Peringatan penting untuk anak-anak Kerajaan Surga


Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Sorga, sedangkan anak-anak Kerajaan itu akan dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.” (Mat 8:11-12). Ini dikatakannya sehubungan dengan orang-orang Israel yang tidak beriman kepada-Nya.

Banyak peringatan yang Yahshua ceritakan kepada murid-murid-Nya dalam bentuk perumpamaan. Peringatan agar mereka tidak termasuk di dalam bilangan orang-orang yang dicampakkan kedalam neraka.

Perumpamaan Kerajaan Sorga seumpama seorang raja, yang mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya (Mat 22:1-14). Orang-orang yang ada di Perjamuan Kudus-Nya (mengaku Kristen dan rajin beribadah) namun tidak ‘berpakaian’ sesuai standard Kerajaan Surga (hidup sama seperti orang duniawi; baca 1Yoh pasal 1 dan 2), Raja ini marah, ”Ia berkata kepadanya: Hai saudara, bagaimana engkau masuk ke mari dengan tidak mengenakan pakaian pesta? Tetapi orang itu diam saja. Lalu kata raja itu kepada hamba-hambanya: Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi (Mat 22:12-13)

Perumpamaan Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki (Mat 25:1). Diceritakan bahwa lima gadis yang bodoh tidak membawa minyak cadangan untuk pelita mereka. Ketika kabar bahwa mempelai pria datang mereka baru buru-buru beli minyak. Ketika mereka balik pintu ke ruang perjamuan kawin ditutup. ”Tuan, tuan, bukakanlah kami pintu! Tetapi ia menjawab: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya aku tidak mengenal kamu. Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya.” (Mat 25:11-13).

Perumpamaan Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka (Mat 25:14).Singkat cerita, seorang hamba yang diberi kepercayaan satu talenta tidak mengembangkannya, ia menguburnya. Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.” (Mat 25:29-30)

Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya.” (Mat 7:13-14)

Keselamatan kekal didapat hanya oleh beriman kepada Yahshua Ha Mashiah (Ef 2:8-9), namun perlu diingat bahwa masuk kedalam Kerajaan Sorga memerlukan kesetiaan dan ketaatan kepada firman Elohim! Luk 6:43-49; Mat 7:21-29.

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Iklan

Calon Penghuni Neraka


Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu. Wahyu 20:15

Banyak orang tidak sependapat bahwa manusiapun termasuk salah-satu penghuni neraka, karena mereka berpendapat bahwa Elohim tentu tidak tega membuang ciptaan-Nya sendiri ke dalam hukuman kekal, apalagi mengingat naman-Nya sendiri yang adalah Mahapengasih dan Mahapenyayang. Namun sayangnya mereka yang tidak sependapat dengan ajaran Alkitab ini lupa bahwa Elohim bukan manusia dan manusia bukanlah Elohim, raja Daud berkata, “Dan bagiku, betapa sulitnya pikiran-Mu, ya Elohim! Betapa besar jumlahnya! (Maz 139:17)

Kemungkinan besar bahwa neraka disediakan Elohim untuk Iblis dan malaikat-malaikat yang berontak kepada Elohim itu bisa dibaca pada Matius 25:41, namun pada ayat yang sama ini Ia sedang bicara kepada orang-orang yang jahat, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah tersedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya.”

Alkitab bicara dengan jelas bahwa manusia tertentu akan dibuang untuk menjadi penghuni neraka:

Yohanes Pembaptis memperingatkan orang-orang Farisi dan Saduki untuk bertobat, ”Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api (Mat 3:10; Luk 3:9)

Yahshua Ha Massiah menyamakan nabi-nabi palsu seperti pohon yang buahnya buruk dan kelak akan dibuang kedalam api, ”Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api (Mat 7:19)

Ia menasehatkan kita, ”Dan jika tanganmu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung dari pada dengan utuh kedua tanganmu dibuang ke dalam neraka, ke dalam api yang tak terpadamkan (Mark 9:43); perlakuan yang sama juga kepada kaki dan mata yang menyesatkan untuk alasan yang sama (44-48; Mat 18:7-9). Ini tidak ada hubungannya dengan hukum Islam (aturan agama dan aturan adat), ini adalah kesadaran pribadi yang bersangkutan untuk meprioritaskan hidup benar di mata YAHWEH agar tidak masuk kedalam neraka.

Manusia diumpamakan seperti ranting-ranting anggur dan Ia sebagai pokok anggurnya, Ia memperingatkan mereka yang tidak mau menjadikan Dia sebagai pokok kehidupan mereka, “Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar (Yoh 15:6)

Ia mengumpakan diri-Nya sendiri sebagai penabur benih yang baik, dan Iblis sebagai penabur benih lalang, dan benih sebagai manusia. Pada masa panen (Hari Penghakiman) Iblis dan manusia penyesat dan pelaku kejahatan akan dibakar kedalam api, ”Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam Kerajaan-Nya. Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi. (Mat 13:41-42)

Orang-orang yang ada di Perjamuan Kudus-Nya (mengaku Kristen dan rajin beribadah) tidak berpakaian sesuai standard Kerajaan Surga (hidup sama seperti orang duniawi), Ia lebih marah lagi, ”Ia berkata kepadanya: Hai saudara, bagaimana engkau masuk ke mari dengan tidak mengenakan pakaian pesta? Tetapi orang itu diam saja. Lalu kata raja itu kepada hamba-hambanya: Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi (Mat 22:12-13)

Dan pada peperangan terahir (Wah 19:19) antara Yahshua melawan Binatang yang disertai raja-raja dan pasukan mereka di bumi yang berahir dengan kemenangan Yahshua, maka Binatang (Wah 13:1; 17:3,8: pemerintahan Vatican)[1] dan nabi palsunya (Wah 13:1; 16:11: Paus dan para rekan kerjanya)[2] Keduanya dilemparkan hidup-hidup ke dalam lautan api yang menyala-nyala oleh belerang (Wah 19:20) [3]. Binatang di dalam Alkitab adalah lambang kekuatan politik atau pemerintahan.

Ia menambahkan, ”Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua.” Wah 21:8

Dan Yudas saudara Yakobus berkata, ”[S]ama seperti Sodom dan Gomora dan kota-kota sekitarnya, yang dengan cara yang sama melakukan percabulan dan mengejar kepuasan-kepuasan yang tak wajar, telah menanggung siksaan api kekal sebagai peringatan kepada semua orang (Yud 1:7)

Demikianlah juga pada akhir zaman: Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar, lalu mencampakkan orang jahat ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi (Mat 13:49-50)

Jadi oleh karena itu,

Carilah YAHWEH selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat! Baiklah orang fasik meninggalkan jalannya, dan orang jahat meninggalkan rancangannya; baiklah ia kembali kepada YAHWEH, maka Dia akan mengasihaninya, dan kepada Elohim kita, sebab Ia memberi pengampunan dengan limpahnya. Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman YAHWEH. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu. (Isa 55:6-9)

  • [1] – In short, the meaning is, that this beast “was” the Roman empire, as Pagan, described by a dragon with seven heads, and ten horns, with crowns on the heads, but is not as yet in the Apostle John’s time, as Papal, described with seven heads, and ten horns, and crowns on the horns. (John Gill’s Exposition of Enitire Bible)
  • [2] – antichrist in his ecclesiastic capacity; that is, the pope with his clergy (JG)
  • [3] Rev 19:20 – And the beast (21) was taken, and with him (22) the false prophet that wrought miracles before him,… These both were cast alive into a lake of fire burning with brimstone. (21) Namely, that beast with seven heads; (Rev_13:1; Rev_17:3). (22) That is, that beast with two heads; (Rev_13:11; Rev_16:14). (Geneva Bible Translation Notes)

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Adakah Neraka? Seperti apa itu nampaknya?


Kita sering mendengar orang mengutuk, ”Go to hell!”, “What’s a hell!” atau Masuk neraka lo (kamu)!” namun anehnya di gereja-gereja jarang pengkotbah membicarakan soal neraka. Apakah neraka hanyalah sekedar dongeng saja, sehingga hanya orang dunia yang sering memakai kata “neraka atau hell” ini?

Kata “surga”, lawan kata dari neraka, digambarkan sebagai tempat yang indah, damai, penuh suka cita, dimana air mata kesedihan tidak ada lagi, bahkan tidak ada lagi kematian fisik. Cerita tentang surga banyak dimuat di kitab-kitab suci agama, Hindu dan Budha dengan cabang-cabang kepercayaan dari keduanya menyebut surga itu nirwana, agama Islampun percaya adanya surga.

Seorang pendeta ditanya, “Bapak Pendeta, apakah neraka itu benar ada?” Pendeta ini menjawab dengan balik bertanya, “Apakah kamu percaya bahwa surge itu ada?” Si penanya dengan cepat menjawab dengan sedikit kesal, ”Tentu saja saya percaya bahwa surga ada! Bukankah Alkitab telah menulisnya!?” Pendeta ini kembali bertanya, “Bila Alkitab menulis surga itu ada, mengapa kamu tidak yakin bahwa neraka ada!?”

Suatu hal yang mengejutkan ialah bahwa cerita-cerita tentang neraka di Alkitab adalah keluar dari mulut Yahshua Ha Massiah sendiri. Alkitab adalah satu-satunya kitab suci yang menjelaskan bagaimana alam semesta dan manusia diciptakan, bagaimana awal kehidupan manusia dan Alkitab yang sama menutupnya dengan kitab yang menceritakan dengan teliti apa yang akan terjadi pada bumi dan manusia, tentang kehidupan kekal di neraka dan di surga.

Pernyataan Yahshua Ha Massiah tentang neraka:

Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka. Mat 10:28 juga Luk 12:25

Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala. Mat 5:22

Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya. Mat 25:41

Pernyataan Rasul-rasul:

  • Yakubus: Lidah yang tidak dapat dikuasai disamakan seperti api yang dinyalakan oleh api neraka (Yak 3:3-6)
  • Petrus: ”… akan ada guru-guru palsu … yang menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka, untuk perbuatan mereka itu hukuman telah tama tersedia dan kebinasaan tidak akan tertunda. … orang-orang jahat untuk disiksa pada hari penghakiman, terutama mereka yang menuruti hawa nafsunya karena ingin mencemarkan diri dan yang menghina pemerintahan Elohim. (2 pet 2:1,4,9-10)

Anda masih ragu akan adanya neraka? Perhatikan perkataan Yahshua ini, ”Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu (Yoh 14:2). Ia memberi kepastian kepada murid-murid-Nya yaitu apa yang Ia katakan adalah benar, jika tidak benar ia tidak akan mengatakannya! Ia sendiri yang mengajar, ” Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat (Mat 5:37) dan Yakobus mengulanginya (5:12).

Kondisi tubuh manusia yang masuk neraka:

Tubuh manusia yang hidup kekal di neraka ini memiliki kondisi yang sama dengan tubuh manusia yang hidup kekal di sorga; semuanya memiliki tubuh yang sempurna (mempunyai anggota tubuh yang lengkap) dan tidak bisa binasa. Kedua kelompok manusia ini adalah manusia-manusia yang dibangkitkan dari kematian fisik yang pertama. Yang masuk sorga disebut ”yang diberkati” sedang yang dibuang keneraka disebut ”yang binasa” (Yoh 17:12; 2 Tes 2:3; Wah 17:11 ).

Oleh karena kondisi kehidupan dibawah hukuman yang terus menerus ini mereka disamakan dengan ”kematian yang kedua” sebagaimana Yahshua menyebutnya: ”mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua.” (Wah 21:18) lihat juga (Wah 2:11; 20:6,14; 21:8)

Yahshua Ha Massiah memberi gambaran tentang neraka sebagai berikut:

  • Api yang tidak terpadamkan (Mark 9:43)
  • Di mana ulat-ulat bangkai tidak mati dan apinya tidak padam (Mark 9:44-48), terulang tiga kali.
  • Tempat siksaan yang kekal (Mat 25:46)
  • Lautan api dan belerang (Wah 20:10)

David Pawson dalam bukunya ”The Road to Hell” memberi lima dimensi dari kondisi berada di neraka kebinasaan.

  • 1. Itu adalah sebuah tempat yang tidak nyaman secara fisik; panas dan bau belerang serta baud daging yang terbakar (namun tidak bisa habis).
  • 2. Itu adalah sebuah tempat untuk tekanan mental; tangisan dan kertak gigi (ciri-ciri kesedihan dan kemarahan, keduanya bergabung didalam kekecewaan.
  • 3. Itu adalah sebuat tempat moral yang bejat. Kondisi seperti dalam Roma 1:24-32.
  • 4. Itu adalah sebuah tempat kehancuran sosial; neraka boleh ramai, namun karena tidak ada kasih, simpati dan kebaikan itu membuat kesepian
  • 5. Itu adalah sebuah tempat kematian rohani. Makanya disebut ”kematian yang kedua”; Neraka adalah terpisah dari Elohim, doa dan penyembahan tidak ada gunanya. (1)

Alkitab berkata, Yahshua mati (disalib) untuk menggantikan kita yang berdosa agar tidak perlu mengalami kematian (kematian kedua tentunya). Menit-menit terahir sebelum Ia menghembuskan nafas-Nya, Matius mencatat, ”Kira-kira jam tiga berserulah Yahshua dengan suara nyaring: “Eli, Eli, lama sabakhtani?” Artinya: El-Ku, El-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? (Mat 27:46). Ia pada saat itu merasakan betapa tidak nyamannya ketika Bapa-Nya yang biasanya tidak pernah meninggalkan Dia (Yoh 10:30; 17:22), sekarang Bapa absent dari-Nya oleh karena dosa manusia yang Ia sedang tanggung. Elohim akan absent di neraka untuk selama lamanya, sungguh neraka tempat yang menyedihkan dan menakutkan (jeritan penderitaan yang tidak pernah berhenti dari setiap penghuninya), horor ini ditambah seram dengan hadirnya pula Iblis dan roh-roh jahat lainnya yang turut dihukum.

Inikah sebabnya mengapa hamba-hamba YAHWEH tidak pernah mengkotbahkannya di mimbar-mimbar? Apakah dengan tutup mulut ini membantu manusia semakin dekat kepada Tuan mereka? Kenyataannya adalah sebaliknya, manusia semakin lupa kepada peringatan-peringatan dan perintah-perintah-Nya.

Apakah kita bisa masah bodoh jika kita tahu orang yang kita kasihi sedang jalan menuju kepada rumah yang sedang terbakar api. YAHWEH berkata, Apakah Aku berkenan kepada kematian orang fasik? demikianlah firman Adonai YAHWEH. Bukankah kepada pertobatannya supaya ia hidup? Demi Aku yang hidup, demikianlah firman Adonai YAHWEH, Aku tidak berkenan kepada kematian orang fasik, melainkan Aku berkenan kepada pertobatan orang fasik itu dari kelakuannya supaya ia hidup. Bertobatlah, bertobatlah dari hidupmu yang jahat itu! (Yeh 18:23; 33:11). DIA begitu serius akan pertobatan orang fasik, namun mengapa para hamba-Nya tidak perduli akan jeritan hati-Nya atas orang-orang yang terhilang ini?

1. David Pawson, THE ROAD to HELL; The Reality, p. 52-54

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog