Roh Kebodohan, akibat dan cara mengusirnya


Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng. (2Tim 4:3-4)

Kalimat ini ditulis oleh seorang guru kepada muridnya yang bernama Timotius. Surat ini ditulis sekitar tahun 70, kira-kira 40 tahun setelah kematian Yeshua Ha Mashiah.

“Akan datang waktunya,” kata guru dari Timotius ini, dimana orang-orang akan  memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.”

Ini adalah sejenis roh yang sedang menguasai milyaran manusia saat ini dan merupakan roh yang sangat berbahaya bagi orang yang dikuasainya dan bagi kemakmuran sebuah negara. Firman YAHWEH menulis tentang roh ini dan memberi jawaban bagaimana cara mengalahkannya dan membebaskan orang yang dikuasainya.

Sebelum saya menguraikan bagaimana parahnya dan berbahayanya roh kebodohan ini bekerja pada pikiran manusia, saya akan memberikan suatu illustrasi untuk Anda bisa mengerti bagaimana roh ini merubah fakta dan kebenaran menjadi sebuah dongeng.

ILLUSTRASI: Seorang pemuda Belanda, suatu hari berlibur ke Indonesia, ingin melihat-lihat kota Jakarta dan sejarah kota tersebut. Menjelang sore hari, ia mampir di  sebuah restoran kecil untuk beristirahat dan menghilangkan dahaga. Seorang bapa yang duduk pada meja yang sama menyambutnya dengan hangat dan saling berkenalan. “Nama saya bapa Sutrisno.” “Saya Dirk Van Housen, panggil saja Dirk atau Housen.” Dan percakapan terjadilah.

Housen: Mengapa di jalan-jalan banyak bendera merah-putih dipasang? Apakah akan ada tamu luar biasa akan datang dari luar negeri?
Bapa: O, nak. Hari ini adalah hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia, tahun ini tahun ke 65 Indonesia meredeka.
Housen: O, Indonesia pernah dijajah?
Bapa: Ya dari Belanda 350 tahun dan kemudian oleh Jepang 3,5 tahun.
Housen: Di jajah Belanda? Selama waktu 350 tahun? (Ia berhenti berkata sejenak dan meminum kopinya, dengan kedua matanya tetap menatap bapa Sutrisno, dan berkata lagi), Bapa ini pintar bergurau yah (katanya dengan nada ringan dan senyum yang lebar).
Bapa: Begitulah kenyataannya nak Housen (dan pikirannya mulai mengingat masa kecilnya).
Housen: Bagaimana mungkin negara Belanda yang sangat kecil menjajah negara yang jauh lebih besar dan bahkan sampai 350 tahun lamanya, tidak mungkin!
Bapa: Jika nak Housen  jalan-jalan ke Jakarta Utara misalnya ke Setasiun Kereta Kota, maka nak akan melihat gedung-gedung tua peninggalan Belanda.
Housen: Ya saya sudah melihat itu semua. Tapi saya pikir itu adalah hasil pekerjaan kontraktor Belanda yang mendapat proyek dari pemerintah Indonesia, so tidak bisa diartikan sebagai “bekas jajahan, Ok?!”
Bapa: Kami orang Indonesia masih ingat sejarah tersebut, dan kami memiliki catatan sejarah. Ayah saya sendiri juga bercerita kepada saya pengalamannya sendiri. (Dan bapa ini bercerita bagaimana bangsa Indonesia yang terdiri dari banyak suku ini terpecah-pecah dan kapal-kapal laut VOC membawa tembakau dan rempah-rempah dari Indonesia, lalu diikuti pemerintah Jepang mengangkut semua besi-besi yang mereka bisa temukan di Indonesia ke negara mereka).
Housen: Sukar untuk dipercaya. Di sekolah, saya tidak pernah mendengar satu gurupun berbicara tentang penjajah tersebut, demikian juga orang tua saya. Dan PBB sekalipun tidak pernah saya dengar membicarakan hal tersebut. Bapa Sutirno, jangan terlalu percaya pada setiap cerita sejarah. Itu bisa dibikin, seperti misalnya cerita korban Holokos Nazi, itu sesungguhnya dongeng Yahudi untuk mendapat simpati dunia.
Bapa: Nak Housen juga tidak percaya kebenaran Holokos Nazi yang mana 6 juta orang Yahudi meninggal oleh kekejaman Nazi!?? Itu juga sungguh benar terjadi, saat itu saya masih remaja. Kami sekeluarga sering mendengarkan berita kekejaman Nazi dari radio transistor kami.
Housen: Apakah Bapa tidak baca koran yang bercerita seorang pastor Katolik menyatakan bahwa korbar Holokos tersebut tidak benar. Andaikata itu benar pastilah jatuh korban tidak sampai 6 juta jiwa kata pastor tersebut.  Dan seorang politikus Perancis, Le Pan [anti Yahudi] masih hidup berkata bahwa kamar-kamas gas beracun yang dipakai untuk membunuh tidak ada. Ia tidak pernah melihat itu semua, katanya.
Bapa: (garuk-garuk kepalanya yang tidak ada rambutnya lagi). Saya dengar juga pernyataan pastor yang kontroversial tersebut. Dan ia mendapat hukuman dari Paus atas peryataannya tersebut. Nak, jika seorang belum pernah melihat, itu BUKAN berarti “sesuatu yang belum ia lihat tersebut adalah tidak ada!”
Housen: Hukuman tersebut, tidak bisa diartikan pastor itu salah, tapi karena Paus ditekan oleh media internasional untuk menghentikan pernyataan pastor tersebut, maka hukuman itu dikeluarkan. Baiklah bapa Sutrisno, saya ingin menelanjutkan perjalanan saya. (Sambil menjabat  tangan, Dirk Van Housen berpesan kepada bapa tua ini: Jangan percaya kepada dongeng-dongeng, catatan sejarahpun dapat ditulis ulang. Banyaklah bapa membaca koran dan ikutilah berita di TV!!

Bapa Sutrisno ini kembali duduk dikursinya, seorang diri. Matanya menerawang kedepan dan kedua tanganya menutupi mulutnya. Ia bingung dan hatinya terpukul berat. Penderitaan yang bangsanya dan orang tuanya alami hanyalah dianggap sebuah dongeng belaka. Orang-orang lalu-layang didepannya dan keramaian jalan kota Jakarta sepertinya tidak ada di matanya sekalipun kedua matanya terbuka. Ia masih shock dengan apa yang ia baru saja dengar dari pemuda tersebut: Kebenaran telah menjadi dongeng dan dongeng telah menjadi kebenaran.

Cerita seperti illustrasi di atas terjadi pada dunia nyata! Sering kali catatan sejarah diremehkan dan orang lebih percaya kepada berita-berita koran yang memuat opini dan argumentasi seseorang untuk tujuan politik dan kampanye kepercayaan mereka sendiri.

Tidak sedikit orang di jaman ini yang menganggap peristiwa-peristiwa di Perjanjian Lama sebagai dongeng belaka, mereka meragukan “Laut Merah terbelah,” “Yeshua berjalan di atas air,” “Penyaliban dan kebangkitan Yeshua, “ bahkan anak orang berpikir bahwa “Keberadaan Yeshua di bumi” adalah dongeng semata.

Jalan pikiran orang yang merubah kebenaran menjadi dongeng dan dongeng menjadi kebenaran dapat dilihat di banyak internet, kira-kira berjalan seperti ini:

Kristen: Alkitab menulis bahwa Yeshua mati dikayu salib, dan pada hari ketiga Ia bangkit dari kematian-Nya.
Non-Kristen: Saya tidak percaya Yeshua mati tersalib, tidak ada buktinya.
Kristen: Murid-murid Yeshua pada Injil-injil yang mereka tulis menyatakan demikian.
Non-Kristen: Ya, tapi Injil-injil itu sudah dipalsukan.
Kristen: Sudah dipalsukan? Kamu ada bukti?
Non-Kristen: Yang benar adalah Yesus melarikan diri ke India dan mati tua disana. Kalau kamu tidak percaya, lihat saja di internet, banyak artikel berkata demekian.
Kristen: Tapi itukan kepercayaan yang dibawa oleh sekte Islam Ahmadiyah, yang baru lahir di akhir abad ke 19, dan Mayoritas pengikut Islam sendiri menolak ajaran sekte Islam tersebut.
Non-Kristen: kitab suci Injil Barnabas berkata yang tersalib adalah Yudas Iskariot, yang merubah wajahnya seperti Yeshua, dan Kuran juga menulis tidak mati [tepatnya Kuran tidak menyangkal kematian Yeshua, hanya mempermasalahkan berapa lama Yeshua mati].
Kristen: Tapi Injil Barnabas adalah injil palsu dan telah terbukti buatan abad ke 16 dan kepercayaan Islam lahir lebih dari 500 tahun sebelum peristiwa penyaliban Yeshua. Justru ajaran sekte Ahmadiyah ini bersumber dari Injil Barnabas, yang mengatakan bahwa Yeshua mempersiapkan jalan bagi seorang nabi yang juga adalah Mashiah (al-Masih). Dari sinilah Ghulam Ahmad pendirinya mengklaim bahwa ia adalah nabi dan al-Masih bagi Islam.
Jadi kedua referensi tersebut tidak bisa dijadikan acuan yang tepat untuk menolak Injil-injil di Alkitab.
Non-Kristen: Bagaimanapun cerita “kematian Yeshua di salib dan ke-Elohiman-Nya tidak bisa diterima. Dan Brown pada bukunya yang best-saler menulis bahwa semua itu hanyalah buatan gereja Roma Katolik belaka.
Kristen: Tidakkah kamu baca pada halaman pertama buku Da Vinci Code tersebut, tertulis “Novel”?  Itu hanyalah sebuah novel dan buatan tahun 2003! Agama Roma Katolik baru lahir sekitar  300 tahun setelah peristiwa kematian Yeshua seperti yang tercatat di Injil.
Non-Kristen: Bagaimana kamu bisa membuktikan bahwa catatan Injil itu akurat dan belum dipalsukan?
Kristen: Para penulis Injil adalah saksi-saksi mata dan mereka telah mempertaruhkan hidup mereka untuk kebenaran yang mereka tulis. Dan lagi pula ….
Non-Kristen: Sementar. maaf saya potong perkataan kamu. Sahabatku, mereka tidak bisa dijadikan patokan bahwa Injil belum dipalsukan.
Kristen: Kamu perlu tahu, bahwa catatan di Injil diteguhkan oleh bukti-bukti penemuan sejarah, contohnya gua-gua tempat persembunyian yang juga berfungsi sebagai gereja telah ditemukan di Susia (Susya atau Sussya) di dekat Hebron dan bahkan di Yordania. Ini meneguhkan kitab para Rasul bab 8. Di Susia ini tertulis suatu kalimat pada sebuah mosaik berbahasa Aram (Aramaic) tentang kematian Yeshua: “Dechiran latav Menachama Yeshua sahada” artinya Remembered for good Conforter Yeshua a sahid/ martyr/ witness. Lihat videonya. (Sahada berarti “seorang yang bersaksi sampai lewat kematian”). Video lainnya dari Jacob Damkani, orang Yahudi lahir baru, dapat dilihat pada web sitenya: Trumpet of Salvation.comKuburan Petrus ditemukan di Yerusalem, dan bukan di Roma, membuktikan ketepatan kitab Para Rasul bahwa Petrus adalah rasul untuk orang Yahudi, dan juga kotak tulang Yakobus saudara Yeshua telah ditemukan.
Non-Kristen: Bagaimanapun bukti-bukti tersebut belum bisa membuktikan bahwa Yeshua itu mati disalib, masih ada kemungkinan bahwa bukti-bukti tersebut adalah pemalsuan di jaman tersebut untuk menguatkan kepercayaan mereka sendiri.
Kristen: Jadi apakah Anda juga meragukan catatan sejarah Indonesia yang terdapat di musium-musium Jakarta? Meragukan surat-surat kepemilikan rumah yang dibuat oleh pemerintah yang dimilik oleh para tetangga Anda? Anda tidak percaya kepada semua bukti dan catatan sejarah, tapi anehnya percaya kepada injil palsu Barnabas dan bahkan kepada novel!!
Non-Kristen: Saya baru percaya kalau saya lihat dan alami sendiri!
Kristen: Tetapi catatan sejarah adalah catatan dari orang yang melihat dan mengalami peristiwa tersebut. Tahukah Anda bahwa dalam Injil terdapat 20 kali kalimat sejenis ini “genaplah yang difirmankan oleh nabi.” Artinya peristiwa-peristiwa yang terjadi dan mereka catat, sesungguhnya semua itu telah dinubuatkan oleh para nabi-nabi di Perjanjian Lama, Musa,  Daud, Daniel, Yesaya, Yeremia, Zakaria, Mika dan sebagainya. Tentang bagaimana dan alasan kematian Yeshua bahkan kebangkitan dan kedatangan Yeshua kedua kalinya sebagai Hakim, semuanya telah tertulis ratusan tahun sebelum Ia tersalib.
Non-Kristen: (karena roh kebodohan yang telah menguasai pikirannya, ia menjawab dengan ringan) Itu semua hanyalah kebetulan belaka.

Kebohongan dan dongeng jika diceritakan beratus-ratus kali untuk waktu yang panjang akan bisa diterima menjadi “kebenaran” atau “sebuah fakta sejarah.” Kepercayaan yang berazaskan dongeng dan kebohongan sebagai kebenaran akan berakhir pada Animism (pada ekstrim kiri) dan Comunism (pada ekstrim kanan), yang berakibat menjadi kebebasan yang liar atau sebaliknya yakni tirani. Orang yang berpegang pada kebohongan dan dongeng sebagai filosofi hidupnya tidak akan pernah terlepas dari jiwa korupsi dan manipulasi, sebab di hati dan pikirannya tidak ada sikap takut akan Elohim (Allah) tapi hanya kepada manusia (polisi, pengawas dan orang-orang disekitarnya) – inilah akar dari kemiskinan dan kehancuran sebuah negara. Tidak adasebuah negara yang makmur di Dunia (untuk sedikitnya satu periode generasi) yang berazaskan kebohongan.

Bagaimana kita menghadapi roh kebodohan yang telah menguasai budaya akhir jaman ini?

Yeshua memberi suatu kunci pemecahannya, perhatikan cerita Yeshua pada Injil Lukas 16:19-31; seorang kaya raya yang mati dan tinggal di alam maut dan sekarang menyesali hidupnya, orang kaya  ini meminta bapa Abraham mengutus Lazarus kepada keluarganya yang masih hidup. Lazarus ialah  pengemis yang suka ada di pintu rumahnya, yang juga telah mati namun hidup enak di dekat bapa Abraham.

Tetapi kata Abraham: Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu.
Jawab orang itu: Tidak, bapa Abraham, tetapi jika ada seorang yang datang dari antara orang mati kepada mereka, mereka akan bertobat.
Kata Abraham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati.” (Luk 16:29-31)

Yeshua pada cerita ini dengan tegas berkata: bahwa kesaksian orang yang bangkit dari kematian sekalipun tidak akan dapat meyakinkan orang yang telah tercemar jiwanya dengan kehidupan dunia yang jahat ini.

Untuk orang tersebut “sembuh” dari penyakit tersebut Yeshua berkata:PERCAYALAH kepada apa yang tertulis (kesaksian) pada kitab Taurat, Mazmur dan kitab-kitab Perjanjian Lama lainnya dan tentunya kitab-kitab di Perjanjian Baru, yang adalah perkataan dan ajaran Yeshua Ha Mashiah.

Apakah Anda termasuk orang yang telah dikuasai oleh roh kebodohan tersebut? Atau salah satu keluarga Anda masih dalam belenggu roh jahat ini?
Jangan putus asa,  Yeshua punya jalan keluar untuk Anda dan keluarga Anda!

Jika orang tersebut adalah Anda sendiri, maka berbuatlah demikian:
Mintalah ampun atas dosa-dosa Anda sekarang juga kepada Yeshua Ha Mashiah, akuilah bahwa Ia adalah Yahweh dan Bapa Sorgawi telah membangkitkan Yeshua dari antara orang mati (Roma 10:8-11).
Mintalah belas kasihan Bapa turun atas hidup Anda. (Tidak seorangpun dapat datang kepada Bapa Sorgawi dengan kekayaan atau kepintaran atau kebaikkannya sendiri!)
Undanglah Yeshua masuk kedalam hidupmu dan jadikanlah Dia Tuan dan Juruselamat atas hidupmu, dan mulailah membaca Alkitab, khususnya kitab-kitab Perjanjian Lama. Dr. Derek Prince, seorang almarhum ahli theologia Inggris, menyatakan bahwa orang Kristen yang tidak mengerti Perjanjian Lama akan mudah disesatkan. Saya setuju sekali dengan beliau ini, dari pengamatan saya bahwa doktrin-doktrin gereja yang menganggap Perjanjian Lama adalah LAMA = tidak diperlukan lagi, maka akan melahirkan “kebenaran menjadi dongeng dan dongeng menjadi kebenaran.” Ini kita bisa lihat pada doktrin gereja Roma Katolik dan patung-patung yang ada pada bangunan gerejanya, penuh dongeng dan tradisi dan Kristiani hanyalah lapisan luarnya saja. Lihat video dokumentasi ini IS THE POPE CATHOLIC?, pembuat video yang adalah pakar di dalam membongkar ajaran NEW AGE  ini menyatakan bahwa Pope (Paus) bukan saja seorang Katolik lebih jauh lagi ia BUKAN seorang Kristen.

Jika ada diantara keluarga Anda masih dalam belenggu roh jahat ini, Yeshua berkata: berdoa dan berpuasalah untuk keluarga Anda tersebut. Sebab ada jenis roh tertentu harus dihadapi bukan hanya dengan doa belaka, tapi harus disertai dengan berpuasa. Seperti ada tertulis:

  • And when He came into a house, His taught ones asked Him separately, “Why were we unable to cast him out?” And He said to them, “It is impossible for this kind to come out except through prayer and fasting.” (Mar 9:28-29 The Scriptures)
  • And he said unto them, This kind can come forth by nothing, but by prayer and fasting. (Mar 9:29 KJV)

Sama seperti Engkau telah memberikan kepada-Nya kuasa atas segala yang hidup, demikian pula Ia akan memberikan hidup yang kekal kepada semua yang telah Engkau berikan kepada-Nya. Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Elohim yang benar, dan mengenal Yeshua Ha Mashiah yang telah Engkau utus. Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya. (Yoh 17:2-4)

Bacaan berkait:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya http://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog
About these ads

Tulis komentar Anda di sini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 32 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: