Pada Weblog ini, setiap ayat Alkitab Indonesia yang menulis nama-nama pribadi maupun titel dari Deti (Yang Disembah) diusahakan memakai kata Ibrani yang merupakan bahasa asli dari mana kepercayaan Kristen berasal. Hal ini dilakukan semata-mata untuk menempatkan sesuatu pada posisi yang setepat mungkin, dan bukan untuk maksud kesombongan.
Menimbang: 1. Dia yang telah menciptakan dunia ini dan manusia serta semua isinya, sangatlah layak untuk diperkenalkan Nama-Nya, ya Nama-Nya yang sesungguhnya dan bukan titel-Nya atau jabatan-Nya! Dengan memanggil Nama-Nya terdapat intimesi yang indah dan kuasa doa yang luar biasa besarnya, sebab dalam Nama-Nya terdapat semua karakter dan kuasa-Nya.
2. Nama tidaklah diterjemahkan. Seorang Yahudi lahir-baru (a Messianic Jew) berkata kepada saya dengan nada protes, “Alkitab itu berasal dari Israel dan Yahshua itu orang Yahudi, sopannya kita tidak menggantikan nama-Nya dengan panggilan yang lain. Seharusnya kita tidak menterjemahkan nama-nama orang, bukan?” demikian protesnya terhadapa orang Kristen.
Sedih sekali jika orang Indonesia yang bernama Gunawan dan Setiawan hanya karena mereka tinggal di Amerika nama mereka harus tertulis di Pasport dan dipanggil sebagai Useful Man dan Faithful Man, atau di KTP Indonesia menjadi Pria Berguna dan Pria Setia. Dan yang lebih parah jika itu menjadi Juneven dan Seteven, maka hilanglah arti dari makna nama mereka yang sangat indah itu.
3. Sesungguhnya setiap nama orang di Alkitab mempunyai arti. Nama orang begitu penting di Alkitab bahkan Yahshua menjanjikan kepada umat-Nya yang menang suatu nama baru (Wah 2:17) dan bahkan Ia sendiriakan memperkenalkan nama-Nya yang baru (Wah 3:12). Dari nama tersebut si pemiliknya akan tahu tujuan hidupnya dan penghapan si pemberi nama (Pencipta dan orang tua). Harap baca Hormatilah Perintah Ketiga.
4. Menghindari kesalah tafisiran pemakaian kata “Allah” dan “Tuhan” diantara orang-orang berbahasa Indonesia dan Melayu.
Kata “God” diterjemahkan sebagai “Allah” dalam Alkitab Indonesia jelas merupakan kesalahan fatal dari suatu penterjemahan, terlebih dilihat dari sisi penganut agama Islam. Sesungguhnya:
- Allah adalah nama pribadi “Yang Disembah” oleh umat Muslim, dan bukan sebuah jabatan atau titel dari Deiti tersebut!
- Kata “Allah” sesungguhnya tidak terdapat di Alkitab bahasa aslinya; Ibrani, Aram dan Yunani (yang terahir adalah untuk beberapa kitab di Perjanjian Baru).
Dan sebaliknya, kesalahan fatal penterjemahan terjadi pada Alkuran, dengan pemakaian kata “TUHAN/Tuhan” sebagai titel dari “Yang Disembah.” YHWH (dibaca Yahweh) bahasa Ibrani, di Indonesiakan menjadi “TUHAN/Tuhan” atau “LORD/Lord” dalam bahasa Inggris, merupakan nama pribadi Pencipta Yang Mahakuasa, dan itu bukan titel dari Pencipta.
Mungkin saatnya orang Muslim Indonesia berdoa “Tiada ilah selain Allah!” (sebagaimana kalimat syahadat berbunyi) dan orang Kristen Indonesia berdoa, “Yahweh, Engkaulah Elohim kami!”
Sesungguhnya kata “LORD / Lord” sebagai pengganti kata “YAHWEH/Yahweh” tidaklah tepat, sebab “Lord” adalah sebuah kata panggilan/ jabatan/ titel. “Tuan tolonglah saya”, tuan adalah jabatan dan itu bukan nama. Yahweh adalah nama dari Pencipta manusia.
Karena alasan-alasan di atas maka dalam situ ini penulisan nama-nama Deiti akan seperti di bawah ini. Contoh penerapan:
1. Matius 1:21-25: “Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.” Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: “Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel” –yang berarti: Allah menyertai kita. Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya, tetapi tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya laki-laki dan Yusuf menamakan Dia Yesus.
Akan tertulis:
“Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yahshua karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.” Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Yahweh oleh nabi: “Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanu’el” –yang berarti: El [Elohim] menyertai kita. Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Yahweh (YHWH) itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya, tetapi tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya laki-laki dan Yusuf menamakan Dia Yahshua.
Nama Yahshua, “Yah” dari kata Yahweh dan “shua” artinya menyelamatkan, digabungkan menjadi “YAHWEH/TUHAN menyelamatkan.” Persis seperti pesan malaikat YAHWEH/TUHAN kepada Yusuf, “karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka” (Mat 1:21). Jadi dengan kembali kepada penulisan dan penyebutan nama-Nya yang sebenarnya kita akan mendapat pencerahan Firman Elohim lebih jelas lagi.
2. 2 Korintus 4:4-5: [Y]aitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah. Sebab bukan diri kami yang kami beritakan, tetapi Yesus Kristus sebagai Tuhan, dan diri kami sebagai hambamu karena kehendak Yesus.
Akan tertulis:
“[Y]aitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh deiti zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Ha Mashiah / Messias, yang adalah gambaran Elohim. Sebab bukan diri kami yang kami beritakan, tetapi Yahshua Ha Mashiah sebagai Yahweh dan diri kami sebagai hambamu karena kehendak Yahshua. Pengejaan nama bisa dipelajari di sini: Hebrew name for God-Mashiach.
Kata “Elohim” /God adalah bentuk jamak dari kata “Elohe.” Jadi dari penulisan kata “Elohim” itu sendiri, masalah doktrin “satu (Ehad; Ibrani) di dalam tiga” terpecahkan dengan sendirinya (Mark 12:29).
3. Yesaya 61:1 Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara,
Akan tertulis:
Roh Adonai YAHWEH ada padaku, oleh karena YAHWEH telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara,
Catatan: kata “Tuhan” akan bisa tertulis “/YAHWEH atau Yahweh” atau “Master/Tuan”. Hal kusus: “Lord GOD” atau “Tuhan ALLAH” Lord/Tuhan menjadi “Adonai” dan GOD/ALLAH dibaca “YAHWEH.”
Kebijaksanaan ini akan terus diperbaiki sesuai dengan bertambahnya pengetahuan yang saya dapatkan dari sumber-sumber yang sangat dipercaya.
Kiranya nama YAHWEH dan putra-Nya Yahshua Ha Massiah dimuliakan dan ditempatkan pada tempat yang semestinya yaitu pada tempat yang tertinggi pada setiap hati, pikiran dan perbuatan umat-Nya.
Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog