Hormatilah Perintah Ketiga!


Jangan menyebut nama YAHWEH, Elohimmu, dengan sembarangan, sebab YAHWEH akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan. Keluaran 20:7

Pada Hukum Ketiga ini, Elohim (God) Israel memperingatkan kita dengan cara semudah dan sejelas mungkin untuk tidak meremehkan Nama-Nya, atau menggunakannya dengan sia-sia, sembarangan atau tidak beralasan. Pencipta kita telah mengetahui, menubuatkan di dalam kemahatahuan-Nya yang besar, hal yang akan terjadi, Ia tidak ingin umat-Nya meniru cara-cara bangsa-bangsa (Yeremiah 10:1-4) yang selalu memakai “Nama” Pencipta dengan sia-sia, dengan suatu cara atau lainnya.

Pada Keluaran 3:13-15, Pencipta telah menyatakan kepada Musa bahwa Nama-Nya yang kekal ialah YAHWEH dan menyatakan sungguh ”Nama” itu sendiri yang ada digunakan, disebarkan dan dibicarakan oleh semua penyembah-penyembah yang benar. Elohim memberikan Nama-Nya kepada Musa dan umat Israel sebagai sebuah peringatan yang kekal kepada semua generasi.

“Nama” YAHWEH telah dikenal Adam dan Hawa sampai masa air bah Nuh, Abraham memanggil-Nya sebagai Yahweh Yireh di gunung Moriah, dan berlangsung kepada keturunan Abraham di Mesir. Lihat Kejadian 4:26.

Keluaran 6:2-3 meneguhkan kebenaran yang indah ini ketika Yahweh mengingatkan Musa, bahwa ia bukanlah manusia pertama yang belajar Nama Kudus dengan menceritakan kepadanya “And I appeared to Aḇraham, to Yitsḥaq, and to Yaʽaqoḇ, as Ěl Shaddai. And by My Name, יהוה (YHVH), was I not known to them? Terjemahan yang paling bagus menaruh kalimat ini dalam bentuk pertanyaan ‘question tag’ dan bukan pernyataan.

YAHWEH lebih jauh memperingatkan umat-Nya untuk tidak menyebut deiti-deiti lainnya (gods) baik melalui sebutan atau melalui nama. Keluaran 23:13 “They must never be found on your lips and never proceed from your heart, since those lips and that heart were created to glorify Me alone.” (ditulis sesuai naskah aslinya). Alkitab LAI: “Dalam segala hal yang Kufirmankan kepadamu haruslah kamu berawas-awas; nama elohim lain janganlah kamu panggil, janganlah nama itu kedengaran dari mulutmu.” Artinya umat-Nya, “tidak boleh percaya, berdoa dan berharap kepada elohim yang palsu”, bandingkan dengan Matius 18:20.

Contoh penyimpangan Hukum Ketiga, yang membuat Nama-Nya dilupakan, dalam perjalanan sejarah:

1. Setelah kembali dari masa pembuangan di Babylonia. Baal, deiti Langit (awalnya disembah di Libanon) dipanggil Baal-Gad, merupakan deiti (god) keberuntungan bangsa Babylonia, dari sini lahir dalam bahasa Inggris “Lord-God.” Kedengarannya umum? Seharusnya begitu! Pada umumnya terjemahan-terjemahan Inggris memakai kata “Lord-God ” untuk setiap kata “YAHWEH.” Baal sinonim artinya dengan Lord yaitu Master (lihat catatan kamus di bawah). Lihat Yosua 11:17, Yesaya 65:11.

Kelompok kepercayaan Parisi yang telah merebut kursi keimaman Harun secara illegal melarang pemakaian Nama yang Dikuduskan (Set Apart), Panggilan “YAHWEH” hanya boleh dipakai di Bait pada “Shalosh Regalim”, tiga perayaan besar YAHWEH saja (Passover, Pentecost, Tabernacles). Jelasnya, hanya Imam tertentu yang boleh pakai “Nama-Nya” dan itupun di hari-hari tertentu!

2. Jaman kejayaan Yunani. Budaya dan kepercayaan Hellenism menjadi terkenal. Deity-deity Yunani yang terkenal seperti Zeus, saat itu jarang disebut dalam budaya Yunani, namun titel (jabatan) Kurios dan Theos dipakai sebagai ganti untuk nama-nama asli mereka. Alkitab Perjanjian Baru bahasa Yunani menyamakan Nama yang Dikuduskan Yahshua dengan Kurios (Lord) Zeus. Pada Keluaran 23:13 YAHWEH dengan tegas melarang memangil nama deity bangsa asing, nah apalagi menggantikan Nama Anak-Nya yang Dia kasihi, Yahshua. Talmud mengajar orang Yahudi bahwa “Jauh lebih baik untuk seorang Yahudi makan babi, ketimbang belajar bahasa Yunani!”

3. Jaman sekarang, Terjemahan untuk “Lord-God” dalam Alkitab terjemahan bahasa Polandia adalah “Pan-Bog.” Pan and Bog keduanya adalah deity-deity orang asing yang sangat terkenal di masa lalu.

Kebanyakan orang Kristen memanggil nama “Jesus”, yang sama sekali tidak ada hubungan dengan Nama-Nya yang benar, Yahshua (atau: Yashua, Yeshua) yang memiliki arti yang dalam, “YAHWEH menyelamatkan” (Inggris: YAHWEH saves). Baca Matius 1:21! Lucunya pada kenyataannya orang-orang Kristen ini tidak bermasalah menyebut kata-kata Ibrani seperti: Satan, amin, halleluyah dsb. Tidakah kamu temukan itu aneh bahwa Setan telah berhasil menjaga namanya? Satan berasal dr “Ha Satan.”

DI BANYAK ALKITAB KAMU TIDAK MENEMUKAN “NAMA” DARI YAHWEH PENGARANG, TIDAK PERJANJIAN LAMA ATAU PERJANJIAN BARU! ALKITAB ADALAH SATU-SATUNYA DI DUNIA DIMANA KAMU DAN SAYA TIDAK DAPAT MENEMUKAN NAMA ASLI PENGARANG PADA BAHASA TERJEMAHAN ABAD MODERN!! APAKAH KAMU MENCIUM KEKALAHAN?

Praktek-praktek yang tidak Alkitabiah ini – menghindari, menyembunyikan atau membungkus Nama-Nya yang sebenarnya adalah sebuah kebiasan pagan (orang yang tidak percaya YAHWEH) yang berakar dalam di Mesir, di Babylon dan di Yunani (dan di Israel sendiri melalui kelompok Parisi). Mereka telah mengajar pemberontakan terbuka dan pelanggaran Hukum Ketiga.

Bukti lebih jauh tipuan Setan dengan “Nama yang Dikuduskan” didapat di dalam Talmud dimana rabi-rabi tradisional, melalui pengakuan mereka sendiri, menyatakan bahwa segala sesuatu yang mungkin harus dilakukan untuk menyembunyikan nama YAHWEH dari ada dapat disebut (Tamid 7:2 atau Sota 7:6).

Di dalam persiapan untuk pengajaan ini, Ruach HaKodesh (Roh HuKudus/ Roh Kudus) mengingatkan saya pada kehidupan saya sebagai anak laki di Sekolah Conservative Hebrew di Long Island, NY. Pada tahun-tahun pertama belajar membaca Ibrani. Saya membaca dengan benar YAHWEH sebagai Yahweh pada pelajaan Torah. Guru Torah saya melompat, mukanya berubah merah, dan mulai terguncang tak terkendali seperti epilepsi. Kemudian ia dengan tegas memperingatkan saya untuk tidak pernah lagi memakai “Nama itu.” Saya diberitahu bahwa itu dosa besar! Mungkin diantara kalian dari latar belakang Yahudi telah dapat menghubungan peristiwa yang menyedihkan pada pengalaman pribadi.

Apakah kalian perlu terkejut, mengapa pemimpin-pemimpin imam menjadi sangat marah ketika mereka melihat tulisan bahasa Ibrani diatas kepala Yahshua saat di Salib (Yohanes 19:19-22). Mereka marah persis sama seperti guru Torah di sekolah dasar saya. Dengan megambil huruf pertama dari tulisan di atas kepala-Nya “Yahshua Hanotzrei Vemelech Hayehudim” dan menggabungkannya kedalam satu kata, kamu dapat hal yang sama mereka telah dapatkan “YHVH” dibaca menjadi ”YAHWEH!” Tulisan itu telah melukai mereka karena meyatakan Yahshua sebagai Raja Orang Israel, dan itu secara umum telah memproklamasikan deiti-Nya, lebih jauh lagi memakai Nama yang Dikuduskan pada Keluaran 3:14-15!!

YAHWEH senang mendengar anak-anak-Nya berseru untuk Nama Kudus-Nya dan rindu meresap di dalam kita! Ingat bahwa kita diciptakan di dalam gambar-Nya! Tidaklah mengherankan [pernyataan Agur pada kitab] Raja Salomo, di bawah inpirasi Ruach HaKodesh (Roh Kudus), telah menulis pertanyaan bersifat double nubuatan di Amsal 30:4 yang berbunyi:

“Who has ascended to heaven and come down? Who has gathered the wind in his fists? Who has wrapped up the waters in a garment? Who has established all the ends of the earth? What is his name, and what is his son’s name? Surely you know!”

YAHWEH mengetahui masa depan di saat 900 BC, kalimat pertanyaan-double ini sebagai teguran dan juga undangan untuk mencari dua Nama ini yang sungguh sudah ditekan dengan jahatnya.

Pada Filipi 2:9, Rasul Paulus bercerita kepada kita: Itulah sebabnya Elohim sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, (Inggrisnya:) Elohim, therefore, has highly exalted Him and given Him the Name which is above every name. BAPA tidak memberikan Yahshua “sebuah nama” atau “a name” (banyak terjemahan modern menulis demikian). Terima kasih kepada LAI yang telah menterjemahkan dengan benar!

Yahshua sendiripun mengajar kita untuk mengalamatkan Bapa Surgawi kita dengan Nama-Nya. Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, perhatikan, Yahshua tidak mengajar kita untuk menguduskan title Bapa Sugawi, yang adalah sungguh para agamawi dari semua latar belakang sudah melakukannya dan terus melakukannya!

Ini salah satu contoh kesalahan (fatal) tersebut, pada Matius 28:18-20 kita lihat bahwa Bapa, Putra dan Roh semuanya memiliki Nama yang sama. Sepanjang Kitab Para Rasul (penulis sumber artikel ini percaya) Talmidim (murid-murid Rabi) terus menerus dan dengan konsistent membaptis hanya di dalam Yahshua. Tidak pernah, saya ulangi, tidak pernah mereka membaptis  orang di dalam nama titel dari tritunggal!

Di tengah semua penipuan dan kegelapan, tetap bersinar terang dari Yahshua. Salah satu tugas utama-Nya di bumi ialah memperkenalkan kembali “Nama Kudus” dari Bapa Surgawi, YAHWEH, melalui murid-murid-Nya. Adon Yahshua (Master Yahshua) dalam doa-Nya berkata, “Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang, yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia.” Yohanes 17:6.

Ayat 11b dan 12a, tertulis, “Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita. Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku. Nama yang Ia nyatakan atau manifestasikan kepada kesebelas murid adalah nama yang sama yang YAHWEH Bapa sudah impartasikan kepada YAHWEH Putra. Dalam kata lain Mereka berdua mempunyai nama yang sama!! 2 Korintus 3:17, mengajar kita bahwa Roh Kudus juga dipanggil YAHWEH. Pada ayat 26 Juruselamat kita secara terbuka menyatakan bahwa Dia telah taat kepada Bapa-Nya melalui mereinstitusikan, melalui pewahyuan surgawi, perjanjian Nama YAHWEH, yang telah hilang. Baca Kisah Rasul 3:21.

Zefanya 3;9 meneguhkan misi dari Yang Diurapi (yaitu Yahshua) dengan pernyataan bahwa di hari-hari terahir akan ada pemberian “bibir yang bersih” sehingga bangsa-bangsa atau orang-orang (yang percaya kepada YAHWEH) memanggil Nama YAHWEH dan beribadah kepada-Nya dengan bahu-membahu!!

Suatu janji nubuatan YAHWEH untuk merestorasi intimesi antara Dia dengan umat-Nya terdapat pada Hosea 2:15-16, “Maka pada waktu itu, demikianlah firman YAHWEH, engkau akan memanggil Aku: Suamiku, dan tidak lagi memanggil Aku: Baalku (my LORD, tertulis di sumber artikel )! Lalu Aku menjauhkan nama para Baal (lords, tertulis di sumber artikel) dari mulutmu, maka nama mereka tidak lagi disebut.

Catatan: Baalku” artinya “Tuanku” atau “my Master”, suatu nama samaran dari YAHWEH; (kamus Strong’s Hebrew and Greek, H1180, H1167). Seperti terulis di atas bahwa “Baal” adalah nama deiti (dewa) Langit. “Lord” (kata ”Tuhan” di Perjanjian Baru) berasal dari kata Yunani ”Kurios” yang berarti ”God, Lord, Master dan Sir (kamus Strong’s Hebrew and Greek, G2962). Dan seperti tertulis di atas bahwa Kurios merupakan titel untuk dewa-dewa Yunani.

“Jehovah” adalah pertukaran yang miskin lainnya untuk Nama yang Dikuduskan. Huruf “J” dan juga bunyi “J” tidak pernah ada dalam bahasa Ibrani. Lebih mengejutkan bahwa huruf “J” hadir di Inggris alfabet sekitar 1500 AC (atau CE). Bahkan Alkitab King James versi 1611 memakai huruf “I” untuk “J.” Jehovah adalah tidak lebih dari penghindaran penyebutan yang dipoles dengan baik. Saksi Jehovah (yang bersalah melanggar Hukum Ketiga) mengakui bahwa nama yang murni dan dijunjung tinggi dari “Jehovah” adalah YAHWEH.

Teman yang benar, renungkanlah Kisah Rasul 4:12 ini, “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.”

Jelas jutaan orang yang tidak tahu pengungkapan kebenaran ini tetap diselamatkan, karena Yahshua tidak memperhitungkan mereka untuk guru-guru yang miskin dan pengajaran-pengajaran yang sudah memimpin jemaat kepada kesesatan.

Tidak ada pribadi-pribadi elit (roma 2:11) dalam Kerajaan-Nya. Yakobus 4:17 memberi peringatan yang jelas dan langsung kepada kita, “Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.” Tugas kita adalah ketaatan kepada firman YAHWEH.

Firman-Nya memperingatkan kita bahwa takut akan manusia membawa jerat atau jebakan. Kita harus tidak jatuh kedalam jebakan. Yahshua menyatakan bahwa sejauh kita meninggikan Dia, orang-orang akan ditarik kepada-Nya (Yohanes 12:32).

“Bapa kami yang berada di Surga, dimuliakanlah kiranya Nama-Mu!”

Disadur dan di ringkas dari “Let’s Not Break The Third Commandment!” tulisan Rabbi Moshe Yoseph Koniuchowasky.

Bacaan terkait:

Pentingkah merestorasi nama asli Yesus?

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog.

Iklan

3 Tanggapan

  1. Tambahan sedikit dari comentar saya yang teradahulu, Rabbi penulis artikel “Hormatilah Perintah Ketiga” adalah seorang rabbi Messianic Jew / orang Kristen (lahir baru) Yahudi, pernyataan iman-nya Anda bisa baca di sini: http://yourarmstoisrael.org/misc/official_statements/?page=doctrinal_statement&type=2

  2. Terima kasih untuk respont Anda, saudara Bobby.
    Dua hal yang perlu dibedakan, Alkitab Perjanjian Baru itu sendiri dan kedua adalah Terjemahan dari Alkitab PB tersebut.

    Artikel diatas (dan juga semua artikel di weblog ini) sama sekali tidak sedikitpun meragukan Alkitab Perjanjian Baru sebagai Firman YAHWEH. Saya pribadi adalah seorang Kristen yang memakai PB sebagai pedoman hidup saya.
    Artikel ini membahas tentang PENTERJEMAHAN yang tidak akurat, itu saja.

    Saya akan senang sekali jika saudara Bobby bisa memberi referensi untuk mendukung argumentasi Bobby masalah nama Yahweh menjadi Kurios adalah Alkitabiah.

    Bapa Surgawi kiranya memberkati pelayanan Anda selalu.
    Anggur Baru

    http://yourarmstoisrael.org/misc/official_statements/?page=doctrinal_statement&type=2

  3. saya kutip tulisan saudara:
    Alkitab Perjanjian Baru bahasa Yunani menyamakan Nama yang Dikuduskan Yahshua dengan Kurios (Lord) Zeus. Pada Keluaran 23:13 YAHWEH dengan tegas melarang memangil nama deity bangsa asing, nah apalagi menggantikan Nama Anak-Nya yang Dia kasihi, Yahshua. Talmud mengajar orang Yahudi bahwa “Jauh lebih baik untuk seorang Yahudi makan babi, ketimbang belajar bahasa Yunani!”

    Bro, kamu mengutip tulisan rabbi Yahudi yg jelas2 TDK BENAR.
    “Alkitab Perjanjian Baru bahasa Yunani menyamakan Nama yang Dikuduskan Yahshua dengan Kurios (Lord) Zeus..”
    Orang tsb sebenarnya sdg berkata Alkitab Perjanjian Baru TDK BENAR karena pakai kata Kurios.
    Kamu setuju Alkitab dibilang tdk benar??
    ask ur heart..

Tulis komentar Anda di sini - dengan etika dan integrity. Thanks!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: