Olimpiade Beijing Berdarah 2008


Thema Olimpiade kali ini ialah “One World One Dream” (Satu Dunia Satu Mimpi) – merefleksikan nilai-nilai mendasar dan universal dari semangat Olimpiade: kesatuan, persahabatan, pertumbuhan , harmoni, partisipasi dan mimpi. Apakah yang terjadi dibalik ‘layar’ dan slogan yang megah ini? Banjir darah dan air mata kesedihan serta kematian jiwa-jiwa yang tidak sedikit demi terciptanya gambaran kemegahan dan kejayaan Republik Rakyat Cina (RRC) di mata dunia.

Kebijaksanaan Pemeritah RRC yang terkenal dengan Tirai Bambunya, adalah kebijasanaan yang berfahamkan Sosial Komunis. Dunia internasional telah tahu sejak puluhan tahun tangan kejam penguasa RCC menekan Kekristenan dan kegiatan keagamaan lainya di tanah Cina; kerja paksa, penyiksaan yang kecam sampai tembak mati. Sekarang kita lihat peristiwa yang sama sehubungan dengan Olimpiade Beijing 2008 ini.

Sejak obor Olimpiade 2008 ini di bawa dari Yunani ke negara demi negara dan ke Tibet lalu ke tanah daratan Cina, banjir darah dan kesedihan terjadi di mana-mana; masyarakat dunia, bukan saja orang Tibet perantauan, turun kejalan berdemontrasi mempertanyakan ”bagaimana mungkin semangat dan jiwa persatuan, persahabatan dan kejujuran pada kejuaraan Olimpiade dapat terpancar di suatu negara yang terkenal sebagai pelangar HAM?” Reporter BBC yang berada di Cina berkata bahwa berita-berita demontrasi ini tidak terdengar dan telihat di media rakyat Cina.

Pemakaian internet di Cina diawasi dengan ketat, tidak sedikit mereka yang tertangkap oleh polisi karena mencari di Google kata-kata yang dianggap sensitif oleh pemerintah Cina. Selama Olimpiade berlangsungpun situs-situs pro-HAM seperti Amnesty Intenasional, Reporters Without Borders di block oleh pemerintah RRC. Seorang Reporter Denmark kameranya dipukul ketanah dan rusak ketika mencoba menggambil gambar pada antrian yang menjengkelkan – membuat kelompok jurnalis protes – pada Jumat di hari pembukaan tersebut. Gambar di bawah adalah sebagian dari ribuan polisi pengawas khusus untuk internet, gambar di ambil dari BBC.

Beberapa minggu sebelum Olimpiade Beijing dibuka, rumah-rumah penduduk yang dianggap tidak memenuhi standard kemegahan RRC dimata dunia dibongkar secara paksa, melalui kamera rahasianya terlihat orang-orang pemerintah memukuli dan menendangi para pemilik rumah yang ’keras kepala’. Saya melihat siaran ini langsung BBC ini, namun tidak mudah menemukan filmnya. James Renyolds, reporter ini menambahkan bahwa para pemilik rumah yang diusir secara paksa tidak mendapat kompensasi yang memadai. Pendeta-pendeta Gereja-Rumah dipaksa menandatangani surat dokumen yang berisi “menon-aktifkan kegiatan rohaninya (khususnya) untuk waktu 3 bulan (15 Juli- 15 Oktober) kegiatan Olimpiade.” Ancaman “disiplin” juga tertulis pada dokumen tsb.

Ingat pembangunan dam air untuk tenaga listrik di Shengyou beberapa tahun lalu? Enam penduduk mati dan 50 orang luka-luka parah karena mempertahankan tanahnya menurut Dan Griffiths dari BBC yang meninjau kelapangan.

Inilah cara pemerintah Komunis bertindak, di dalam faham komunis manusia tidak ada nilainya jika mereka tidak sependapat dengan pemerintah komunis. Baca Ragi Komunis

Pemerintah Cina yang ingin menampilkan sosok Cina yang super sempurna sekarang kena batunya karena kesombongannya sendiri pada Olimpiade ini. Menurut banyak sumber berita, pesta kembang api pada pembukaan Olimpiade Beijing yang dunia lihat melalui layar TV pada pembukaan itu adalah rekayasa komputer, double knock-down dari upah kesombongan itu ialah dunia mengetahui bahwa penyanyi cilik pada pembukaan tersebut adalah penyanyi palsu, ia hanya cuap-cuap, suara yang terdengar adalah rekaman dari gadis cilik lainnya. Si penyanyi asli yang suaranya bagus ini tidak diijinkan tampil oleh para birokrat komunis Cina karena kerapihan giginya dianggap tidak memenuhi standard kemegahan Rakyat Cina. Lihat wawancara video dengan direktur pembukaan upacara bagian musik. Kebanggaan palsu bagi si penyanyi palsu dan rakyat Cina dan kesedihan yang mendalam bagi penyanyi asli dan keluarganya. Anak ini jelas cantik dan giginya tentu bertambah baik ketika ia membesar, jelas ia adalah kebanggaan kedua orang tuanya!

Seorang pendeta Cina, Zhang Mingxuan, dan juga pendiri dari The Chinese House Church Alliance, tahun 2008 merupakan tahun yang tersusah di dalam 20 tahun hidupnya sebagai seorang Kristen. ”Penutupan pada gereja-gereja bawah tanah sejauh ini tahun ini adalah lebih keras dibanding beberapa tahun belakangan digabungkan, oleh karena Kejuaran Olimpiade.”

Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan. (Amsal 16:18)

Ganjaran kerendahan hati dan takut akan YAHWEH adalah kekayaan, kehormatan dan kehidupan (Amsal 22:4)

Semoga Pemerintah RRC memilih Amsal 22:4 dan bukan 16:18, tidak ada istilah terlambat selagi matahari masih tetap tertib!

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog
Iklan

Tulis komentar Anda di sini - dengan etika dan integrity. Thanks!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: