Alasan melatih jiwa untuk menyembah YAHWEH


Dari Daud. Pujilah YAHWEH, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku! Pujilah YAHWEH, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya! (Maz 103:1-2)

Saatnya sekarang kita harus semakin melatih jiwa kita untuk memuji dan menyembah YAHWEH. Melatih jiwa dan tubuh kita menaikan syukur kepada-Nya, baik di dalam keadaan yang baik maupun buruk. Kenyataan hidup ialah bahwa kondisi dunia di segala bidang semakin buruk.

Kerohanian: Selasa kemarin melalui pemungutan suara 88 lawan 35, seorang bishop harus meninggalkan jabatannya karena menolak keputusan para bishop yang umunnya pro-homosexual agenda.

Ekonomi: Dunia internasional sekarang berada pada awal krisis ekonomi yang besar – langkah kedepan menuju ”one world economi” untuk munculnya pemimpin tunggal dunia: Antikristus.

Bagaimana Anda menghadapi masalah ini? Jika Anda menunggu dunia menjadi baik dan baru mengucapkan pujian syukur kepadaNYA, mungkin Anda tidak akan pernah melakukannya.

Sangatlah sering terjadi bahwa pemecahan keluar dari banyak kesusahan dan kepedihan umat-Nya adalah melalui menaikan lagu-lagu pujian penyembahan dan syukur kepada YAHWEH.

Rasul Petrus mengingatkan kita, jika kita ada di dalam kondisi yang susah dan tidak mengerti mengapa itu terjadi janganlah heran (1Pet 4:12), Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Ha Massiah/ Messias, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya (13).

Rasul Paulus pun menghibur kita untuk kita kita tidak kuatir di dalam kemelut yang ada, tetapi berdoa memohon kepada-Nya dengan ucapan sykur: Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus (Fil 4:6-7). Surat penghiburan untuk orang di Filipi ini ditulisnya justru ketika ia sedang di dalam penjara oleh karena pemberitaan Injil (Fil 1:12-14).

Krisis ekonomi ini adalah bagian dari pengenapan Firman-Nya : “Secupak gandum sedinar, dan tiga cupak jelai sedinar (Wah 6:6a), namun sebagai umat YAHWEH kita tidak perlu takut dan gelisah, sebab IA telah berkata kepada si perusak itu ”Tetapi janganlah rusakkan minyak dan anggur itu.” (6b). Anggur gambaran ”sukacita”. Kita boleh menderita krisis yang sama seperti orang dunia rasakan tapi kita umat-Nya tidak akan kehilangan sukacita surgawi kita, jika kita tetap di dalam DIA.

Apa alasannya kita perlu mengucap syukur dalam segala hal?

Bersukacitalah senantiasa. Tetaplah berdoa. Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Elohim di dalam Ha Massiah Yahshua bagi kamu. (1The 5:16-18)

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Tulis komentar Anda di sini - dengan etika dan integrity. Thanks!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: