Gempa bumi di Cina karena karma?


Saya tidak senang dengan cara (pemerintah) Cina memperlakukan orang Tibet … Dan kemudian gempa bumi dan semua masalah ini terjadi, dan kemudian saya berpikir, apakah ini karma? Bila kamu tidak berlaku baik maka perkara-perkara buruk terjadi padamu,” kata Artis Sharon Stone dalam pernyataanya kepada sebuah media Hong Kong. Karma artinya ”hukum tabur tuai.”

Sebagai mana diketahui hari Senin tanggal 12 Mai, propinsi Sichuan diguncang gempa bumi dengan kekuatan 7,9 yang mengakibatkan korban jiwa bisa diatas 80 ribu menurut pemimpin Cina Wen Jiabao, dan lima juta jiwa tampa rumah. Gempa ini merupakan gempa seri yang berkelanjutan di dalam rentang waktu 24 jam, lihat interaktive video.

Pernyataannya ini menyulut kemarahan di media-media berbahasa Cina menyebutnya sebagai ”tidak tepat” oleh sebuah pendiri dari sebuah bisnis cinema yang terbesar dan berjanji tidak akan mempertunjukan film-film Sharon.

Pemerintah Cina telah lama tercatat sebagai pemimpin yang sering melanggar Hak Asasi Manusia, pemenjaraan dan kerja paksa yang berat terhadap orang-orang Kristen sudah terjadi puluhan tahun, perampasan – yang diikuti pembunuhan massal – tanah orang Tibet, memenjarakan para pengikut aliran Falun Gong, banyak dari mereka yang mati dianiaya dan sebagian mati karena organ tubuhnya diambil hidup-hidup untuk dijual oleh pemerintah. Dan yang terahir adalah pembunuhan kembali orang-orang Tibet yang protes untuk memperingati tanah Tibet yang diambil oleh pemerintah Cina. Perlu diingat bahwa peristiwa gempa bumi terjadi ditengah-tengah aksi protes orang Tibet tersebut.

Apakah peristiwa gempa bumi ini suatu karma? silahkan Anda putuskan sendiri. Alkitab berkata, Jangan sesat! Elohim tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya” (Gal 6:7).

Tujuan Elohim membuat hukum tabur-tuai ini supaya manusia belajar menghormati sesamanya, Ia bukanlah type Bapa yang bersuka cita ketika menghukum ciptaan-Nya sendiri, Ia mengharapkan yang terbaik untuk setiap pribadi, kata-Nya, “Muka-Ku tidak akan muram terhadap kamu, sebab Aku ini murah hati, demikianlah firman YAHWEH, tidak akan murka untuk selama-lamanya. Hanya akuilah kesalahanmu, bahwa engkau telah mendurhaka terhadap YAHWEH, Elohimmu” (Yer 3:12-13a).

Semoga melalui peristiwa ini, kebebasan beragama dan berpendapat semakin dihargai di Negara Cina.

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Tulis komentar Anda di sini - dengan etika dan integrity. Thanks!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: