Kerinduan untuk mengenal Yeshua Ha Mashiah lebih dalam


Sehingga … saya dapat mengenal Yeshua dan kuasa kebangkitan-Nya dan turut mengambil bagian dalam penderitaan-Nya, bahkan serupa dengan kematian-Nya (Filipi 3:10; terjemahan dari GLT)
So that … I may know Jesus and the power of his resurrection, and be a partaker of his sufferings, even to a death like his (GLT)[1]

Yeshua Anak Domba PaskahMula pertama saya ingin mengucapkan Selamat PASKAH (Happy PASSOVER) kepada semua pembaca, semoga minggu Paskah ini membawa kita, orang yang beriman kepada Yeshua semakin kuat kasih dan iman kita kepada Dia, Yahweh dan Juruselamat kita.

Latar belakang rasul Paulus. Tidak diragukan, sebagaimana kitab-kitab suci telah menulis, bahwa Paulus telah mengenal secara pribadi Yeshua Ha Mashiah; Yeshua telah menampakkan diri-Nya secara unik dan berbicara kepada Paulus secara pribadi saat menuju kota Damsyik/ Damaskus, Syria (Kis 9:1-9), kebutaan matanya disembuhkan melalui pesan sorgawi, dan dipenuhi Roh Kudus saat itu juga (Kis 9:10-17), bahkan karunia Roh Kudus yang ada padanya bekerja secara luar biasa; menyembuhkan orang sakit, berbicara berbagai bahasa manusia dan malaikat dsb. (1 Kor 13:1-2). Melalui rasul Paulus, Jemaat-jemaat (Gereja-gereja) di Eropa dan Asia Minor dibangun, dan kitab-kitab Perjanjian Baru penuh dengan pengajarannya – yang ia terima bukan dari rasul Petrus atau rasul-rasul lainnya, tetapi ia menerima semua itu dari Yeshua, sebagaimana ia menyatakan: Sebab aku menegaskan kepadamu, saudara-saudaraku, bahwa Injil yang kuberitakan itu bukanlah injil manusia. Karena aku bukan menerimanya dari manusia, dan bukan manusia yang mengajarkannya kepadaku, tetapi aku menerimanya oleh penyataan Yeshua Ha Mashiah.  (Gal 1:11-12). Melalui pernyataan rasul Paulus ini kepada Jemaat di Galatia, ia tahu persis bahwa Yeshua bukanlah hanya 100% manusia, tetapi juga 100% Elohim (God, Allah), sebagaimana juga tertulis di seluruh Injil di Alkitab.

Kerinduan untuk mengenal Yeshua Ha Mashiah lebih dalam lagi. Rasul Paulus dengan semua pengetahuannya di atas tentang Yeshua dan pengalamannya bersama Yeshua, tidaklah membuat ia berhenti dan menjadi puas diri – ia ingin lebih lagi!

Beberapa hal yang dapat membuat kita lebih mengenal Yeshua Ha Mashiah:
A. Dengan menambah hubungan pribadi kita dengan Yeshua, baik secara kuantitas maupun kualitas waktu. Paulus berkata: Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu (Ef 6:18). Smith Wigglesworth, dikenal sebagai “rasul iman abad 20″ ditanya, “Anda adalah orang beriman dan mujizat, Anda telah membangkitkan banyak orang mati. Anda telah mengusir lebih banyak roh-roh jahat daripada kami telah mendapat makan panas malam hari. Ceritakan pada kami, berapa lama Anda berdoa setiap hari? “Well, rasul ini menjawab, Saya tidak berdoa bahkan lebih panjang dari dua puluh menit.” “Apa?” para penanyanya tersentak. Setelah berhenti untuk melihat reaksi, Smith melanjutkan, “Benar, tetapi saya tidak pernah pergi dua puluh menit tanpa berdoa.” Smith Wigglesworth menyatakan bahwa kehidupan doa kita tidak diukur di dalam menit. Doa adalah gaya hidup. Doa adalah komunikasi dua arah yang berkelanjutan dengan Elohim.[2]

B. Membangkitkan kasih yang mula-mula melalui perbuatan. Paulus sendiri telah mengalami kuasa kebangkitan Yeshua di dalam hidupnya; yang merubahnya dari seorang fanatik agama dibangkitkan menjadi fanatik Jalan Lurus (Kebenaran); dari seorang penganiaya Jemaat YAHWEH dibangkitkan menjadi pendiri Jemaat YAHWEH.
Kuasa kebangkitan-Nya akan semakin kita kenal ketika kita terus menerus menyaksikan kepada orang lain apa yang telah Yeshua kerjakan di dalam kehidupan kita, dan juga melalui pemaikaian semua karunia-karunia dan setiap talenta yang Ia telah berikan kepada kita.
Kuasa kebangkitan Yeshua sungguh tidak terselami oleh pikiran manusia dan begitu luar biasa, melalui ilham Roh Kudus Paulus mengerti bahwa menjelang memasuki Aniaya Besar, sangkakala Elohim akan ditiup, dan secara serempak dan seketika semua dari mereka yang mati dalam Ha Mashiah akan bangkit (1 Tes 4:16). Sungguh kuasa yang luar biasa.

C. Tetap mengucap syukur apa pun yang terjadi pada kita.  
Setiap perayaan Paskah kita mengadakan Perjamuan Kudus/ Suci memecahkan roti yang tidak beragi dan minum air anggur untuk mengingat bagaimana Yeshua sebagai korban Anak Domba yang dibawa ke tempat sembelihan, dihina dan dianiaya secara brutal oleh orang-orang berdosa, tetapi Dia tetap tidak menggerutu bahkan sampai mati tersalib (Yes 53). Rasul Paulus di dalam tugasnya memberitakan Injil Kerajaan Elohim telah seringkali teraniaya, bahkan hampir mati (2 Kor 11-23-29). Kenyataanya, suratan Paulus kepada Jemaat di Filipi ini ia tulis saat ia sedang dipenjara oleh karena pemberitaan Injil (Fil 1:12-14). Tentu sebagai orang benar Paulus bisa mengeluh, bahkan mempertanyakan YAHWEH, “mengapa semua kesusahan ini menimpa dirinya,” sebaliknya Paulus menguatkan Jemaat Filipi, “Lakukanlah segala sesuatu tanpa keluh kesah dan perbantahan” (2:14)  lebih lanjut ia berkata, Bersukacitalah senantiasa dalam Yahweh! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah! Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Yahweh sudah dekat!  (4:4-5)”

D. Mengambil bagian dari penderitaan Yeshua dan Jemaat-Nya. Paulus mengerti perkataan Yehsua ini: Dalam dunia kamu menderita penganiayaan (Yoh 16:33). Hal ini haruslah dilihat sebagai sesuatu yang normal atau alamiah (seperti adanya darah di dalam tubuh kita) atau Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, atau seorang hamba dari pada tuannya.  (Mat 10:24), jadi Yeshua ingatkan kita Jadi janganlah kamu takut terhadap mereka … Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.” (ay 26, 28). Paulus berkata bahwa pemenjaraan dan belenggu atas dirinya membawa kemajuan Injil, saudara seiman semakin diyakinkan diyakinkan  di dalam Yahweh dan menjadi semakin berani berkata-kata tentang firman Elohim dengan tidak takut (Fil 1:12-14). Peganglah teguh iman Anda dalam Yeshua Ha Mashiah, berapapun harganya, dan kuatkan saudara-saudari kita yang teraniaya sehingga mereka pun bisa sampai pada garis akhir.

Motor penggerak dari kerinduan rasul Paulus yang begitu besar tentang Yeshua.
Filipi pasal 3 adalah kunci dari rahasia kerinduan rasul Paulus di atas. Namun, apa pun yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, aku telah menganggap hal itu kerugian karena Ha Mashiah (Kristus) (ay 6; ILT)

Sebelum Saulus (nama asli Paulus) mengerti siapa tepatnya Yeshua Ha Mashiah, ia berbangga diri sebagai orang Yahudi, umat pilihan YAHWEH melalui benih Abraham, Ishak dan Yakub; telah mengejar dan sungguh giat di dalam peraturan-peratuan agama: sunat daging, tidak makan binatang tidak bersih/ haram, ibadah pada hari Sabat, mengikuti semua peraturan Torah/ Taurat tanpa cacat; pergi dari satu kota ke kota lain bahkan keluar negeri hanya untuk menyiksa dan membunuhi Jemaat Yeshua demi membela agamannya.

Setelah ia mengenal Yeshua, mata rohaninya terbuka lebar, ia sadar bahwa keturunan rasnya dan pengejaran pembenaran diri melalui praktek Torat tidaklah bernilai banyak dibanding harta rohani yang ia dapatkan di dalam Yeshua; yang terdahulu itu digolongkannya sebagai “kerugian” dan “sampah” (ay 8).  Yang rasul Paulus maksudkan sebagai “kerugian” dan “sampah” ini BUKANLAH apa yang YAHWEH telah perintahkan kepada umat Israel untuk dilakukan sesuai Torat, sebab ia sebagai orang Ibrani asli tetap memelihara dan melakukannya!, baca ayat 4-6 dan:

  • Tentang sunat daging: Sunat memang ada gunanya, jika engkau mentaati hukum Taurat; tetapi jika engkau melanggar hukum Taurat, maka sunatmu tidak ada lagi gunanya. (Rom 2:25). Di sini jelas sunat daging tidak berguna bagi orang Islam yang sama sekali tidak mentaati hukum Taurat. Termasuk bagi orang Yahudi sendiri sekalipun yang adalah keturunan sah dari Abraham, Ishak dan Yakub JIKA ia gagal mentaati Taurat alias hidup secara kafir / lawlessness (Gal 2:14). Sunat daging, bukanlah syarat keselamatan, namun hanya tanda keturunan.
  • Tentang menguduskan hari Sabat: Dan sebagaimana yang biasa bagi Paulus …selama tiga sabat ia bertukar pikiran dengan mereka tentang Kitab Suci (Kis 17:2; ILT). Juga pada Kis 13:42-43. Kuburan Yeshua yang sudah kosong
  • Tentang Torah / Taurat: Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat. (Rom 13:10), juga berlaku dalam ibadah (1 Kor 14:34). Raja Israel yang sangat dikasihi YAHWEH juga berkata, Taurat YAHWEH itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan YAHWEHitu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman. Titah YAHWEHitu tepat, menyukakan hati; perintah YAHWEH itu murni, membuat mata bercahaya.  (Maz 19:7-8). Perhatikan: Kasih adalah kegenapan, dan bukan akhir dari hukum Taurat.

Setelah Paulus mengenal Yeshua, sikapnya terhadap Torah YAHWEH berubah; sebelumnya ia melakukan perintah Torah sebagai pengejaran untuk memperoleh pembenaran Elohimnya agar beroleh KESELAMATAN sehingga mampu meraih kebangkitan orang mati, tetapi sekarang praktek Torah dipakainya untuk mengenal Yeshua, Juruselamatnya, lebih dalam lagi.

Dalam ajaran agama Farisi, dari mana Paulus berasal dan di didik sebelumnya, mereka diajar “keselamatan di dapat melalui melakukan perintah-perintah Taurat” yang sesungguhnya adalah praktek “kebenaran yang bersumber dari diri sendiri” (Fil 3:9) dengan tujuan memuaskan perkara duniawi (dipuja manusia, kepuasan palsu) yang menjadikan perut mereka sebagai Tuan (berhala) mereka (ay 19). Rabbi-rabbi Farisi telah membalik fungsi Torah; Torah yang sesungguhnya diberikan sebagai alat “petunjuk CARA HIDUP BAGI umat Pilihan YAHWEH” (Im 18), dirubah oleh ahli agama Farisi tersebut menjadi alat “petunjuk BAGAIMANA BISA MENJADI umat Pilihan YAHWEH.” (Rom 10:5).

  • Perintah di Immamat 18 adalah Perintah YAHWEH: YAHWEH berfirman kepada Musa: “Berbicaralah kepada orang Israel [Umat Pilihan]…Orang yang melakukannya akan hidup karenanya; Akulah YAHWEH (ay 1, 5)”, sedangkan di Roma 10:1-11 adalah Tafsiran Torah dari Para Rabbi Farisi – perhatikan kata “kebenaran sendiri” (ay 3) dan “kebenaran karena hukum Taurat / atas dasar torat” (ay 5).
  • Bukti Torah mengajar orang beriman kepada Yeshua (bahasa Ibrani untuk kata “Keselamatan”) nampak di Roma 10:6-10, “kebenaran karena iman / atas dasar iman berkata …”  Paulus mengutip ini dari Torat Musa kitab Ulangan 30:11-14 yang juga dikutip oleh Raja Salomo  di Amsal 30:4.
  • Seluruh Alkitab menyatakan JIKA Umat Pilihan / orang yang telah percaya Yeshua Ha Mashiah sebagai Juruselamatnya kembali hidup di dalam dosa ia tidak akan menerima hidup kekal – meneguhkan Im 18:5. Tidak ada argument lain untuk hal ini.

Paulus sadar, pengejaran keselamatan melalui praktek Torat adalah meletihkan dan sia-sia (Rom 3:20). Torat (Firman tertulis) diberikan bukan untuk memberi keselamatan, tetapi untuk membawa pelakunya bertemu Yeshua, Firman YAHWEH yang hidup.

Kesadaran inilah yang membuat rasul Paulus meninggalkan segala sesuatu lalu rindu untuk mengenal Yeshua semakin dalam,
“Bahkan lebih lagi, aku juga menganggap segala sesuatu sebagai kerugian, karena meningkatnya pengenalan akan Kristus YESUS, Tuhanku, yang oleh Dia aku telah kehilangan segala sesuatu  dan menganggapnya sebagai sampah, supaya aku boleh mendapatkan Kristus. Dan aku boleh didapati di dalam Dia (Ha Mashiah) tanpa memegang kebenaranku yang dari torat (Rom 10:5; Im 18:5), melainkan melalui iman Kristus, yaitu kebenaran dari Elohim atas dasar iman, (ILT) sehingga melalui kebenaran (atas dasar iman) ini aku dapat mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan turut mengambil bagian dari penderitaan-Nya bahkan serupa dengan kematian-Nya, supaya aku bagaimanapun mencapai kebangkitan dari kematian. (GLT) (Fil 3:8-11) – Karena wahyu ini ia menasehatkan Jemaat Efesus: Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Elohim (Ef 2:8)

Paulus telah mendapatkan makna Perumpamaan Kerajaan Sorga yang Yeshua katakan kepada murid-murid-Nya:

“Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu.
Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu.” – Yeshua Ha Mashiah (Mat 13:44-46)

Semoga mulai Paskah tahun ini, kerinduan kita akan Yeshua semakin lebih dalam dan luas lagi; menjadikan Yeshua benar-benar Tuan dan Raja kita, bukan hanya sekedar Teman dan Juruselamat saja.

Jika Ha Mashiah tidak segalanya bagi Anda, Dia tidak bernilai untuk Anda. Dia tidak akan pernah masuk ke dalam persahabatan sebagai bagian Juruselamat manusia.
Jika Dia ada sebagai sesuatu, Dia haruslah ada segala sesuatu, dan jika Dia tidak ada segala sesuatu Dia adalah tidak berarti bagi Anda – Charles H. Spurgeon

Sekali lagi, Selamat PASKAH dan ada diberkati! Anggur Baru.


[1] Holy Bible from the Ancient Eastern Text; George M. Lamsa’s Translation from the Aramaic of the Peshitta
[2] Smith Wigglesworth on Prayer; http://www.colindye.com

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya http://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Pengajaran (The Didache) Rasul-rasul Kepada Bangsa-bangsa


Dan YAHWEH menampakkan diri kepadanya (Ishak), dan berfirman: “… Aku akan menggenapi sumpah sumpah-Ku yang telah Kuikrarkan kepada Abraham, ayahmu, … dan oleh keturunanmulah segala bangsa di bumi akan diberkati. Sebab Abraham telah mendengarkan suara-Ku, dan memelihara pesan-Ku, perintah-perintah-Ku, ketetapan-ketetapan-Ku dan hukum-hukum-Ku.” (Kejadian 26:2-5)

Kata Pengantar dari Penterjemah Indonesia: Teks Pengajaran Rasul-rasul Kepada Bangsa-bangsa adalah petunjuk bagi Jemaat (Gereja) mula-mula; Pengajaran yang luar biasa indahnya dan sangat praktis.
The Didache (kata Yunani yang berarti “Pengajaran” adalah salah satu manuskrip Kristen tertua yang masih ada. Melalui isi dan bentuk tulisannya, karya ini diyakini sebagai hasil langsung dari Sidang para Rasul Pertama di Yerusalem yang terjadi pada tahun 49 AD (Kis 15:28). Kebanyakan ahli Alkitab setuju karya manuskrip ini – dalam bentuknya yang pertama – bisa jadi telah beredar pada permulaan tahun 60 AD. Manuskrip Pengajaran 12 Rasul kepada bangsa-bangsa tidak pernah ditolak oleh Gereja, tetapi maupun dimasukkan kedalam kanon oleh karena alasan tertentu.[1] Isi nya pernah di bahas oleh Eusebius (340 AD), salah satu tokoh dalam tatanan Gereja Roma Katolik, dimana kepudian hari berpikir untuk merubah keputusan atau hukum dan waktu Yang Mahatinggi telah tetapkan (Daniel 7:24-25). Klemens dari Aleksandaria, Mesir (216 AD) mengutip isinya,[2] “Anakku, janganlah bohong, sebab berbohong memimpin kepada pencurian. Janganlah tamak akan kekayaan, … sebab semuanya ini memimpin kepada pencurian. (Pengajaran 3:5).

Manuskrip sejenis (dated 1056) ditemukan di Konstantinople (pernah dijadikan ibukota Turkey) pada tahun 1875, ditemukan juga beberapa dokumen lainnya yang ditulis sebelum AD 150.[3] “Banyak dari bentuk kalimat di manuskrip ini serupa dengan manuskrip the Epistle of Barnabas (Suratan Barnabas; ditulis tahun 120 AD), teman sepelayanan rasul Paulus,” Ben H. Swett menulis. The Epistle of Barnabas dapat dibaca online.

Manuskrip Pengajaran Rasul-rasul Kepada Bangsa-bangsa edisi Indonesia ini ditermahkan dari versi Inggrisnya, karya terjemahan Ivan Lewis, The Teaching of the Twelve.
Ada lebih dari lima terjemahan untuk mansukrip yang sama, namun saya memilih terjemahan Ivan Lewis, sebab ia mendasarkan terjemahannya dari teks Yunani yang dikaitkan dengan teks Koptik (Kristen Mesir) dan Latin (Roma Katolik). Catatan kaki ditambahkan untuk membandingkan terjemahan Ivan ini dengan terjemahan lainnya serta referensi yang berhubungan dengan kalimat teks Pengajaran (The Didache).

Semoga artikel Pengajaran Rasul-rasul Kepada Bangsa-bangsa terjemahan Indonesia ini menjadi berkat bagi Anda semua.
Hormat saya: Anggur Baru, Penterjemah.

PENGAJARAN KEPADA BANGSA-BANGSA

BAB 1. DUA JALAN; PERINTAH PERTAMA
1 Ada dua jalan: satu Kehidupan – satu Kematian, masing-masing memiliki perbedaan yang besar di antara keduanya.[4]2 Jalan kehidupan adalah ini: Pertama, kamu harus mengasihi Dia yang telah membentukmu; Kedua, kamu harus mengasihi sesamamu seperti dirimu sendiri.[5] Jangan melakukan ke orang lain, apa yang kamu sendiri tidak ingin orang lain lakukan kepada mu.
3 Dan inilah pengajaran kami: Berkatilah orang-orang yang mengutuki kamu. Berdoalah untuk musuh-musuhmu. Berpuasalah untuk para penganiaya kamu. Apakah kamu berharap upah yang besar jika kamu hanya mengasihi mereka yang mengasihi mu? Tidakkah orang-orang yang tidak mengenal YAHWEH (Gentiles) berlaku demikian kepada sesama mereka? Tetapi bila kamu melakukan kasih kepada mereka yang membencimu, musuh-musuhmu akan lenyap.
4 Tahanlah dirimu dari dorongan kedagingan dan  kepentingan sendiri. Jika seorang menampar pipi kananmu, berikanlah pipi kirimu juga. Disiplin ini akan membawa kepada kesempurnaanmu. Jika seorang memaksa mu untuk pergi satu mil, pergilah bersamanya dua mil. Jika seorang merampas jubahmu, berikan mantelmu dengan suka rela kepadanya. Jika seseorang mengambil sesuatu dari mu, janganlah minta itu kembali, karena apa baiknya?[6]5 Berikan kepada semua orang yang meminta, dan jangan berharap balasan; sebab kehendak Bapamu di sorga setiap orang ada menerima hadiahmu. Upah besar menanti setiap orang yang memberi sesuai Torah; sebab orang itu tidak bersalah. Celakalah dia yang menerima, tetapi tidak memerlukan, sebab ia akan membayar hukuman sebab menerima tanpa sebab tetapi serahkah, dan di bawah pemeriksaan akan diminta untuk menyatakan segala sesuatu yang dia telah pilih, dan tidak akan dibebaskan dari kewajibannya sampai segala sesuatu dilunasi.
6 Pada sisi lain, seorang yang membutuhkan dan menerima tidaklah bersalah. Hendaklah pemberianmu tetap pada tanganmu, sampai kamu tahu kepada siapa kamu akan memberikannya.

BAB 2. PERINTAH KEDUA: DOSA UMUM YANG TERLARANG
1 Ini perintah kedua dari Pengajaran;
2 Jangan kamu membunuh; maupun memberikan diri kepada perzinahan; maupun  berhubungan sex dengan anak-anak (molest children);[7] maupun praktek imoralitas; maupun mencuri; maupun mempraktekkan ilmu hitam, maupun mempraktekkan ilmu sihir; maupun melakukan aborsi atau maupun membunuh bayi; janganlah juga seorang mengambil milik tetangganya secara ilegal,
3 Haruslah kamu tidak bersumpah palsu atau maupun memberikan kesaksian palsu; maupun berbicara jahat, maupun dendam.
4 Haruslah kamu tidak menipu maupun mendua pikiran; sebab dua pikiran adalah jebakkan kematian.
5 Pidatomu haruslah tidak boleh palsu, maupun tanpa arti, tetapi diteguhkan dengan perbuatan.
6 Haruslah kamu tidak serakah, maupun melipat gandakan kekayaan, maupun munafik, maupun bertindak kasar; maupun terlibat dalam permufakatan jahat melawan tetanggamu.
7 Haruslah kamu tidak membenci siapapun; tetapi beberapa dari mereka harus kamu perbaiki, dan berdoa bagi orang lain, dan beberapa dari mereka haruslah kamu kasihi bahkan lebih daripada kehidupanmu sendiri.

BAB 3. DOSA-DOSA LAINNYA YANG TERLARANG
1 Anakku, berpalinglah dari segala yang jahat, bahkan dari apapun yang seperti itu.
2 Kuasailah kemarahanmu, sebab kemarahan memimpin kepada pembunuhan. Kuasailah cemburumu, dan jangan bertengkar, maupun ada bertempramen tinggi, sebab semua ini adalah akar-akar pembunuhan.
3 Anakku, janganlah memberi angin kepada hawa napsu di dalam hatimu: sebab hawa napsu memimpin kepada amoralitas.[8] Janganlah bermulut kotor, maupun ijinkan matamu sombong; sebab semua ini adalah akar dari perzinahan.
4 Anakku, janganlah mempraktekkan ramalan-ramalan (omens),  sebab ini memimpin kepada penyembahan berhala. Janganlah mempraktekkan tenung, maupun artrologi, ilmu hitam,[9] maupun bergabung dengan mereka yang melakukan hal-hal  yang demikian; sebab semua ini memimpin kepada penyembahan berhala.
5 Anakku, janganlah bohong, sebab berbohong memimpin kepada pencurian. Janganlah tamak akan kekayaan, maupun berbangga yang sia-sia sebab semuanya ini memimpin kepada pencurian.
6 Anakku, janganlah mengeluh sebab ini memimpin kepada penghujatan. Jangan sombong maupun berpikiran jahat sebab semua ini memimpin kepada penghujatan.
7 Sebaliknya, jadilah lembut hati sebab mereka akan mewarisi Tanah Perjanjian.[10]8 Jadilah rendah hati, sabar, berbelas kasihan, lembut dan baik, selalu menunjukkan penghormatan dan takut yang benar untuk apa yang kamu telah dengar.
9 Jangan pernah mencari peninggian diri, maupun jadi terlalu percaya diri pada dirimu sendiri. Janganlah bergabung dengan orang kelas atas duniawi, tetapi dengan orang benar dan rendah hati.
10 Hal-hal apapun yang terjadi padamu terimalah sebagai kebaikan, sebab kita tahu tidak ada sesuatu terjadi di luar (kehendak) Elohim.

Bab 4. Berbagai macam aturan (Various Precepts)
1 Anakku, setiap malam dan siang[11] ingatlah mereka yang mengajar kamu; dan haruslah kamu menghormati dia.[12]2 Dan haruslah kamu setiap hari mencari kebersamaan dengan orang-orang kudus, sehingga kamu mendapatkan penguatan di dalam kata-kata mereka.
3 Janganlah pernah menimbulkan perpecahan, jadilah pendamai pada mereka yang bertengkar. Selalu menghakimi dengan adil, jangan pernah menunjukkan pemihakkan ketika mengadili pelanggaran-pelanggaran.
4 Selalu berdiri teguh di dalam keputusan-keputusanmu.
5 Jangan ada terbiasa sebagai penerima, jangan enggan bermurah hati.
6 Jika kamu telah mendapatkan sesuatu melalui kerja, pemberianmu akan ditimbang sebagai tebusan melawan dosa-dosamu.[13]7 Haruslah kamu tidak segan-segan memberi, maupun menggerutu setelah itu, karena suatu hari kamu akan menerima upah dari Juruupah.
8 Jangan pernah berpaling dari mereka yang membutuhkan, tetapi selalu membagikan segala sesuatu dengan saudaramu, dan jangan pernah berkata bahwa barang-barangmu hanyalah milikmu, sebab jika kamu berbagi hal-hal yang kekal, lebih lagi hal-hal yang adalah sementara!
9 Jangan pernah melalaikan tangung jawabmu atas putra dan putrimu, tetapi selalu mengajar mereka sejak muda mereka penghormatan yang benar.
10 Jangan pernah memberi perintah di dalam kemarahan kepada hamba pria atau wanitamu, khususnya jika pengharapan mereka adalah sama (seperti yang kamu miliki), sehingga mereka terdorong untuk kehilangan hormat pada Elohim, yang adalah di atas kalian berdua. Karena Dia tidak datang kepada orang berdasarkan pada peanmpilan atau reputasi mereka, tetapi kepad orang-orang yang Roh telah siapkan.
11 Dan hamba-hambamu haruslah ada tunduk kepada tuan kalian di dalam hormat dan takut.
12 Haruslah kamu membenci semua kemunafikan dan setiap hal yang tidak positif.
13 Jangan pernah berpaling dari mempraktekan Perintah-perintah dan selalu menjaga apa yang kamu telah terima, ada berhati-hati untuk tidak pernah menambahkan atau mengurangi dari sesuatu yang telah diterima.
14 Di dalam jemaat haruslah kamu mengakui pelanggaran-pelanggaranmu, dan ada hati-hati jangan pernah menghampiri doamu dengan hati-nurani yang jahat. Ini adalah jalan kehidupan.

Bab 5. Jalan Kematian.
1 Jalan kematian adalah ini: Petama-tama, itu adalah jahat dan dikutuki: penuh dengan pembunuhan, perzinahan, memandang wanita dengan nafsu sex (lust), percabulan, pehcurian, pemujaan/ penyembahan berhala, ramalan, ilmu hitam, perampokan, kesaksian palsu, kemunafikan, kebohongan, kesombongan, kebobrokan, kehendak sendiri (semau gue),  bicara kotor, irihati, percaya diri yang berlebihan, kebanggaan palsu, kemegahan diri;
2 Penganiaya dari semua yang baik, membenci kebenaran, menintai kebohongan, mengabaikan pahala bagi kebenaran, maupun bersandar kepada kebaikan, maupun penghakiman yang adil, ada tertarik kepada kejahatan daripada kebaikan; dari siapa kelembutan dan ketabahan dijauhkan, mencintai kesia-siaan, mengejar upah yang sementara, tidak berbelaskasihan untuk orang miskin, maupun bekerja bagi yang terusih, maupun mengenali Pencipta mereka, pembunuh anak-anak, perusak ciptaan, berpaling dari orang yang membutuhkan, benar-benar berdosa. Anak-anak, lepaskanlah dirimu dari semua kekejian ini.

Bab 6. Menentang guru-guru palsu, dan makanan yang dipersembahkan kepada berhala-berhala.
1 Waspadalah sebab banyak yang ingin memimpin kamu keluar dari jalan Pengajaran, sebab prioritas mereka tidak memiliki makna.
2 Jika kamu mampu menanggung kuk, kamu akan sempurna; namun jika kamu tidak dapat, haruslah kamu melakukan yang terbaik.
3 Dan mengenai makanan, makan apa yang benar namun janganlah kamu pernah makan apa yang dipersembahkan kepada berhala-berhala, sebab itu dikenal sebagai ibadah orang mati.

Bab 7. Mengenai baptisan.
1 Dan mengenai baptisan, baptislah begini: Setelah meninjau semua pengajaran ini, baptis di dalam Nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus, di dalam air yang mengalir (sungai, laut).[14]2 Tetapi jika air mengalir tidak tersedia, maka baptisalah kedalam air lainnya (kolam atau bak); air dingin diutamakan, tetapi jika tidak tersedia (lakukan) di dalam air hangat.
3 Tetapi jika itu maupun tersedia, curahkan air tiga kali ke atas kepala di dalam Nama Bapa, Putra dan Roh Kudus.[15]4 Tetapi sebelum baptisan, baiklah yang bertugas berpuasa, dan juga orang yang dibaptis, dan semua orang lain yang bisa; Pastikan untuk memerintahkan orang yang akan dibaptis untuk berpuasa satu atau dua hari sebelumnya.[16]

Bab 8. Mengenai Puasa dan Doa.
1 Hati-hatilah tidak menjadwalkan puasamu pada waktu orang-orang munafik berpuasa. Mereka berpuasa pada hari kedua (Senin) dan kelima (Kamis) dari kalender mingguan, karenanya buatlah puasamu pada hari keempat (Rabu) dan hari Persiapan (Jumat, hari persiapan untuk Sabat-Saptu).[17]2 Demikian pula, janganlah berdoa seperti para munafik, tetapi sebagaimana diperintahkan di Injil seperti begini:
Bapa kami yang di sorga, dikuduskanlah nama-Mu.
Datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya
dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah biarkan kami jatuh ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat.
Karena Engkaulah yang empunya kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin!
3 Berdoalah dalam cara ini tiga kali sehari.

Bab 9.  Aturan Pengucapan Syukur (Perjamuan Kudus)
1 Sekarang mengenai makanan Pengucapan Syukur, berilah syukur dalam cara ini:
2 Pertama, mengenai cawan perjamuan:
”Kami mengucap syukur kepada Engkau, Bapa kami, untuk anggur kudus Daud hambaMu, kepada siapa Engkau telah memperkenalkan kepada kami melalui Hamba-Mu;[18]Kiranya kemulian ada bagi Engkau selama-lamanya.”
3 Mengenai roti yang terpecah:
”Kami mengucap syukur kepada Engkau, Bapa kami, untuk kehidupan dan pengetahuan yang Engkau telah beritahukan  kepada kami melalui HambaMu;[19] kiranya kemulian bagi Engkau selama-lamanya.
4 Sebagaimana roti yang terpecah ini tersebar di atas gunung-gunung, dan bergabung bersama menjadi satu, Maka hendaklah TubuhMu yang Setia ada bergabung bersama dari ujung-ujung bumi masuk kedalam Kerajaan-Mu;
Karena Engkaulah yang empunya kemulian dan kuasa selama-lamanya.”
5 Tetapi janganlah orang makan atau minum Pengucapan Syukurmu, kecuali mereka telah dibaptis; sebab mengenai ini adalah diajarkan, ”Janganlah memberikan apa yang kudus kepada anjing-anjing.”[20]

Bab 10. Doa setelah Perjamuan Kudus.
1 Setelah perjamuan, bersyukurlah dengan cara demikian:
2 Kami berterima kasih, Bapa Yang Kudus, bagi Nama-Mu yang Kudus yang mengisi hati-hati kami, dan bagi pengetahuan, iman dan kehidupan kekal, yang Engkau telah beritahukan kepada kami melalui Hamba-Mu;[21]Sebab Engkaulah yang empunya kemuliaan selamanya.
3 Adonai Yang Mahakuasa, Engkau telah menciptakan segala sesuatu untuk tujuan-Mu sendiri; Engkau memberi manusia makanan dan minuman untuk bersukacita, sehingga mereka bolehlah bersyukur kepada Mu; Tetapi kepada kami Engkau dengan cuma-cuma memberikan makanan dan minuman rohani, dan kehidupan kekal melalui Hamba-Mu.
4 Di atas segalanya, kami berterima kasih kepada Engkau sebab Engkau perkasa;
Sebab Engkaulah yang empunya kemuliaan selamanya.
5 Ingalah Tubuh Hamba-Mu[22] lepaskanlah dia dari setiap yang jahat, dan kumpulkanlah dia dari empat penjuru angin,
Kuduskanlah untuk Kerajaan-Mu yang Engkau telah siapkan untuknya;
Sebab Engkaulah kuasa dan kemuliaan selamanya.
6 Datanglah kasih karunia-Mu, dan biarlah dunia ini berlalu.
Hosanna bagi Elohimnya Daud!
Semua yang kudus, datanglah; biarlah mereka yang tidak (kudus) bertobat.
Maranatha. Amin.
7 Tetapi ijinkan para nabi memberi Ucapan syukur sebagaimana mereka inginkan.

BAB 11 MENGENAI PARA GURU, RASUL, DAN PARA NABI
1 Siapapun yang datang mengajar kamu sesuai  dengan semua hal-hal yang telah kami tuliskan di sini, terimalah dia.
2 Tetapi jika guru itu sendiri tersesat, mengajar doktrin yang lain yang mana merusak doktrin ini, janganlah dengankan dia; tetapi jika pengajaranya mendorong kamu kepada kebenaran yang lebih besar dan menumbuhkan pengetahuanmu, terimalah dia.
3 Mengenai para rasul dan para nabi, berlakulah dengan mereka sesuai keputusan ajaran kami.
Para Rasul:
4 Hendaklah setiap rasul yang datang kepadamu ada diterima.
5 Tetapi dia haruslah tidak tinggal lebih lama dari satu hari, kecuali itu sungguh-sungguh diperlukan, dalam hal ini dia boleh tinggal (satu hari) lagi. Tetapi jika ia tinggal tiga hari, anggaplah dia sebagai seorang nabi palsu.
6 Ketika rasul itu pergi, lepaskanlah dia dengan hanya dengan roti untuk mengisi dia ke tujuan berikutnya. Tetapi jika dia meminta uang, yakinlah bahwa dia adalah seorang nabi palsu.
Para Nabi:
7 Janganlah menguji atau menghakimi nabi apapun yang berbicara menurut Roh.
8 Tetapi ingatlah; tidak  setiap orang yang berbicara menurut Roh  adalah seorang nabi, tetapi hanya mereka yang berjalan di dalam Roh. Karenanya, dari tingkah laku mereka yang berkelanjutan kamu dapat mengenali nabi palsu.
9 Dan setiap nabi yang memesan makanan untuk dibawa kepadanya di dalam Roh akanlah tidak memakannya, kecuali ia adalah seorang nabi palsu;
10 Setiap nabi akan mengajar kebenaran, tetapi jika ia tidak melakukan perkataannya sendiri, dia haruslah dianggap sebagai seorang nabi palsu.
11 Dan setiap nabi yang telah membuktikan bahwa mereka adalah asli, kadang-kadang dalam illustrasinya muncul terlalu duniawi ketika mengajar tentang Tubuh Orang Percaya, namun dia tidak mengajar orang lain untuk meniru ilustrasinya, janganlah dihakimi secara negatip di antaramu, sebab Elohim akan menghakimi dengan adil. Sebab ilustrasinya datang dari nabi-nabi kuno.
12 Siapapun yang berkata di dalam Roh, ”Beri saya uang,” atau sesuatu yang sejenis itu, janganlah dengarkan dia. Tetapi jika dia memohon kamu memberikannya kepada yang membutuhkannya, janganlah seorangpun menghakimi dia.

BAB 12 PENYAMBUTAN BAGI ORANG-ORANG PERCAYA
1 Setiap orang yang datang haruslah diterima, tetapi kemudian kamu haruslah mengawasinya. Di bawah pengawasan kamu akan mendapatkan pengertian tentang karakternya.
2 Jika dia seorang  kelana, tolonglah dia sesuai kemampuanmu. Tetapi dia haruslah tidak diijinkan untuk tinggal dengan kamu lebih dari dua atau mungkin tiga hari.
3 Tetapi jika dia berkehendak tinggal lebih lama, dan pengrajin, suruhlah dia bekerja.
4 Tetapi jika dia tidak terampil, buatlah penilaian yang  hati-hati sebagaimana kondisi hidupnya sebagai sesama orang percaya diantara mu, pastikan bahwa dia tidak dibiarkan untuk ada bermalas-malas.
5 Tetapi jika dia tidak bekerja sama, ia adalah seorang pemanfaat – memperdagangkan Ha Mashiah untuk keuntungan. Waspadalah terhadap yang demikian ini.

BAB 13 DUKUNGAN BAGI PARA NABI
1 Setiap nabi yang benar yang tinggal diantara mu layak menerima makanannya.
2 Seorang guru yang benar juga layak untuk makanannya.
3 Karena alasan ini, simpanlah semua hasil pertama dari anggur pemerahannmu, biji-bijian, ternak dan dombamu. Berilah semua itu kepada para nabi, karena mereka
Adalah imam-imam besarmu.
4 Jika seorang nabi tidak ada di antara kamu, bagikanlah itu kepada orang miskin.
5 Jika kamu membuat roti, berilah hasil pertama sesuai intruksi.
6 Dalam hal ini, ketika kamu membuka tempat cairan anggur atau minyak, berilah pertama-tama kepada para nabi.
7 Dan mengenai uang, pakaianmu, dan semua milikmu, berilah hasil pertama yang tepat sesuai kebijaksanaan yang saleh, dan beri sesuai dengan intruksi yang ada.

BAB 14 PERTEMUAN SABAT
1 Setiap hari, berkumpul, makan makanan, dan naikkan syukur setelah pertama-tama melakukan pengakuan dosa-dosa kalian, sehingga korbanmu murni.
2 Cegahlah siapapun juga yang bermasalah dengan saudaranya untuk ada bersama dengan kalian, sampai mereka berdamai, sehingga korban kalian tidak menjadi kotor.[23]3 Sebab ini adalah korban yang telah dikatakan di dalam pengajaran kami: ”Di setiap tempat dan waktu dipersembahkan korban yang tahir bagi Ku; sebab Aku adalah Raja yang besar, dan Nama-Ku besar di antara bangsa-bangsa.”[24]

BAB 15 PARA PENILIK JEMAAT DAN DIAKEN; TEGURAN
1 Karenanya, tunjuklah bagi kamu sendiri, para penilik Jemaat dan diaken yang layak. Pastikan bahwa mereka adalah para pria yang lemah lembut, bukan pecinta uang, sebaliknya orang-orang yang benar dan terbukti. Mereka akan melakukan pelayanan-pelayanan para nabi dan guru.
2 (Karenanya,)[25] jangan merendahkan mereka, sebaliknya haruslah mereka ada dihormati, bersama dengan para nabi dan guru.
3 Perbaiki satu sama lain di dalam kasih, bukan di dalam kemarahan. Tetapi jika satu diantara kalian bersalah kepada saudaranya, janganlah bersahabat dan memuji orang bersalah tersebut, sampai dia berdamai.[26]4 Mengenai doa, pemberian, dan pekerjaanmu lakukanlah semua itu sesuai dengan ajaran kami.

BAB 16. BERJAGA-JAGA SENANTIASA; PENGHAKIMAN YANG AKAN DATANG
1 Awasilah hidup kalian. Jagalah menorah (pelita) kalian menyala, bersiaplah, sebab waktunya tidak diketahui.
2 Berhimpunlah dengan sering, kejarlah apa yang membawa keununtungan jiwa kalian, agar jangan seluruh waktu iman kalian akan hampir tidak berharga jika kalian tidak bertahan sampai akhir.
3 Sebab pada hari-hari terakhir nabi-nabi palsu dan orang-oran berdosa akan ada bertambah-tambah, dan domba akan menjadi seriga-serigala, dan kasih akan berubah menjadi benci.
4 Sebagaimana pelanggaran hukum bertambah-tambah, mereka akan membenci dan menganiaya dan menghianati satu dengan lainnya. Dan kemudian Penipu Dunia akan muncul sebagai putra Elohim,[27] dan akan melakukan tanda-tanda dan keajaiban-keajaiban, dan bumi akan ada diserahkan kedalam tangannya,[28] dan dia akan melakukan hal-hal yang keji yang akan melampaui semua kejahatan sejak permualaan (jaman).[29]5 Kemudian semua manusia akan ada diuji oleh api, menyebabkan banyak yang jatuh dan binasa. Tetapi mereka yang bertahan dengan imannya akan ada diselamatkan oleh Dia yang telah dikutuk.
7 Namun, tidak semuanya, tetapi sebagaimana itu dikatakan: ”Hakim akan datang, dan semua malaikat-Nya.”[30]8 Kemudian dunia akan melihat penghakiman datang di atas awan-awan di langit.[31]

Perterjemah: Anggur Baru.


[1] Alkitab Perjanjian Baru dikanon oleh Gereja Barat, yakni Gereja Roma Katolik (367 AD) . Isi dari Didache (Pengajaran) ini jelas berbeda banyak dengan doktrin Katolik, khususnya di abad 21 ini. Sejarah singkat Kanonisasi Alkitab PB
[2] Didache Wikipidia. Ben H. Sweet berkomentar dalam Historical Context dari the Didache: ” … Dengan pasti Barnabas dan Paulus adalah ‘Para Rasul untuk bangsa-bangsa bukan-Yahudi (the Gentiles).’ Jika Pengajaran ini (the Didache) adalah sederhananya ajaran mereka, sebagaimana itu nampak ada pasti, maka itu haruslah ditanggali tidak lebih telat dari 49 AD, sebab saat itulah ketika mereka berpisah. Penanggalan yang sangat mungkin adalah entah 44 AD atau 47 AD. …”
[3] Kata pendahuluan dari The Didache terjemahan Ben H. Swett.
[4] “Dua Jalan” adalah sebuah pengajaran Alkitab sejak jaman nabi Musa (Ulangan 30:19, inti dari Ul 28:1-14 dan 15-68), kemudian ditemukan pada nabi Yeremia 21:8 dan Adonai Yeshua 2000 tahun yang lalu (Matius 7:13-14).
[5] Perintah YAHWEH dalam Torah (Ul 6:4-5; Im 19:18) dan di teguhkan oleh Yeshua (Mat 7:12 dan 22:37-40; Mark 12:29-31; Luk 6:31 dan 10:25-28)
[6] Sebab kehendak Bapa semua diberikan dari berkat kita (secara Cuma-cuma); Robert-Donaldson; The Didache.
[7] Pederasty; terjemahan Robert Donaldson
[8] Percabulan; terjemahan Robert Donaldson
[9] Terjemahan Inggris lain memakai kata purifier atau cleanser sebagai ganti dari black magic. Purifier adalah orang yang melakukan  perjelasan dari sesuatu ‘pesan,’ seperti mimpi, tanda-tanda dsb.
[10] Mazmur 37:11 dan Matius 5:5. Terjemahan lain; Robert-Donaldson dan Ben H.Swett: for the meek will inherit the earth.
[11] Alkitab memulai hari dari matahari terbenam  dan berakhir pada sore hati, lihat Kejadian pasal 1, dan sistem ini tetap dipraktekkan oleh bangsa Israel sampai hari ini. Ini tambahan bukti bahwa manuskrip Kristen ini sangat tua.
[12] Terjemahan lain; Ben H.Swett: “…, remember night and day him who speaks the word of God to you; honor him as the Lord, for where his lordship is proclaimed, there is the Lord.  Terjemahan Robert-Donaldson hampir serupa ini.  Ben H. Swett mengomentari ayat ini sebagai “the second teacher” (penambahan ajaran pada  manuskrip aslinya). Alkitab mengajar umat-Nya untuk menghormati guru, pengkotbah , rasul dan nabi, tetapi tidak pernah mengajar  untuk  menghormati mereka sebagai atau sama seperti menhotmati Yahweh.
[13] Pembenaran dari dosa manusia hanya melalui iman kepada Yeshua Ha Mashiah, tetapi setelah dibenarkan kita diajar untuk memberi milik kita kepada yang membutuhkan sebagai tanda terima kasih kita atas penebusan dosa yang Yahweh telah lakukan kepada kita.
[14]  Pelajaran bagus tentang baptisan: Baptisan Air oleh  PA4Muslim
[15] Cara terakhir jika yang pertama (di selam) dan kedua (diselam) tidak memungkinkan.
[16] Seluruh Pasal 7 jelas menunjuk kepada baptisan orang dewasa; ia terlebih dahulu menerima Pengajaran,  dan sangat dianjurkan berpuasa sebelum dibaptis. Pasal 9:5 memperkuat argument  ini.
[17] Hari Sabat Alkitab dimulai sejak Jumat  matahari terbenam dan berakhir Saptu sorenya; lihat Kejadian pasal 1.
[18]  … melalui Yeshua Hamba-Mu; terjemahan dari Robert Donaldson.
[19] Idem 10.
[20]  Matius 7:6
[21] ”… melalui Yeshua Hamba-Mu” R. Donaldson; ”… melalui putra-Mu Yeshua,” Ben H. Swett
[22]  Artinya: ”Jemaat-Mu” atau ”Gereja-Mu.”
[23]  Lihat  Matius 5:23-24
[24] Maleakhi 1:11
[25] Ada pada terjemahan Robert Donaldson dan Ben H. Swett.
[26] Bertobat; dalam kedua terjemahan baik Donaldson maupun Swett
[27] Yeshua menyebut  orang ini Mesias Palsu (Matius 24) ; Rasul Yohanes menyebut dia sebagai AntiKristus (1 Yoh 1:7) ”… penyesat  tidak mengaku, bahwa Yeshua Ha Mashiah telah datang sebagai manusia. Itu adalah si penyesat dan antikristus. (2 Yoh 1:7)
[28] Matius 24:24-28
[29] Matius 24:15-22
[30] Wahyu 19:11-21
[31] Matius 24:30; Wahyu 1:7

Bagi Anda yang ingin memakai terjemahan ini di situs Anda, silahkan saja. Namun harus disertakan Kata Pengantar dan Catatan Kakinya. Dan jangan lupa menyertakan alamat situs aslinya, seperti tertulis di bawah ini. Tidak diperkenankan untuk dipakai komersil!  “… Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma. (Mat 10:8). Anggur Baru, Penterjemah.
Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya http://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 36 pengikut lainnya.