Penyembahan Kepada Salib; edited 1/1/2012


Ia melakukan apa yang benar di mata YAHWEH, tepat seperti yang dilakukan Daud, bapa leluhurnya. Dialah yang menjauhkan bukit-bukit pengorbanan dan yang meremukkan tugu-tugu berhala dan yang menebang tiang-tiang berhala dan yang menghancurkan ular tembaga yang dibuat Musa, sebab sampai pada masa itu orang Israel memang masih membakar korban bagi ular itu yang namanya disebut Nehustan. 2 Raja-raja 18:3-4

Artikel ini membahas penyimpangan umat Elohim kepada Perintah pertama dan kedua juga ketiga dari 10 perintah. Artikel ”penyembahan kepada salib” membahas tiga hal:

1. Tindakan yang dilakukan oleh umat YAHWEH atas pengaruh faktor luar (berasal dari kepercayaan pagan/kafir) yaitu ”simbol Tamus” dan
2. Faktor dalam (diciptakan oleh umat-Nya sendiri) yaitu ”salib Nehustan” dan
3. ”Salib Yahshua,” perubahan arti dari salib – dari lambang kutukan menjadi objek penyembahan.

Pada bagian terakhir artikel dibahas bagaimana jalan keluar dari kebiasaan yang tidak Alkitabiah tersebut.

Peringatan: Artikel ini ditulis untuk memurnikan umat Kristen dari cacat dan noda, jika ada orang yang memakai artikel ini secara sengaja untuk menyesatkan orang Kristen (terutama) dan orang lain (secara umum), yakni menyebabkan mereka menjadi semakin jauh dari percaya YAHWEH dan Putra-Nya, Yashua Ha Mashiah, yakni iman Kristiani, maka penyesat tersebut bertanggung jawab atas dirinya sendiri.

Dalam setiap sejarah Israel selalu didapati orang-orang yang berontak kepada YAHWEH, Elohim mereka dan orang-orang yang setia (remnant) kepada-Nya. Sedihnya, pada umumnya yang memberontak adalah kelompok mayoritas (dipimpin oleh raja atau penguasa atau imam) dan sisanya yang setia hanyalah sebagian kecil.

YAHWEH, Pencipta langit dan bumi, telah memberi sepuluh hukum kepada Musa – hukum yang tertulis dalam dua lempengan batu melalui jari-Nya sendiri (Kel 31:18). IA dengan tegas melarang umat-Nya (pada perintah pertama dan kedua) untuk tidak menyembah elohim lain selain DIA sendiri, melarang mereka membuat patung apa pun dan melarang mereka untuk memberi hormat (bow down), menyembah, apalagi beribadah kepada benda-benda tersebut (Kel 20:3-6). Dan ini diingatkan kembali oleh Firman Elohim yang telah menjelma menjadi manusia, Yahshua Ha Mashiah (Yoh 1:1-2,14) bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa (YAHWEH) dalam roh dan kebenaran… Elohim itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.” (4:23-24)

Latar belakang sejarah: Raja Hizkia /Hizqiyah (arti namannya: Dikuatkan YAHWEH) memerintah sekitar 729 – 696 BC. Saat ia menjadi raja Kerajaan Yehuda (Israel Selatan), kerajaannya ada dalam kekuasaan Kerajaan Asyur (sekarang Irak utara). Penduduk Israel Utara sudah dalam pembuangan, dan diisi oleh orang-orang dari Babel dan negeri-negeri lainnya (17:6,23-24), dan Syria/Aram di bawah kuasa Asyur (16:9). Ahas, bapanya Hizkia, telah mengambil pola penyembahan berhala Kerajaan Asyur (16:10-18). Penyembahan kepada deiti-deiti asing di kedua kerajaan ini sudah begitu dalam dan komplek (bermula dari kejatuhan Salomo lalu ditambah dengan dosa Yerobeam), itulah sebabnya YAHWEH marah; mereka dibuang dari Tanah Perjanjian (Israel / Kanaan), dan dikuasai oleh musuh (17:7-19). Namun ketika raja Hizkia memerintah ia mengadakan suatu reformasi rohani yang besar-besaran, membawa umat YAHWEH kembali kepada-Nya. Asyur (Kurdistan) dan Babilonia (di selatan Kurdistan) adalah dua kerajaan yang saling menguasai satu dengan lainnya dan terkadang bersatu, keduanya terdapat di Irak.

Pembahasan artikel. Pemakain tanda salib sebagai objek penyembahan sudah dikenal jauh sebelum kematian Yahshua di kayu salib, itu sudah ada sejak jaman kerajaan Babilonia dan kemudian dipakai oleh kerajaan Yunani lalu ketika kerajaan Romawi menggantikan posisi Yunani sebagai penguasa besar dunia, pemimpin-pemimpin Romawi mentranfer semua kepercayaan Yunani tersebut kedalam agama kerajaannya. Berikut ini adalah beberapa contohnya:

I. Simbul Tamus/Tammuz (“Salib Babilonia”)
Tradisi Babilonia kuno berkata, Nimrod mati kemudian disembah sebagai dewa matahari, istrinya ratu Semiramis mengandung (dari hubungan gelap) dan melahirkan anak laki yang diberi nama Tamus, suatu inkarnasi dari Nimrod, ibunya berkata. Tamus kemudian terbunuh oleh babi liar. Setelah Semiramis menangisi-nya selama 40 hari, Tamus bangkit kembali. Dari sinilah lahirnya suatu agama ‘kebangkitan palsu’ yang berputar-putar sekitar ”penyembahan seorang ibu dan putranya.” Semiramis disembah sebagai dewi bulan dipanggil sebagai Asytoret dikenal juga sebagai Ratu Surga/the Queen of Heaven dan Tamus sebagai dewa putra Matahari (the son of the Sun-god)/dewa kesuburan.

Untuk diingat, pada tradisi kuno raja/pengeran/penguasa mereka disembah juga sebagai dewa dan dewi, tidak sedikit dari mereka yang bahkan menyatakan sebagai dewa dan dewi.

Pada masa pembuangan Israel di Babilon masih ada orang-orang Israel yang menyembah Asytoret (Ishtar; namanya di Babilon) (Yer 7:18; 44:17-19) dan di Yerusalem menangisi dewa Tamus (Yez 8:14). Mungkin Anda bertanya apa hubungannya semua di atas ini dengan penyembahan kepada salib? Jawaban sederhananya ialah jika kita berada di hutan rimba, kompas adalah alat untuk mengetahui di mana posisi kita berada. Perjalanan ”kepercayaan Kristen” sudah berjalan ribuan tahun untuk itu kita perlu kompas untuk tetap mengetahui di mana posisi kita di mata Elohim. Kitab-kitab Perjanjian Lama adalah kompas yang penting untuk selalu dijadikan referensi.

Kitab Yeremia 7:18; 44:17-19 mencatat para penyembah kepada dewi bulan Asytoret/Ashtaroth membuat adonan/kue-kue yang serupa dengan gambar dewi tersebut untuk dipersembahkan kepada ratu surga. Kue-kue manis (”roti manis” orang Indonesia menyebutnya) ini berbentuk bulat (perwakilan dari symbol bulan) dengan tanda salib/silang diatasnya, di jaman modern ini dikenal sebagai “hot cross buns”, itu adalah kue dengan simbul Tamus, berasal dari Babylonia seperti gambar nomor 5. Juga dipakai pada wafer (roti) Perjamuan Suci gereja Roma Katolik dan sejenisnya.

Alexander Hislop menyatakan bahwa, mistik “Tau” – bentuk asli yang sebenarnya dari huruf “T” (inisial dari nama Tamus) ialah berbentuk “salib” [seperti huruf ”t” kecil tanpa lengkungan; gambar 1] di dalam suku Kaldian/ Kasdim kuno (Asur/Assyria) dan Mesir kuno, bisa terlihat pada koin-koinnya. Orang-orang Yunani mempersembahkan kue-kue suci kepada Astarte … yang mereka sebut bous (banteng), dengan symbol banteng pada kue tersebut, dan dari akkusatif boun’diduga kata bun’(roti manis bulat) ini diambil (Encyc. Brit. 4:796). Bentuk silang/cross pada roti manis bulat adalah huruf ”T” – inisial dari Sun-god Tammuz. Tepatnya, satu dari symbol-symbol Mithra “adalah sebuah silang/cross yang dibentuk oleh garis pergeseran matahari yang nampak di bumi dan garis ekuator pada waktu siang dan malam sama lama” was a cross formed by the ecliptic and celestial equator at the equinox (Timaeus, ”Plato’s Dialogue”). Dan, Tanda silang/cross dengan lingkaran melingkarnya adalah symbol kuno dari deiti matahari Babilonia (Goldsmith’s Ancient Pagan symbols). Mesir purba mempunyai bentuk salib Ankh/Crux Ansata (dalam bahasa Latin: “pegangan salib”) sebagai “symbol kehidupan” (gambar 4), apabila “pegangan” diambil yang tersisa adalah huruf “T”. Penyembahan kepada benda-benda cakrawala (matahari, bulan dan bintang) sudah berakar jauh sebelum Abraham dipanggil keluar dari penyembahan berhala.

II. Berhala-berhala salib ciptaan umat-Nya sendiri
Alkitab mencatat bahwa ada dari sebagian umat-Nya pun menyembah berhala yang bentuknya seperti salib. Di Perjanjian Lama terdapat pada 2 Raja-raja 18:3-4, di Perjanjian Baru tidak tercatat.

1. Salib dengan ular tembaganya dikenal sebagai Nehustan.
Tidak diketahui bagaimana dan sejak kapan tiang ‘salib’ Nehustan buatan Musa ini mulai dijadikan objek penyembahan, tercatat bahwa penyembahan kepada Nehustan ini masih terjadi pada waktu Hizkia/Hizqiyah menjadi raja Yehuda (2 Raj 18:1-4), lihat kembali ke “Latar Belakang Sejarah” di atas. Saya menduga ada dua penyebab utama mengapa itu disembah.

a. Pengaruh budaya luar, yaitu penyembahan kepada Tamus yang memiliki bentuk simbol ”T”. Sejak kematian Yosua/Yehoshua (Hak 2:7,10) – nama ini tepat sama artinya dengan Yahshua/Yeshua atau Yesus (dalam bahasa Indonesia) – yang artinya “Yahweh menyelamatkan,” orang Israel mulai meninggalkan YAHWEH dan beribadah kepada Baal dan para Asytoret (Hak 2:13). Asytoret dan Baal adalah juga sosok dari Semiramis dan Nimrod, seorang pemburu yang gagah perkasa di hadapan YAHWEH” (Kej 10:9-12). Sekali lagi, bahwa pemimpin sangat umum disembah di jaman purba. Baal artinya Tuan/ Master/ Lord. Pemerintahan Israel dibawah hakim-hakim dimulai sekitar abad 13 BC, artinya penyembahan kepada deiti-deiti asing pada ayat 13 ini telah terjadi sedikitnya 600 tahun sebelum Hezkia menjadi raja.

b. Cerita nenek moyang mereka tentang ‘salib’ Nehustan itu sendiri, yang terdapat dalam kitab Bilangan 21:4-9. Sinkat ceritanya demikian: Diperjalanan menuju Tanah Perjanjian orang Israel berkata-kata melawan Elohim dan Musa, sehingga YAHWEH mengirim ular-ular kepada mereka, banyak dari mereka yang mati karena terpagut ular-ular tersebut (4-6). Kemudian datanglah bangsa itu mendapatkan Musa dan berkata: “Kami telah berdosa, sebab kami berkata-kata melawan YAHWEH dan engkau; berdoalah kepada YAHWEH, supaya dijauhkan-Nya ular-ular ini dari pada kami.” Lalu Musa berdoa untuk bangsa itu. Maka berfirmanlah YAHWEH kepada Musa: “Buatlah ular tedung dan taruhlah itu pada sebuah tiang [cross; salib]; maka setiap orang yang terpagut, jika ia melihatnya, akan tetap hidup.” Lalu Musa membuat ular tembaga dan menaruhnya pada sebuah tiang; maka jika seseorang dipagut ular, dan ia memandang kepada ular tembaga itu, tetaplah ia hidup (7-9).

Dari cerita di atas kita simpulkan bahwa ”dosa menghasilkan maut (dari pagutan ular berbisa) dan maut menbuahkan kematian, obatnya penangkal satu-satunya hanyalah melihat pada ular tembaga ditiang salib tersebut.” Mujizat penyembuhan melalui ”melihat ’salib’ ular tembaga” ini tercatat hanya sekali di Alkitab, namun beberapa dari umat-Nya menjadikan mujizat ’salib’ itu sebagai berhala, memberi persembahan kepada ’salib’ tersebut. Besar kemungkinan penyembahan ini adalah gabungan pengaruh dari keduanya.

2. Salib Mashiah/ Messias/Kristus . Yahshua berkata kepada Nikodemus, salah satu pengajar Kitab Suci Israel demikian,Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.” (Yoh 3:14-15).Ini merupakan kata nubuatan tentang diri-Nya sendiri, bagaimana caranya Ia akan mati (Yoh 12:32-33) - tergantung di salib persis seperti kira-kira 1500 tahun kebelakang ketika Musa meletakan ular tembaga di tiang ’salib’ (Bil 21:7-9). Yahshua disalib dan mati  adalah kemenangan Setan yang bersifat sementara – 3 hari saja, tapi itu kemudian berubah menjadi kekalahan Setan yang kekal! Mengapa? 1. Yahshua bankit kembali! 2. Sengat maut yaitu dosa atas setiap orang yang percaya kepada Yahshua telah dipatahkan-Nya! 1 Kor 15:56; 1 Tim 1:10. Kematian-Nya adalah barter bagi setiap pribadi manusia yang harus mati karena dosa-dosa manusia.

Adakah ayat Alkitab di Perjanjian Baru (dan juga di Perjanjian Lama) yang mengajari umat YAHWEH menyembah kayu salib? Tidak satupun, baik implisit maupun ekplisit!. Mengapa?

  1. Menyembah karyanya atau meninggikan karya-Nya lebih dari diri-Nya sendiri adalah kekejian, itulah larangan dari Perintah pertama dan kedua dari 10 perintah YAHWEH (Kel 20:3-6).
  2. Salib adalah lambang kutukan (Gal 3:13) dan bukan berkat.

Seperti tertulis di atas, bahwa setiap generasi pasti ada orang-orang yang berontak kepada-Nya. Di jaman modern inipun kita bisa temukan itu, saya akan buktikan, namun sekarang bagaimana salib Messias/Kristus ini berubah dari sekedar ”tempat” Dia tersalib menjadi “objek penyembahan?” Setidaknya ada dua penyebab utama; sebelum Kekristenan masuk Europa dan setelah setelah Kekristenan menjadi agama resmi kerajaan Romawi.

a. Sebelum Kekristenan masuk Europa. Alkitab dan sejarah dunia mencatat bahwa kerajaan Babilonia merupakan kerajaan terbesar pertama di dalam sejarah manusia (Kej 10:8); Mesir (Yer 44:30), Israel (2 Rj 24) pernah dikuasainya. Kerajaan gabungan Medi dan Parsi menggantikannya, kemudian Parsi ditaklukan oleh kerajaan Yunani yang mencapai puncak kejayaannya di bawah Alexsander Agung. Yunani diganti oleh kerajaan Romawi, dan mencapai puncak kejayaannya dibawah Yulius Kaisar pada abad pertama DC. Asimilasi budaya dan kepercayaan tidak bisa dihindari, sebagai contoh deiti Indo-Iran yang bernama Mithra/Mithras diadopsi oleh Yunani dan kemudian menjadi deiti para petinggi Romawi dan tentaranya sedang ordinary Romawi mengadopsi kepercayaan Yahudi, Kristen, Isis, Osiris dll. (Nick Constable, Historical Atlas of Ancient Rome; p.148). Bacchus, dewa anggur Romawi adalah anak laki dari deiti-deiti Yupiter dan Semele yang juga indentik dengan Dionysus dewa anggur orang Yunani yang adalah anak laki dari Zeus dan Semele. Pemakaian bentuk salib/cross bisa dilihat pada ikat kepala deiti Bacchus ini, dan bendera Yunani.

Yunani dan Romawi sendiri masing-masing memiliki banyak dewa dan dewi sebelum Kekristenan tersebar ke Europa. ”Siapa mempegaruhi siapa” dan ”siapa mengkopi ’kepercayaan siapa” tidak bisa ditelusuri dengan mudah. Benar-benar suatu campuran koktil yang rumit, bukan!? Jika dilihat akar sumbernya, semua kembali kepada Nimrod, Semiramis dan Tamus, darimana sejarah pemerintahan manusia dimulai.

Fakta adalah Abraham dan Sarah juga berasal dari Babilonia, dipisahkan/dikuduskan oleh YAHWEH dari keluarga dan lingkungannya untuk rencana pemulihan hubungan umat manusia dengan Pencipta-nya (Kej 12) yang telah rusak di taman Eden (Kej 3:16-24).

b. Setelah Kekristenan menjadi agama resmi Romawi. Orang-orang Kristen (artinya pengikut Mashiah Yahshua; Kis 11:26) yang semula dianiaya oleh orang-orang Romawi (dan juga oleh para pengikut aliran Yudaisme), sejak Kaisar Constantine menjadikan Kekristenan menjadi agama resmi diseluruh wilayah kekuasaannya mereka mendapat kebebasan untuk beribadah. Orang Kristen mula-mula – diartikan sebagai sebelum abad ketiga, sebelum Kekristenan dijadikan agama resmi oleh kaisar Constantine – tidak mempergunakan gambar atau benda salib di pintu-pintu rumah dan tempat-tempat ibadah mereka. Roma Katolik mengakui di dalam New Catholic Encyclopedia, ”Perwakilan dari kematian penebusan Kristus [Mashiah] di Golgota tidak nampak di dalam bentuk-bentuk seni pada abad-abad Kristen mula-mula. Orang-orang Kristen mula-mula, dipengaruhi oleh larangan pembuatan gambar-gambar, bahkan tidak ingin membuat gambar Penderitaan penyaliban Tuhan [Yahweh]” (vol. IV,h. 486; 1967). (Penekanan dari saya.)

Cerita tradisi berkata bahwah Maxentius telah memproklamirkan dirinya sendiri sebagai Agustus di Roma tahun 307, sementara para tentara telah memproklamirkan (Flavius Valerius) Constantine di York, Inggris sebagai Agustus. Sebelum pertempuran terjadi di Roma utara untuk perebutan kursi kekaisaran, diperjalanan dari Perancis menuju Roma Constantine mengklaim telah melihat tanda ”salib/cross” dilangit dengan sebuah kalimat di atasnya, “Hoc signo victor eris,” ”di dalam tanda ini engkau akan menjadi penguasa.”

(Dewa) Wafer perjamuan suci berubah menjadi (dewa) Matahari Telah menjadi perdebatan sengit tanda ”salib/cross” yang bagaimana yang kaisar lihat. Lactantius penasehat Constantine anak dari Crispus memberi kesaksian bahwa itu adalah huruf ”X” yang kemudian menjadi simbol dari Kristus. Di Catacombe Roma, pada sebuah monumen orang Kristen ”Sinphonia dan putra-putranya,” ada sebuah referensi yang jelas kepada cerita dari penglihatan; referensi itu juga menunjukan ”X”, dan bukan cross/salib yang dianggap sebagai ”tanda di langit.” Kata-kata pada kepala tanda itu adalah: In Hoc Vinces [In this thou shalt overcome] X.” artinya “Dalam “X” ini engkau akan menang” – bukan salib tapi hanyalah ”victorious sign/banner.” Lambang ”X” sebagai simbol Kristus [X’mas; orang terkadang menulis untuk Christmas] ini dapat dilihat juga pada symbol yang umum terlihat pada gereja-gereja Protestan, huruf “P” berdiri ditengah-tengah huruf “X” membentuk kata CHR = Christ/Kristus; huruf Yunani ”P” sama dengan huruf R kita. Entah tanda ini datang dari hikmat manusia atau Surgawi, dengan menganggap bahwa Constantine murni didalam Kekristenannya, maka ini bisa dihubungkan dengan Pemazmur, Kami mau bersorak-sorai tentang kemenanganmu dan mengangkat panji-panji [banners] demi nama Elohim kita; kiranya YAHWEH memenuhi segala permintaanmu” (Maz 20:6). Kepercayaan Kristen dijadikan agama resmi di seluruh wilayah kekuasaan dan pengaruh kerajaan Romawi dibawah kaisar Constantine itu terjadi pada permulaan abad ketiga

Kata “cross/salib” di Perjanjian Baru muncul 28 kali, dan di dalam semua kasus itu diterjemahkan dari kata Yunani ”stauros” artinya tongkat tegak. The International Standard Bible Encyclopedia vol. 1. h. 825, mendifinisikan “stauros” itu sebagai kayu vertical yang tertanam di tanah dengan kuat. Umumnya dipakai sebagai 1. pagar dengan menempatkan mereka secara parallel 2. alat penyiksaan bagi pelanggar hukum yang berat (atau jika ia sudah mati tubuhnya digantung sebagai tanda penghinaan).

Gambar di kanan ini adalah kalung salib dengan tanda T (Tamus) yang digemari oleh orang Katolik.

Kesalahan orang Israel di atas terulang oleh umat Kristen di abad modern ini, beberapa contoh kepercayaan bahwa benda dan gambar salib disembah karena dianggap punya kuasa:

  • Pada film-film horror; drakula terkalahkan oleh tusukan kayu berbentuk salib atau sinar dari salib tersebut.
  • Dipakai untuk mengusir roh-roh jahat dari orang yang kerasukan, seperti yang dilakukan oleh pemimpin Katolik.
  • Pada perlombaan-perlombaan, banyak atlit di berbagai bidang olah raga dan pembalap memakai kalung salib dan menciumnya pada menit-menit terahir sebelum perlombaan dimulai dan kembali memciumnya setelah mereka berhasil.
  • Membuat tanda salib pada badannya sebelum melakukan sesuatu atau ketika terkejut
  • Ditaruh di atas palang pintu rumah sebagai penolak kuasa jahat/roh jahat
  • Tongkat berbentuk salib
  • Simbol apotik/farmasi; pedang (yang berbentuk salib) dengan ular diatasnya atau gelas anggur yang dibelit oleh ular.

Banyak orang Kristen di Negara maju ketika sakit, pertama yang mereka ingat dan cari adalah obat (wujud hikmat Yahweh melalui manusia) dan bukan Yahshua Ha Mashiah  (sumber kesembuhan itu berasal) yang melalui kematian-Nya di kayu salib telah mengangkat segala kelemahan dan sakit-penyakit mereka (Yes 53:5).

Banyak orang Kristen salah mengartikan perkataan rasul Paulus dalam 1 Korintus 2:2, For I determined not to know any thing among you, save Jesus Christ, and him crucified. (KJV) dalam bahasa Indonesianya, Sebab aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu selain Yahshua Messias, yaitu Dia yang disalibkan.

Paulus sama sekali tidak mengajar umat Yahshua untuk menghormati dan memuliakan salib-Nya, tetapi tentang Dia yang mati tersalib. Pesannya adalah bahwa orang percaya haruslah tunduk sebagaimana Messias telah menundukan diri-Nya sendiri sampai ke salib. Paulus tidak bergembira di dalam penyaliban Messias. Ia hanya ingin tahu dari jemaat di Korintus tentang iman mereka (5) kepada Yahshua Messias (yang adalah Tuan dan Raja mereka) dan tentang hikmat serta pengertian mereka akan Yahshua yang disalibkan (7-8). Sekali lagi, fokusnya kepercayaan Kristen bukanlah Kayu Salib, tapi SIAPA yang tersalib, itulah tepat sama dengan perintah YAHWEH kepada Musa sehubungan dengan pendirian tiang bagi Nehustan (ular tembaga) tersebut,

Maka berfirmanlah YAHWEH kepada Musa: “Buatlah ular tedung dan taruhlah itu pada sebuah tiang; maka setiap orang yang terpagut, jika ia melihatnya, akan tetap hidup.” Lalu Musa membuat ular tembaga dan menaruhnya pada sebuah tiang; maka jika seseorang dipagut ular, dan ia memandang kepada ular tembaga itu, tetaplah ia hidup. (Bil 21:8-9).

Bandingkan dengan perkataan Yahshua sendiri, ”Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.” (Yoh 3:14-15). Sekali lagi terbukti bahwa fokus pandangan Kekristenan bukanlah kayu salib tapi SIAPA yang tersalib: Yahshua Ha Mashiah!!

Alkitab walaupun ditulis oleh banyak orang dan dalam rentang waktu ribuan tahun, isi dan ajarannya sangat akurat dan tidak ada kontradiksi di dalamnya!Roti perjamuan berbentuk salib

Benda-benda dengan symbol Tamus, “the son of the Sun-god,” (bulat melingkar dengan tanda silang/cross) ini juga terdapat pada gereja dan ritual Kristen yang memiliki hubungan erat dengan tradisi Roma Katolik, misalnya:

  • Wafer perjamuan kudus/hosti berbentuk bundar/melingkar dengan tanda salib/cross .
  • Jendela-jendela gereja dan granit tembok gereja yang bundar dengan salib/cross ditengahnya banyak didapat bangunan-bangunan gereja di Europa dan Amerika.

Salib, menurut Alkitab adalah lambang kutukan.

  • “Apabila seseorang berbuat dosa yang sepadan dengan hukuman mati, lalu ia dihukum mati, kemudian kau gantung dia pada sebuah tiang (hang him on tree), maka janganlah mayatnya dibiarkan semalam-malaman pada tiang itu, tetapi haruslah engkau menguburkan dia pada hari itu juga, sebab seorang yang digantung terkutuk oleh Allah; janganlah engkau menajiskan tanah yang diberikan YAHWEH, Elohimmu, kepadamu menjadi milik pusakamu.” (Ul 21:22-23)
  • Ayat inilah yang dikutip rasul Paulus pada Galatia 3:13. Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!”

Ini adalah bukti bahwa Yeshua telah mati tersalib, dan juga bukti bahwa penyembahan kepada salib adalah ajaran sesat; tipuan Iblis: 6 menjadi 9, benda mati menjadi Elohim –> kutuk menjadi berkat, kegelapan menjadi terang, pahit menjadi manis (Yes 5:20 – “Celakalah mereka!!).

Kesimpulan, penyembahan kepada benda berbentuk salib telah lama dilakukan oleh bangsa-bangsa yang tidak mengenal Alkitab dan juga dilakukan oleh sebagian besar orang Israel dan Kristen pada abad modern ini. Penyembahan kepada salib tidak pernah diajarkan oleh nabi-nabi dan rasul-rasul Yahweh.

Permasalahan. Masalah ini adalah suatu hal yang sangat besar dan sangat komplek, kususnya untuk gerej-gereja di negara-negara barat, haruskah kita berlaku seperti Hezkia, menghancurkan semua bentuk fisik benda-benda dan bangunan gereja yang kita miliki yang ada hubungan dengan penyembahan berhala ini? Haruskah kita meninggalkan gereja oleh karena bangunan itu memilki lambang Tamus? Di sini kita perlu hikmat dan kebijaksanaan serta pengetahuan dari YAHWEH melalui Roh-Nya yang kudus.

Meninjau:

  1. Bapa Surgawi adalah Roh (Kej 1:2; Yoh 4:24), bukan benda; musuh kita bukanlah benda (darah dan daging) tapi roh-roh (Ef 6:12), dan perintah Yahshua kepada kita ialah menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran, bukan dalam hal-hal yang bersifat fisik (Yoh 4:23);
  2. Setan sejak semula selalu membuat pemalsuan, ia adalah ahlinya segala pemalsuan (Yoh 8:44);
  3. roh yang diberikan Elohim kepada kita bukanlah roh ketakutan, melainkan roh yang membankitkan kekuatan , kasih dan ketertiban (2 Tim 1:7);
  4. kita diperingatkan untuk harus keluar dari penyembahan berhala sebab tidak ada hubungan/kesatuan/perjanjian antara Messias dengan baal-baal (1 Kor 10:7; 2 Kor 6:14-18) serta
  5. harus diingat selalu bahwa penyembah berhala tidak akan masuk kerajaan Surga (Ef 5:5; Wah 21:8; 22:15). Jadi karena alasan-alasan ini maka hal-hal yang perlu kita kerjakan adalah:

Penerapan:

  • Roh dan jiwa setiap kitalah yang pertama-tama harus dibersihkan dari segala ajaran-ajaran yang tidak Alkitabiah; mengakui dosa dan melepaskan jiwa kita dari belenggu setan (Roma 12:2)
  • Jadilah berani untuk meninggalkan aktifitas ibadah yang tidak Alkitabiah, musnahkan benda-benda dan gambar-gambar yang berhubungan dengan penyembahan berhala (Roma 12:1).
  • Dekatkanlah lebih lagi hidup kita dengan Roh Kudus-Nya sehingga kita bisa menyembah Bapa dengan benar, dilepaskan dari liturgi-liturgi buatan manusia (Yoh 4:23) dan roh-roh mediator dunia ini yang sesungguhnya bukan Roh Messias (Ibr 9:14-15; 1 Tim 2:5).
  • Janganlah ”melihat setan disetiap sudut kamar atau benda” alias takut dan panik, jangan juga menjadi sumber kekacauan, lakukan semuanya dengan kasih dan ketertiban dengan disertai keberanian yang dari Roh Kudus (2 Tim 1:7).
  • Lihatlah ”salib Mashiah/Messias/Kristus” sebagai alat pengingat bahwa ”Ia sungguh mengasihi anda, rela mati untuk manusia yang berdosa” (Rom 5:8; Yoh 3:16).
  • Lihatlah ”salib Mashiah/Messias/Kristus” sebagai alat pengingat akan perintah-Nya bahwa ”anda harus memikul salib anda setiap hari dan mengikut Dia” (Luk 9:23).
  • Berpeganglah kepada iman di dalam Yahshua Ha Mashiah, bahwa Kekristenan tidak ada kesatuan/hubungan dengan penyembahan salib seperti dituduhkan oleh orang-orang Muslim dan penganut agama lainnya.

Sebab itu siapkanlah akal budimu, waspadalah … Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu, tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus. Dan jika kamu menyebut-Nya Bapa, yaitu Dia yang tanpa memandang muka menghakimi semua orang menurut perbuatannya, maka hendaklah kamu hidup dalam ketakutan selama kamu menumpang di dunia ini. (1 Pet 1:13:17)

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 41 pengikut lainnya.