyelamatkan orang-orang di Europa sama juga di benua-benua lainnya.” “Menolak keluarga berencana akanlah tidak bertanggung jawab”, mereka menambahkan.

Menteri Pengembangan Belanda, Bert Koenders berkata, itu adalah berbahaya ”secara ektrim dan sangat serius” bahwa Paus ”melarang orang-orang dari melindungi diri mereka sendiri.”

Berbicara pada radio Perancis, Danel Cohen-Bendit (seorang anggota parlement E.U.) menyebut pernyataan Paus di atas sebagai ”close to premeditated murder”  / “mendekati perencanaan tindakan sebelum membunuh”)

Perancis ”menunjukkan keprihatinan yang sangat kuatnya tentang konsekuensi-konsekuensi [akibat]dari pernyataan Benediktus XVI … Itu tidak tergantung kami menghakimi doktrin Gereja [Roma Katolik], kami menganggap bahwa pernyataan-pernyataan ini membahayakan kebijaksanaan-kebijaksanaan kesehatan masyarakat dan tugas penting kepada perlindungan kehidupan manusia”, kata Eric Chevallier, pembicara Mentri Luar Negeri Perancis.

Paus tentunya punya back-up,  sebuah situs dari Koran Katolik yang terkenal menulis, ”Itu adalah keyakinan saya bahwa kehadiran yang paling effektif di depan pertarungan melawan HIV/AIDS adalah tepatnya Gereja Katolik dan institusi-institusinya.”

BBC mengutip laporan Vatikan: ”Orang Katolik yang dibaptis mencapai 17% dari populasi Afrika di 2006, dibanding  dengan 12% di 1978.”

Rebecca Hodes dari the Treatment Action Campaign di Afrika Selatan mengkomentari perkataan Paus tersebut, ia berkata jika Paus serius tentang mencegah infeksi-infeksi HIV baru, ia seharusnya berfokus pada mempromosikan peluasaan pemasukan  kondom-kondom dan menyebarkan informasi bagaimana cara terbaik untuk mengunakannya.” Ms. Hodes, direkturis kebijaksanaan dari komunikasi dan penelitian untuk aksi kampanye menambahkan, “Sebagai ganti, perlawannya kepada kondom-kondom menyatakan bahwa dogma agama adalah lebih penting untuk dia [Paus] lebih dari jiwa-jiwa orang Afrika”,

Di Paris di depan Katedral Notre-Dame, remaja-remaja saling bentrok fisik pada hari Minggu ini. France24 melaporkan. Lihat video clipnya

Komentar:

Kejadian 1:28 ini diartikan oleh banyak pemimpin agama secara salah, yaitu untuk memperbanyak anggota agama mereka masing-masing, bukan untuk kepentingan dan hormat bagi Elohim. Ayat ini terjadi ketika Adam dan Hawa masih belum jatuh kedalam dosa.

Di Afrika banyak suami yang terkena penyakit kelamin (dengan segala jenisnya) tidak mau memakai kondom ketika berhubungna intim dengan istri mereka oleh sebab doktrim agama yang salah ini: memakai kondom berdosa, melawan kehendak Elohim.

Kondom  adalah sebuah alat, sama seperti TV, Internet dan lain. Jika itu diberikan kepada dan untuk hal yang benar dan mulia, semuanya ini baik dan benar. Untuk apa punya anak banyak tanpa bisa mendidik dan membesarkan mereka dengan benar. Penembakan di sekolah-sekolah umumnya dilakukan oleh remaja-remaja yang tidak mendapat kasih dan perhatian dari orang tua mereka. Sebagian dari orang tua penembak adalah orang-orang kaya-raya, harta terbukti tidak bisa mengisi kekosongan hati anak-anak mereka.

Pemberian kondom untuk remaja jelas tidak banyak manfaatnya – ini hanyalah memotong ranting dan bukan akar masalah kehidupan. Pendidikan moral dan takut akan YAHWEH, Pencipta mereka akan jauh lebih bermanjaat dari pada pemberian kondom untuk mencegah kelahiran dari hubungan sex diluar nikah mereka.

Alkitab mencatat bahwa Elohim memusnakan seluruh manusia karena kecenderungan hati mereka jahat di mata-Nya dan menyisahkan hanya satu keluarga – Nuh, istri dan tiga putra mereka berikut istri-istri mereka; seluruhnya hanya delapan jiwa. YAHWEH tidak perduli dengan jumlah manusia, Ia tidak perduli dengan AGAMA APAPUN. Ia perduli hanya kepada ”apakah ada orang-orang di bumi ini yang rindu untuk hidup benar dan melakukan firman-Nya. Peristiwa pembersihan manusia ini akan terulang lagi dikemudia hari, tidak lagi dengan air bah, tetapi dengan api. Elohim telah menyatakan itu. Baca kitab Wahyu. Jawab Yahshua kepadanya: “Kasihilah YAHWEH, Elohimmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. (Mat 22:27,39) Penjabaran kedua perintah ini bisa dilihat pada Sepuluh Perintah YAHWEH  di Keluaran 20:1-17. Jika manusia mengerti perintah di atas, maka untuk seorang suami itu berarti ia tidak akan bermain pelacur demi Elohimnya, istrinya dan keluarganya yang ia kasihi atau jika ia telah tertular AIDS/HIV karena perbuatan zinahnya itu, maka ia akan berhenti untuk menularkan penyakitnya itu kepada istri dan wanita lainnya.

[D]an umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka.  (2 Taw 7:14).

Untuk suatu negara dipulihkan dari AIDS/HIV, pakai kondom atau tidak bukanlah jawab yang terutama, tetapi pertobatan dan menuruti perintah-Nya adalah kunci jawabannya.

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Satu Tanggapan

  1. yg tidak ikut Petrus adalah tidak mendengarkan Yesus. ingat kata Yesus: “Simon benarkah engkau mencintai Aku? Gembalakan domba dombaKu”. yang tidak menuruti Yesus silahkan dipertanggungjawabkan sendiri sesuai ulangan 18:18-19.

Tulis komentar Anda di sini - dengan etika dan integrity. Thanks!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: