Kuburan Rasul Petrus Telah Ditemukan! Updated 30/7/2012


Mungkin judul yang lebih tepat adalah “Penemuan Kuburan Rasul Petrus Terungkap” , sebab penemuan ini terjadi lebih dari 50 tahun yang lalu, yaitu tahun 1953. Karena ini sangat sensitif maka itu baru diungkapkan sekarang.

Peter’s Tomb, Recently Discovered In Jerusalem
by F. PAUL PETERSON

Tulisan di bawah ini adalah ringkasan dari buku di atas.

Seorang Katolik pada komentarnya menyangkal penemuan ini, dia memberi sebuah link pembuktian: http://katolisitas.org/5268/benarkah-makam-st-petrus-ada-di-bawah-altar-basilika-st-petrus-vatikan, ini suatu penyangkalan yang nampaknya masuk akal, dan bersifat historis. Oleh sebab itu saya telah membuat jawaban dari sangkalan atas penemuan ini dengan judul: Benarkah Rasul Petrus pendiri Gereja Roma Katolik; Daftar analytic pertanyaan. Dari daftar pertanyaan yang bersifat analisa ini, Anda akan menemukan celah-celah kosong (klaim yang aneh) pada catatan history penemuan  bukti sejarah kuburan dan tulang rasul Petrus yang dibuat oleh Gereja Roma Katolik.

Sementara mengunjungi seorang teman di Switzerland, saya mendengar apa yang nampaknya untuk saya, satu dari penemuan terbesar sejak masa Kristus (Messias) – bahwa Petrus dikubur di Yerusalem dan tidak di Roma. Sumber dari gossip ini tertulis dalam bahasa Itali. Saya karenanya pergi ke Roma. Setelah bicara banyak dengan imam-imam (Roma Katolik) dan meneliti bermacam-macam sumber informasi , saya dapat membeli satu-satunya buku yang tahu masalah ini, yang juga tertulis dalam bahasa Itali. Itu dipanggil, “Gli Scavi del Dominus Flevit”, dicetak tahun 1958 pada Tipografia del PP. Francescani di Yerusalem. Itu ditulis oleh P.B. Bagatti dan J.T. Milik, keduanya imam-imam Roma Katolik. Cerita penemuan tersebut ada disana, namun itu nampaknya ada sengaja disembunyikan . Saya pergi ke Yerusalem.

Di Yerusalem. Tulang-tulang Simon Bar Yonah (bhs Indo: Simon anak Yunus) indentik dengan Rasul Petrus ditemukan di Yerusalem, pada bagian monastery (tempat kediaman untuk keagamaan) Franciscan yang di sebut, “Dominus Flevit” (dimana Yahshua dipercayai telah menangisi Yerusalem), itu ada di ossuari (kotak tempat penyimpanan tulang-tulang). Nama-nama orang Kristen mula-mula juga ada di assuari-assuari lainnya, seperti Maria dan Marta dan Lazarus saudara mereka. Pada ossuari tersebut tertulis dalam bahasa Aramik secara jelas dan indahnya, ”Simon Bar Yona.”

Kata Yesus kepadanya: “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.” Matius 16:17

Saya bicara dengan imam Milik, rekan penulis buku Italia ini dihadiri oleh teman saya seorang Kristen Arab, Mr. S.J. Mattar. Imam Milik mengakui itu ia telah mengetahui bahwa tulang-tulang Rasul Petrus tidak di Roma. Saya sangat terkejut bahwa ia mengakui itu. Ia juga setuju, ”Ada ratusan bukti lebih bahwa Petrus dikubur di Yerusalem ketimbang di Roma.” (Penekanan dari saya).

Seorang imam Franciscan yang bertugas dari musium ini telah mencoba menghindar ketika saya bertanya tentang hal ini, namun karena informasi yang telah saya kumpulkan dari banyak imam yang bicara kepada saya ia tidak bisa menghindar lagi. Ia jelas nervous ketika berkata, ”Oh tidak, kuburan Rasul Petrus adalah di Roma.” Tetapi suaranya tidak yakin, teman saya Mr. Mattar menyadari itu. Lalu saya melihat langsung kepada matanya dan dengan keyakinan berkata, ”Tidak, kuburan Rasul Petrus adalah di Yerusalem.” Dia melihat kepada saya seperti anak sekolah yang bersalah dan tetap menguasai emosinya. Ia tidak diragukan, menyembunyikan bukti-bukti, tatapi tindakan-tindakan dan kata-katanya telah bicara lebih menyakinkan tentang penemuan tersebut lebih dari imam-imam yang pada ahirnya mengakui kebenaran.

Saya juga bicara dengan seorang imam Franciscan yang berkuasa atas tempat percetakan di dalam tembok-tembok Yerusalem lama, dimana buku pada sabjek ini telah dicetak. Dia juga mengakui bahwa kuburan rasul Petrus adalah di Yerusalem. Kemudian saya berkunjung ke Gereja Nativity di Betlehem dan bertanya kepada salah seorang anggota Franciscan, ”Kamu semua sungguh percaya bahwa semua itu adalah peningalan rasul Petrus?” Dia berespond, Ya kami percaya, kami tidak ada pilihan lain dalam hal ini. Bukti yang jelas adalah disana.” Saya tidak ragu kepada bukti tersebut, tetapi yang membuat saya terkejut adalah imam-imam dan anggota-anggotanya telah percaya yang adalah melawan kepercayaan mereka sendiri dan lebih dari itu, mengakui itu kepada orang-orang lain yang diluar dunia mereka. Biasanya seorang Katolik, entah dia telah dicuci otak atau keras kepala tidak mau melihat sesuatu, hanya itu yang ia telah diajar, tidak akan mengijinkan dirinya sendiri untuk percaya sesuatu yang melawan kepercayaannya, sedikitnya mengakui itu kepada orang-orang lain. Tetapi ada pertumbuhan, sikap yang sehat diantara banyak orang Katolik, untukUjilah segala sesuatu dan peganglah yang baik. (1 Tes 5:21) sebagaimana The Master (Adonai/Tuhan) memperingatkan semua kita dengan tegas.

Kepada orang yang sama ini saya bertanya, Tetapi apa yang Paus pikir tentang semua ini?” Itu adalah pertanyaan seribu dollar and dia memberi saya jawaban sejuta dollar. Well, dia secara pasti menjawab di dalam sebuah suara yang berbisik, “Bapa Bagatti bilang kepada saya secara pribadi bahwa tiga tahun lalu dia pergi ke Paus (Pius XII) di Roma dan menunjukan dia bukti dan Paus berkata, “Baiklah, kita akan harus membuat beberapa perubahan, tetapi untuk waktu yang ada, tetap diam-diam saja.” Di dalam kekaguman saya juga bertanya di dalam suatu suara yang tenang, Jadi Paus sungguh percaya bahwa semua itu adalah tulang-tulang rasul Petrus?” “Ya,” adalah jawabannya. “Bukti dokumen ada disana, dia tidak dapat menghindar tetapi percaya.”

Penemuan semacam ini adalah sangat memalukan karena itu menghancurkan fondasi utama gereja Roma Katolik. Karena Petrus tidak tinggal di Roma dan karenanya tidak dikubur di sana, itu mengikuti secara normal bahwa ia bukanlah Paus pertama mereka.

Gereja Katolik berkata bahwa Petrus adalah Paus di Roma dari tahun 41-66 AD, suatu priode 25 tahun, tetapi Alkitab menunjukan cerita yang berbeda. Kitab Para Rasul mencatat sebagai berikut:

  • Petrus mengkotbahkan Injil kepada orang-orang bersunat (Yahudi) in Caesarea dan Yoppa di Palestina, melayani keluarga Kornelius, yang jaraknya 1800 mil dari Roma (Kis 10:23,24).
  • Segera setelah, kira-kira 44 AD (Kis 12), Petrus dibuang kepenjara di Yerusalem oleh Herodes, tetapi dia dilepaskan oleh seorang malaikat.
  • Dari tahun 46 ke 52 AD, kita baca di bab 13 bahwa ia di Yerusalem berkotbah perbedaan antara Hukum dan Kemurahan.
  • Saulus (rasul Paulus) menjadi percaya tahun 34 AD, dia pergi ke Yerusalem melihat Petrus (Gal 1:18), dan dalam 51 AD, 14 tahun kemudian, ia kemudian pergi lagi ke Yerusalem (Gal 2:1,8), Peter ada di singgung.
  • Segera setelah itu ia bertemu Petrus di Antiokia, dan sebagaimana Paulus berkata, ”Tetapi waktu Kefas datang ke Antiokhia, aku berterang-terang menentangnya, sebab ia salah” (Gal 2:11).

Bukti adalah bertumpuk, kebenaran adalah jelas dari ayat-ayat Alkitab yang tidak pernah gagal. Untuk melihat gambar-gambar lainnya klik ke sumber, tertulis di bawah artikel ini.

Tanah kuburan kuno Kristen ini menunjukan bahwa Petrus mati dan dikubur di Yerusalem, yang mana dapat mudah dimengerti karena baik sejarah maupun Alkitab tidak bercerita bahwa Petrus pernah ada di Roma. Untuk membuat masalah menjadi jelas, Alkitab bercerita kepada kita bahwa Petrus adalah rasul untuk orang-orang Yahudi.

Eusebius, satu dari beberap orang yang sangat terpelajar menulis sejarah Gereja setelah tahun 325 AD, dia berkata bahwa Petrus tidak pernah di Roma. Sejarah Gereja ini diterjemahkan oleh Yerome dari bahasa asli Yunani, tetapi di dalam terjemahannya dia menambahkan suatu cerita fantastik kependudukan Petrus di Roma. Ini adalah sebuah praktek umum menciptakan penerimaan di dalam doktrin-doktrin mereka (Katolik), menggunakan pernyataan-pernyataan palsu, surat-surat palsu dan sejarah yang dipalsukan. Ini alasan lainnya mengapa kita tidak dapat bersandar kepada tradisi, tetapi hanya kepada keabsahan Firman Elohim.

Pada permulaan tahun 1960, beberapa tahun kemudian setelah penemuan ini, Vatikan mengatakan bahwa mereka telah menemukan sesuatu (di Roma) bertulisan Yunani, ”Petrus dikubur di sini,” dan ditanggali 160 AD.

The following was taken from the book, Races of Mankind, page 161: “Strained attempts to have Peter, the Apostle to the Hebrews of the East, in Paul’s territory at Rome and martyred there are unworthy of serious consideration in the light of all contemporary evidence. At his age (eighty-two), that would not have been practicable. In none of Paul’s writings is there the slightest intimation that Peter ever had been or was at that city. All statements to the contrary were made centuries later and are fanciful and hearsay. The Papacy was not organized until the second half of the 8th century. It broke away from the Eastern Church (in the Ency. Brit., 13th Ed., vol. 21, page 636) under Pippin III; also the Papacy, by Abbe Guette.”
The great historian, Schaff, states that the idea of Peter being in Rome is irreconcilable with the silence of the Scriptures, and even with the mere fact of Paul’s epistle to the Romans. In the year 58, Paul wrote his epistle to the Roman church, but does not mention Peter, although he does name 28 leaders in the church at Rome (Rom. 16:7). It must, therefore, be concluded that if the whole subject is faced with detached objectivity, the conclusion must inevitably be reached that Peter was never in Rome. Paul lived and wrote in Rome, but he declared that Only Luke is with me.”
[2 Tim. 4:11].

Copyright 1960 by F. PAUL PETERSON (4th Edition, 1971). Copies may be obtained from your local bookstore or from the author and publisher, F. Paul Peterson, P.0. Box 7351, Fort Wayne, Indiana, Price $2.00. Permission is granted to reproduce any part of this book if title, price and address where it may be purchased are given.

Kedua imam dari penulis buku “Gli Scavi del Dominus Flevit” telah meninggal dunia, Bellarmino Bagatti (1905-1990) dan Józef Tadeusz Milik (1922-2006).

Sumber: Peters’s Tomb Recently Discovered In Jerusalem

Bacaan berkait:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Iklan