Sepuluh Perintah YAHWEH


Kalau demikian, apakah maksudnya hukum Taurat? Ia ditambahkan oleh karena pelanggaran-pelanggaran–sampai datang keturunan yang dimaksud oleh janji itu… (Gal 3:19)

Banyak orang Kristen terkecoh antara Sepuluh Perintah YAHWEH dengan Perintah atau Hukum Taurat atau Torah Musa, sehingga terjadilah konflik-hati nurani (kebimbangan) dalam kehidupan mereka, mudah terombang-ambing dalam kehidupan rohani mereka, tidaklah heran jika damai sejahtera jauh dari mereka (Yakobus 1:6-8). YAHWEH menberikan hukum Sepuluh Perintah dan hukum-hukum lainnya kepada umat-Nya melalui nabi Musa. Hukum-hukum lainnya tersebut, dikenal sebagai “hukum Musa atau Torah / Taurat Musa” misalanya: 

  • Hukum Persembahan daging korban (ucapan syukur, pengampunan dosa); mengapa, binatang apa, kapan dan bagaimana.
  • Hukum Sunat lahiriah; kapan, siapa yang harus, tujuan
  • Hukum Sembayang di bait Elohim; bagaimana syaratnya, siapa yang boleh masuk (di ruang Mahasuci, di ruang Suci, di halaman), Giliran kelompok siapa.
  • Hukum makanan tahir (halal) dan najis (haram); binatang (darat, udara, laut), daging tahir namun dianggap najis,  makanan persembahan berhala.
  • Hukum Pernikahan dan poligami
  • Hukum praktis bagaimana menjalankan Sabat YAHWEH (pewaktuan, tanah garapan, pembebasan, apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan).
  • Dan lain-lain

10 (Sepuluh) Perintah, benar sekali, tertulis di Pentateuch (Lima kitab Musa), namun berfungsi berbeda dengan Perintah tambahan dari Torah atau Taurat. 10 Perintah adalah hukum moral sedangkan Perintah Torah/ Taurat Musa adalah aturan praktis yang bersifat jasmaniah dan liturgi rohani, didasari dari 10 Perintah, bagaimana seorang umat YAHWEH harus lakukan.

Perintah Torah yang ditambahkan ini pada umumnya adalah hukum-hukum yang dibuat sehubungan dengan “bagaimana” melakukan 10 Perintah YAHWEH. Dua kalimat kunci pada perkataan Paulus di atas ialah
1. Hukum ditambahkan oleh sebab pelanggaran manusia; artinya: ketika perintah tidak dijalankan atau selalu dilanggar, maka hukum keluar, dan hukum ini akan bertambah banyak (diperinci) jika sebuah hukum dilanggar. USA mempunya ribuan hukum, contoh: ”Jangan membunuh” (Perintah YAHWEH ke 6) dari satu ini bisa menjadi puluhan hukum; pemilikan senjata api, hak bela diri, kriminalitas dll. Itu karena pelanggaran demi pelanggaran di USA.
2. Hukum-hukum tertentu yang ditambahkan oleh Musa tidak berlaku lagi saat Yahshua datang, mati dan bangkit dari kematian-Nya. Segala hukum tertentu tersebut yang bersifat bayangan dari Yahshua, bukan saja tidak perlu lagi dilakukan, lebih lagi akan menjadi dosa yang berat jika itu tetap dilakukan – contoh: mempersembahkan binatang sebagai korban penghapus dosa. Ini berarti si pelaku menolak pengorbanan Putra Elohim di kayu salib bagi penebusan dan penyucian dirinya yang berdosa (Ibr 10:28-29).

10 (Sepuluh) Perintah YAHWEH. Nabi Musa dengan matanya sendiri melihat bagaimana Elohim melalui jari-Nya sendiri menulis 10 Perintah tersebut ketika ia berada di gunung Sinai  (Kel 20:1-17, 22):

  • Kedua loh batu pertama (dibuat dan ditulis oleh YAHWEH) dipecahkan oleh Musa (Kel 31:18; )
  • Loh-loh batu kedua (dibuat dan ditulis oleh YAHWEH) (Kel 34:1, 28 )

Pada batu loh pertama terdapat Perintah Moral untuk kita patuh dan memuliakan YAHWEH, yaitu hubungan vertikal kita dengan Pencipta kita. Pada batu loh kedua terdapat Perintah Moral yaitu hubungan horizontal kita dengan sesama manusia. Dari Sepuluh Perintah inilah lahirnya hukum-hukum lainnya, yang umum disebut ”Hukum (Taurat) Musa dan Kitab (Hukum) Nabi-nabi.”

Apakah Sepuluh Perintah ini hanya untuk orang Israel? Tentu tidak! Perintah ini ditujukan untuk setiap umat-Nya yang telah dibebaskan dari perbudakan dosa; pertama Abraham, kakek dari Israel sebagai suatu bangsa yang telah dipilih-Nya (Kej. 12) dan berikutnya seluruh manusia yang telah dibenarkan-Nya melalui pengorbanan Yahshua, putra-Nya yang tunggal (Kis. Rasul 2). Seorang rabbi Yahudi abad 21 yang percaya kepada ajaran Yahshua berkata, “Torah tetap berlaku sampai sekarang, tetapi hanya bagi orang-orang yang mengikuti ajaran Yahshua (Yeshua).”

Ketika orang-orang Farisi mendengar, bahwa Yahshua telah membuat orang-orang Saduki itu bungkam, berkumpullah mereka dan seorang dari mereka, seorang ahli Taurat, bertanya untuk mencobai Dia: “Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?” Matius 22:34-36

Jawab Yahshua kepadanya: “Kasihilah YAHWEH , Elohimmu dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. (Matius 22:37-.38). Penjabarannya:

Perintah mengasihi YAHWEH (Keluaran 20:3-10)

  • Jangan ada padamu elohim lain di hadapan-Ku. I
  • Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, YAHWEH (TUHAN), Elohimmu, adalah Elohim yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku, tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku. II
  • Jangan menyebut nama YAHWEH (TUHAN), Elohim, dengan sembarangan, sebab YAHWEH (TUHAN) akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan. III
  • Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat: enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat YAHWEH (TUHAN), Elohimmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan. engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, aau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu. IV

Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. (Matius 22:39). Penjabarannya:

Perintah Moral – sesama manusia (Keluaran 20:12-17)

  • Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan YAHWEH (TUHAN), Elohimmu, kepadamu. V
  • Jangan membunuh. VI
  • Jangan berzinah. VII
  • Jangan mencuri. VIII
  • Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu. IX
  • Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apapun yang dipunyai sesamamu.” X

Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.” Matius 22:40

Beberapa contoh ayat yang membuktikan bahwa Sepuluh Perintah itu tetap berlaku sampai sekarang:
Perintah I dan II: Tetapi Aku mencela engkau, karena engkau membiarkan [ajaran] wanita Izebel, yang menyebut dirinya nabiah, mengajar dan menyesatkan hamba-hamba-Ku supaya berbuat zinah dan makan persembahan-persembahan berhala. Wahyu 2:20

Perintah IV: Sebab sejak zaman dahulu hukum Musa diberitakan di tiap-tiap kota, dan sampai sekarang hukum itu dibacakan tiap-tiap hari Sabat di rumah-rumah ibadat.” Kisah Para Rasul 15:21. Beribadah pada hari Sabat adalah kebiasaan Yahshua dan rasul Paulus. (Luk 14:6 dan Kis 17:2; 18:4).

Perintah V: Tetapi jikalau seorang janda mempunyai anak atau cucu, hendaknya mereka itu pertama-tama belajar berbakti kepada kaum keluarganya sendiri dan membalas budi orang tua dan nenek mereka, karena itulah yang berkenan kepada Elohim. (1 Timothy 5:4)

Perintah VI: Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Raka! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala. Matius 5:21-22.  Raka, bahasa Aram: bodoh dan tidak berakal, dalam ucapan sekarang sama seperti: Ideot!

Perintah VII: Kata Yahshua kepada mereka: “Karena ketegaran hatimu Musa mengizinkan kamu menceraikan isterimu, tetapi sejak semula tidaklah demikian. Tetapi Aku berkata kepadamu: Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah.”Matius 19:8-9 dan Lukas 16:18
Dan jika si isteri menceraikan suaminya dan kawin dengan laki-laki lain, ia berbuat zinah.” Markus 10:12

Perintah VIII dan X: Waspadalah terhadap ahli-ahli Taurat yang … menelan rumah janda-janda dan yang mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang. Mereka itu pasti akan menerima hukuman yang lebih berat.” Luk 20:46-47 , Markus 12:38-40.

Perintah IX: Kamu telah mendengar pula yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan bersumpah palsu, melainkan peganglah sumpahmu di depan YAHWEH. Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah sekali-kali bersumpah … Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat. (Mat 5:33-37). Juga Yak 5:12.

Perintah X: Iri dan mengingini milik orang lain adalah perkara hati dan pikiran, orang lain tidak mengetahuinya, tetapi Elohim tahu. Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut. (Yak 1:14-15)
Dosa raja Yerobeam yang sangat dibenci YAHWEH bersumber dari iri, ia ingin selamanya menguasai kerajaan keturunan raja Daud.

Rasul Paulus menyatakan bila kita melakukan hukum kasih horizontal  (V sampai X) tersebut itu sama juga melakukan Torat/ Taurat. Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapapun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat. Karena firman: jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini dan firman lain manapun juga, sudah tersimpul dalam firman ini, yaitu: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri! Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat. (Roma 13:8-10).

Rasul Paulus di sini menyatakan dengan jelas, bahwa “menggenapi hukum Taurat” artinya bukan “tidak perlu melakukan hukum Taurat,” tetapi  itu berarti “melakukan SELURUH hukum Taurat.”

Hal ini tepat seperti apa yang Yahshua Ha Mashiah katakan, pada Injil Matius 5:17-48 – “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. (ay. 17), lalu Ia menjelaskan satu-persatu maksud Elohim yang sesungguhnya dari 10 Perintah tersebut sampai ayat 48! Mengenai perintah Taurat, Yashua sempurna melakukannya, sehingga Dia berani menantang para ahli agama “Siapakah di antaramu yang membuktikan bahwa Aku berbuat dosa? (Yoh 8:46).
Pada doa-Nya di taman sebelum penyaliban Ia berkata:  Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan (melakukan semuanya) yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya. Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.  (Yoh 17:4, 8).

Jika ada orang Kristen yang berkata “Kita tidak perlu lagi melakukan 10 Perintah YAHWEH sebab kita telah diselamatkan oleh darah Yahshua, jadi sekarang kita boleh menyembah berhala, kurang ajar kepada orang tua, mencuri, berdusta, membunuh dan melakukan larangan YAHWEH lainnya.” (Roma 6:1) Maka Paulus yang pertama akan berteriak dengan keras kepada orang tersebut: “God forbid!” (KJV); “Tidak mungkin!” (ILT); atau “Sekali-kali tidak!” (ITB)

Alkitab Perjanjian Baru tetap memerintahkan kita melakukan 10 Perintah YAHWEH, tepat sama seperti pada jaman sebelum Yahshua.

Jadi apa sesungguhnya yang berubah dari 10 Perintah tersebut sejak Yahshua datang ke bumi? Tidak ada! Hukum YAHWEH itu kekal, seperti Dia adalah kekal. Hukum tidak berubah, yang berubah adalah tujuan dari perintah Taurat tersebut! Yaitu:

  • Sebelum Yahshua, tujuan dari perintah adalah mendapatkan pembenaran bagi pelakunya (Im 18:5;  Roma 2:13) – tentu seorangpun tidak akan ada yang bisa dengan kekuataannya sendiri (Roma 3:20), sesungguhnya Perintah ini adalah bayangan dari Yahshua, – sekarang, setelah beriman kepada Yahshua, perintah itu adalah sebagai bukti kasih kita kepada Elohim, menjadi teladan dan saksi untuk dunia bahwa benar kita adalah umat Kerajaan Sorga. (Yoh 14:21; Yoh 15:12-16)
  • Jika pada Perjanjian Lama itu dilakukan di BAWAH perintah Torat atau Taurat, sekarang di Perjanjian Baru perintah tersebut dilakukan di DALAM HATI DAN PIKIRAN kita! Artinya, ketika kita gagal melakukan salah satu perintah-Nya, kita tidak dihukum, sebab kita hidup bukan di BAWAH hukum, tetapi di DALAM anugerah-Nya. Yang diperlukan adalah hati nurani yang murni terhadap Elohim.
Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

 

Iklan

Elohim Apa Yang Anda Sembah?


Setiap bangsa dan suku mempunyai elohim (deti-deti, sesuatu yang diagungkan dan disembah). Terdapat ribuan ”Elohim” di dalam dunia ini. dan masing-masing memiliki nama tersendiri. Karenanya jika kita bertanya kepada sesorang, maka pertanyaan yang tepat ialah ”Elohim yang mana yang engkau percayai atau sembah?” dan bukan ”Kamu percaya Elohim?” Suatu penelitian keagamaan di Amerika di tahun 2007 mendapatkan bahwa 90% dari respondent menjawab bahwa “I believe in God (Elohim)!” Jadi diperlukan penjelasan lebih dalam “Siapakah Elohim yang dimaksudkan oleh 90% orang Amerika ini dan bagaimana sifat-sifat dari Elohim yang disembah oleh mereka?”

Elohim YAHWEH dalam misi-Nya “Penyelamatan umat manusia dari Hukuman Dosa,” IA mulai dengan memisahkan seorang pria bernama Abram keluar dari keluarga besarnya, yang kemudian Ia ganti namanya menjadi Abraham yang artinya “Bapa dari banyak bangsa” (Kejadian 17:5). IA memperkenalkan dirinya kepada anak keturunan Abraham sebagai Akulah YAHWEH (TUHAN), Elohim Abraham, nenekmu, dan Elohim Ishak; tanah tempat engkau berbaring ini akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu.” saat IA berbicara kepada Yakub cucu Abraham (Kejadian 28:13). Nama Yakub diganti oleh Yahweh menjadi Israel, Negara Israel yang kita kenal sekarang ini adalah berasal dari 12 anak-anak Israel (Yakub, nama lama). Kata “Elohim Israel” mulai dikenal dikalangan keluarga Israel sendiri saat ia kembali ke tanah Kanaan, tanah dimana Negara Israel ada sekarang (Kejadian 33:18-20).

Dan nama “Elohim Israel” mulai diperkenalkan kepada bangsa lain oleh Nabi Musa saat misi pembebasan bangsa Israel dari perbudakan Mesir, dibawah kekuasaan Firaun. Dimana saat itu Israel belumlah dikenal sebagai bangsa tapi hanya sebagai sebuah suku, “suku Ibrani” (Keluaran 5:1-3).

Elohim Yahweh tidak ingin disamakan oleh elohi-elohi (atau elohim, bentuk jamak dari elohi) lainnya yang banyak disembah oleh bangsa-bangsa penyembah berhala dan penyembah benda-benda di langit; matahari, bulan, bintang.

Dalam Alkitab ada terdapat sedikitnya 200 kali ungkapan “Elohim Israel” (”the God of Israel”) dan 12 kali ungkapan “Elohim Abraham, (Elohim) Ishak dan (Elohim) Yakub/Israel.” 7 kali di Perjanjian Lama dan 5 kali di Perjanjian Baru.

Sesungguhnya siapakah Elohim Israel ini, yang telah memperkenalkan namanya dan dirinya kepada Abraham, Isak dan Yakub yang kemudian kepada Nabi Musa serta Nabi-nabi penerus dari Nabi Musa?

Tetapi kata Abram kepada raja negeri Sodom itu: “Aku bersumpah demi YAHWEH (TUHAN), Elohim Yang Mahatinggi, Pencipta langit dan bumi. Kejadian 14:22

Pernahkah suatu bangsa mendengar suara Elohim, yang berbicara dari tengah-tengah api, seperti yang kaudengar dan tetap hidup? Atau pernahkah suatu Elohim mencoba datang untuk mengambil baginya suatu bangsa dari tengah-tengah bangsa yang lain, dengan cobaan-cobaan, tanda-tanda serta mujizat-mujizat dan peperangan, dengan tangan yang kuat dan lengan yang teracung dan dengan kedahsyatan-kedahsyatan yang besar, seperti yang dilakukan YAHWEH (TUHAN), Elohimmu, bagimu di Mesir, di depan matamu? Engkau diberi melihatnya untuk mengetahui, bahwa YAHWEHlah Elohim, tidak ada yang lain kecuali Dia (to know that יהוה Himself is Elohim; there is no one beside Him; The Scripture ’98 Bible). Dari langit Ia membiarkan engkau mendengar suara-Nya untuk mengajari engkau, di bumi Ia membiarkan engkau melihat api-Nya yang besar, dan segala perkataan-Nya kaudengar dari tengah-tengah api. Ulangan 4:33-36.

Benar, Elohim YAHWEH adalah Elohim Yang Mahakuasa – IA adalah Omnipotence Elohim!! Omnipotence berasal dari dua kata Latin, omni, “maha” atau ”semua” dan potence, “kuasa” diartikan ”mahakuasa.”

Matius 19:26 ”Bagi Elohim segala sesuatu mungkin.” Untuk Elohim membawa orang masuk Kerajaan Surga-Nya.

Kejadian 18:14 Adakah sesuatu apapun yang mustahil untuk YAHWEH (TUHAN)? Pertanyaan rhetoric YAHWEH kepada Abraham bahwa istrinya yang sudah berumur 91 akan melahirkan Ishak.

Yeremia 32:27 “Sesungguhnya, Akulah YAHWEH (TUHAN), Elohim segala makhluk; adakah sesuatu apapun yang mustahil untuk-Ku? Untuk membawa pulang umat-Nya kenegeri asal mereka dari tangan raja Babilonia.

Markus 9:23 Jawab Yahshua: “Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!” untuk Yahshua membebaskan anak laki yang ayan sejak kecilnya.

Markus 14:36 Kata-Nya: “Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-Mu,” melepaskan Yahshua dari tangan Penguasa Romawi.

Lukas 1:37 Sebab bagi Elohimtidak ada yang mustahil.” Elisabet yang mandul tua untuk mendapatkan seorang anak.

Yohanes 11:25-26 Jawab Yahshua: “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?” janjinya kepada setiap kita yang percaya kepada-Nya.

Beginilah firman Elohim, YAHWEH (TUHAN), yang menciptakan langit dan membentangkannya, yang menghamparkan bumi dengan segala yang tumbuh di atasnya, yang memberikan nafas kepada umat manusia yang mendudukinya dan nyawa kepada mereka yang hidup di atasnya,

Aku ini YAHWEH (TUHAN), itulah nama-Ku; Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain atau kemasyhuran-Ku kepada patung. Yesaya 42:5,8

Sembahlah Elohim yang benar, Elohim yang berkuasa menghidupkan kembali orang yang telah mati, bahkan mampu memberikan Kehidupan Kekal!!

Sembahlah YAHWEH!

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog.