Tidak Perlu Nasehat, Tapi Pertolongan Nyata!


Bayangkan Anda telah terjatuh kedalam sebuah rawa lumpur-hidup. Rawa lumpur-hidup ini lambat tapi pasti mengubur Anda hidup-hidup. Sialnya, semakin Anda bergerak untuk keluar dari padanya semakin cepat membawa tubuh Anda tenggelam. Apa yang harus Anda lakukan?

Seorang pria lewat didepan Anda, ia nampak penuh pengetahuan dan pengalaman hidup, nampak dari wajahnya yang tua dan janggutnya yang putih seluruhnya. ”Tolong saya bapa Tua!,” Anda memelas. Bapak Tua berhenti dan berkata,”Anakku, tidakkah kamu melihat tanda bahaya itu? Kamu harus mendengarkan nasehat orang tuamu, dan patuhi mereka, tentu kamu akan selamat!” Kamu nampak mabuk karena bir, berhentilah minum-minuman keras.” Sementara bapa Tua bicara lumpur telah mencapai dada Anda. Ia melanjutkan perjalanannya setelah nasehat-nasehat mutiara disampaikan. Semua itu tidak menolong, Anda terus semakin dalam.

Lalu lewat pula pria usia lanjut, ia nampak seperti olahragawan, Anda berpikir ia pasti mampu menolong saya. Ia berhenti karena jeritan S.O.S. Anda. ”Aha, kamu tenggelam! Jangan kuatir! Perhatikan saya!” Ia mulai memberi Anda kursus kilat bagaimana berenang. ”Nah, sekarang kamu coba,”serunya dan pergi. Baru saja Anda bergerak untuk melakukan jurus pertama dari ”bagaimana berenang” sesuai petunjuknya, tubuh Anda semakin tenggelam lebih cepat! Lumpur sudah menyentuh leher Anda! Tidak menolong, bahkan membuat lebih runyam!!

Anda sudah putus harapan untuk hidup. Nasehat-nasehat tidak berarti. Usaha-usaha sendiri untuk keluar juga tidak berarti, bahkan membawa Anda semakin frustasi. Lumpur telah sampai kedagu Anda!

Kemudian seorang pria muda usia 30 tahunan lewat. Dengan suara yang tersisa dan air mata penyesalan bercampur pengharapan Anda berseru,”Tolonglah saya, janganlah pergi berlalu sebelum Tuan menyelamatkan saya!” Terdengar tidak keras, namun keluar dari hati yang dalam. Pria muda ini berhenti dan melihat kepada Anda. Tanpa sebuah katapun keluar dari mulutnya, Ia mematahkan sebuah cabang pohon, Ia mengulurkannya kepada Anda, dan segera Ia menarik Anda keluar dari lumpur yang mematikan tersebut!

Filsafat itu bagus dan berguna selagi kita hidup, namun ketika kematian menanti Anda, ia tidak ada artinya. Kung Fu Tzu, seorang filsafat Cina yang sangat bijaksana suatu hari ditanya oleh muridnya, ”Apa itu kehidupan setelah kematian?! Filsuf tua ini menjawab dengan rendah hati, ”Anakku, kematian saja aku tidak tahu, apalagi tentang ”kehidupan setelah kematian!”

Agama-agama dibuat dan diajarkan oleh manusia untuk manusia. Inti dari setiap ajaran agama ialah ”bagaimana manusia bisa menyenangkan TUHAN, karena manusia berpikir bahwa, ”mungkin dengan kita menyenangkan DIA, kita terlepas dari lumpur kematian kekal” Maka dibuatlah jurus-jurus ”tata- ibadah sembayang, ”larangan-larangan dan keharusan-keharusan dalam kehidupan,” Jika kita berhenti sejenak untuk berpikir, kita akan sadari bahwa semakin kita berusaha keras untuk melakukan semua ”aturan-aturan agama” semakin kita frustasi dan tenggelam di dalam lumpur dosa kita (Roma 7:5). Tidak ada satu manusiapun di dunia ini yang bisa melepaskan dirinya sendiri dari lumpur dosa melalui perbuatan baik atau aturan-aturan agama! TUHAN terlalu suci dan manusia sebaliknya, selalu berkecenderungan untuk berbuat jahat, egois dan penuh hawa napsu duniawi. Bagaimana mungkin tangan yang kotor bisa mecuci piring agar bersih!?

Terima kasih kepada YAHWEH (TUHAN)! IA tidak datang hanya memberi nasehat dan ajaran, namun IA datang dengan pertolongan nyata (Roma 5:8; Yoh 3:16). IA datang kedalam dunia dalam wujud manusia Yahshua (Yesus) (Yoh 1), Kita yang seharusnya menanggung penderitaan dari dosa dan kesalahan kita, kita yang seharusnya terhukum mati untuk dosa kita (Roma 6:23), dibebaskan dari semuanya itu oleh pengorbanan diri-Nya sendiri di kayu salib di bukit Golgota (1 Pet 2:24; 3:18). IA yang suci dan tidak berdosa dijadikan berdosa oleh karena menanggung dosa kita (2 Kor 5:21; Gal 1:4).

Tugas YAHWEH untuk menyelamatkan ciptaan-Nya telah selesai sepenuhnya, saat Yahshua Messias mati tersalib, sebagaimana Yahshua sendiri berkata, ” “Sudah selesai.” Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya. “It has been accomplished!” And bowing His head, He gave up His spirit. (The Scriptures ‘98+) (Yoh 19:30)

Bagaimana dengan Anda sendiri? Sudahkan Anda menyelesaikan bagian dari tugas Anda dalam proses penyelamatan diri Anda sendiri dari kematian lumpur dosa? Bagian Anda hanyalah meresponi uluran pertolongannya menggambil dan memegang kuat-kuat “cabang pohon didepan Anda” seperti cerita di atas, yaitu “Jaminan Keselematan melalui pencurahan Darah Domba Anak Elohim di ’mesbah korban’ bukit Golgota!!” (Ibrani 9-10).

Sebab sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan barangsiapa yang dikehendaki-Nya. Bapa tidak menghakimi siapapun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak, supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup. Yoh 5:21-24

Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan. Yohanes 12:46

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog.

Tulis komentar Anda di sini - dengan etika dan integrity. Thanks!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: