Indonesia: Fanatik Islam menguasai moral pemimpin bangsa?


Selamat Hari Raya Idul Fitri bagi setiap Anda yang merayakannya. Semoga sukacita dan damai Elohim (Allah) ada ditengah-tengah perayaan Anda.

Pendahuluan. Setiap 17 Agustus seluruh bangsa Indonesia membacakan idiologi kebangsaan Pancasila dengan rasa hormat dan bercampur bangga bahwa bangsa dan negara Indonesia memiliki prinsip moral berbangsa yang begitu baik.

Dari kelima sila di atas tercakup hubungan vertikal manusia dengan Penciptanya (sila pertama), dan hubungan horisontal manusia dengan sesamanya (sila kedua). Pada sila ketiga sampai kelima ialah mengikat semua suku-bangsa yang berada di dalam ‘naungan sayap garuda’ Pancasila, jelas di dalamnya ada jaminan keamanan dan kebebasan hidup dan berkarya dan tanggung jawab - “keadilan sosial” – dalam suatu wadah kepemimpinan yang sehat dan resmi (sila keempat). Jaminan dan tanggung jawab ini berlaku bagi seluruh pemimpin dan rakyat Indonesia.

Sejauh manakah idiologi Pancasila mengilhami kehidupan pemimpin dan bangsa Indonesia? Daftar laporan ini dipercayai  sangat mengganggu para penjunjung tinggi Pancasila dan HAM, suatu daftar laporan yang bagus untuk kita bercermin dan mengevaluasi kehidupan antar suku bangsa di Indonesia.

Penekanan tulisan ini berada pada sektor kehidupan beragama, inti dari pola pikir dan kehidupan bangsa Indonesia. Sektor agama di Indonesia mempengaruhi sektor-sektor penting lainnya, seperti keamanan dan ekonomi bangsa Indonesia, pada akhirnya akan mempengaruhi kesatuan negara Republik Indonesia.

Indonesia secara umum. Untuk mengerti tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia, kita harus melihat bangsa Indonesia secara keseluruhan, melibatkan setiap suku dan bahasa mereka – dari Sabang sampai Marauke – sebab itulah Indonesia. Tidak menyertakan atau mengeluarkan satu suku dari kehidupan ideologi Pancasila, maka itu berarti membuang suatu wilayah (profinsi, pulau) dari kesatuan Indonesia. Bangsa Indonesia bukanlah hanya suku Jawa dan Sunda saja, tetapi melibatkan semua suku yang hidup dan berkebangsaan Indonesia, menurut suatu surfei Indonesia terdiri dari sedikitnya 781 suku bangsa (people groups). Kepercayaan mereka tentunya lebih dari lima kepercayaan besar (Islam, Kristen Protestant, Katolik, Budha dan Hindu) yang diakui oleh  pemerintah Indonesia. Inilah yang membuat Indonesia kaya dan unik di dalam tatanan kehidupan individu dan sosialnya, inilah ”Persatuan Indonesia!”

Kepemimpinan President Susilo Bambang Yudhoyono (dipanggil dengan sebutan “bapak SBY”). Beliau menjabat dari Oktober 2004 – sampai sekarang. Beliau seorang pemimpin yang berpendidikan tinggi, lulusan universitas di USA; Master of Management dan pendidikan militer.[1] Beliau juga menyandang gelar Dokter untuk bidang Ekonomi Perkebunan dari IPB.[2] Di tambah dengan pengalaman hidup di luar negeri serta fasih berbahasa Inggris, semua merupakan suatu bekal pendidikan yang sangat menunjang keberhasilan seorang pemimpin bangsa.

Laporan pelanggaran HAM. Dua puluh tahun terakhir ini radikal Islam Sunni semakin beringas dan cenderung sadis. Laporan internasional tentang pelanggaran HAM dari sektor agama di Indonesia tidaklah sepanas di Korea Utara atau di RRC atau di negara-negara Timur Tengah, seperti Mesir, Iran dan Pakistan, namun level pelanggaran HAM Indonesia tidaklah kecil, bahkan nampak semakin menggunung, dan yang lebih mengancam … mereka semakin terorganisasi!

Sebagaimana telah kita ketahui bahwa agama resmi di Indonesia tidak hanya agama Islam namun juga Kristen Protestan (dengan segala denominasinya), Roma Katolik, Buddha (dengan segala cabangnya) dan Hindu. Di luar lima agama resmi ini, bangsa Indonesia juga menganut agama lainnya, seperti Animisme, Polytheism, Konghucu, Kebatinan. Selain itu terdapat juga ideologi moral Liberalisme, Komunisme, Konfusianisme. Orang Indonesia juga harus sadar bahwa agama Islam di Indonesia juga memiliki banyak cabang, tidak hanya Sunni, tetapi juga Shia, Sufi, Ahmadiah dan lain-lain. Pada kenyataannya, kelompok Islam Sunni Indonesia- yang adalah kelompok mayoritas – ingin menutup mata keberadaan kepercayaan bangsa Indonesia lainnya.

Peristiwa pengancaman, penutupan dan pergerusakan rumah-rumah ibadah dan Sekolah-sekolah Theologia (DOULOS, SETIA) yang disertai serangan fisik dan pembunuhan (termasuk para pengikut Islam Ahmadiah) atas bangsa Indonesia oleh Islam Sunni  di Indonesia semakin tidak  beradab (menurut standard universal Hak Asasi Manusia) dan merusak citra ideologi Pancasila dan bangsa Indonesia sendiri.

Lihat daftar-daftar hitam lembaran Islam Sunni Indonesia di sini:

Mengapa pemerintah Indonesia membiarkan kelompok-kelompok Islam radikal bertumbuh dan bahkan membiarkan mereka membangun kekuatan pasukkan jihadnya? Bukankah gerakan mafia terlarang di Indonesia? Anda bertanya: “Apa hubungannya dengan kelompok Jihad?” Saya menjawab: “Jihad adalah pemaksaan agama Islam kepada keyakinan lain melalui ancaman mental dan kekerasan fisik (dalam Islam metode ini disebut Dhimmitude); ini adalah tindakan terroris yang sama dengan cara mafia mengendalikan orang lain.” Cara ini adalah tindakan pelanggaran HAM Indonesia dan Internasional, sebab di dalam tindakan tersebut mengandung azas-azas Anarchism (anti ketertiban dan hukum negara dan pemberontakan kepada pemerintah negara yang resmi – yang telah terpilih berdasarkan SUARA TERBANYAK RAKYAT negara yang bersangkutan.

Dalam banyak masalah pelanggaran HAM radikal Sunni Indonesia yang berhubungan dengan kebebasan beragama di Indonesia, badan-badan Pemerintah Indonesia memiliki dua jenis respond klasik:

1. Mencoba menegagkan Pancasila, namun ketika diancam oleh kelompok Islam radikal, aparat Pemerintah berbalik haluan dari tugasnya dan hati-nuraninya, dan mereka menjadi ‘pembela’ para Islam radikal tersebut. RT, RW, Lurah dan aparat pemerintah yang mengenal baik warganya (non-Islam Sunni) dan warga tersebut berhubungan baik dengan masyarakat Islam, namun ketika kelompok Islam radikal memasuki wilayahnya mengancam mereka untuk menutup kegiatan non-Islam Sunni, maka para aparat pemerintah ini berubah menjadi penghianat nilai-nilai Pancasila.

2. Aparat pemerintah Indonesia secara terang-terangan memdukung kelompok Islam radikal. Mereka bukan saja memberi lampu hijau untuk gerakan anti Pancasila ini bertindak sesuka hati mereka, bahkan pemerintah turut bekerja sama dan melegalisasikan aksi kekerasan mereka; melalui menjadikan FPI sebagai kaki-tangan “badan keamanan masyarakat” dibawah payung badan keamanan negara Indonesia.

Dua factor ini yang menyebabkan merajalelanya tindakan kriminal agama di berbagai kota di Indonesia berjubahkan “membela Islam.” Andaikan para kriminal agama ini diadili, oleh karena dua factor di atas, maka hukuman yang diberikan oleh penegak hukum Indonesia kepada pelanggar Pancasila tersebut umumnya hukuman itu akan terlalu ringan,  contohnya pada kasus Juni 2011 ini:  satu tahun penjara untuk kejahatan memimpin masa untuk pembakaran dua gedung gereja dan merampok gedung gereja lainnya.

Sebaliknya jika yang bersalah adalah non-Sunni, maka hukumannya sangat berat hanya untuk pelangaran yang ringan, contoh pada tiga ibu guru Sekolah Minggu, ibu Rebekka, ibu Ratna dan ibu Eti. Mereka di penjarakan selama tiga tahun oleh karena mendidik dan mengasihi seorang anak perempuan (seijin ibunya sendiri yang beragama Islam berprofesi pelacur) dalam jalan Injil. Kehadiran para Islam radikal di pengadilan membuat Ibu dari gadis ini takut  dan ia terpaksa menarik kembali perkataannya sendiri tentang ijin tersebut. Para petugas pengadilan juga di dalam keputusan mereka terpengaruh oleh teror dari Islam radikal. Dalam kejadian ini, janganlah menyalahkan orang non-Islam jika mereka memiliki kesimpuan bahwa Islam adalah agama berfaham Anarchis.  Kejadian selama ketiga ibu ini dipenjara membuktikan bahwa Elohim Yang Adil dan Hidup menyertai mereka dan berpihak pada mereka.

’Gerakan Kemerdekaan Irian Jaya.’ Contoh telah masuknya nilai-niali jihad Islam kedalam badan militer Indonesia dapat dilihat pada film ini: The Killing of  Yawan Wayeni. Di Irian Jaya, Brimob memfilmkan seorang Kristen Serui bernama Yawen Wayeni, yang perutnya di bayonet tentara dan ususnya terlihat, di olok-olok iman Kristianinya. Film Brimob yang melanggar HAM (Hak Asasi Manusia) ini bocor kemedia Internasional. Islamisasi di Irian Jaya nampak semakin tidak mengenal batas prikemanusia. Isteri dari Wayeni bercerita kepada  the Commission for Disappearances and Victims of Violence bahwa mereka mengikat tangan dan kaki batang pohon dan memaksa dia untuk meneriakan “Papua merdeka” sebelum memotong perutnya dengan bayonet.

The West Papua Report, pada laporan bulan Juni 2010 menulis TNI melalukan operasi “penyapuan” di wilayah Tingginambut dengan membakar rumah-rumah di tiga desa, dua orang dibunuh, seorang wanita diperkosa dan semua binatang piaraan dibunuh. Operasi siperti ini sering dilakukan oleh TNI di Irian Jaya, seperti telah dilakukan juga di Aceh sebelum Aceh memiliki hak otonominya.

Irian Barat bukanlah Aceh, dan Aceh bukanlah Irian Barat! Rakyat Irian Barat pada dasarnya tidak ingin keluar dari negara RI (Republik Indonesia), namun Islamisasi terencana, ketidak adilan dan ekplotasi kekayaan Irian Barat (yang mengalir hanya untuk pejabat Jakarta) telah menjadi beban yang berat bagi rakyat Irian yang terus menerus telah membuat rakyat Irian ingin merdeka.

Sejarah membuktikan, tindakan para TNI di Irian Jaya ini – mengancam penduduk asli melalui pengancaman dan pembunuhan yang disertai perusakan harta milik mereka – tidak akan menghasilkan kemenangan bagi ideologi Pancasila, tetapi sebaliknya kekalahan. Teror dan kekerasan (keduanya adalah akar dari ”jiwa diktatorship yang kehabisan kesabaran) adalah ”bensin pada api semangat juang ingin merdeka” bagi jiwa yang tertindas. President dan aparat harus menghentikan tindakan militer yang salah ini.

Evaluasi kepemimpinan lembaga-lembaga negara RI. Apakah semua ini bertanda bahwa kepemimpinan President SBY sudah dikuasai oleh kelompok Islam fanatik, sehingga beliau dan para pimpinan puncak tidak lagi mampu bertindak tegas kepada para peleceh ideologi Pancasila?

Pancasila adalah asas kebangsaan negara Indonesia, dan bukan hukum Islam. Pemerintah Indonesia seharusnyalah membela seluruh rakyat – tanpa terkecualian, termasuk suku dan pemeluk agama resmi minoritas – Indonesia dengan adil.

Ketidakadilan adalah awal dari kehancuran sebuah bangsa, pemerintah yang menutup mata atas kelompok minoritas yang teraniaya, bahwa membiarkan aparatnya turut berlaku anarkis,  maka tahtanya sendiri segera akan ditumbungkan – seperti yang terjadi di negara-negara Mesir, Tunisia, Libya dan Syria. Amsal Salomo berkata:  Orang yang menindas orang lemah untuk menguntungkan diri… hanya merugikan diri saja. (Ams 22:16)

Pemerintah Indonesia tidak perlu takut kepada kelompok radikal Sunni, – benar bahwa kelompok Sunni adalah mayoritas di Indonesia, namun Islam RADIKAL Sunni Indonesia sebenarnya minoritas, jauh minoritas dibanding dari kelompok Kristen Indonesia.

Setan selalu berteriak lebih keras, untuk menakut-nakuti lawanya, ia seperti singa tua ompong yang mengaum-ngaum. Jeritan adalah satu-satunya senjata Setan dan para pengikutnya.

Pemerintah negara perlu mengingat dan melakukan nasehat ini:

  • By the blessing of the upright the city is exalted: but it is overthrown by the mouth of the wicked. (Pro 11:11 KJV)
  • Sisihkanlah sanga dari perak, maka keluarlah benda yang indah bagi pandai emas. Sisihkanlah orang fasik dari hadapan raja, maka kokohlah takhtanya oleh kebenaran. (Ams 25:4-5)

Jika kebenaran dan keadilan ditegakkan, dan korupsi dan teror dibuang, maka pemimpin negara akan memiliki pemerintahan yang kuat. Banyaknya perbedaan agama tidaklah menjadi masalah apabila hukum dan peraturan yang adil (Pancasila di Indonesia) berjalan dengan baik, ini bisa dilihat di berbagai negara maju di Eropa Barat yang penduduknya adalah majemuk.

Orang Kristen bukanlah musuh Negara,
sebaliknya mereka adalah kawan setia Negara.

Kitab Suci Alkitab mengajar umat Kristen bagaimana bersikap kepada pemerintah:

  • Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya …Karena pemerintah adalah hamba Elohim (Allah) untuk kebaikanmu. Tetapi jika engkau berbuat jahat, takutlah akan dia, karena tidak percuma pemerintah menyandang pedang. Pemerintah adalah hamba Elohim untuk membalaskan murka Elohim atas mereka yang berbuat jahat.” (Rom 13:1-4)
  • Ingatkanlah mereka supaya mereka tunduk pada pemerintah dan orang-orang yang berkuasa, taat dan siap untuk melakukan setiap pekerjaan yang baik. (Tit 3:1) 
  • Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada YAHWEH (TUHAN), sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu.  (Yer 29:7). Nasehat Elohim kepada umat-Nya melalui nabi Yeremiah, saat mereka ada dipembuangan, negara Babel (Irak saat ini), oleh karena mereka berontak kepada perintah-perintah-Nya (menyembah berhala dan melanggar kekudusan Hari Sabat-Nya, lihat Yehezkiel 23:36-49.

Kami orang Kristen berdiri membela kebijaksanaan pemerintah, membela Pancasila dan UUD 1945. Perintah Alkitab adalah perintah yang baik untuk Pemerintah, sebab itu dimanapun orang Kristen diberikan kesempatan untuk hidup bebas, maka komunitas dimana mereka berada kemakmuran dan keadilan akan hadir dengan sendirinya. Pemerintah perlu membaca buku yang bagus ini: “The Book That Transforms Nations.” Saya telah membacanya. Buku yang luar biasa bagus! Buku ini ditulis oleh seorang yang telah keliling dunia dan diundang oleh banyak pemimpin negara, termasuk raja Norwegia. Ini adalah sebuah buku dari hasil penelitian sejarah, Anda akan temukan rahasia bagaimana Korea Selatan, Norwegia, Nederlands dan banyak negara lainnya bisa sukses seperti sekarang ini.

Ragy William, salah satu dari pemberi komentar atas buku ini: FANTASTIC BOOK. “I give it 10 stars instead of 5. It gets more interesting in every page and every chapter. It talks about the effect of the Holy Bible if its instructions and teachings are followed by a whole nation. How can the nations be blessed by the Holy Bible. The Author have traveled all over the World and had written stories from many different places.”

Nasehat untuk para fanatik Islam Indonesia dan aparat pemerintah yang berhati dua. Apakah kalian ingin tahu apa akhir dari perjalanan kalian? Ketahuilah bahwa orang benar akan tetap ada selamanya, mereka tidak dapat dimusnahkan sekalipun dengan ancaman terroris, sebaliknya orang jahat akan hancur berantakan, seperti telah tertulis: Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana. (Ams 24:16). Bertobatlah sebelum terlambat teman-temanku.

Jangalah lupakan sejarah 17 Agustus 1945, yang adalah akhir dari porak porandanya kesatuan dan martabat kebangsaan Indonesia yang begitu panjang (350 tahun + 3,5 tahun). Apakah para pemimpin bangsa dan rakyat Indonesia ingin kembali kepada kehacuran tersebut? Janganlah kita terjatuh pada lubang kehancuran yang sama sebagaimana telah terjadi pada negara-negara Afrika Utara, Somalia dan Syria pada tahun belakangan ini.

Mari kita amalkan Pancasila dan menyerukan kepada jiwa kita sendiri dan sesama bangsa Indonesia: “Sekali merdeka tetap merdeka!!”

Referensi:


[2] Susilo B. Yudhoyono by Wikipedia .org

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya http://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Apakah Harry Potter Mashiah / Mesias / Kristus Palsu?


The Barna Group, suatu badan penelitian yang terkenal di Amerika, pada 3 kali survey nasionalnya (2002, 2004 dan 2005) kepada remaja-remaja berusia 13-18 tahun melaporkan: lebih dari 4 dari setiap 5 remaja (84%) secara pribadi telah membaca atau menonton film Harry Potter. Yang lebih mengejutkan lagi dari laporan ini ialah: Tiga per empat dari remaja pengunjung gereja (77%) dan remaja Kristen lahir baru (78%) telah melihat atau membaca Potter. Laporan dipublikasikan pada 1 May 2006.

Alkitab dengan sangat jelas berkata bahwa praktek-praktek sihir atau perdukunan, berkomunikasi dengan roh-roh orang mati dan roh-roh jahat adalah kekejian di mata Elohim (Ulangan 18:10)

Hasil survey ini tentunya tidak terlalu mengejutkan orang Kristen jika melihat respon dari para beberapa pemimpin Kristen Amerika dan media Amerika yang tidak saja netral terhadap isi dari cerita ilmu sihir Harry Potter, bahkan memujinya. Prof Alan Jacobs dari Wheaton College, contohnya, menyimpulkan bahwa cerita Harry Potter mempromosikan “sejenis peperangan rohani .. Sebuah pergumulan antara baik dan jahat,” katanya. Chuck Colson, pada siaran radionya (2/11/1999), memuji tokoh Harry Potter dan teman-temannya atas keberanian, kesetiaan, dan kesediaan berkorban untuk satu dengan yang lain. Colson mengabaikan praktek-praktek sihir dari para tokoh ini. Pelayanan Focus on the Family, yang dipimpin oleh Dr. John Dobson dan Christianity Today juga termasuk di dalam daftar pemuji karya J.K. Rowling ini.

“Saya telah didorong oleh pendeta saya pada gereja Kristen saya untuk membaca buku-buku Harry Potter, sebab  meskipun buku-buku tersebut memiliki hubungan dengan ilmu sihir dan pernujuman, mereka (buku-buku tersebut) dapat mengajar kita lebih tentang nilai-nilai perahabatan dan keberanian sehingga ia dapat … Saya tidak lagi orang Kristen. Di suatu perjalanan kepercayaan saya telah berubah. Saya sekarang praktek Wicca.” Seorang muda pengunjung situs kami.  Dikutip dari sebuah situs Kristen:  A review of Harry Potter and the Deathly Hallows.

Pada synopsis (garis besar) film terbaru (dan mungkin terakhir) yang berjudul Harry Potter and the Deadly Hallows part 2 (Harry Potter dan Bayang-bayang Maut bagian 2) tertulis:

Dalam akhir epik, pertempuran antara baik dan jahat proses dunia sihir meningkat menjadi perang habis-habisan. Taruhannya telah menjadi lebih besar dari sebelumnya dan seorangpun tidak ada yang selamat. Tetapi itu adalah Harry Potter [tokoh kebaikan] yang kepada siapa dapat diserukan untuk membuat korban yang termulia sebagaimana ia semakin mendekati pertarungan puncak dengan Lord Voldemort [tokoh jahat]

Semuanya berakhir di sini.

Bagi Anda yang tidak tahu isi Alkitab, saya ingin mengatakan bahwa isi dari synopsis film Harry Potter and the Deathly Hallows ini secara jelas telah menjadikan Harry Potter sebagai pengganti Yeshua Ha Mashiah / Yesus Kristus! Alkitab berkata bahwa keselamatan datang kepada manusia jika manusia berseru / minta pertolongan kepada Yeshua. Ini bukti ayat-ayatnya:

Dan / Sebab barangsiapa yang berseru kepada nama  YAHWEH akan diselamatkan, … (Joel 2:32; Kis 2:21; Rom 10:13 ) juga ayat sejenis dengan itu ialah Kis 22:16; 1 Kor 1:2

Rasul Petrus dihadapan ribuan orang di Yerusalem di hari Raya Pentakosta (Hari Turunnya Roh Kudus keatas orang-orang Percaya) dengan jelas berkata:

Yeshua adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan–yaitu kamu sendiri–,namun ia telah menjadi batu penjuru. Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.” (Kis 4:11-12)

Dari ayat-ayat ini kita juga dapat menemukan suatu bukti bahwa Yeshua Ha Mashiah adalah Elohim, Firman YAHWEH, Putra YAHWEH sebagaimana Yeshua sendiri berkata kepada Rasul Yohanes tentang Akhir Jaman:

Firman-Nya lagi kepadaku: “Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan. Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Elohimnya (Allahnya) dan ia akan menjadi anak-Ku. (Wah 21:6-7)

Keselamatan kekal dari pergumulan melawan kejahatan dan dosa manusia bukanlah melalui pegorbanan mulia Harry Potter, atau seorang seperti Harry Potter yang percaya dan mempraktekkan ilmu sihir dan perdukunan. Korban sembelihan yang sempurna, sekali untuk selama-lamanya bagi penebusan dosa-dosa manusia adalah Anak Domba Elohim, yakni Yeshua Ha Mashiah. Yeshua telah melakukannya dua ribu tahun yang lalu di kayu salib.

J.K. Rowling pembuat cerita Harry Potter merupakan satu dari puluhan nabi dan guru palsu yang telah dimasuki oleh roh-roh Antikristus (antichristos – 1 Yoh 2:22; 4:3 dan 2 Yoh 1:7), yang menawarkan Kristus-Kristus palsu (pseudochristos – Mat 24:24; Mark 13:22) untuk menipu penduduk dunia dunia di Akhir Jaman ini.

”Semuanya berakhir di sini” dari synopsis film Harry Potter ini juga mengkopy skenario Akhir Jaman yang dinubuatakan Alkitab, bahwa Yeshua Ha Mashiah akan datang kembali yang kedua kalinya memerangi Setan (tokoh kejahatan) mengalahkan Setan dan membuangnya ke Neraka, dan berakhirlah peperangan manusia melawan penderitaan dunia yang disebabkan oleh Setan dan para pengikutnya. Silahkan baca akhir dari isi Akitab, kitab Wahyu pasal 21 dan 22. Perang akhir ini disebut Perang Armageddon (Yoel 3:14; Wah 16:14)

J.K Rowling terbukti telah menyebut kejahatan itu baik dan kebaikan itu jahat, yang mengubah kegelapan menjadi terang dan terang menjadi kegelapan, yang mengubah pahit menjadi manis, dan manis menjadi pahit, seperti tertulis pada kitab nabi Yesaya 5:20-21. J.K. Rowling telah membawa jutaan remaja termasuk para pemeran film Harry Potter kepada jebakan bayang-bayang kematian yang dibuat oleh roh-roh Antikristus.

Setan dan para pelayannya bekerja keras untuk membawa sebanyak mungkin remaja melalui ajaran Wicca (New Age, film-film sihir) dan musik rock heavy metal ketempat tinggal kekalnya yang sangat menyeramkan.

Rasul Yohanes pada penutupan surat pertamanya menjelaskan siapakah Antikristus dan para pengikutnya, ia menutup suratnya dengan peringatan ini: Anak-anakku, waspadalah terhadap segala berhala. Amen. (1 Yoh 5:21).

Yohanes dengan kata lain berkata bahwa: Ajaran para guru dan nabi palsu yang diilhami oleh roh-roh Antikristus dan roh-roh Kristus palsu tidaklah  lain kecuali satu hal yakni, mencoba menggantikan YAHWEH dan Yeshua Ha Mashiah dengan berhala-berhala! Waspadalah!!

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya http://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 33 pengikut lainnya.