Berapa banyak orang Roma Katolik dapat masuk ke Sorga?


The fear of יהוה is clean, standing forever; Takut akan YAHWEH itu suci, tetap bertahan selama-lamanya (Mazmur 19:10)

Sorga dan Neraka dua ujung perjalanan akhir manusiaTerlepas dari kontradiksi-kontradiksi kehidupan dan kepemimpinan Karol Wojtyla, aka Yohanes Paulus II (YP II), meninggal tahun 2005, bagaimanapun pada akhir April 2014 pemimpin Gereja Roma Katolik (GRK), di Vatikan, menyatakan secara hukum menganugerahkan gelar kepada Paus Yohanes Paulus II dan juga Paus Yohanes XXIII (23) sebagai orang-orang kudus atau santo.
Kontradiksi: Tentang Paus Yohanes Paus II. Rev. Federico Lombardi, Jurubicara Vatikan, dengan rendah hati mengakui kelemahan Yohanes Paulus II: “Tidak seorangpun berkata paus (YP II) adalah infallible (tidak dapat berbuat salah).” Sementara beberapa kelompok seperti the Survivors Network of those Abused by Priests (SNAP) berkata mereka tidak tidak mendukung pemberian gelar orang kudus bagi Yohanes Paulus II dengan alasan Paus bertanggung jawab atas skandal besar pemerkosaan anak-anak di dalam gerejanya pada masa kepausannya, Time.com menulis.
Tentang Paus Yohanes XXIII, Angelo Giuseppe Roncalli, yang meningal tahun 1963 karena cancer, selain ia mempunyai isteri dan mempunyai 14 anak, ia juga telah merubah dua dokterin penting Katolik melalui Dewan Vatikan II (1962-1965) yaitu: mengganti ibadah Misa bahasa Latin ke bahasa lainnya dan membuat agenda okumene.

Di dalam dokma dan tradisi GRK, seorang dapat dinobatkan sebagai orang suci (santo dan santa) setelah memunuhi tahapan-tahapan pengakuan gerejanya: Italy - Religion - Canonization of John Paul II and John XXIII

  1. sebagai “Pelayan Elohim”
  2. sebagai “Terhormat”
  3. sebagai ”Diberkati”

dan akhirnya ialah ”Orang suci.” Gelar ini diberikan setelah orang tersebut meninggal dunia sedikitnya lebih dari lima tahun.
Ketiga proses tahapan penobatan ini disebut oleh dokma Katolik sebagai “tiga tahapan mujizat.”

Yang perlu digaris bawahi di sini adalah Gereja Katolik akan menyatakan seorang Katolik itu orang kudus jika ia telah berjasa besar bagi gerejanya. Pertanyaan:
• Jika dilihat dari sisi dokma dan tradisi Gereja Katolik di atas, sudah berapa banyakkah orang Katolik yang telah masuk ke Sorga sepanjang sejarah gereja tersebut?
• Jika Anda seorang Katolik, khususnya hanya sebagai ”jemaat” apakah Anda memiliki jaminan masuk ke Sorga?

Titel “Orang kudus” dari sisi Alkitab
John Bevere, seorang Katolik yang telah lahir baru, penulis buku rohani sekaligus pengkotbah yang sangat terkenal suatu pagi dibangunkan Roh Kudus dengan perintah, ”Bacalah Mazmur 19!” Lalu ia membacanya dan tersentak pada ayat sembilan, berbunyi Takut akan YAHWEH itu suci, tetap bertahan selama-lamanya.” John melanjutkan ceritanya, ”Kemudian Elohim berbicara kepada saya ’Adam tinggal di Taman Eden, ia tidak takut kepada Ku, ia tidak tinggal selamanya di taman tersebut. Lucifer telah memimpin penyembahan pada tahta-Ku, ia tidak takut kepada Ku karenanya ia tidak bertahan selamanya.” John mendapat pengerti dari Roh Kudus bahwa orang yang dapat masuk ke Sorga adalah orang yang Takut akan YAHWEH.
John Bevere lalu menjelaskan arti dari Takut akan YAHWEH. Itu yang pasti bukanlah ada ngeri akan Elohim, sebab orang yang merasa ngeri kepada Elohim tentunya ia menyembunyikan sesuatu, seperti Adam. John menyebutkan beberapa ayat Alkitab untuk menbuktikan bahwa hubungan erat antara tiga hal ini: kesucian, takut akan YAHWEH dan seorang dapat masuk ke Sorga (dalam arti: hidup kekal selamanya bersama Elohim)

  • 2 Korintus 7:1 tertulis: Selanjutnya, hai yang terkasih, karena memiliki janji-janji ini (lihat pasal 6:16-18), kita dapat menyucikan diri kita sediri dari semua pencemaran daging dan roh, dengan menyempurnakan kekudusan di dalam takut akan Elohim. (ILT)
  •  Amsal 8:13.  Takut akan YAHWEH adalah membenci kejahatan. Jadi takut akan YAHWEH adalah syarat awal untuk kesucian.
  • Ibrani 1:8-9 – Namun kepada Sang Putra (Yeshua), “Takhta-Mu, ya Elohim, sampai selama-lamanya. Tongkat kebenaran itulah tongkat kerajaan-Mu. Engkau mencintai kebenaran dan membenci kedurhakaan, karena itulah Elohim, Elohim-Mu telah mengurapi Engkau dengan minyak kesukaan melebihi mereka yang bermitra dengan-Mu.”

Alkitab menunjukkan seorang dinyatakan kudus ketika ia sedang hidup di dalam mengikuti perintah YAHWEH:
Imamat 20:26 ”Dan kamu harus menjadi kudus bag-Ku, sebab Aku ini, YAHWEH, kudus; dan Aku telah memisahkan kamu dari antara bangsa-bangsa lain untuk menjadi milik-Ku.”
Rasul Petrus juga menyatakan perkara yang sama di Perjanjian Baru, baca 1 Petrus 2:9-10.
Sebab itu, setelah dibenarkan oleh iman, kita memiliki damai sejahtera dengan Elohim, melalui Adonai kita Yeshua Ha Mashiah (Roma 5:1)

Jadi seseorang dinyatakan sebagai ”orang kudus” ternyata jelas berbeda jauh antara Firman Elohim dengan doktrin dan tradisi Katolik.
Pertanyaan:
• Dari sisi Alkitab, berapa banyakkah orang Katolik yang akan masuk ke Sorga?
• Yang manakah yang dapat memberi jaminan lebih pasti, sebagai ”orang Katolik” atau ”orang Kristen,” untuk seorang bisa masuk ke Sorga?
Referensi:

Footnote:1. Psalm 19:9, The Scriptures 1998
2. Ayat yang sama namun terdapat di ayat 10 pada Indonesian Literal Translation
3. GRK selalu mengklaim bahwa para paus adalah orang-orang yang tidak bisa berbuat salah
4. GRK dalam dokmanya melarang para pekerja prianya, dimulai dari pendeta sampai menjadi kardinal memiliki isteri.
5. Sebelumnya semua Misa haruslah dilakukan di dalam bahasa Latin di setiap negara, sekarang hanya di Roma.
6. Okumenikal adalah hubungan bersama antara pihak Katolik dengan Protestan. Dimana Katolik sebelumnya menganggap musuh utamanya. Bagi beberapa pemimpin Katolik yang tidak mengerti agenda rahasia pemimpin utama mereka, Roncalli adalah penghianat gereja Katolik, tidak layak diberi gelas orang kudus. Sesungguhnya agenda Okumeni dibuat agar para Protestan kembali ke dalam payung kepemimpinan gereja Katolik.
7. Wawancara Sid Rothe dengan John Bevere di It’s Supernatural  (28 April 2014)

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya http://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Roma: Merpati yang dilepas Paus Francis diserang burung Camar dan Gagak


DovesDisaksikan oleh puluhan ribu jemaat Katolik yang berkumpul di Lapangan St. Petrus untuk mendengarkan kotbath  mingguan Paus Francis I yang disampaikan melalui jendela gereja yang terbuka.  Paus Francis sebelum

Menyampaikan pesannya tentang perdamaian di Ukrainia yang sedang mengalami ketidak stabilan politik, ia melalui dua remaja yang berdiri di kedua sisinya melepaskan dua burung merpati putih ke udara lepas. Segera setelah kedua merpati itu dilepas, seekor dari padanya diserang burung Camar, burung merpati itu terluput namun beberapa bulu rontok, sedangkan merpati yang satu lagi tertangkap oleh buruk gagak besar, dipatuk berkali-kali.  Kejadian tragis ini disaksikan oleh mereka yang hadir di lapangan tersebutm, namun nampaknya paus tidak mengetahuinya, berita mengatakan. Foto-foto diambil dari AP. burung paus Francis diserang dua burung lainnya

Protes anti pemerintah yang pro Rusia di Ukrainia adalah krisis terburuk sejak kemerdekaannya dari persatuan negara Rusia (USSR/ CCCP). Para pemerotes ingin Ukrainia bergabung ke Uni Eropa (United State of Europe, proses menuju).

Melepaskan burung merpati putih dari jendela gereja Roma yang  terkenal ini adalah tradisi para paus, namun baru kali  Gagak hitam besar menyerang merpati paus Francis di St. Peter Squareini “burung lambang perdamaian” tersebut diserang, bahkan kedua-duanya, di depan puluhan ribu saksi mata. Kejadian ini bukanlah sesuatu yang kebetulan, sebab Yeshua sendiri berkata bahkan burung pipit (dikenal juga sebagai “burung Gereja”) yang dijual hanya dua ekor seduit sekalipun  tidak akan ada yang jatuh ke bumi di luar kehendak Bapa Sorgawi (Mat10:29), nah apalagi burung Merpati yang dilambangkan di Alkitab sebagai “Roh Kudus” atau oleh dunia sebagai “lambang perdamaian.” Apakah arti dari kejadian tersebut, kita belum tahu.

Bacaan berkait:

Referensi:  

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
AR-SA

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Normaali taulukko”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:12.0pt;
font-family:”Arial”,”sans-serif”;}

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya http://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

 

Israel: Paus bisa campur tangan dalam proses pendamai antara Israel-Palestina, USA berkata


Paus Francis I berpakaian merahSeketaris Negara Amerika Serikat, John Kerry, yang beberapa bulan ini begitu sibuk bulak-balik ke Israel untuk membicarakan proses perdamaian dalam konflik Israel-Palestina yang berada di Samaria (West Bank), sekarang mempromosikan Paus menjadi mediator perdamaian di negara Israel.

Setelah kunjungan John Kerry ke negara Vatikan, pusat Gereja Roma Katolik sedunia pada pertengahan Januari 2014; berdiskusi hampir dua jam dengan Uskup Agung Pietro Parolin, Pemimpin Diplomat Vatikan, Kerry menyatakan bahwa Paus bisa campur tangan dalam proses perdamaian antara Israel dengan pemimpin Palestina.

Vatikan pada pernyataan resminya melaporkan hasil pertemuan tsb sebagai: USA melihat Paus sebagai rekan kunci  di dalam menekan kedua partai yang bersengketa kedalam meja negosiasi. Kedua tokoh politik diatas juga membicarakan tentang Syria, Sudan Selatan dan reformasi kesehatan (healtcare), RomeReports mengutip. Ditambahkan, Paus Francis akan mengunjungi Israel bulan Mai ini.

Kerry adalah orang Roma Katolik yang pertama kali berkunjung ke Vatikan sebagai seketaris negara USA setelah Edmund Muskie lebih dari 30 tahun lalu, tentang hasil pertemuan tersebut, bekas pria altar Gereja Katolik ini berkata, ”Itu bagus diketahui kita akan memiliki ’perusahaan umum’ ini bersama-sama.”

Sejak Vatikan dijabat oleh Paus Francis I (Jorge M. Bergoglio), Pemerintah Amerika Serikat bekerja keras untuk Paus menjadi tokoh utama perdamaian di Israel.
Jorge Bergoglio adalah asli orang Roma, kelahiran Argentina, dari ordo Jesuit. Di Argentina beliau adalah pemimpin tertinggi dari Jesuit (1973-79) dan 5 tahun menjadi Uskup Agung di negara yang sama.
Darah dan latar belakang ordo Katolik dari Paus Francis I begitu unik – sebagai pemimpin utama Vatican sekaligus Gereja Roma Katolik; unik sebab ia adalah Paus pertama yang berasal dari ordo Jesuit, yang lebih penting dari itu adalah Negara Vatikan dan sekaligus Pusat Gereja Roma Katolik telah kembali ke tangan orang Roma; Yohanes Paulus II orang Polandia, dan Benedixtus XVI orang Jerman.

Kota Roma dimana Negara Vatikan dan pusat Gereja Roma Katolik lahir dan berada dikenal dengan panggilan “the Great City,” ”the City of seven hills” atau “the City of  seven mountains” disebut juga “the Babylon the Great” (Wah 17:1-9; 18:10b). Hampir 2000 tahun yang lalu, Yeshua mewahyukan kepada rasul Yohanes tentang hubungan antara Negara dan Gereja di Roma ini sebagai “seorang perempuan duduk di atas seekor binatang yang merah ungu” (Wah 17:3). Perempuan adalah lambang Gereja dan Binatang buas (a beast) adalah lambang Pemerintahan Negara (Politik).
Ordo  Jesuit lahir sebagai ujung tombaknya Paus melawan kebangkitan kembali Kristianiti di Eropa pada abad pertengahan, kebangkitan ini dikenal juga sebagai  “Reformasi Gereja Abad Pertengahan”).

Bulan Juni 2013, pemerintah Israel telah memberikan hak special untuk Paus Francis, sebagai pemimpin negara Vatikan, sekaligus kepala Gereja Roma Katolik, membangun gedung gereja baru di wilayah Gunung Zion di Yerusalem.

Komentar: Saat untuk Kaisar Romawi kembali memerintah Yerusalem dan Yudea sudah begitu dekat, namun tidak sama dengan 2000 tahun yang lalu. Kali ini Kaisar akan datang sebagai ”the prince of peace.” Injil Matius pasal 24 tentang Akhir Jaman sedang menuju kepada penggenapannya.

Bacaan berkati:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya http://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Pendeta Katolik dipecat karena membongkar pelecehan sex rekannya


ex-Pendeta Andre Samson St. Joseph's Oratory KanadaRev. Andre Samson mengatakan upayanya untuk mengangkat isu pelecehan seksual – seorang imam memperkosa jemaat prianya – dengan rekan sekerjanya mengakibatkan dia diasingkan dan akhirnya dipecat dari gereja Katholik terkenal  St. Joseph’s Oratory di Montreal, Kanada.

Samson berkata awal masalah yang ia hadapi di St. Joseph’s Oratory terjadi pada bulan Juni, ketika seorang pria muda yang putus asa bercerita padanya tentang perkosaan yang dilakukan seorang imam dari paroki lainnya terhadap dirinya.

Simson, 59, yang menjabat sebagai pendeta militer selama Perang Teluk Persia dan mengajar ilmu konseling di University of Ottawa, mengatakan selama bertahun-tahun ia telah mendengarkan banyak orang muda dalam krisis, tapi ia belum pernah melihat seorang seperti pemuda ini yang sepertinya mengalami “tekanan psikologis yang parah.”

Dengan pergumulan yang berat, Samson berpikir masalah ini penting untuk ia ceritakan kepada rekan-rekan kerjanya.
”Saya bagikan penderitaanku  dan marahku terhadap imam tersebut yang telah menghancurkan kehidupan pemuda 18 tahun ini,” Samson bercerita.
Tetapi ceritanya dihentikan segera. Ia distop hanya dalam dua atau tiga menit, sementara mendiskusikan hal itu dengan tiga imam lainnya pada saat makan siang di ruang makan kantor.
”Pemimpin komunitas menjadi marah,” Samson berkata, ”ia berkata, ’Jangan bicara tentang ini di sini. Itu tidak boleh. Kita tidak bicara tentang ini di sini!’”

Pada hari yang sama, Claudel Petit-Homme, pemimpin komunitas tersebut, melarang Simson untuk makan siang di ruang makan, dan dianggap keluar dari jabatannya. Lalu beberapa bulan kemudian ia resmi dipecat.

Samson bercerita kebingungan dan kemarahannya kepada reporter the Canadian Press; dimuka umum pemimpin utama Katolik, paus Francis di bulan July, menyatakan akan meningkatkan keterbukaan tentang pelanggaran sex dan menindak tegas para imam yang bersalah, namun di sisi lainnya ia dipecat hanya karena membela seorang korban sekalipun ia telah mengabdi lama di gerejanya.
”Ini tidak mudah sebab sebagai imam-imam kami memberi hidup kami kepada gereja (Roma Katolik),” kata Simson, sementara suaranya pecah dengan emosi, ”dan itu menyedihkan bagaimana kami dapat dihianati oleh gereja ini.”

Pemimpinnya menyangkal bahwa ia dipecat karena masalah pelecehan sex yang ia telah bawa ke meja makan, namun Simson bersikeras bahwa ia disukai oleh umat paroki dan percaya ia dipecat karena  telah mengangkat masalah tabu tersebut.

Samson, yang telah bertugas selama 30 tahun sebagai imam katolik dan sebagai professor di universitas, berkata kepada reporter bahwa ia ingin masalah ini ”go public” mematahkan ’kode tutup mulut,’ ia menguatkan dirnya, ”Saya berkata kepada diri saya sendiri bahwa jika saya tidak berbicara, siapa yang akan berbicara? Tidak ada seorangpun dapat sungguh berbicara karena mereka begitu rawan.”
Dua sumpah ‘aneh’ bagi pekerja Gereja Roma Katolik yang merupakan bagian dari “kode tutup mulut” adalah:

  • “Saya tidak akan pernah menginterpretasikan Kitab-kitab Suci kecuali sesuai dengan persetujuan yang utuh dari para Bapa Yangkudus (Holy Fathers) .” Ini sumpah calon pendeta Katolik
  • “… kita haruslah selalu ada siap untuk menerima prinsip ini: ‘Saya akan percaya bahwa PUTIH yang saya lihat adalah HITAM, jika atasan Gereja [paus, kardinal, uskup dst.] menyatakan itu demikian.” Ignatius de Loyola, pendiri dan jenderal Jesuit. Paus Francis I adalah paus Jesuit pertama.

Para paus memanggil diri mereka sendiri sebagai Holy Fathers bukan saja telah melanggar perintah Yeshua di Matius 23:9, lebih parah lagi itu indentik dengan menghujat otoritas, nama dan perintah utama YAHWEH (Kel 20:1-7; Yes 43:11; Yes 44:6).

Komentar: Saudara Simson akanlah mengerti lebih baik tentang gerejanya (Roma Katolik) seandainya ia telah membaca buku atobiografi ex-Pendeta Katolik Charles Cynique ”50 Years in the Chuch of Rome.”
Seberapa besar apapun dedikasi pelayanan seseorang kepada institusi agamanya, segera ketika terang sorgawi membuka matanya cepat atau lambat ia akan menjadi musuh dari tuanya yang lama.

Bacaan berkait:

Referensi:

Shunned, then fired: a priest’s tale of what happened when he shared story about sex abuse

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya http://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Paus ke 266 Francis I terpilih, Akhir dari kepausan gereja Roma Katolik?


Kemarin, 13 Maret 2013, para Kardinal gereja Roma Katolik melalui pemungutan suara memilih Kardinal Argentina Jorge M. Bergoglio menjadi Paus gereja Roma Katolik.

Setelah satu hari penuh para Kardinal dari berbagai negara berkumpul di Roma, Vatikan, di hari kedua mereka sepakat memilih calon Paus yang cocok untuk menyelesaikan tugas gereja sekaligus negara Roma Katolik.

Media telah dipenuhi dengan ”Penglihatan St. Malachi tentang calon paus dan perjalanan akhir Vatikan” beberapa bulan terakhir ini.  Paus ke 266 ini memenuhi penglihatan yang bersifat nubuatan tersebut kata Horn, penulis buku Petrus Romanus: The Final Pope is Here!

Hal-hal yang penting dari Paus Francis I:

  • Ia orang Italia dimana gereja Roma Katolik berpusat, besar dan menjadi Kardinal di Argentina.
  • Berasal dari Ordo Jesuit (the Society of Jesus / Serikat Yesus).
  • Gelar nama kepausan Francis I yang Kardinal Jorge M. Bergoglio pilih sendiri berkaitan dengan pendiri ordo Jesuit tersebut.

Kota Roma. Negara Italia berasal dari kerajaan kuno kota Roma, yang disebut ”Kota Tujuh Bukit” atau ”Kota Tujuh Gunung.” St. Malachy, 800 tahun yang lalu mendapat penglihatan bahwa Paus terakhir adalah ”Petrus Romanus/ Petrus Roma,” (yang akan memerintah gereja Roma sebelum Kota Tujuh Bukit dihancurkan) berasal dari Roma. Sejarah dan doktrin gereja Roma Katolik selalu mengaitkan nama rasul Petrus sebagai pendiri gereja tersebut, jadi kata ”Petrus” indentik degan indentitas gereja Roma Katolik itu sendiri. Tentunya klaim ini tidak bisa dibuktikan baik dari isi Alkitab maupun sejarah Gereja; Rasul Petrus adalah rasul hanya bagi bangsa Israel, dan gereja Roma baru berdiri sekitar tiga ratus tahun kemudian setelah kematian rasul Petrus, yang tidak pernah ke Roma.

Ordo Jesuit atau Serikat Yesus. Kelompok aliran Katolik (Ordo) Jesuit didirikan di kota Roma tahun 1540 melalui surat pernyataan kepausan (Papal bull) dari Paul II yang bernama Regiminis Militantis Ecclesiae (Government of the Church Militant), bertujuan sebagai alat untuk Gereja Roma tetap pada kuasanya.[1] Tokoh pendirnya yang terkenal: Ignatius Loyola dan Francis Xavier. Keduanya terkenal dengan pengabdiannya yang besar kepada Paus dan terbukti sangat radikal di dalam memerangi setiap kelompok yang dianggap berbahaya atau berontak kepada kepemimpinan kepausan Roma Katolik. Ordo Jesuit ini adalah tentara Gereja Roma yang lahir khususnya untuk menahan gerakan Reformasi Protestant yang dipimpin oleh Dr. Martin Luther, yang adalah ex-Uskup Roma Katolik Jerman. Dari Ordo Jesuit inilah lahirnya para pemimpin Crusader (tentara perang salib Katolik)[2] dan Inkuisitor (hakim dan penyiksa). Mereka memerangi dan menyiksa siapapun yang tidak sepaham dengan keputusan Gereja Roma; korbanya dari orang Yahudi, semua aliran ‘Kristen Protestant’ dan Muslim bahkah orang Katolik sendiri (raja, pangeran, petugas dan jemaat gereja). Pengikut ordo (‘jemaat’) ini menjadi terkenal sebagai ‘Para Tentara Yeshua’ (the Soldiers of Jesus).  Perlu diingat: Yeshua (Yesus) tidak pernah membawa senjata, dan Ia melarang jemaat-Nya membawa senjata; Orang yang tidak mengerti ajaran Alkitab akan mudah tertipu dan menjadi pembunuh namun menyangka ia telah berbakti bagi Elohim.

Walaupun sumpah dari Jesuit adalah tunduk pada Paus, karena kekuatan politik, doktrin dan sosial (melalui pendidikan formal) ordo Jesuit yang semakin kuat sehingga puncak pemimpinnya memiliki kuasa seperti Paus, sehingga ia disebut “Black Pope / Paus Hitam”. Analogi: Paus Putih mengurus masalah Gereja, sedangkan Paus Hitam mengurus masalah politik internasional (intelligence; seperti FBI dan CIA di Amerika).

Dua kekuatan ini sering kali bentrok di dalam intern Gereja Roma. Pernah terjadi Gereja Roma mengusir para pengikut Jesuit ini dari negara-negara Eropa, termasuk di Spanyol tahun 1767.

Bagaimanapun, karena orang Jesuit sudah terlatih bergerak dengan strategi dan intelligence, ordo Jesuit ini tetap jaya bahkan semakin kuat pengaruhnya. Nyatanya, “Serikat ini kemungkinan telah terlibat lebih banyak di dalam melahirkan doktrin-doktrin keagamaan (Roma Katolik) lebih dari ordo lainnya di dalam lingkungan Gereja Roma Katolik,”Rene menambahkan.

Paus dari ordo Jesuit pertama dalam sejarah gereja Roma Katolik. Sekalipun ordo agama ini adalah yang terbesar di antara ordo lainnya di dalam Gereja Katolik dan juga terbesar di dalam jumlah pastornya, namun belum pernah dalam sejarah ada anggotanya yang pernah menjadi Paus, kecuali yang sekarang ini, yakni Paus Francis I – mengkaitkannya dengan pendiri Jesuit, Francis Xavier.

Bergoglio tercatat dalam daftar hitam Argentina dikenal dengan Dirty War dimana banyak orang terbunuh oleh pemimpin diktator Argentina di tahun 1976-83. Ia dituduh terlibat dalam Dirty War tersebut, menyebabkan banyak jemaat Katolik Argentina yang meninggalkan keanggotaannya.

Menggabungan penglihatan St. Malechy dengan nubuatan Alkitab mengenai akhir dari Kota Besar Roma yang disebut Kota Tujuh Bukit sangatlah menarik.

St. Maleachy menyatakan bahwa ’Petrus Romanus adalah black pope (pemimpin tertinggi Jesuit).’ Dan Alkitab menyatakan bahwa pada Akhir Jaman, AntiKristus akan muncul dan ia akan menyebabkan Aniaya yang sangat mengerikan (the Great Tribulation). Aniaya besar terhadap Jemaat Yeshua (Gereja) terjadi sejak awal lahirnya ordo Jesuit, jutaan mati dibakar hidup-hidup dan penggal kepalanya oleh para Inkuisitor Jesuit.

Jika ordo Jesuit adalah kekuatan terbesar di Gereja Roma Katolik, seperti berita menyatakan dan baru kali ini dalam sejarah menjadi Paus, apakah ini berarti penentuan waktu yang rasul Paulus ketika ia berbicara kepada jemaat di Tesalonika tentang datangnya ‘si pendurhaka’; Dan sekarang kamu tahu apa yang menahan dia, sehingga ia baru akan menyatakan diri pada waktu yang telah ditentukan baginya. (2 Tes 2:6)

Waktu akan menunjukkan apakah yang akan dilakukan oleh Paus Francis I, yang menurut St. Malechy sebagai Paus terakhir.

Satu hal yang pasti, Adonai Yeshua Ha Mashiah berkuasa atas segala sesuatu baik di sorga dan di bumi (Mat 28:18), segala sesuatu terjadi seijin Dia. Dan pada waktu-Nya Ia akan menggoncang segala kekuatan asing, sehingga hanya tinggal Kerajaan Sorga yang tetap bertahan selamanya (Ibrani 12:26-29). Maranatha!

Referensi:

[1] The Powerful Society of Jesus  dari buku Beyond Angels and Demons; The Truth Behind the Fiction by Rene Chandelle

[2] Para Crusader sebelum Jesuit berdiri adalah para tentara negara-negara Eropa yang berada di bawah kekuasaan Gereja Roma Katolik.

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya http://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Penglihatan St. Malachy dan Nubuatan Alkitab tentang kehancuran Gereja Roma Katolik


Wahyu 18: Malaikat yang turun dari surga … berseru dengan kuat… mengatakakan (1-2): ”Sebab ia berkata dalam hatinya: ’Aku bertahta sebagai ratu dan aku bukanlah seorang janda dan aku sama sekali tidak melihat perkabungan.’ Sebab itulah bencana-bencananya akan datang dalam satu hari: kematian dan perkabungan dan kelaparan; dan dia akan dibakar dengan api, karena  Elohim YAHWEH yang kuat itulah yang menghakimi dia.” (7b-8)
Because she says in her heart, I sit as a queen, and I am not a widow; and I shall not see sorrow. Because of this, in one day her plagues shall come: death, and mourning, and famine; and she will be consumed with fire, for YAHWEH Elohim judging her is strong.[1]

Elohim YAHWEH mengasihi orang Katolik, itulah sebabnya Dia memberi penglihatan kepada St. Malachy, dan Dia bahkan masih terus mengetuk pintu hati setiap orang Katolik sampai hari ini.

Kita akan membandingkan Penglihatan St. Malachy (yang terjadi pada awal abad kesebelas) dengan nubuatan Alkitab. Jelas bahwa St. Malachy bukanlah seorang nabi YAHWEH, ia adalah seorang uskup agung Gereja Roma Katolik (GRK). Artikel ini akan menolong Anda mengerti ketetapan Elohim YAHWEH Yang Mahaberdaulat atas Gereja Roma Katolik yang besar pengaruhnya bagi Dunia.

Catatan Gereja Roma Katolik tentang St. Malachy dan penglihatan yang ia terima.

Dokumen Penglihatan St. Malachy Malachy (Maelmhaedhoc O’Morgair; nama aslinya) hidup  dari tahun 1094 ke 1148, menjabat sebagai Uskup Agung Irlandia saat dipanggil ke Roma di tahun 1139 oleh Paus Innocent II; di Roma ia mendapat penglihatan.

Penglihatan itu menceritakan akanlah ada satu paus lagi setelah Paus Benidictus XVI (ia paus ke 111 dr penglihatan tersebut) yang akan memerintah Gereja Roma Katolik untuk waktu yang singkat, segera setelah itu Roma Vatikan akan di musnahkan. Lihat YouTube videonya: Prophecy of the last pope is upon us 2012

Catatan menyatakan, saat Malachy bersyafaat mengingat ribuan para martyr, dengan kesedihan yang dalam dan dari mulutnya keluar kata-kata dari para nabi: “Usquequo, Domine non misereberis Sion?” (Berapa lama lagi, O YAHWEH! Tidakkah Engkau berbelas kasihan kepada Sion?) Lihat Yesaya 34:8; 62:6; Yoel  3:21; Zakaria 8:1-3.

Jawaban Elohim kepada ratapan Malachy ini adalah melalui penglihatan; dimana ia melihat nama-nama ordo (kelompok) kepausan darimana 112 paus akan datang memerintah Gereja Roma Katolik (sekaligus negara Vatikan). Sangat menarik untuk diingat, 50 tahun kemudian setelah Malachy meninggal, muncul Paus Innocent III (1198-1216) mempromosikan Inkuisisi (inquisition), ia melampau semua pendahulunya di dalam membunuh lebih satu juta orang selama 18 tahun berkuasa, di mata Gereja Roma ia adalah pahlawan besar; Catholic Encyclopedia menyebut orang ini sebagai: “One of the greaterst popes of the Middle Ages.” Paus Pius XII (1939-1958) sejauh ini mungkin yang terburuk, ia “seorang politikus yang licik dan crusader agamawi, menolong Hitler ke kursi kekuasaan… dan ia pendorong utama Perang Dingin.” Dikutip dari : UnHoly Fathers of Rome.

Pada dokument penglihatan Malachy ini tertulis bahwa paus yang ketiga (ke 110 pada daftar penglihatan) dari terakhir datang dari ordo  De labore solis (Gerhana Matahari), penglihatan ini tergenapi Paus Yohanes Paulus II (Karol Wojtyla) terpilih, dan akan digantikan oleh paus dari ordo Gloria Olivae (Kemulian Zaitun) yang adalah ordo titel yang dipakai oleh Paus Benedictus XVI (Joseph Ratzinger).

Sekilas tentang Paus Benedictus XVI (Joseph Aloisius Ratzinger). Menarik untuk diingat bahwa Joseph Ratzinger bukanlah berasal dari ordo Gloria Olivae/ Olivetans (didirikan tahun 1313), tetapi Ratzinger memilih titel Benedict yang berakar dari kelompok Olivetan.
Ia lahir di Bevaria, Jerman tahun 1927. Pada Perang Dunia II, adalah anggota  dari Pemuda Hitler (Hitler-Jugend atau Hitler Youth) pada masa remajanya.[2]

VI-09-08-2001-126.TIFBerbeda dengan Paus Yohanes II (1978–2005) yang nampak sosial kepada semua agama (bagian dari tugas yang dibebankan kepadanya, saya percayai – untuk mengkhamirkan ’kerajaan’ Kristianiti melalui gerakan Oikumene), Ratzinger adalah seorang professor theology dari doktrin Gereja Roma Katolik dan terlibat di dalam pertemuan Dewan Vatican II (Second Vatican Council; 1962-1965), darimana doktrin Oikumene terlahir (yakni strategi penyebaran kekuasaan Gereja Roma Katolik ke seluruh denominasi Kristen dengan tujuan membawa seluruh Gereja duduk di bawah pangkuan Gereja Roma Katolik. Paus Yohanes II memberi nama pada Ratzinger sebagai Prefect of the Sacred Congregation for the Doctrine of the Faith, nama lamanya dikenal sebagai Sacred Congregation of the Holy Office, yang berfungsi sebagai ‘department’ (congregation) intelligent militernya Gereja Roma Katolik, dikenal sebagai Inkuisisi; contoh Roman Inqusition. Lihat link di bawah untuk lebih lengkap.

Ratzinger bertanggung jawab menjaga semua doktrin dan dokma tradisi Katolik (larangan pemakaian kondom, praktek homosex, pastor Katolik tidak boleh menikah dll.), hal ini sesuai ordo dari mana ia berasal, ordo Katolik yang sangat fanatik.[3]

Apakah Ratzinger sengaja memilih nama tersebut demi menggenapi isi penglihatan Malachy, itu adalah urusan dalam gereja Katolik dan belum diketahui umum.

Petrus Romanus. Kembali kepada penglihatan St. Malachy, paus berikutnya setelah Ratzinger akanlah Petrus Romanus (Petrus orang Roma / Peter the Roman); kalimat dari dokument penglihatan tersebut tertulis:  (setelah kepemimpinan Gloria Olivae, yakni Ratzinger): “ … dalam aniaya yang besar atas Gereja Roma Kudus, akanlah ada duduk (memerintah) Petrus Romanus (Petrus Roma / Peter the Roman) yang akan merawat domba (jemaat Roma Katolik) di banyak penganiayaan, ketika aniaya berhenti kota Tujuh Bukit akanlah dihancurkan dan Hakim yang menakutkan (karena  ke Mahamulian-Nya dan ke marahan-Nya yang besar atas dosanya yang besar  tersebut) akan menghakimi umat-Nya. Tamat”

”During the final persecution of the Holy Roman Church, the seat will be occupied by Peter the Roman, who will feed his sheep in many tribulations; and when these things are finished, the seven-hilled city will be destroyed, and the formidable Judge will judge His people. The End.”

Nubuatan AlkAlkitab Holy Bibleitab tentang nasip Gereja Roma Katolik.
Banyak kitab di Alkitab menulis tentang Roma, sebagai kekuatan politik maupun agama. Kitab Daniel dan keempat kitab Injil dan kitab Kisah para Rasul menulis tentang Kerajaan Romawi. Kitab (kepada Jemaat di) Tesalonika (2 Tes 2) dan kitab Wahyu menulis tentang Roma dari sisi politik dan agama. Alkitab adalah buku terlarang di banyak negara Eropa beberapa ratus tahun yang lalu, dan menjadi skandal besar ketika diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan Jerman.

Kitab Wahyu pasal 17 menubuatkan perbuatan perbuatan-perbuatan keji dan najis apa saja yang ’Gereja’ Roma Katolik ini akan lakukan (2, 4, 6) dan pengaruhnya terhadap para pemimpin dunia (15, merefer ke ayat 1). Malaikat YAHWEH menyebut gereja ini sebagai Pelacur besar,” lengkapnya ”Babilon/Babel Besar (Babylon the Great), Ibu dari para pelacur dan dari kekejian bumi, yang Misterius atau Rahasia.” (1, 5). Perempuan jahat ini (Alkitab melambangkan Gereja sebagai ”Perempuan”) menggendarai (mengendalikan) seekor binatang buas (lambang kekuatan politik) – yang telah ada, namun tidak ada, dan akan muncul lagi; Kerajaan Romawi / Uni Eropa –  berwarna merah darah (scarlet coloured) yang juga penuh dengan nama-nama hujat (3, 8). Kunci untuk mengerti kaitan antara binatang buas tersebut dengan perempuan yang mengendalikan terdapat pada ayat 8 dan 18, berbunyi: ”ketujuh kepala itu adalah tujuh gunung, yang di atasnya perempuan itu duduk. Dan perempuan yang telah kaulihat itu, adalah kota besar yang memerintah atas raja-raja di bumi.” [4]

Tujuh Gunung atau Tujuh Bukit adalah julukan umum bagi Kota Roma, dan kota satu-satunya di dunia yang memerintah raja-raja (penguasa negara) di bumi –negara Barat, Israel, Islam dan Komunis – adalah negara Vatikan yang berada di kota Roma. Kota Roma tepatnya adalah negara di dalam sebuah negara (Italia).

Kitab Wahyu pasal 13 menceritakan dari mana sumber kekuasaan dan pengaruh yang luar biasa dari binatang itu berasal, dan ayat-ayat terakhir menubuatkan bahwa dari binatang buas ini akan keluar seorang yang akan mPeta 7 bukit kota Roma kuno sebelum abad Ienjadi penguasa tunggal dunia, Alkitab menyebut orang ini AntiKristus (yang terbesar dan terakhir) dengan bilangan namanya berjumlah enam ratus enam puluh enam (666). Lihat 1 Yohanes pasal 1 sampai 4 untuk melihat karakter AntiKristus dari sisi “Kristus Palsu” (menyerupai, mengakui; Matius 24:5,24), nampaknya seperti pengikut ajaran Kristen tetapi sesungguhnya bukan (1 Yoh 2:18), menyebut nama Yeshua (Yesus) dan Ha Mashiah (Kristus) tetapi menyangkali kuasa dan otoritas Yeshua Ha Mashiah (1 Yoh 2:22-23; 1 Yoh 4:3; 2 Yoh 1:7). Rasul Paulus menyebut  pemimpin ini sebagai ”manusia durhaka/ the man of sin” yang ingin menyamakan dirinya dan ingin disembah sebagai Elohim (2 Tes 2:3-12).

Kitab Wahyu pasal 17: 16-17, dan pasal 18 serta 19 menubuatkan nasip Gereja Roma Katolik, tertulis;
Wahyu 17: 16, 17 Dan kesepuluh tanduk yang telah kaulihat itu serta binatang (buas) itu akan membenci pelacur itu dan mereka akan membuat dia menjadi sunyi dan telanjang, dan mereka akan memakan dagingnya dan membakarnya dengan api. Sebab Elohim telah menerangi hati mereka untuk melakukan kehendak-Nya dengan seia sekata dan untuk memberikan pemerintahan mereka kepada binatang itu, sampai segala firman Elohim telah digenapi.
Wahyu pasal 18 menubuatkan bagaimana para pedagang di bumi menangis karena kehilangan bisnis mereka dari Gereja Roma Katolik. Vatikan akan lenyap sama sekali: Dan seorang malaikat yang kuat, mengangkat sebuah batu sebesar batu kilangan, lalu melemparkannya ke dalam laut, katanya: “Demikianlah Babilon / Babel, kota besar itu, akan dilemparkan dengan keras ke bawah, dan ia tidak akan ditemukan lagi. (Wah 18:21)

Alkitab berkata bahwa pemusnahan ini terjadi oleh sebab dosa perempuan najis ini telah menumpuk sampai ke langit (Wah 18:5) dan pembalasan YAHWEH atas semua darah orang kudus-Nya yang telah dibunuh oleh perempuan yang disebut Babilonia/ Babel Besar tersebut. (Wah 18: 20, 24). Telah di dokumentasikan oleh Fox   “Book of  Martyrs.”  Sebab itu Elohim berkata gereja ini layak mendapat hukuman dua kali lipat dari apa yang dia telah perbuat. (18:6-7).

Wahyu pasal 19 menceritakan bagaimana penduduk di sorga bersuka cita atas penghakiman Elohim yang adil tersebut:
Kemudian dari pada itu aku mendengar seperti suara yang nyaring dari himpunan besar orang banyak di sorga, katanya:
Haleluya! Keselamatan dan kemuliaan dan kekuasaan adalah pada Elohim kita, sebab benar dan adil segala penghakiman-Nya, karena Ialah yang telah menghakimi pelacur besar itu, yang merusakkan bumi dengan percabulannya; dan Ialah yang telah membalaskan darah hamba-hamba-Nya atas pelacur itu.”
Dan untuk kedua kalinya merInkuisisi Spanyol di Belandaeka berkata: “Haleluya! Ya, asapnya naik sampai selama-lamanya.”
Dan kedua puluh empat tua-tua dan keempat makhluk itu tersungkur dan menyembah Elohim yang duduk di atas takhta itu, dan mereka berkata: “Amin, Haleluya.”
Maka kedengaranlah suatu suara dari takhta itu: “Pujilah Elohim kita, hai kamu semua hamba-Nya, [link ->] kamu yang takut akan Dia, baik kecil maupun besar!”
Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: “Haleluya! Karena YAHWEH, Elohim kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja. (Wah 19:1-6)

Masalah keaslian dokumen penglihatan St. Malachy. Dokument catatan Malachy disimpan di Arsip Roma, dan dilupakan sampai ditemukan pada tahun 1590, sumber dari Roma Katolik berkata.[5] Cerita yang beredar di media adalah berasal dari sebuah buku yang di buat oleh M. J. O’Brien terbitan tahun 1880 di Dublin. O’Brien adalah seorang pastor Katolik.

Waktu sunyi 450 tahun ini telah membawa kecurigaan banyak pengamat Kristen, mungkinkah document aslinya telah dirubah; ditambah dan dikurangi atau diganti, tentunya hanya Elohim yang tahu persis.

Contoh, pada bukunya O’Brien menulis jawaban perkataan Elohim atas syafaat Malachy sebelum ia menerima penglihatan, kalimat jawaban Elohim itu berbunyi; ”Sampai akhir dunia Gereja (Roma Katolik) akan ada keduanya militant dan jaya. Sampai akhir masa penderitaan (masa Aniaya yang Sangat Dasyat?) kesukaran-Ku dan rahasia-rahasia salib-Ku haruslah ada berlanjut di bumi, dan Aku akan selalu beserta mu sampai akhir jaman.” 

Kalimat jawaban ini jelas sangat aneh, jika tidak mau dikatakan mencurigakan, membangkitkan pertanyaan:

  • Bagaimana mungkin pada satu sisi Kota Tujuh Bukit (panggilan untuk Gereja Roma sebagai pusatnya) dihancurkan tetapi di sisi lain dijanjikan akan tetap militant dan jaya?
  • Bagaimana mungkin Elohim menjanjikan kejayaan pada Gereja Roma yang telah merubah hukum-hukum-Nya yang Dia telah tulis dengan tangan-Nya sendiri. Sengaja melupakan Hari Sabat-Nya dengan mengganti hari Saptu menjadi Minggu/ SUN-day  (Perintah keempat), dan membuat patung dan sujud kepada patung (Perintah ketiga). Tepatnya seluruh 10 Perintah telah dilanggarnya.
  • Penghancuran Kota Tujuh Bukit adalah bukti dari akhir kesabaran Yeshua selama dua ribu tahun, setelah itu Ia akan memerintah di bumi sebagai Raja di atas segala raja dan Tuan di atas segala tuan (King of kings and Lord of lords), bagaimana mungkin penderiaan dan penghinaan atas diri-Nya masih tetap berlangsung?
  • Alkitab jelas menulis salib adalah lambang kutukan – Yeshua memberi dirinya disalib adalah bukti bahwa Dia telah menanggung semua kutukan dosa manusia – dan sekaligus kejayaan dan kekuasaan Roma atas musuh-musuhnya, ribuan tersalib bagi mereka yang berontak dan terbukti melanggar aturan pemerpomnik  Jana  Paw³a  II DZIECIintah Roma. Bukankah dengan hancurnya Roma itu berarti dokma ”rahasia (misteries) salib”  yang diciptakan Gereja Roma juga akan berakhir di bumi?
  • Bagaimana mungkin Yeshua berjanji akan selalu beserta Gereja Roma Katolik sampai akhir jaman sedangkan kitab Wahyu (ang adalah pewahyuan Yeshua secara langsung kepada rasul Yohanes) menyatakan bahwa Ia akan menghukum dengan berat Gereja Roma ini dan bukankah dokumen penglihatan Malachy juga meneguhkan?

Ketidak yakinan beberapa orang atas kemurnian cerita penglihatan Malachy ini sama seperti waktu sunyi 8 tahun setelah terbitnya buku Kuburan Petrus Baru-baru ini Ditemukan di Yerusalem (Peter’s Tomb Recently Discovered in Jerusalem)  edisi Inggris yang ditulis oleh F. Paul Peterson, kemudian tiba-tiba Paus Paulus VI me-re-klaim tradisi Roma Katolik: ”Kubur Petrus ditemukan di Roma!” Sekarang kita bandingkan penglihatan tersebut dengan nubuatan Alkitab.

Point-point yang penting untuk diingat:

  • Umumnya paus gereja Roma Katolik bertugas sampai ia meninggal dunia, dan baru di gantikan dengan yang lainnya. Paus sebelumnya yang mengundurkan diri terjadi sekitar 600 tahun yang lalu.
  • Ratzinger mengundurkan diri dengan alasan kesehatannya yang buruk, namun Thomas Horn (dan Cris Putnam) penulis buku Petrus Romanus: The Final Pope Is Here,[6] buku yang di dasari dari cerita tentang St. Malachy menyatakan pengunduran diri paus ini sudah diramalkan baik oleh Malachy dan media surat kabar Italia.[7] Kesehatan Ratzinger jauh lebih baik dibanding Wojtyla (Paus Yohanes Paulus II) yang menjabat sampai ia meninggal dunia. Datangkah perubahan drastis di GRK dari kekuatan keagamaan menjadi politik sebagai ujung tombak?
  • Petrus Romanus adalah ”Paus Hitam,” penglihatan berkata, dan AntiKristus adalah ”Manusia Durhaka / Man of Sin.” Mungkinkah ini ada hubungannya? Waktu akan memberitahukan kita.
  • Ketika The New World Order (istilah politik) tercipta di bawah kepemimpinan AntiKristus, Alkitab berkata ia akan menimbulkan “Aniaya yang sangat dasyat”  atau “The Great Tribulation” selama 3,5 tahun kali dua (7 tahun), dan di akhir 7 tahun tersebut Yeshua Ha Mashiah akan datang ke bumi di iringi oleh pasukan sorga untuk memerangi Antikristus dan nabi palsunya, Ia akan mengalahkan  Antikristus dan tentaranya.
  • Penglihatan St. Malachy dan nubuatan Alkitab setuju bahwa ”Kota Tujuh Bukit / Gunung” yakni Kota Roma di mana negara Vatikan dan Gereja Roma Katolik berpusat akanlah dihancurkan, demi mengingat Sion (Israel) dan darah para martir yang telah ditumpahkan oleh GRK.
  • Pesan penting YAHWEH kepada jemaat-Nya: Lalu aku mendengar suara lain dari sorga berkata: “Pergilah kamu, hai umat-Ku, pergilah dari padanya supaya kamu jangan mengambil bagian dalam dosa-dosanya, dan supaya kamu jangan turut ditimpa malapetaka-malapetakanya.” (Wahyu 18:4)

Komentar: Dokumen Penglihatan St. Malachy tidak dapat dipastikan kemurniannya adalah satu hal, namun saya tidak setuju jika ia dikatakan sebagai nabi palsu, mengapa? Sebab 1. Ia bukan seorang yang mengaku sebagai nabi; ia hanya melihat sebuah penglihatan. 2. Elohim terbukti dapat berbicara kepada siapapun juga, termasuk kepada orang Katolik, Dia telah berbicara melalui keledai kepada Bileam, melalui tembok yang tertulis kepada raja Babilonia. 3. Sejarah membuktikan banyak orang Katolik yang hatinya mengasihi Yeshua, terlepas dari ketidak mengertian mereka tentang isi Alkitab dan praktek mereka yang berlawanan dari ajaran Alkitab. Malachy termasuk salah satunya, ia bersyafaat untuk Sion (nama lain untuk Israel) dan para martyr YAHWEH adalah bukti nyata dari hatinya yang mengasihi kebenaran dan keadilan.

Jadi orang Kristen haruslah tidak merendahkan penglihatan yang Malachy dapatkan ini oleh karena ia seorang Katolik. Yang orang Kristen perlukan hanyalah menguji setiap hal (nubuatan, penglihatan, doktrin, penampakan roh) dengan Firman Elohim, Alkitab dan doa yang disertai puasa. Roh Kudus akan menolang kita mengerti dan membebaskan kita dari penyesatan.

YAHWEH dan Putra-Nya, Yeshua Ha Mashiah mengasihi jemaat Gereja Roma Katolik, namun Elohim membenci institusi Gereja ini yang telah menajiskan NAMA-Nya melalui 1. penyalahan pada representasi kekudusan NAMA-Nya  (Pelanggaran hukum ketiga dari 10 Perintah-Nya) 2. merusak dengan sengaja  kekudusan pribadi Elohim dan semua perintah dan ketetapan-Nya (Pelanggaran seluruh 10 Perintah-Nya).

Bacaan berkait:

Referensi:

  1. Terjemahan Kitab Suci Indonesia Literal Translation dan Hebraic Roots Bible, A Literal Translation
  2. http://en.wikipedia.org/wiki/Hitler_Youth
  3. http://en.wikipedia.org/wiki/Pope_Benedict_XVI
  4. Binatang ini lambang dari Kerajaan Romawi, sekarang adalah Uni Eropa; ia dikendalikan oleh Gereja Roma Katolik melalui para Pausnya. Sejarah Kerajaan Romawi dan Gereja Roma adalah bukti kuat bahwa AntiKristus berasal dari latar belakang agama Roma Katolik, bukan Islam.
  5.  Prophecy of the Popes .
  6. Don Koening, penulis komentari kitab Wahyu, mengkomentari buku karya Thomas Horn ini, sebagai sangat tidak bermanfaat untuk orang Kristen dan dapat menyesatkan. Baca: Petrus Romanus: an exercise in finding the future in the demonic.
  7. ‘Final pope’ authors predicted Benedict would resign
Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya http://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

25 Desember perayaan pagan terpenting ahli arkiology berkata


Kota Roma dimana negara Vatikan berada adalah sebuah kota kuno. Roma dikenal sebagai ”Kota di Atas 7 Bukit”, di depan lapangan St. Petrus berdiri tugu Obelisk  (sejak 1586), tugu yang dRa dewa matahari orang Mesiri datangkan khusus dari Mesir atas perintah penguasa Roma lama sebelumnya.

Obeliks, kita mengenalnya berakar dari kata Yunani: obeliskos, yang bermakna ”Phallus (dewa) Baal” atau “alat kemaluan dewa Baal.” Mesir kuno menyembah matahari (the Sun) sebagai sumber terang, kehidupan dan reproduksi, sebab itu dewa matahari yang dikenal sebagai Ra oleh orang Mesir, atau Baal di Kanaan atau Helios di Yunani; dilambangkan dengan bentuk organ pria, dan bumi (perempuan) dilambangkan dengan lingkaran. Sebab itulah tugu Obelisk berdiri ditengah-tengah lingkaran, seperti contoh terlihat di lapangan St. Petrus di kota Roma. Agama Freemasons, penyembah setan juga memakai lambang Obelisk di dalam ritual agamanya.

Tugu Obelisk dari Mesir ditegagkan di Roma, untuk menerangi kuil dewa Matahari Tidak-terkalahkan (Dies Natalis Solis Invicti / Sol Invictus (bangsa Roma menyebutnya).   Pesta ulang tahun dewa Sol Invictus dirayakan pada tanggal 25 Desember. Perlu diingat sejarah berkata dewa-dewi Roma adalah kopi karakter dari dewa-dewi Yunani yang dirubah namanya. Dan besar kemungkinan Yunani mengadopsi penyembahan berhala dari bangsa-bangsa yang lebih kuno, seperti Mesir dan Kanaan (Israel, Libanon) dan Asur.

Tempat semula dari tugu Obeliks di Roma sebelum dipindahkan oleh paus ketempat yan sekarang berdiri adalah ditengah-tengah lapangan balap Circus Maximus, lapangan melingkar untuk balapan kereta kuda. Lihat gambar kuno di bawah ini.

Richard River, Gambar kuno Circus Maximus Romapresident dari Wyatt Archeological Research dan penulis ”Too Long in the Sun” menemukan bahwa ada hubungan yang kuat antara perayaan ulang tahun bagi para dewa Roma dengan perlombaan balapan kereta kuda, untuk para dewa seperti Hercules,  Jove (Jupiter) dan lain sebagainya balapan hanya sampai 24 putaran lapangan Circus Maximus, tetapi untuk dewa Sol Invictus para pembalap harus memutari 30 kali putaran, dengan kata lain dewa Matahari Sol Invitus adalah dewa terpenting dan tertinggi bagi orang Romawi.

Richard River memberi catatan sejarah bagaimana umat Kristen bersikap terhadap perayaan dewa Matahari (apapun nama disebut):

  • Dua ratus tahun setelah kematian Adonai Yeshua (Tuhan Yesus) orang Kristen Roma tidak pernah menghubungkan dirinya dengan perayaan 25 Desember tersebut.  Karenanya Christmas (Natal) 25 Desember ini dinyatakan. [Jemaat Roma adalah orang Yahudi dan bukan-Yahudi. Lihat Kisah para Rasul 18:1-4]
  • Illegal di Inggris, criminal di New England dari tahun 1649-1658, disalahkan oleh sebab akar penyembahan berhalanya (pagan) oleh banyak denominasi Gereja seperti: Kelompok Puritan, Methodist, Quaker, Amish Presbyterians dan Baptis.  Baru pertama kali dinyatakan legal di tahun 1856 di Massachusetts, USA. [Ibadah hari Saptu/ Sabat masih sangat umum di negara Barat 400 tahun yang lalu, baca Sejarah Hari Sabat]
  • Bukti menunjukkan bahwa 25 Desember bukanlah hari kelahiran Adonai Yeshua Ha Mashiah (Tuhan Yesus Kristus).

Melalui pengaruh politik dan agamanya, Roma Vatikan pelan namun pasti telah memasukkan ritual agama pagannya kedalam Kristianiti.

Sebuah komentar yang menantang para Kristen Injili diberikan oleh Ourfatherscovenant (nama panggilan), saya beri warna coklat.

But Educated Christians wObelisk di depan St. Petrus Roma Vaticanho know the Truth, and who are celebrating Christmas, claim it’s In Honor of Christ to celebrate His B-Day. (It’s not His B-Day) (A Lie – False Event)
They also claim Christ is the Reason For The Season. (The Reason it was Established is Paganism) (A Lie – False Witness)
Most Agree that it’s not Christ’s B-Day, Yet will say “So What.”
What Difference Does It Make ?”

This is the Difference it Makes

1. It is a Sin To Lie under these circumstances (knowing the truth).
2. It is a Sin To Worship God while willfully Committing Sin.
3. It is a Sin To Worship God in a Lie claiming it’s the same as Worshiping Him in Truth.
4. It is a Sin To Cause someone Else to Commit a Sin. (Lose Their Faith because of the Lie)
5. It is a Sin To Put a Stumbling Block in front of your Brother. (Set Him Up To Sin)
6. It is a Sin To Serve Satan by Lying; While Claiming to be Serving God. (Romans 6:16)
7. It is a Sin To Learn the Ways of the Heathen.
8. It is a Sin To Call Evil Good, and Good Evil.
9. It is a Sin To engage in Idolatrous Ritualistic Practices.
10 It is a Sin To Disobey God.
11 It is a Sin To practice Blasphemy.
12 It is a Sin To heed fables and portray them as being Holy.
13 It is a Sin To call the commandments of men Greater than God’s Commandments.

Matthew 15:6-9 – “…Thus have ye made The Commandment of God Of None Effect By Your Tradition.
Ye hypocrites, well did Esaias prophesy of you, saying, This People Draweth Nigh Unto Me with Their Mouth,
And Honoureth Me with Their Lips; But Their Heart is Far From Me.
But IN VAIN They Do Worship Me, Teaching for Doctrines the Commandments of Men.”

Millions of People Die because of This Lie.
This is NOT Loving your God or your Brother; This is breaking God’s Laws – Marring His Character.
If you lack these considerations, your heart is far from God; because He Said Don’t Do These Things.  His Wisdom is Perfect. Why is it “IN VAIN” to Worship God While Invalidating His Laws? The Wages of Sin is Death for the Unrepentant Sinner.

Repent Therefore, While There is Still Time.

  • Ezekiel 14:6  Therefore say unto the house of Israel, Thus saith the Lord GOD; Repent, and Turn yourselves from your Idols; and turn away your faces from All your Abominations.
  • Ezekiel 18:30  Therefore I will Judge you, O house of Israel, Every One According to His Ways, saith the Lord GOD. Repent, and Turn yourselves From All Your Transgressions; So Iniquity Shall Not Be Your Ruin.

From The Lord Jesus Christ To The New Testament Churches:

  • Revelation 2:5 – Remember therefore From Whence Thou Art Fallen, and Repent, and Do the First Works;
    OR ELSE I Will Come Unto Thee Quickly, and will Remove thy candlestick out of his place, Except thou Repent.
  • Revelation 3:3 – Remember therefore How Thou hast Received and Heard, and Hold Fast, and Repent.  If therefore Thou shalt Not watch, I will come on thee As A Thief, And Thou shalt Not Know what hour I Will Come Upon Thee.
  • Revelation 3:19 – As many as I Love, I Rebuke and Chasten: Be Zealous therefore, and Repent.

Catatan Anggur Baru untuk para Kristen Injili (Lahir Baru): tidak diragukan bahwa ibadah perayaan ini merupakan batu sandungan bagi pengikut monoteisme lainnya seperti orang Yahudi dan Islam untuk mereka menerima kebenaran Injil, dan kometar di atas tidaklah diragukan kebenarannya – sangat Alkitabiah, namun kita harus bijaksana memprosesnya agar tidak timbul perpecahan di dalam Jemaat.
Roh Elohim (Roh Kudus) hidup di dalam kita, Dia lah sumber hikmat, pengertian dan pengetahuan kita. Perkara merayakan atau tidak merayakan Natal 25 Desember yang dikaitkan dengan perayaan kelahiran Yeshua Ha Mashiah (Yesus Kristus) bukanlah perkara yang mudah. Itu lebih mudah meninggalkan perayaan Natal ini jika Anda seorang jemaat, namun jika Anda seorang pendeta, penatua saran saya adalah mintalah tuntunan Roh Kudus. Secara medis, orang yang sudah ketagihan obat terlarang, kopi bahkan rokok untuk level yang dalam, akanlah menderita fisik yang besar jika tiba-tiba berhenti memakainya, sebagian kecil bisa terbebas begitu saja-mujizat Elohim. Tingkat pertama yang pemimpin Jemaat lakukan mungkin adalah pengajaran dan mengingatkan hadirin bahwa “semua ini hanyalah tradisi, pengganti dari perayaan pagan Roma kuno. ”  Langkah berikutnya, rapatkan dengan para penatua “apa yang kita harus perbuat dengan perayaan Natal ini?” Jika semua Jemaat merasa damai untuk meninggalkan perayaan tahunan ini, maka Anda dan Jemaat terbebas secara penuh dari tradisi tersebut dan perpecahan terhindari. Nasehat sekaligus peringatan rasul Paulus ini patut diingat:

Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu–seperti yang telah kubuat dahulu–bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Elohim. Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. Barangsiapa menjadi milik HaMashiah Yeshua (Kristus Yesus), ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh, dan janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki. (Gal 5:19-26)
Kemulian, hormat dan kuasa bagi YAHWEH ditempat yang mahatinggi dan damai sejahtera dan sukacita bagi semua mahluk di bumi!! Maranatha!!

Bacaan berkait:

Natal dan Mamon

Injil: orang majus tidak bertemu bayi Yeshua!
Perayaan Natal dan saya sebagai pengikut Yeshua

Beriman kepada tradisi dan ritual
Ketika Perayaan Natal 25 Desember tanpa Yeshua / Yesus / Isa

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya http://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 37 pengikut lainnya.