Sejarah Hari Sabat


Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat: enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat YAHWEH,Elohim-mu; … Sebab enam hari lamanya YAHWEH menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya YAHWEH memberkati hari Sabat dan menguduskannya. (Kel 20:8-11)

Hari Sabat (Sabbath) adalah perkara yang sangat penting di mata YAHWEH,  Elohim Pencipta seluruh alam semesta, itu nampak dari kata “INGATLAH.” Kata peringatan “INGATLAH” ini tidak terdapat di seluruh Sepuluh Perintah Elohim kecuali hanya pada perintah yang ketiga dari Sepuluh Perintah-Nya tersebut.

Hari Sabat ini merupakan awal penciptaan sistem tujuh-hari-dalam-seminggu dari kalender manusia. Itu nampak dari ayat ini, “Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya. Ketika Elohim pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu. Lalu Elohim memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu. (Kej 2:1-3).

Dari waktu “setelah penciptaan” (Kej 2:1-3) ke waktu Sepuluh hukum di turunkan di gunung Sinai (Kel 20:8-11) kira-kira ada rentang wanktu  2550 tahun (dengan asumsi ada 4000 tahun Setelah Penciptaan- Yahshua lahir,  Perbudakan berakhir  tahun 1450 BC).  Jadi  hari Sabat  telah ditentukan oleh Elohim  kurang lebih 2550 tahun sebelum umat Israel keluar dari perbudakan. Nabi Yeremia bernubuat atas pembuangan Israel karena pelanggaran hari Sabat (Yer 17) terjadi sekitar 600 BC.

Tidaklah mengherankan bahwa kata Sabat ini dikenal di banyak bahasa di dunia, Dr. William Mead Jones mendapaftarkan 160 bahasa yang menunjukan bagaimana periode “tujuh hari dalam seminggu” ini dikenal di dunia. Ini beberapa diantaranya:

Bahasa Inggris

Ibrani

Armenia

Persia

Yunani

Latin

Arab

Turki

Rusia

Hindustani

Malay/ Melayu

Jerman

Spanyol

The seven day

Shabbath

Shapat

Shambin

Sabbaton

Shabbatum

Assabt

Yomessabt

Subbota

Shamba

Ari-Sabtu

Samstag

Sabado

Hari ketujuh

Sabat

Sabat

Sabat

Sabat

Sabat

Sabat

Hari Sabtu

Sabat

Sabat

Hari Sabtu

Sabat

sabat

Tahun 364 AD, Kerajaan Romawi pada pada Pertemuan Laodikia (the Council of Laodicea) membuat keputusan, “Bahwa orang-orang Kristen haruslah memelihara hari Minggu, dan bahwa jika mereka tetap bersikeras di dalam beristirahat pada hari Sabat maka mereka akan dikeluarkan dari Kristus. [Hefele, History of the Councils of the Church, vol II]. Yahshua memperingatan gereja Laodekia (Wah 3:14-22) untuk bertobat (19), sebab gereja ini telah mengusir Pemimpin Gereja-nya keluar dari lingkungannya (20).

Tahun 1610, Viginia, Amerika; hukum hari Minggu (the Sunday law) mewajibkan setiap pria dan wanita untuk beribadah pad hari Minggu, atau kena hukuman. Peringatan pertama pelanggar akan kehilangan pendapatan selama seminggu. Kedua kalinya akan mendapat hukuman yang sama ditambah pecutan/cambukan. Dan ketiga adalah kematian. Hukuman ini berdasarkan Articles, laws, and Orders, Divine, Politique, and Martial , for the Colony in Virginia pertama dikeluarkan oleh Sir Thomas Gates, Knight, Lieutenant General pada tgl 24 Mai 1610.

Abad 21, hampir setiap denominasi gereja beribadah pada hari Minggu, dan berpikir bahwa hari Sabat adalah hari Minggu. Hanya sekelompok kecil orang Kristen yang tetap beribadah pada hari Sabat (Sabtu) sesuai kebiasaan Adonai Yahshua dan rasul Paulus dan rasul-rasul lainnya.

Tetaplah ingat dan kuduskanlah hari Sabat, seperti yang diperintahkan kepadamu oleh YAHWEH, Elohim-mu (Ul 5:12).

Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” (Yoh 8:31-32)

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Iklan