Iman Seperti Kentang-kentang, berdasarkan kisah nyata


FAITH like POTATOES (judul asli film ini). Suatu benih untuk sebuah mujizat yang besar tidak tertanam di dalam kesusahan, tetapi di dalam ketidakmungkinan. Suatu renungan di hari Sabat.

Iman Seperti Kentang-kentang adalah sebuah kisah dari seorang petani yang telah meresiko segala sesuatu untuk Elohim. Angus Buchan seorang petani biasa di Afrika Selatan yang dipanggil YAHWEH menjadi Penginjil kaliber internasional.

El Nino datang sekitar setiap tiga ke tujuh tahun. Suatu arus udara hangat di Pasifik Timur yang menyebabkan condisi-condisi cuaca yang tidak umum di seluruh dunia, membawa hujan yang sangat lebat di beberapa tempat dan periode kekeringan yang panjang di lain tempat – khususnya di Afrika Selatan. Pada tahun itu , Angus Buchan bercerita, semua tanda-tanda adalah bahwa El Nino memberi kekeringan yang terkeras untuk 50 tahun terakhir ini. Koran-koran, TV dan radio nampak bicara tentang itu dan tidak ada yang lainnya. Bahkan Persatuan Agrikultur sangat kuatir akan masalah ini.

”Tahun ini kita akan menanan kentang-kentang! Kita kembali dan kita akan menanami semua tanah kita – setiap inch persegi tanah – dengan benih-benih jagung, kacang-kacangan kering dan kentang-kentang. Kita mempercayakan kepada Elohim kebutuhan kita!” Angus berkata kepada para petaninya. ”Saya telah diisi dengan kepastian untuk pecaya Elohim apapun harganya. Itu semuanya atau tidak sama sekali.” 10 hektar tanah untuk ditanami.

Tidaklah mengherankan jika petani-petani tetangganya menjadi shock oleh rencana gila-gilaan ini. Bukan saja masa kering ini yang buruk ini terlebih lagi semua petani tahu bahwa menanam kentang memerlukan biaya yang mahal: harga benih, perlu ekstra fertiliser (pupuk), banyak penyiraman dan biaya penuaian. Seorang menasehatinya: “Dengar Angus, kami dengar kamu akan menanam kentang. Please jangan lakukan itu… itu akan membuat engkau berakhir (alias bangkrut)! “Saya harus lakukan it,” saya menjawab. “Saya harus melakukan apa yang Elohim telah katakana kepada saya lakukan.” ”Tetapi kamu belum pernah menanam kentang sebelumnya. Kamu belum memiliki pengalaman. Kamu belum ada irrigasi. Kekeringan terbesar di dalam sejarah ada didepan kita. Jangan lakukan itu!” kembali tetangganya yang baik ini meyakinkan Angus Buchan.

Petani ini tetap melakukan rencananya. Ia menyerahkan hasilnya akhirnya kepada YAHWEH. Jika ia melihat tanah terlalu kering, ia menghubungi pipa-pipa untuk menyirami kentangnya – dan hujan turun, sehingga ia harus mematikan keran irrigasi tersebut dan meminta maaf kepada Elohim. Dan hal ini sering terjadi. YAHWEH merawat semua tanaman-tanaman ini. Ketika masa penuaian tiba, saya tidak tahu apa hasilnya, sebab ini pertama kali saya menanam kentang. Hasilnya: kentang-kentang ini adalah yang terbaik di dalam negeri. Kami dapat menjual kentang ajaib kami dengan harga yang bagus!

Ia mulai memberitakan Injil kepada orang-orang Zulu (penduduk asli) yang bekerja kepadanya. Suatu kali Angus berkata kepada pekerja-pekerja perempuan Zulu-nya dengan bahasa Zulunya yang masih buruk: ”Yahshua Ha Mashiah adalah Juru Selamat kita. Kamu harus melayani Dia, dan bukan dewa-dewa kalian dan roh-roh nenek-moyang. Mereka tidak memiliki kuasa, tetapi Elohim dapat melindungi kalian.” Tidak lama kemudian, pada akhir November terjadi hujan geledek yang dasyat. Tiba-tiba saya mendengar jeritan-jeritan para perempuan Zulu tersebut: Khosani, Khosani, harap datang! Sesuatu yang mengerikan telah terjadi. Saya keluar jendela dan berteriak “What’s wrong?” (Ada masalah apa?),  tetapi saya tidak dapat mendengar jawaban mereka. Saya keluar dan berbicara pada mereka. 50 orang di antara mereka telah jatuh ketanah karena terkena kekuatan gelombang udara dari halilintar yang datang dekat rumah mereka. Semuanya telah pulih kecuali seorang wanita di dalam rumah tersebut tetap berbaring tanpa nafas. ”Bawa ia keluar,” saya memerintah dengan pikiran untuk membawa ia kerumah sakit terdekat. Tidak ada satupun dari mereka yang berani menyentuh wanita tersebut, sebagai ganti mereka berkata: ”Kamu telah berkata kepada kami Elohim adalah mahakuasa. Kamu berdoa dan minta Dia untuk menyentuh wanita ini.  Dan kami akan melihat jika Yahshua yang kamu katakan itu nyata.”

Saya terdiam seribu basa. Apa yang dapat saya kerjakan. Saya menjerit di dalam hati kepada YAHWEH: Engkau harus menolong saya sekarang. Saya tidak tahu harus berbuat apa.” Saya merangkak kedalam rumah (tradisional rumah orang Zulu ialah luas dalamnya namun pintunya kecil) sementara wanita-wanita diluar menjerit-jerit sambil menangis dan meratap. Saya tidak tahu apa wanita ini mati atau koma, namun saya bertindak dengan iman di dalam ketakuan dan tergoncang. Saya letakan tangan saya padanya, menutup mata dan berdoa: “Yahweh, harap beri kesembuhan kepada tubuh wanita ini.” Disaksikan oleh beberapa wanita di dalam rumah. Melalui pimpinan roh Kudus saya dirikan wanita ini. Dan wanita ini tiba-tiba pulih kembali maka terjadilah jeritan dan terikan, dansa dan nyanyian dari para wanita di dalam rumah tersebut dan kemudian diikuti oleh para wanita diluar rumah. Kegerakan rohani terjadi!  Semua pekerja pertanian berbicara peristiwa ini dan tidak ada lainnya berminggu-minggu. Elohim telah mempertunjukan sebuah mujizat di depan mata mereka. Mereka bercerita ini kepada setiap orang yang mereka tahu.

Keajaib yang luar biasa lainnya ialah, suatu hari terjadi kebakaran di perkebunannya, saat itu musim kering dan angin yang kencang membuat sulit Angus, para karyawanan dan tetangganya untuk mengendalikan api yang semakin besar ini. Kiri dan kanan perkebunan Angus adalah perusahaan-perusahaan kayu, ia sungguh tidak bisa membayangkan jika api merembet ketetangganya.
Api hampir melewati pagar. Tiba-tiba sebuah ayat memancar kedalam pikiran saya: Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu (Mar 11:24). Saya berpaling kepada pria Zulu, seorang supir, yang membantu pemadaman kebakaran ini. Saya pergi berdoadan minta Yahweh Yahshua Ha Mashiah untuk mengirim hujan,” saya berkata. Dia melihat saya dengan terheran-heran dan mulai tertawa lalu berkata: Tidak akan ada hujan! Musih hujan sudah berlalu! Tidakkah kamu melihat bahwa tidak ada awan-awan di langit?”

Itu sungguh benar: langit jernih, angin bertipu, tidak ada sedikitpun tanda-tanda akan turunnya hujan. Saya naikkan suatu doa yang sederhana.
Kurang dari lima menit kemudian kami mendengar sebuah geledek yang besar.
Orang Zulu dan saya berpaling kearah suara itu dengan terpesona. Mulut orang Zulu ini terbuka lebar sementara kedua matanya nampak seperti piring-piring (seperti mata orang Jepang, kira-kira). Ia sungguh tidak percaya apa yang ia lihat. Ketidak mungkinan telah terjadi! Angin bertukar arah dan awan-awan gelap datang dari selatan. Beberapa menit kemudian hujan yang lembut datang memadamkan amukan api. Kebaikan Elohim menguasai aku.

Sangat banyak cerita yang ajaib di dalam kehidupan petani ini. Anda harus baca bukunya sendiri, sungguh membangun iman!

Saya tutup artikel ini dengan suatu suatu peristiwa dimana Angus Buchan telah terpanggil untuk menjadi penginjil dan ia mendapat undangan untuk mengadakan relly penginjilan di Scotlandia tempat kelahirannya selama 6 minggu. Ia menyerahkan pengolahan ladangnya kepada putranya, Andy. Angus di dalam acara-acara Kebangunan Rohani-nya membiayai segala kebutuhan KKR tersebut melalui hasil ladangnya. Ia tidak pernah membuat “newsletters” untuk meminta uang kepada rekan-rekannya untuk meminta uang dan tidak pernah mengadakan kolekte. Ia bergantung sepenuhnya kepada YAHWEH. Suatu hari Andy berada di perkebunan, melihat pada tanah yang kering, ketika ia melihat awan-awan hitam datang berkumpul dan titik-titik air mulai berjatuhan ia meloncat ke truknya dengan antusias, memuji Elohim, namun tiba-tiba angin dari timur bertiup memindahkan awan-awan tersebut.

Andy sungguh kecewa. Dia dapat melihat hujan ditempat lain tapi tanahnya sendiri tetap kering. Kembali ke dalam rumah ia membuka Alkitabnya dan berdoa. ”YAHWEH, apa yang terjadi? Dad dan Mum melayani Engkau dengan sepenuh hati mereka. Semua keuntungan dari pertanian ini pergi kepada pemberitaan Injil. Mengapa kami menderita kekeringan ini?”

Kemudian ia melihat kebawah pada Alkitab yang ada di atas pahanya. Itu terbuka pada Pengkotbah 11:4. Ia susah untuk mempercayai apa yang ia baca: ”Siapa senantiasa memperhatikan angin tidak akan menabur; dan siapa senantiasa melihat awan tidak akan menuai.” “Maafkan saya YAHWEH,” ia berkata. ”Maafkan saya sebab telah tidak mempercayai Engkau.” Esok paginya ketika ia bangun angin dingin bertiup, dan hujan yang lembut turun membasahi ladangnya.

Ketika Angus dan rekan-rekannya mengadakan kampanye penginjilan di Transvaal salah satu rekannya ini mengundang petani tua untuk menghadiri KKR tersebut yang dijawab dengan sinis. “Semua penginjil adalah pembuat uang,“ petani tua skeptic ini berkata. “Yang satu ini. Dia bahkan tidak mengambil sebuah kolektepun,” jawab rekan Angus Buchan ini.

Singkat cerita petani tua ini akhirnya datang juga. Dan di sana ia melihat mujizat-mujizat dan pesan Injil… dan ia menemukan Juru Selamatnya di sana. Haleluyah!!

Elohim-ku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Mashiah Yahshua.  (Fil. 4:19)

Baca dan lihat isi serta pemeran film ini, clip film 6:21 menit (YouTube)

Referensi:

FAITH like POTATOES, Angus Buchan. Monarch Books

Bacaan berkait:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya http://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

About these ads

Tulis komentar Anda di sini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 40 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: