Hadiah-hadiah yang YAHWEH tidak suka


Mereka melakukan yang jahat di mata-Ku dan lebih menyukai apa yang tidak Kukehendaki. (Yes 66:4)

Setiap orang ingin berusaha menyenangkan orang yang ia kasihi dan hormati. Pemberian hadiah-hadiah ada salah satu cara untuk menyatakan ”betapa saya mengasihi dan menyayangimu.” Ironisnya sering kali apa yang kita anggap ”akan menyenangkan” si penerima hadiah, sebaliknya menjadi ”pelecehan dan penghinaan besar” bagi si penerima hadiah. Ini sering terjadi pada hubungan suami-istri … dan juga di dalam hubungan manusia dengan Penciptanya.

Artikel ini membahas bagaimana Elohim merasa terhina atas apa yang dipersembahkan umat-Nya kepada Pencipta mereka, YAHWEH.

Yesaya mencatat perkataan YAHWEH betapa Ia jijik dengan hadiah-hadiah umat-Nya,

  • Orang menyembelih lembu jantan, seperti seorang membunuh manusia,
  • orang mengorbankan domba, seperti orang mematahkan batang leher anjing,
  • orang mempersembahkan korban sajian, seperti orang mempersembahkan darah babi,
  • orang yang membuat sebuah persembahan peringatan dengan kemenyan, seperti orang memuja berhala. … (Yes 66:3).[diterjemahkan dari ESV]

Elohim bukan saja menolak hadiah-hadiah ini bahkan mencela itu semua dengan memakai kata-kata yang keras dan tajam. Apa yang salah dengan persembahan-persembahan umat-Nya ini?

Catatan: ayat di atas tidak sama dengan terjemahan LAI Terjemahan Baru.

“He who slaughters an ox is like one who kills a man; he who sacrifices a lamb, like one who breaks a dog’s neck; he who presents a grain offering, like one who offers pig’s blood; he who makes a memorial offering of frankincense, like one who blesses an idol. These have chosen their own ways, and their soul delights in their abominations; (Yes 66:3 ESV) hampir sama dengan terjemahan Lamsa Bible (Aramik). KJV memakai kata “as if” sebagai ganti “like.” Sedangkan LAI memakai kata ”namun… juga” yang berarti orang itu melakukan dua perkara yang berbeda, ini berbeda arti dengan terjemahan Inggrisnya: ”itu disamakan / sebagaimana jika / digolongkan sama dengan”.

  • Mengapa menyembelih lembu jantan dianggap membunuh manusia?
  • Mengapa korban domba disamakan dengan korban anjing?
  • Mengapa korban sajian digolongkan sama dengan persembahan darah babi?
  • Mengapa melakukan persembahan peringatan degan kemenyan dipandang sebagai memuja berhala?

Menyembelih lembu jantan dan domba untuk persembahan adalalah hal biasa dan diterima di Perjanjian Lama; nabi Musa (Kel 24, 29; Im 4, 9), raja Daud mempersembahkan seribu lembu dan domba pada sebuah perayaan (1 Taw 29:21) dan raja Salomo setelah rumah YAHWEH jadi ia mempersembahkan 22 ribu lembu dan 120 ribu domba (1 Raja 8:63), demikian pula halnya dengan korban sajian (berupa benih-benih) dan kemenyan. Semuanya benar sesuai hukum Musa.

Sebaliknya membunuh manusia adalah perbuatan yang sangat terlarang, itu melanggar Sepuluh Perintah YAHWEH pada perintah yang ke enam ”Jangan membunuh.” (Ul 20:13)

Mempersembahkan binatang anjing sebagai korban, (Arbert Barnes pada Note on the Bible pada ayat 3 ini menulis):  adalah kebiasaan kuno agama pagan. Itu dilakukan pada bangsa-bangsa yang tidak mengenal YAHWEH, seperti Mesir dan Yunani kuno. Anjing adalah binatang kotor di mata Elohim (Ul 23:18). Mempersembahkan seekor anjing untuk persembahan akanlah ada sebagai kekejian di pangdangan orang Yahudi. Mempersembahkan darah babi sebagai korban tentunya sangat menghina bagi orang Yahudi. Ini yang dilakukan oleh orang Romawi pada abad mula-mula ketika Yerusalem dibawah kekuasaannya, yang menimbulkan gerakan Makabe sebagai perlawanan penghinaan terebut. Babi juga di kelompokan sebagai binatang kotor (Yes 65:4)

Memuja berhala adalah kekejian yang sungguh besar di mata Elohim, ini pun melanggar Sepuluh Perintah YAHWEH pada perintah kedua ”Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya… (Ul 20:5).

Kemenyan sangat umum dipakai sebagai penyembahan berhala, itu dapat ditemukan pada banyak agama.

Mengapa hadiah-hadiah yang baik dan benar ini menjadi sesuatu penghinaan besar di mata Elohim sebagai pribadi yang menerima semua itu?

YAHWEH pada Yesaya 66 ayat 1 dan 2 berkata, Beginilah firman YAHWEH: Langit adalah takhta-Ku dan bumi adalah tumpuan kaki-Ku; rumah apakah yang akan kamu dirikan bagi-Ku, dan tempat apakah yang akan menjadi perhentian-Ku? Bukankah tangan-Ku yang membuat semuanya ini, sehingga semuanya ini terjadi? demikianlah firman YAHWEH. Tetapi kepada orang inilah Aku memandang: kepada orang yang tertindas dan patah semangatnya dan yang gentar kepada firman-Ku. (Yes 66:1-2). Dari sini ada tiga hal bisa kita ketahui tentang keberadan dan kehendak-Nya:

  • YAHWEH adalah raja yang sangat mulia dan besar; kursi kerajaannya berada dilangit dan tumpuan kaki-Nya adalah bumi. Ia adalah Raja atas segala raja-raja di bumi.
  • IA sangat kaya, semuanya adalah buatan dan milik-Nya (baca juga Maz 24:1-2)
  • Sebagai kontrasnya dengan raja-raja di bumi, IA senang tinggal bersama orang yang tertindas, orang yang patah semangat dan menghormati firman-Nya

Bagian terakhir dari ayat 3 nya ialah: These have chosen their own ways, and their soul delights in their abominations (ESV) terjemahan bebasnya: Semua ini adalah jalan-jalan yang telah mereka pilih, dan jiwa-jiwa mereka suka di dalam kejijikan mereka.

Mengapa IA berpikir demikian tentang umat-Nya yang telah memberi-Nya hadiah-hadiah di atas? Ayat-ayat kelanjutanya menjawab pertanyaan ini

  • Mereka menolok panggilan-Nya dan tidak mau mendengar suara-Nya (4a)
  • Mereka melakukan yang jahat di mata-Ku dan lebih menyukai apa yang tidak Kukehendaki. (4b)
  • Mereka (yang nampak ’Kristen’ ini, sesungguhnya hanya pelaku ritual agama) menghina orang ’Kristen’ yang sungguh-sungguh memelihara firman-Nya (5). Orang Farisi dengan Sanhedrinnya kepada pengikut Yahshua (gereja mula-mula), orang Gereja Roma Katolik dengan Kerajaan Romawinya kepada pengikut Yahshua (di sepanjang jaman sejarah Gereja)

Yesaya pasal terakhir ini mempunyai dua pesan utama, pertama teguran kepada orang-orang ’Kristen’ tradisi dan pesan kedua ialah penghiburan untuk orang-orang perjanjian-Nya  yang mendengarkan dan melakukan firman-Nya, mereka yang menderita karena imannya kepada nama-Nya.

Penghiburan-Nya kepada orang-orang perjanjian-Nya (baik secara darah maupun rohani dari keturunan Abraham):

  • Kota Yerusalem, dikenal juga sebagai kota David (Daud) akan kembali dibuat baru, turun dari surga,  dan menjadi kesukaan umat-Nya (suku Israel dan bangsa-bangsa bukan Israel). (10-13; 65:18-19; Wah 21:2)
  • Saudara-saudara rohani dari suku Israel akan datang ke Yerusalem sebagai persembahan kepada YAHWEH (20; Wah 21:24-26). Sudah terjadi dan terus bertambah jumlahnya. Ayat ini tidak dialamatkan kepada orang Israel.
  • Dari mereka Ia juga akan menjadikan pelayanan-pelayan bait-Nya (21). Baca 1 Pet 2:5
  • Langit dan bumi yang baru akan diciptakan-Nya untuk umat-Nya yang setia ini (22a; 65:17; Wah 21.1)
  • Umat-Nya ini dan nama mereka akan tetap ada selama-lamanya (22b)
  • Perayaan bulan-bulan baru (orang Ibrani mengadakan suatu perayaan pada setiap bulan baru; Yes 1:14) dan pertemuan-pertemuan Sabat (baik setiap tujuh hari dan tahunan Zak 14:16) akan dipulihkan (23). ”Dari ayat di kitab Zakaria ini terbukti bahwa pesta seperti Perayaan Pondok Daun akan dirayakan setiap tahunnya. Tetapi pemikirannya ialah jelas, bahwa waktunya akan datang ketika YAHWEH akan ada disembah secara teratur dan tertentu di mana-mana; bahwa di dalam semua negara penyembahan itu akan dibangun di dalam hal serupa dan sama hotmatnya  kepada apa yang telah ada diantara umat-Nya pada jaman-jaman yang lama [yaitu Perjanjian Lama]; Albert Barners, Notes on the Bible). Sabat-sabat Yahudi, yang adalah, sabat-sabat hari ketujuh [Saptu], sekarang akan dilakukan, yang mana sudah lama ditinggalkan; John Gill, Exposesion of the entiry Bible.

Sebagai kebalikannya, orang-orang yang memberontak kepada Dia akan dihukum dengan ulat-ulat yang tidak bisa mati dan api yang tidak akan padam (24; Wah 21.28).

Tetapi jawab Samuel: “Apakah YAHWEH itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara YAHWEH? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan. (1Sam 15:22)

Raja Salomo mengulang peringatan YAHWEH yang ditulis oleh nabi Samuel di atas:

Jagalah langkahmu, kalau engkau berjalan ke rumah Elohim! Menghampiri untuk mendengar adalah lebih baik dari pada mempersembahkan korban yang dilakukan oleh orang-orang bodoh, karena mereka tidak tahu, bahwa mereka berbuat jahat (Pengk 5:1)

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Iklan

2 Tanggapan

  1. Bapak anggur baru terima kasih atas artkel artikel yang selalu di kirim ke email saya yang menjadi bahan bacaan yang bermanfaat buat saya. Terima kasih atas artikelnya semakin menambah iman percaya kepada Yeshua Hamasiach. kalau boleh ayat ayat yang dikutip mohon diperiksa lagi sebelum di publikasikan, sekali lagi terima kasih kiranya Yeshua Hamasiach Hasem memberkati segala pelayanan Bapak.

    • Shalom Sdr Wiwid.
      Saya senang sekali mendafat feedback yang membangun dari Anda. Syukur kepada Elohim yang memakai situs ini untuk bisa menguatkan iman para pembacanya.
      Saya akan perhatikan permohonan Anda; saya memakai terjemahan KS-ILT edisi 2 dan ITB (pada artikel2 lama). Terima kasih untuk masukan Anda. Anggur Baru

Tulis komentar Anda di sini - dengan etika dan integrity. Thanks!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: