Akan datang waktunya: Budaya-budaya baru!


Janganlah ada orang yang menipu dirinya sendiri. Jika ada di antara kamu yang menyangka dirinya berhikmat menurut dunia ini, biarlah ia menjadi bodoh, supaya ia berhikmat. Karena hikmat dunia ini adalah kebodohan bagi Elohim. (1Kor 3:18-19a)

Bumi di mana kita tinggal tidaklah sama senantiasa. Budayanya berubah dengan cepat, khususnya pada abad-abad terakhir ini, dan terlebih lagi sejak abad ke dua puluh. Generasi muda akan melihat budaya orang tuanya sebagai budaya yang ketinggilan jaman. Budaya-budaya Baru Akhir Jaman (BBAJ) ini melingkupi agama, cara berpikir, seni, musik, cara pandang terhadap sejarah, pendek kata mencangkup seluruh kehidupan manusia. Semuanya berubah ”tunggang balik” apa yang di tahun 1960 dianggap baik dan benar sekarang sudah dianggap tidak benar dan tidak sesuai …. perlu dimasukin kedalam musium budaya ”kehidupan manusia.”

Ambil contoh negara USA, yang menjadi salah satu sumber perubahan budaya dunia. Seorang menggambarkan Amerika Serikat sebagai berikut: (disalin tanpa pengeditan)

Through Tolerance of Sin the Nation of America is Damned

America tolerates the killing of our unborn children and calls it “freedom of choice”

America tolerates cultivation of humans to harvest stem cells and calls it “research”

America tolerates homosexual perversions and calls it “diversity and alternative lifestyles”

America tolerates paganism and immoral life styles and calls it “multiculturalism”

America tolerates killing of the elderly and the ill among us and calls it “compassion”

America tolerates religious cults that deny God and calls it “denominationalism”
America tolerates pornography and exploitation of women and children and calls it “art”

America tolerates vile and filthy brain washing of our children and calls it “entertainment”

America tolerates God’s Holy Name being blasphemed and calls it “freedom of speech”

America tolerates taking of innocent life, and theft of property and calls it our “legal” system

America tolerates everything except God. [penebalan dari saya]

Negara USA bisa dikatakan sebagai ‘kuda Trojan’ budaya-budaya baru di ujung akhir jaman ini. Namun USA bukanlah sumber dari segala BBAJ (Budaya-budaya Baru Akhir Jaman). Seluruh dunia melakukannya.

Ini adalah beberapa BBAJ yang ada disekitar kehidupan kita:

Merubah fakta sejarah menjadi opini bebas manusia. Sejarah yang semula adalah peristiwa yang sesungguhnya telah terjadi dan mengapa. Manusia postmodern hari ini melihat itu sebagai peristiwa yang masyarakat pikirkan telah terjadi. Contoh, peristiwa holokos suka tidak suka itu benar telah terjadi, musium-musium dan kamar-kamar gas pembunuh bisa dilihat, namun tidak sedikit orang yang menganggap itu suatu dongeng. Gallup pada surveynya 15-17 Januari 1994 menunjukan bahwa 33 % orang USA berpikir bahwa munkin peristiwa Holokos tidak pernah terjadi . Bagaimana bisa fakta berubah menjadi dongeng? Ini karena lahirnya suatu ’ilmu pengetahuan’ baru dikenal sebagai ”Teori Konspirasi.” Islam radikal (Al Qaida) sebagai pelaku runtuhnya Twin Tower di New York, USA., merupakan perdebatan yang tidak penah selesai, pihak pro dan kontra masing-masing punya teori dan bukti yang kuat.

Membunuh orang tidak bersalah dan tidak bersenjata (tidak terlibat di dalam konflik) adalah ‘bisa dimengerti demi kemajuan sebuah pemerintahan. Kesepakan internasional mengenai Tawanan Perang ialah tidak membenarkan membunuh tentara musuh yang telah menyerah atau terluka (tidak berdaya untuk perang), sedihnya orang-orang sipil dibantai atau di bunuh oleh organisasi politik dan agama terjadi hampir setiap hari.

  • Terrorist Palestina mentargetkan remaja dan anak-anak Israel dan turis; praktek yang hampir sama juga dilakukan oleh Macam Tamil di Sri Langka, IRA di Inggris (yang terakhir ini sudah berhenti) – metode ini adalah sejenis metode ”Roben Hood” dan ”Zooro”: mencuri dan merampok adalah halal demi kebaikan.
  • Arab Janjeweed dibantu pemerintah Sudah telah membantai 200- 400 ribu penduduk asli hanya karena ingin sebidang tanah,
  • Pemerintah Militer Burma/ Myanmar terus menekan dengan sadis suku-suku minoritas di Burma.

Karena BBAJ ini PBB dan negara-negara Super power hanya bertindak jika memang ada keperluan dan keuntungan bagi diri mereka masing-masing.

Memakai nama agama, nama Pencipta Manusia dan deiti untuk membantai suku atau bangsa lainnya. Nabi Musa dalam kitabnya mencatat perintah Pencipta Jagar Raya ini: JANGAN MEMBUNUH! Itu sudah tertulis sejak abad 2 BC. Dari sinilah sumber ajaran Yudasim, Kristen dan Islam. Pada prakteknya sejarah mencatat bahwa pemimpin-pemimpin agama dan suku sudah dan terus membunuhi manusia demi NAMA-NYA.

  • Simon dan Lewi membalas dendam kepada suku Hewi, membinasakan semua laki-laki dengan memakai ”budaya sunat”. Yakub / Israel ayah mereka berkata bahwa kedua orang ini telah membusuki namanya (Kej 34:30).
  • Gereja Roma Katolik dengan lebih dari 10 aksi Crusaidenya dan budaya Inqusition telah melenyapkan jiwa jauh lebih banyak dari para Nazi.
  • Banyak pemimpin agama Islam demi nama Allah telah melenyapkan banyak suku di Afrika, dan bahkan kelompok Suuni dan Siah saling bunuh dengan nama yang sama.
  • Pemimin aliran-aliran Hindu di India pun tertular kuman BBAJ; tidak sedikit orang Kristen mati karenanya.

Ajaran Alkitab menjadi hari-hari raya duniawi. Apa yang diperintahkan Firman: Hotmatilah nama Elohim, jangan membuat patung untuk disebah, menguduskan hari Sabat tidak dilakukan, tapi sebaliknya yang tidak tertulis di Alkitab dilakukan: Esther, hari Natal, hari Valentine, hari Abu dll. BBAJ selalu ingin menyenangkan manusia dan Firman-Nya harus mengikuti kesukaan manusia. Mengkaitkan ”Merubah fakta sejarah menjadi opini manusia” di atas, tidaklah mengejutkan jika survey digelar kepad orang Krsiten secara Internasional, ”Apakah hari Minggu adalah hari Sabat / Hari TUHAN?”, dan hasilnya adalah 90% berkata: benar.

Kebiasaan yang amoral di jaman dahulu telah berubah menjadi sebuah budaya dan kepercayaan yang harus diterima sebagai bagian dari HAM (Hak asasi Manusia). Hamil diluar nikah suatu tabu besar sebelum 30 tahun lalu, namun sekarang menteri-menteri negara punya anak sebelum menikah. Homosexual sebelum jaman Masehi / BC dan Gereja Mula-mula adalah hal yang terkutuk. Di dalam Budaya Baru Akhir Jaman hal yang sama berubah menjadi kebanggaan para pelakunya bahkan beberapa Bishop Barat pun bukan sekedar setuju dengan aktivitas baru ini saja, mereka ini bahkan terlibat di dalam dosa besar ini. Sekarang orang memisahkan antara pekerjaan dengan kehidupan pribadinya; polisi, jaksa, guru sekolah dan agama yang dahulu adalah benteng-benteng moral sekarang mereka tidak ingin dikaikan dengan prilaku pribadi mereka. “Jabatan hanyalah sebuah baju seragam bukan bagian dari kehidupan,” beberapa orang berkata.

Undang-undang dan hukum menjadi senjata legal bagi pemerintah yang berkuasa. Padamulanya Undang-undang dan Hukum berlaku untuk semua kelompok sosial termasuk pemimpin, namun sekarang semua itu bisa dirubah sesuai pemimpin yang berkuasa. Presiden biasanya menjabab 4-5 tahun dan maksimum perpanjagan jabatan satu kali, dengan BBAJ ini ia bisa terus menjabat sampai lebih dari 10 tahun bahkan 30 tahun, ini telah terjadi di banyak negara.

Dongeng-dongeng / myths lebih populer dan meyakinkan dibanding isi Alkitab. Dongeng atau cerita khayalan yang dahulu kala dibacakan kepada anak-anak menjelang tidur, sekarang menjadi cerita yang best seller untuk semua umur. Novel Da Vinci Code, Harry Potter ialah beberapa diantara puluhan lainnya yang sedikit banyak isinya dipercayai. Praktek megik dan ilmu-ilmu gelap dikalangan remaja Barat naik pesat sejak buku dan film Harry Potter beredar. Surfei kerohanian di USA dan Inggris beberapa bulan lalu menyatakan ketertarikan kepada hal-hal yang rohani di kedua negara ini meningkat. Kata “rohani” dan “God” telah berubah menjadi lebih luas di era BBAJ ini.

Label “kamu rasis (racism), fanatik!” laku keras di dunia politik, sosial dan semua kehidupan manusia. Tahun 60an, label ini dialamatkan kepada orang kulit putih di Afrika dan USA yang tidak ingin berhubungan dengan orang kulit hitam. Pada jaman Budaya Baru, label ini bisa dalamatkan kepada siapa saja yang menjadi lawan keinginan seseorang. Tidak sedikit para anggota parlement yang cinta dan mengabdi kepada negaranya di labelkan sebagai orang rasis dan fanatik. Orang-orang yang berpegang teguh kepada ajaran Alkitab pun sekarang dilabekan sebagai fanatik. Label-label ini adalah senjata Iblis yang ampuh untuk memaksa orang berkompromi dengan ketidak benaran dan dosa.

Kebebasan berbicara dan berpendapat sekarang milik siapapun termasuk usia kanak-kanak. Dahulu di Israel orang dianggap dewasa ketika ia telah berumur 30 tahun. Tahun 50an di atas 17 atau sudah menikah digolongkan ”orang dewasa”, Sekarang setiap ’orang yang bisa bicara’ dianggap dewasa. Siapapun bisa mengkomentari apapun yang ia mau, … tanpa referensi dan bukti. Budaya ”Kebebasan bicara yang bertanggung jawab” sudah terkubur.

’Baju tidur’ telah berubah menjadi baju musim panas dan pertunjukan. Dua puluh tahun yang lalu, baju minim, bikini, baju tranparan hanyalah untuk di dalam rumah bahkan untuk negara-negara tertentu itu hanya dipakai wanita bagi suaminya saja. Pada BBAJ ini kita bisa melihat wanita-wanita berpakaian ’baju tidur’ dijalanan, dipanggung musik, tempat-tempat istirahat dan di arena-arena pertandingan: atletik, tenis, bola volley dan edisi terbarunya bola volley ’pantai’, sekalipun bermain di stadion, bukan di tepi pantai, mereka tetap ber-super-bikini. Anehnya untuk permainan yang terakhir ini, prianya bercelana pendek, bukan bercelana dalam dan mengenakan baju kaos. Itulah caranya komite-komite olah raga menarik penonton, wanita masih terus menjadi bahan dagangan.

Anting-anting dan tato menajadi seni dekorasi manusia. Awalnya anting dipakai sebagai tanda kepemilikan binatang peliharaan, dan kemudian dikenakan kepada telinga budak-budak. Tato dipakai untuk binatang dan dikenal hanya pada suku-suku pedalaman. Dunia telah berubh. Anting sekarang bukan saja ditelinga, tapi juga dihidung, bibir, alis mata, di pusar, dilidah; demikian halnya juga dengan tato. Manusia bukan saja lupa printah Elohim, lebih dari itu ia memberontak. (Imam 19:28)

Yahshua mengingatkan semua manusia untuk berjaga-jaga dari kehidupan yang mematikan ini, BBAJ Ia hubungkan dengan jaman Nuh dan Lot ( Sodom dan Gomorah); kebinasaan yang besar dan tiba-tiba (Luk 17:26-32, Mat 24:37-51)

Demikianlah kamu harus berpegang pada segala ketetapan-Ku dan segala peraturan-Ku serta melakukan semuanya itu; Akulah YAHWEH.” (Imam 19:37)

Bacaan berkait:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Iklan

Tulis komentar Anda di sini - dengan etika dan integrity. Thanks!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: