Hubungan Rasul Petrus Dengan Roma Katolik


Orang Katolik pasti pernah mendengar nama Santo Petrus (Saint/Santo Peter) yang adalah rasul Simon Petrus, satu dari dua belas murid Yahshua Ha Massiah. Pembaca, pada satu sisi akan menemukan beberapa bukti sejarah betapa dalamnya Gereja Roma Katolik (GRK) menghubungkan dirinya kepada pribadi Rasul Petrus. Dan sisi lainya akan menemukan catatan Alkitab dan pengakuan Rasul Paulus tentang dirinya sendiri berkaitan dengan Roma Katolik.

Kepercayaan Roma Katolik sebagaimana kita tahu itu adalah hasil dari dua puluh abad sejarah. Untuk mengerti itu, kita harus mencoba megerti sejarah ini. Tidak hanya adalah bahwa itu hasil dari sejarah , tetapi itu melibatkan suatu perbedan sikap terhadapa sejarah. (1). Menurut pengakuan resmi tradisi Roma Katolik rasul Petrus tinggal di Roma sebagai bishop pertamanya dan mati di sana sebagai seorang martir di tahun AD 67. Tahun 1960 di Vatikan (dimana Gereja Roma Katolik berpusat) Paus menyatakan bahwa mereka telah menemukan lempengan batu dengan tulisan ”Petrus dikubur di sini” dalam bahasa Yunani.

Catatan sejarah tentang Gereja Roma Katolik menghubungkan dirinya dengan rasul Petrus. 1. Paus Leo Agung I (440-461 AD) dalam kotbah perayaan kenaikan kepausannya mengutip Matius 16:18-19 - Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kau ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kau lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.”  Ia merefer acara ini sebagai hormat kepada Rasul Petrus dengan mengatakan, ”di dalam pribadiku yang sederhana, ia [Petrus] boleh ada dikenal dan dihormati (2)

Gambar di kanan adalah Basillica of Santo Peter dengan tugu batu Obelisk (symbol dari Dewa Matahari Ra atau Re) didepannya.

2. Paus Stephen III. Nama rasul Petrus juga dipakai pada 754 AD ketika Paus Stephen II di dalam ancaman raja Lombard, Aistulf, kerajaan dari Itali utara. Pepin, anak dari Charles Martel bangkit membantu Paus, setelah dipanggil melalui sebuah surat (mohon bantuan) di dalam nama Petrus, Saya, Rasul Petrus, telah didudukan oleh kuasa Messias, putra dari Elohim yang hidup, menjadi terang bagi seluruh dunia ….Kepada Gereja Roma Elohim kerasulan ini, yang dipecayakan kepadaku, upah pengharapan masa depanmu menyertai. …, membela pemerintah Roma ini dari tangan-tangan musuhnya … Beri bantuan kepada umatku Roma sekarang, sehingga aku boleh dapat menolong kamu dihari kemudian pada hari penghakiman …, tetapi jika kamu berlambat-lambat bantuanmu, ketahuilah bahwa kamu dibuang dari kehidupan kekal (3)

3. Paus Nicholas Agung (858-867 AD). Dalam suratnya kepada Photius dan Penguasa Michael III, surat ini ditulis sehubungan dengan masalah pengeseran jabatan kepemimpinan rohani Ignatius kepada Photius oleh penguasa daerah Konstantinopel (Yunani) dimana Nicholas berpihak kepada Ignatius, ”Tidak ada keputusan harus diberi pada masalah baru yang muncul tanpa sepengetahuan Roman See dan Roman Pontiff.”Setelah dia (Petrus), dan vicar-vicar-nya (pengganti-pengganti-nya) … oleh perkataan-perkataan Messias, dimulai pada PetrusYang Diberkati, dihubungkan kepada Gereja (Roma Katolik), tidak dapat dikurangi atau dirubah; sebab usaha-usaha manusia tidak dapat memindahkan fondasi yang mana Elohim telah letakan…(4)

Keributan antara keimaman yang berkeduduan di Yunani, ”Easten Empire” dengan keimaman di Roma ”Westen Empire” sesungguhnya sudah terjadi di tahun 726, dimana Emperor Leo III (di Constantinople) mengeluarkan surat keputusan melawan ”penghormatan kepada icons (benda dan gambar), gereja-gereja Yunani (Ortodok) dan gereja-gereja Latin (Katolik) mulanya bersatu sebelum pemisahan penuh di tahun 1054 (5)

4. Pada Canon Vatican Council II (1965) (Canon kata Yunani untuk kata peraturan dan ukuran) yang mengatur hubungan antara Pontiff (kata formal untuk Paus) dengan para bishopnya (pastors): Badan dari para bishops tidak memiliki otoritas kecuali itu tetap tinggal terus menerus pada kepalanya, Pontiff Roma, penerus Petrus … , (Pontiff) sebagai vicar (penerus) Kristus (Messias) dan pastor dari seluruh Gereja (Roma Katolik), Pontiff Roma memiliki kuasa penuh, supreme, dan universal diatas Gereja. Dan dia dapat selalu melakukan kuasa ini dengan bebas. (6)

Pengakuan rasul Petrus sendiri, catatan Alkitab dan catatan sejarah lainnya tentang hubungan Rasul Petrus dengan Gereja Roma Katolik
1. Referensi dari Alkitab. Perjanjian Baru tidak berkata apa-apa tentang keberadaan Petrus di Roma apalagi sebagai bishop pertama untuk Roma, dan memberikan bukti-bukti secarah tidak langsung hal-hal yang berlawanan dari pernyataan resmi Gereja Roma Katolik di atas. Dua belas pasal pertama dari kitab Kisah Para Rasul tidak memberikan pernyataan bahwa Petrus pernah ada di Roma dan dikubur di Roma, dan buku ini ditutup dengan perjalanan rasul Paulus ke Roma, tidak tentang Petrus. Catatan pelayanan Paulus kepada orang-orang di Roma (antara AD 57 atau 58) dan selama ia dipenjara di Roma (tahun permulaan AD 60) ia menulis empat surat, tidak satupun dari surat-surat tersebut menyinggung nama Petrus. Paul bertemu Petrus di Antiokia (timur-laut Turky dekat Syria) lihat Gal 2:11-14

Sangat menarik untuk diperhatikan bahwa Eusebius sebagai sejarahwan gereja untuk raja Konstantine menyatakan bahwa Petrus tidak pernah di Roma, namun tulisan sejarah gereja (dalam bahasa Yunani) ini diterjemahkan oleh Yerome ke Latin, ia menambahkan suatu cerita fantastik kependudukan Petrus di Roma; menurut F. Paul Peterson dalam bukunya Peter’s Tomb, Recently Discovered In Jerusalem.

2. Alkitab tentang pribadi Simon Petrus. Ayat Alkitab yang menjadi acuan utama Pontiff Vatikan bahwa Simon Petrus adalah pendiri Gereja Roma Katolik ialah Matius 16:18-19. Ayat ini dalam bahasa Inggris dan Indonesia (tertulis di atas) tidaklah jelas. Namun dalam bahasa Yunaninya – ingat bahwa terjemahan Yunani lebih tua dari terjemahan Latin, setelah Latin keluarlah bahasa German (Martin Luther) dan kemudian diikuti oleh bahasa Inggris – ayat 18 ini tertulis: Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus (πέτρος, Petros) dan di atas batu karang (πέτρα, petra ) ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.

Kamus Strong G4074 Petros: a (piece of) rock – sebuah (bagian/potongan dari); G4074 petra:a (mass of) rock – sebuah (bongkah besar) batu karang.

Bila kita memperhatikan dengan teliti bagian terakhir dari Matius 16:18 ini kita akan mendapat gambaran yang lebih jelas makna kedua jenis ”batu karang” tersebut. Itu tertulis di atas batu karang (πέτρα, petra ) ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.” Adakah manusia di bumi ini (termasukke sebelas rasul Yahshua dan juga rasul Paulus) yang bisa menahan kuasa alam maut? Tentu tidak ada!,kecuali Putra Elohim, yaitu Adonai Yahshua Ha Massiah/ Messias itu sendiri yang telah bangkit dari maut (Yoh 2:19) dan yang memiliki segala kuasa di sorga dan di bumi (Mat 28:18)

YAHWEH berkata tentang manusia, ”Aku ini YAHWEH, itulah nama-Ku; Aku tidak akan memberikan kemulian -Ku kepada yang lain (Yes 42:8) dan Yahshua Ha Massiah juga mempunyai pemikiran yang sama (jelas karena YAHWEH dan Yahshua adalah satu lihat Yoh 1:1) rasul Yohanes mencatatnya demikian , ”banyak orang percaya dalam nama-Nya, … Tetapi Yahshua sendiri tidak mempercayakan diri-Nya kepada mereka, karena Ia mengenal mereka semua, dan karena tidak perlu seorangpun memberi kesaksian kepada-Nya tentang manusia, sebab Ia tahu apa yang ada di dalam hati manusia. (Yoh 2:23-25)

Yahshua tahu siapa murid yang dikasihinya, Simon Petrus ini; Ia tahu bahwa Simon Petrus akan menyangkal Dia sampai tiga kali hanya dalam beberapa jam saja (Yoh 13:38; keempat Injil mencatat ini!) sebab Petrus orang takut akan aniaya, Anda mungkin ingat baru saja ia dianugerahkan gelar Petrus dan diberi kuasa untuk mengikat dan melepas (Mat 16:19) Ia dihardik oleh Yahshua dengan perkataan yang sangat keras ”Enyalah Iblis, engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Elohim, melainkan apa yang dipikirkan manusia.” (23) dan Ia melanjutkan dengan kata-kata peringatan ”menyangkal diri dan memikul salib dan mengikut Dia (24-27). Puji kepada YAHWEH bahwa Simon Petrus bertobat dan dipenuhi dengan kuasa Roh Kudus sehingga ia menjadi seorang rasul yang luar biasa dan tidak takut mati mengajar dan berkotbah dalam nama Yashua Ha Massiah.

Hidup dan pelayanan orang Kristen tanpa tinggal di dalam Yahshua Ha Massiah tidak akan menghasilkan apa-apa (Yoh 15), jabatan dan klaim-klaim tidak ada artinya tanpa ketaatan dan dengar-dengaran akan Firman-Nya (Kis 19:13-16).

3. Rasul Simon Petrus tentang dirinya sendiri. Kontak langsung pertamanya dengan Yahshua di danau Genesaret (atau Galilia atau Tiberias), mendapatkan banyak sekali ikan dari tempat yang diperintahkan Yahshua, iapun tersungkur didepan Yahshua dan berkata: Master, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa.” (Luk 5:8)
Yoh 6:68 ; Jawab Simon Petrus kepada-Nya: “Master (Tuhan; dalam ITB), kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal; ketika ia ditanya “Apakah kamu tidak mau pergi juga?” (67) – seperti banyak orang meninggalkan Dia (66). Petrus tahu siapa Yahshua dan mengikuti perkataan-Nya.
Petrus tidak mencuri kemulian YAHWEH di dalam pelayanannya, ia menegur mereka yang kagum kepada buah pelayanannya (Kis 3:1-12)
Kematian tubuhnya sudah diberitahukan oleh Yahshua (2 Petrus 13-14).

Dari pengakuan Petrus sendiri di atas, muncul pertanyaan ”Dapatkan Jemaat (Gereja) yang alam maut tidak bisa menguasainya dibangun oleh manusia yang fana?” Tentu tidak! Setiap orang Kristen yang lahir baru hanyalah ”batu-batu yang hidup” (Jemaat) dari ”bait Elohim” dimana pilar-pilar dari bait ini adalah rasul-rasul dan nabi-nabi, kedua terahir ini adalah hanya alat-alat pembuat”bait Elohim” tersebut. Fondasi dari ”baik Elohim” adalah Yahshua Ha Massiah itu sendiri – Alkitab menyebut-Nya ”Batu Penjuru” (Yes 28:16; Mazmur 118:22) diteguhkan oleh Yahshua sendiri (Mat 21:42) dan oleh rasul-rasul-Nya; Paulus: Ha Massiah Yahshua sebagai batu penjuru (Efe 2:20), dan Petrus sendiri, ia memakai kata petra dan bukan petros (panggilan untuk diri-nya ) ketika bicara soal batu penjuru Gereja (Kis 4:11, 1 Petrus 2:6-8).

4. Doktrin Kekristenan-nya. Selalu meninggikan Yahshua dan nama-Nya, terlihat jelas pada kotbahnya di hari Pentakosta yang pertama (Kis 2), ia mengkotbahkan bahwa Yahshua adalah YAHWEH dan Ha Massiah (Yang Diurapi dan Juru Selamat) ( 34-36), menekankan pentingnya pertobatan dan dibaptis (dicelupkan) (38) bagi para pendengar berita Injil.

Dihadapan imam-imam besar Yahudi, ia menjawab terus terang bahwa dengan kuasa nama Yahshua Ha Massiah, menjawab pertanya para imam dipersidangan (Kis 4:6-10)

Dan pada persidangan itu juga ia membuat suatu pernyataan yang tetap terkenal sampai hari diantara kalangan ”orang Kristen lahir-baru” yaitu, ”Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.” (Kis 4:12).

Persembahan uang untuk ”gereja” tidaklah penting tapi hati yang tulus (Kis 5:1-10),  ia tidak membiarkan Roh Kudus dihina oleh persembahan yang tidak jujur. Ia bukanlah jenis pendeta/pastor yang akan tutup mulut jika disogok uang atau barang.

Ia mengajari Kornelius, orang Roma (untuk tidak menyembah manusia. Lukas penulis kitab Para Rasul ini mencatat reaksi Petrus atas penyembahan yang ia terima dari Cornelius, Tetapi Petrus menegakkan dia, katanya :”Bangunlah , aku hanya manusia saja. Petrus sadar bahwa ia hanyalah hamba YAHWEH (Kis 10:25-26) dan hanya YAHWEH saja yang patut disembah. Kata “tetapi” menjelaskan suatu kondisi yang kontras dan mendesak, kemungkinan besar bahwa Petrus bersegera memegang tubuh Kornelius dan mengangkatnya untuk ia berdiri. Ini pelayanan pertama Petrus kepada orang non-Yahudi (Gentile).

“Inside St. Peter’s Basilica candidates
for priesthood from 22 countr
ies lie prostrate
in humility before the hi
gh altar as they take
their vows during an o
rdination Mass celebrated
by Pope John Pa
ul II.” -National Geographic
pages 720-722 foldout. (7)

Dari doktrin Petrus ini adakah Gereja Roma Katolik (yang mengaku sebagai penerus kerasulan Petrus) mengikuti teladan ajaran Petrus?

Petrus pernah tinggal di Roma dan jadi Paus pertama?
Tidak ada bukti sejarah dari Gereja Timur (Yunani) dan ayat Alkitab yang bisa meneguhkan klaim Vatikan ini. Catatan: Rasul Paulus sebagai rasul untuk non-Ibrani yang hidup pada abad pertama masehi kunjungan pelayanannya pertama sampai ketiga adalah daerah-daerah Yunani (Turky barat dipanggil sebagai Asia Kecil adalah bagian dari Yunani pada abad pertama).

1. Klaim Dionysius dari Korintus.  Pelayanan Petrus kerumah perwira Romawi, Kornelius, itu terjadi di Israel. Kaisarea (Kis 10:1) terletak di utara Yope (Tel-Aviv /Jaffa, pantai barat Israel); bukan di Roma atau Negara Itali. Pernyataan yang jelas bahwa Petrus pernah berada di Roma adalah surat Dionysius, pemimpin gereja di Korintus (168-177 AD) kepada orang-orang di Roma, ” … kamu diikat bersama oleh Petrus dan Paulus pada fondasi-fondasi orang-orang Roma dan orang-orang Korintus, karena keduanya telah mengajar bersama di Korintus kami dan pendiri-pendiri kami, dan juga bersama telah mengajar di Italy pada tempat yang sama dan adalah martir pada waktu yang sama”, quotasion ini diberikan oleh Eusebius, seorang sejarah gereja pada masa Konstantine, raja Romawi, pada abad keempat (8).

N.V.Olson menanggapi tulisan ini sebagai berikut: ”Sebuah kesalah yang bersikap sejarah sudahlah jelas: mengatakan bahwa Peter dan Paulus bersama pendiri gereja di Korintus. Hal ini tentu mustahil jika kita memperhatikan surat Paulus kepada jemaat di Korintus; 1 Kor 1:11-13, 3:6 (tentang golongan Paulus atau Apolos) dan 4:15 (klaim Paulus sebagai bapa rohani atas mereka). Jika Dionysius salah dalam satu hal, dia telah dapat juga salah dalam lainnya. Bagaimanapun, sejak saat ini (waktu pada surat tersebut diatas) ke depan acuan-acuan kepada ”Petrus ada di Roma” menjadi umum (9).

Satu-satunya ayat yang sering diperdebabkan pernahnya ”Petrus di Roma” adalah 1 Pet 5:13: Salam kepada kamu sekalian dari kawanmu yang terpilih yang di Babilon, dan juga dari Markus, anakku. Babilon adalah kota tua di Irak dan juga gambaran Gereja Roma Katolik/ Vatikan (sebagai sebuah negara/kekuatan politik) di Roma sebagaimana Wahyu 17 dan 18 memanggilnya. Berikut ini beberapa komentar beberapa ahli Alkitab tentang kata ”Babilon” pada tulisan Petrus ini.

  • John Gill: The Vulgate Latin, Syriac, and Arabic versions, supply the word “church”, as we do. Some, by “Babylon”, understand Rome, which is so called, in a figurative sense, in the book of the Revelations: this is an ancient opinion; … but that Peter was at Rome, when he wrote this epistle, cannot be proved,… It is best therefore to understand it literally, of Babylon in Assyria,
  • JFB (Jamieson, Fausset and Brown): How unlikely that in a friendly salutation the enigmatical title of Rome given in prophecy (John, Rev_17:5), should be used! Babylon was the center from which the Asiatic dispersion whom Peter addresses was derived. Philo [The Embassy to Gaius, 36] and Josephus [Antiquities, 15.2.2; 23.12] inform us that Babylon contained a great many Jews in the apostolic age (whereas those at Rome were comparatively few, about eight thousand [Josephus, Antiquities, 17.11]); so it would naturally be visited by the apostle of the circumcision.
  • Barnes: the Arabic, Syriac, and Vulgate, as well as the English versions, supply the word “church.” This interpretation seems to be confirmed by the word rendered “elected together with.”
  • Adam Clarke: I am quite of opinion that the apostle does not mean Babylon in Egypt, nor Jerusalem, nor Rome as figurative Babylon, but the ancient celebrated Babylon in Assyria, which was, as Dr. Benson observes, the metropolis of the eastern dispersion of the Jews;

Dari pernyataan JFB ini, bahwa tidaklah menutup kemungkinan Petrus berkunjung ke Roma (Gereja Mestery Babilon Besar, Wahyu 17:5), namun bahwa ia pernah menjadi penduduk dan hidup sebagai Paus dan mati di Roma tidak ada bukti yang otentik.

Ada penulis berpendapat bahwa Simon yang menjadi pendiri gereja Roma Katolik adalah Simon Magus, ahli sihir terkenal dari Samaria dan menjadi percaya (Kis 8:9-24).

Bacaan berkait:

  1. Is Peter the rock on which the Church is bulit?
  2. J.A. Wylie, Dogmas of the Papacy; vi: Apostolicity, or Peter’s Pirmacy
  3. Kuburan Petrus telah ditemukan

Referensi:

  • Jaroslav Pelikan, The Riddle of Roman Cathocism, p.10.
  • Philip Schaff and Henry Wace, Leo the Great and Gregory the Great p. 291
  • Horace K. Mann, The Lives of the Popes in the Early Middle Ages p.309
  • H. K. Mann, p.59
  • V. N. Olson, Papal Supremacy and American Demoracy. p.36, 40
  • W. M. Abbott, The Document of Vatican II. p.43
  • 7. www.remnantofgod.org, Rome demands, worship the Pope!
  • 8. Kirsopp Lake, Eusebius, the Ecclesiastical History. p.183
  • 9. V.N. Olson, p.4
Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya http://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog
About these ads

6 Tanggapan

  1. kesaksian beberapa pihak dijamannya lbh bisa dipercaya. seluruh gereja para rasul berhubungan dgn Roma dgn alamat Rasul Petrus, Bukan dgn Paus ….

    demikian juga gereja gereja Roma. Mereka mengirim surat dgn nama Rasul Andreas pd Ortodox Timur.Rasul Markus pd Coptic dan Yakobus pd Ortodox Yerusalem. demikian juga dgn Siro Malabar dgn sebutan Rasul Tomas.Merekamasing masing gereja mandiri yg berdiri sendiri, ortodox dan tdk kau merubah ajaran rasulnya.Demikuan juga konsili Nicea. meski di Turki di wilayah Bizantium, kenapa mereka mengundang Roma jika tdk ada Petrus di Roma.

    • Salam sejahtera sdr. Bolong
      Anda tentunya menulis ini berdasarkan catatan sejarah Gereja Roma Katolik; bahwa Petrus adalah pendiri GRK dan hidup di Roma, sekarang saya ingin bertanya:
      1. Jika benar Petrus (hidup di abad pertama) adalah pendiri GRK, mengapa GRK baru berdiri setelah Kerajaan Roma Barat runtuh (awal abad ke enam) seperti Anda berkomentar di Benarkah Rasul Petrus pendiri Gereja Roma Katolik? Daftar analytic pertanyaan
      2. Jika benar Petrus adalah pendiri GRK, mengapa Alkitab sama sekali tidak bercerita tentang hal tersebut, sebaliknya Alkitab dgn jelas menyatakan bahwa Petrus adalah rasul untuk orang-orang bersunat – artinya Yahudi? Bukankah Alkitab dan juga sejarah Roma menulis bahwa pada abad 1 itu orang Yahudi dilarang tinggal di Roma?
      3. Jika Anda yakin bahwa sejarah GRK dapat dipercaya dan Alkitabiah, mengapa begitu banyak doktrin dan tradisi GRK yang tidak sesuai dengan Alkitab, seperti: 25 Desember, SUN-day sebagai hari SUCI, tugu Obeliks atau Phallus lambang dari dewa Mesir RA (SUN-god) ad di depan St. Peter Basilica Roma?
      Melihat ke dalam sejarah Gereja (yang Alkitabiah) dan Gereja Roma Katolik maka sangatlah jelas bahwa para pemimpin GRK mengkaitkan dirinya dengan rasul Petrus hanyalah bermotif “politik berkedok keagamaan” bagaimana mengontrol Timur Tengah dan negara Barat; GRK sama sekali tidak mengikuti ajaran dan teladan rasul Petrus.

  2. Simon magus adalah tukang sihir yg terbunuh krna jatuh saat atraksi terbang.siapa yg memerintahkan malaikat setan melepaskan?dimana kejadiannya?Di Roma bersama Nero.
    sejak awal gereja.gereja mewarisi tahta apostolic para rasul.kenapa gereja mesir yunani yerusalem dll mengakui Roma?krna,Roma adalah suksesi.apostolic Petrus.klau Roma didirikan Simon Magus artiinya anda sm dgn mengatakan alkitab ditulis krna perintah simon magus.KONYOLLLL!!!!sejarah penulisan alkitab diusulkan oleh gereja Roma dgn kitab moratorinya.

    • Salam sejahtera Ihadala. Jika Anda bangga Gereja Roma menyusun Alkitab Pernjanian Baru, mengapa Alkitab pernah menjadi salah satu kitab yang paling terlarang di Gereja Roma Katolik? Mengapa ketika Alkitab diterjemahkan pertama kali ke dalam bahasa Inggri di britania, dan sekitar dua ratus tahun kemudian oleh para Reformasi Gereja ke dalam bahasa Perancis, Jerman mereka dibakar hidup-hidup? Mengapa sebelum abad 18 jemaatnya tidak boleh memiliki Alkitab?
      Di jaman modern ini jika ada denominasi Gereja Kristen yang jemaatnya sangat jarang dan tidak dianjurkan oleh pendetanya untuk baca Alkitab itu adalah Gereja Roma Katolik! Mengapa demikian? Sebab para pemimpin Anda tidak ingin Anda mengetahui FAKTA dan KEBENARAN. Itu KONYOLL bukan, namun begitulah sejarah Gereja mencatatnya. :)

  3. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.”
    perkataan ini lanjutan dari batu karang.Ini ditujukan pada Petrus.Dia yg memegang kunci surga..Diperintahkan menggembalakan ddomba domba Kristus

    • Apa hubungannya ayat tsb dengan Petrus dengan doktrin Roma Katolik pada Matius 16:18? Tidak ada sama sekali. Ayat 18 dan 19 hanyalah alat politik Paus, untuk menjadikan dirinya seperti Kaisar Romawi mengontrol manusia melalui doktrinnya.
      Perhatikan ayat 18 “engkau adalah Petrus,” Yeshua merefer pernyataan ini setelah jawaban Simon bin Yunus (Yeshua menyebut namanya) di ayat 17 – jawaban yang berasal dari BAPA SORGAWI tentang SIAPA sebenarnya Yeshua: Mashiah dan the Son of the living God. Jelas Yeshua berbicara kepada Petrus dan tidak sama sekali tentang pribadi Petrus dalam hal kehendak Yeshua mendirikan Gereja-Nya.
      Jika Anda ingin tahu tentang Gereja Roma Katolik, bacalah Wahyu pasal 13, 17 dan 18. Semoga jawaban ini bisa membantu Anda.

Tulis komentar Anda di sini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 35 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: