Kekudusan YAHWEH


[A]ku (Nabi Yesaya) melihat YAHWEH duduk di atas takhta yang tinggi dan menjulang, dan ujung jubah-Nya memenuhi Bait Suci. Para Serafim berdiri di sebelah atas-Nya, masing-masing mempunyai enam sayap; dua sayap dipakai untuk menutupi muka mereka, dua sayap dipakai untuk menutupi kaki mereka dan dua sayap dipakai untuk melayang-layang. Dan mereka berseru seorang kepada seorang, katanya: Kudus, kudus, kuduslah YAHWEH semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya!” Lalu kataku: “Celakalah aku! aku binasa! Sebab aku ini seorang yang najis bibir, dan aku tinggal di tengah-tengah bangsa yang najis bibir, namun mataku telah melihat Sang Raja, yakni YAHWEH semesta alam.” Yesaya 6:1-3,5.

[A]ku (Rasul Yohanes murid Yahshua) melihat: Sesungguhnya, sebuah pintu terbuka di sorga. Dan keempat makhluk itu masing-masing bersayap enam, sekelilingnya dan di sebelah dalamnya penuh dengan mata, dan dengan tidak berhenti-hentinya mereka berseru siang dan malam: Kudus, kudus, kuduslah Elohim YAHWEH Yang Mahakuasa, yang sudah ada dan yang ada dan yang akan datang.” Dan setiap kali makhluk-makhluk itu mempersembahkan puji-pujian, dan hormat dan ucapan syukur kepada Dia, yang duduk di atas takhta itu dan yang hidup sampai selama-lamanya, maka tersungkurlah kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Dia yang duduk di atas takhta itu, dan mereka menyembah Dia yang hidup sampai selama-lamanya. Dan mereka melemparkan mahkotanya di hadapan takhta itu, sambil berkata: “Ya YAHWEH dan Elohim kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan.” Wahyu 4:1,8-11.

Ketiga perwujudan Elohim (God) adalah kudus. Bapa Surgawi adalah kudus (Yoh 17:11), Putra adalah kudus (Luk 1:35, Kis 4:30, Yoh 6:69, Mar 1:24) dan Roh-Nya juga kudus, itu nampak dari nama-Nya, Roh Kudus. Teriakan tiga kali ”Kudus, kudus, kuduslah YAHWEH!” dengan jelas menyatakan itu.

Kekudusan adalah kualitas Elohim, itu bagian dari beberapa sifat-Nya atau karakter-Nya. Sekalipun Ia mahakuasa (omnipotent) bisa melakukan apapun, Ia tidak akan bertindak melawan karakter-Nya. Jadi Ia tidak bisa menjadi tidak kudus. Kekudusan adalah berbuat sesuatu dan ada benar. Itu bukan tentang membelokan hukum. Ada kudus artinya ada adil sepenuhnya, murni dan benar. YAHWEH tidak dapat mengabaikan kesalahan (Hab 1:13). Dia adalah Hakim Yang adil (Yes 5:16).

“Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Filadelfia: Inilah firman dari Yang Kudus, Yang Benar, yang memegang kunci Daud; apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka. Wah 3:7

Siapakah yang seperti Engkau, di antara para el (gods) , ya YAHWEH; siapakah seperti Engkau, mulia karena kekudusan-Mu, menakutkan karena perbuatan-Mu yang masyhur, Engkau pembuat keajaiban? Kel 15:11.

Firman YAHWEH mencatat kualitas-kualitas Elohim (God) pencipta kita, diantaranya: mulia (sangat terhormat), api yang menghanguskan, selalu siap untuk bertindak, serius (pasti melakukan apa yang Ia katakan). Karena alasan-alasan ini, YAHWEH haruslah ada ditakuti dan dihormati. Nabi-nabi-Nya banyak kali bicara tentang kemarahan-Nya (Yeh 13:13-16), kemaraha-Nya seperti api yang tidak terpadamkan (Yeh 8:2). Konsep api nereka merupakan satu wujud dari kekudusan YAHWEH (Yeh 22:17-31).

Kekudusan YAHWEH juga memiliki sisi yang menghibur dan menguatkan bagi mereka yang mencari pertolongan-Nya. Sebab beginilah firman Yang Mahatinggi dan Yang Mahamulia, yang bersemayam untuk selamanya dan Yang Mahakudus nama-Nya: “Aku bersemayam di tempat tinggi dan di tempat kudus tetapi juga bersama-sama orang yang remuk dan rendah hati, untuk menghidupkan semangat orang-orang yang rendah hati dan untuk menghidupkan hati orang-orang yang remuk. Yes 57:15

Ketika Alkitab berkata bahwa nama-Nya adalah kudus, ini mengkaitkan kepada reputasi-Nya yg ada diantara kita, umat yang telah ditebus-Nya. Untuk menjaga nama-Nya tetap kudus, sering kali Ia bertindak menyelamatkan umat-Nya, contohnya: Lahirnya kembali negara Israel (1948) bukanlah karena kehebatan dan kebaikan orang Isreal (Yeh 36:20-36), jawaban doa, kesembuhan dan mujizat tetap terjadi di dalam pelayanan kita maupun kehidupan pribadi – di saat kita berada di lembah keduniawian – itu semua karena Ia menjaga kekudusan-Nya (2Tim 2:13).

Kematian Yahshua di bukit Golgota adalah pertmuan yang sempurna antara kasih Elohim dan kekudusan-Nya (adil dan benar).

Kekudusan-Nya: 1. Hukum-Nya berkata ”Orang yang berbuat dosa harus mati!” dan ”Upah dosa adalah maut, kematian kekal.”(Yeh 18:4;Roma 6:23; Kej 2:17; Yes 3:11). Ia harus menebus kita yg berdosa untuk bisa bebas dr api neraka. Keperkasaan-Nya tidak bisa dipakai dalam ”misi keselamatan,” atau Ia akan disebut oleh Iblis sebagai Elohim yang ”tidak adil dan tidak benar” melanggar hukum-Nya sendiri. 2. Putra-Nya yang sangat dikasihi-Nya – yang tidak berdosa telah menjadi berdosa karena menanggung dosa seisi dunia. Bapa surgawi meninggalkan Yahshua (Yesus) di Golgota sendirian, karena mata Bapa terlalu kudus Ia tidak dapat melihat dosa (Hab1:13), itulah sebabnya Yahshua berseru, “Eli, Eli, lama sabakhtani?” Artinya: El-Ku, El-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?

Kasih-Nya: Firman-Nya yang kudus (dipanggil sebagai Putera Elohim) menjadi manusia (Bapa Surgawi menamainya Yahshua – YAHWEH Menyelamatkan) (Yoh 1:1,14). YAHWEH sungguh mengasihi setiap manusia sehingg Ia mengutus Putera-Nya yang tunggal mati tersalib untuk menebus kita dari hukuman kematian supaya setiap orang yang percaya kepada Yahshua tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal (Yoh 3:16). Akan tetapi Elohim menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus (Mashiah) telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa (Roma 5:8).

Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Elohim (yaitu: Yahshua Ha Mashiah). Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat. Yoh 3:18-19. Pilihan ada ditangan Anda sendiri.

Tawaran hidup kekal dari YAHWEH sudah tersedia untuk setiap manusia, bagian kita hanyalah percaya kepada perkataan Yahshua dan menerima apa yang Ia telah kerjakan di kayu salib di bukit Golgota dua ribu tahun yang lalu.

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog.

Tulis komentar Anda di sini - dengan etika dan integrity. Thanks!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: